Heavenly Titania

Heavenly Titania
Chapter 15 - Plot Twist.



"..... Apa kau tidak apa-apa?"


Akizumi kebingungan karena perempuan berambut putih itu masih saja memandangi dirinya tanpa mengatakan apapun. Setelah diamati lebih lanjut, perempuan berambut putih ini juga mengenakan seragam yang berarti dia juga seorang murid dari Academy.


Selain itu, Akizumi juga baru menyadari bahwa perempuan berambut putih itu mempunyai warna yang berbeda. Mata kanan berwarna merah, sedangkan mata kiri berwarna biru. Dan setelah beberapa saat kemudian, perempuan berambut putih itu langsung membereskan buku-buku yang berserakan itu.


Perempuan berambut putih itu kembali berdiri sembari membawa tumpukan buku, ia berlari melewati Akizumi begitu saja. Akizumi merasa kasihan dan berniat untuk membawakan buku yang perempuan rambut putih itu bawa, namun ia berlari sudah semakin jauh dari Akizumi.


"Huh? Ada apa dengannya? Sepertinya dia murid dari kelas lain. Aneh sekali.." ucap Akizumi.


Kemudian, Akizumi pun mengeluarkan handphone nya dari saku celananya, membuka pesan Hikari dan membaca alamat dari tempat karaoke itu berada.


"Tempatnya di Kota Glysien, ya. Melewati stasiun Kota Wintergrass, jadi aku tak perlu turun dari stasiun karena perjalanan kereta setelah Kota Wintergrass adalah Kota Glysien, jadi pada akhirnya aku harus bolak-balik saat pulang nanti hadeh.."


Akizumi pun bergegas menuju ke stasiun.


Beberapa saat kemudian ketika sampai di stasiun, Akizumi memesan 1 tiket sembari menunggu kedatangan kereta. 5 menit kemudian, kereta pun telah datang di stasiun Westness. Pintu kereta terbuka secara otomatis lalu Akizumi dan beberapa orang yang juga menunggu pun memasuki kereta.


Kereta berangkat menuju ke tujuan stasiun Kota Wintergrass sebelum berangkat kembali menuju ke stasiun Kota Glysien. Setelah cukup lama melewati Stasiun kota Wintergrass, kini kereta pun sudah sampai di stasiun Kota Glysien.


Pintu kereta otomatis terbuka. Akizumi berjalan keluar. Ia kembali membuka handphonenya untuk melihat alamat dari tempat Karaoke itu berada.


"Sepertinya lokasi karaoke ini cukup dekat dengan stasiun."


Kemudian, Akizumi pun melihat jam dinding yang berada di stasiun.


"Jam setengah empat sore, ya. Masih ada waktu. Jam lima aku harus segera kembali karena ada kerja part time."


Akizumi pun berjalan keluar dari stasiun lalu menuju ke alamat yang dituju. Beberapa saat kemudian sekiranya 10 menit, akhirnya Akizumi pun telah tiba di lokasi dan menuju ke ruangan karaoke yang telah dipesan oleh Hikari.


Ketika sudah sampai di depan pintu ruangan Karaoke lalu membukanya, Akizumi melihat Hikari, Keiko, Nanako, Mio, Ushijima, dan Hiroki. Semuanya menyambut kedatangan Akizumi. Namun, Akizumi merasa sedikit aneh.


"Hiroki.. Keiko.. kukira kalian berdua musuh karena selalu bertengkar satu sama lain, ternyata kalian berdua cukup akrab juga, ya." ucap Akizumi.


"Tentu saja kami akrab-" ucap Hiroki.


"Tidak! Mana mungkin kami akrab. Sifatnya saja seperti berandalan.." Keiko langsung membantah perkataan Hiroki.


"Yo, Akizumi. Namaku Ushijima. Aku jarang berinteraksi di kelas karena tidak ingin menonjol saja.." ucap Ushijima.


"Oey, kalian ini sedang main sirkel-sirkelan ya." ucap Akizumi.


"Hahahaha!!! Sirkel-sirkelan, ya!! Kurasa kau benar juga!!" ucap Hiroki yang mengakui hal itu.


"Hikari. Aku sudah menepati janjiku untuk datang ke tempat Karaoke. Jadi jangan bertanya tentang diriku lagi." ucap Akizumi.


"Okey.."


"Baiklah, kalau begitu aku langsung pulang saja, ya. Terimakasih karena mengundangku. Sampai jumpa besok..." Akizumi membungkuk kemudian mencoba untuk berjalan keluar dari ruangan karaoke.


"Kalau pulang sekarang, itu sama saja melanggar janji! Aku akan mendisiplinkanmu karena telah melanggar janji!" tegas Hikari sembari menggembungkan pipinya.


"Baik-baik.. tapi aku tidak bisa bernyanyi.."


"Tenang saja. Karaoke hanya sebuah kedok. Sebenarnya kami ingin membahas sesuatu disini.." ucap Nanako.


"Membahas sesuatu? Tentang apa?"


Akizumi duduk di sofa bersama dengan yang lainnya.


"Membahas tentang gosip-gosip yang beredar. Tapi kali ini kami tak ingin membahas gosip-gosip sampah tentang masalah percintaan.." ucap Ushijima dengan nada bosan.


"Oi!! Gosip percintaan di kalangan anak kelas satu itu sangat memanas!! Apa kau tahu, tadi aku melihat ada beberapa murid perempuan yang menyatakan cintanya kepada Tatsuya sekaligus!! Tapi dia menolaknya!! Dia benar-benar tidak bisa mengerti perasaan hati seorang wanita!!!" Keiko menceritakan hal itu dengan nada kesal.


"Untuk apa aku mendengar gosip tentang percintaan, huh? Bahkan aku masih ada urusan penting daripada mendengar gosip percintaan konyol seperti itu.." ucap Akizumi.


"Benar.."


Ushijima dan Hiroki mengatakan hal itu secara bersamaan.


"Oey, kalian!!!" teriak Keiko.


Disaat yang bersamaan, seekor burung muncul tepat dibelakang Mio. Setelah itu, burung tersebut tiba-tiba berubah menjadi sebuah kain.


Ikagawa Mio.


Power: Changing Animal.


Mio dapat mengubah objek apapun menjadi binatang.


"Aku mendapat informasi dari rapat para guru. Bahwa ada seorang pengkhianat di Academy yang mencoba untuk membunuh salah satu murid.." ucap Mio.


"Pengkhianat?"


"Ya. Beberapa murid mengaku mendapatkan sebuah ancaman secara tersurat bahwa mereka akan dibunuh. Ini sama saja halnya ada seorang pembunuh bayaran yang telah menyusup ke Academy. Karena kejadian ini, para guru berspekulasi bahwa pelaku, si pengkhianat itu, adalah salah satu murid di Academy, terutama di kelas satu.." ucap Mio.


"Oleh karena itu, aku mengumpulkan murid kelas 1A yang dapat dipercaya disini. Hiroki, meski sifatnya berandalan, tapi dia takkan tega untuk membunuh wanita.." ucap Nanako.


"Oey, Nanako. Ucapanmu sangat menyakitkan apalagi kata berandalan itu.." ucap Hiroki.


"Jadi yang menjadi target adalah murid perempuan, ya?" tanya Akizumi.


"Benar. Kita harus memastikan bahwa si pengkhianat itu tidak ada di kelas kita. Aku tidak ingin ada pertumpahan darah antar teman, apalagi teman sekelas.." ucap Ushijima, ia memasang raut wajah serius.


"Untuk Keiko, dia adalah informan terbaik di kelas 1A. Itu tidak akan menjadikan dia sebagai seorang pengkhianat. Hikari adalah anak dari Pahlawan Frederick juga tidak mungkin melakukan kejahatan. Mio dan Ushijima adalah teman masa kecilku. Aku yakin mereka berdua tidak akan berkhianat." ucap Nanako.


"Mio, apa kau tahu siapa yang mendapatkan surat ancaman pembunuhan dari si pengkhianat itu?" tanya Hiroki.


"Eleonora Evelyn dan Hashizume Nagisa. Masih ada beberapa murid perempuan lain yang mendapat surat ancaman, aku tidak begitu tahu dengan namanya. Tapi aku hanya mengetahui kedua nama ini saja." ucap Mio.


"Evelyn? Dia temen sekelas kita, kan?" tanya Akizumi.


"Benar. Sebenarnya Evelyn tidak peduli dengan surat ancaman tersebut. Namun, Helena yang melaporkan hal itu kepada para guru.." ucap Nanako.


"Tidak mungkin ini surat ancaman ini hanya iseng belaka bahkan hingga menimbulkan sedikit kekacauan di Academy selama seminggu ini.." ucap Mio.


"Seminggu? Aku belum pindah ke Academy ini.." batin Akizumi.


"Tunggu sebentar, Mio. Hashizume Nagisa? Dia anak kelas satu?" tanya Hikari.


"Benar. Hashizume Nagisa adalah murid kelas 1D. Dia keturunan bangsawan asli Kerajaan Euthoria. Dia berambut panjang berwarna putih dan memiliki warna mata yang berbeda. Mereka yang mendapatkan surat ancaman adalah para keturunan para bangsawan.." jelas Mio.


"Perempuan berambut panjang berwarna putih dengan warna mata yang berbeda. Hashizume Nagisa. Apa yang Mio maksud adalah perempuan yang tak sengaja menabrakku tadi." batin Akizumi. Akizumi berpikir kembali tentang anak perempuan yang tak sengaja menabraknya tadi.


"Mungkin hal yang wajar bila yang menjadi target adalah murid dari keturunan bangsawan. Selain dibunuh, mereka juga bisa dijadikan sandera untuk meraih keuntungan." Ushijima mencoba berspekulasi, "Hikari, apa kau mendapatkan surat ancaman?"


"Tidak."


"Aku mengira si pengkhianat itu takut berurusan dengan pahlawan Frederick. Mungkin ini hanya spekulasiku saja. Tapi kita semua harus waspada." ucap Ushijima.


"Kurasa spekulasimu salah, Ushijima." ucap Akizumi.


"Salah, apa maksudmu?"


Akizumi tersenyum licik menyeringai, "Aku punya spekulasi sendiri bahwa spekulasimu itu salah.. Dan plot twist nya adalah bahwa aku adalah si pengkhianat itu.. dan saat ini juga, aku si pengkhianat, sudah mendengar apa yang kalian ketahui.. "


Sontak Hikari, Keiko, Nanako, Mio, Ushijima, dan Hikari terkejut setelah Akizumi mengatakan bahwa dirinya adalah si pengkhianat tersebut.


"Apa katamu? Kau adalah si pengkhianat itu?!"


B E R S A M B U N G