Heavenly Titania

Heavenly Titania
Chapter 12 - Terbentuknya Tim!



Aiyama menggambar beberapa coretan gambar pada papan tulis. Ia menggambar pohon dan arena. Kemudian Aiyama memberi sebuah penanda lingkaran pada coretan gambar pohon dan arena tersebut.


"Ujian pertama adalah ujian bertahan hidup. Tujuan dari ujian pertama ini adalah menguji kalian mampu atau tidak bila berada di medan perang.."


"Ujian bertahan hidup, ya. Berapa lama, Sensei?" Hiroki bertanya.


"Tujuh hari." jawab Aiyama.


"Apa?!!!"


Sontak jawaban dari Aiyama membuat sebagian murid kelas 1A terkejut. Frank, Niichi, Manabu, Mei, Mio, Keiko, Nanako, Hikari, dan Helena pun menganggap ujian pertama ini benar-benar diluar nalar untuk dilakukan oleh murid kelas 1 seperti mereka.


"Tapi Sensei! Selama tujuh hari bertahan hidup, bagaimana kalau kita semua kelaparan? Apa para Sensei mau bertanggung jawab kalau ada murid yang mati kelaparan?" tanya Nanako.


"Kalian akan diberi persediaan makanan yang cukup selama tujuh hari.." jawab Aiyama.


"Dengar kan, semuanya? Kalian tidak perlu memasang wajah panik begitu. Selama persediaan makanan tetap ada, kita semua takkan mat-" ucap Hiroki.


"Tidak. Kalian tidak bisa tenang begitu saja. Pasalnya kalian akan melakukan ujian pertama bertahan hidup ini di Hutan Angleleaf. Hutan Angleleaf adalah hutan kematian yang lokasinya di perbatasan sebelah barat Kerajaan Euthoria."


Hutan Angleleaf dijuluki hutan kematian karena hutan tersebut banyak diisi oleh monster-monster liar yang siap memangsa manusia kapanpun. Bahkan sampai saat ini, hutan yang cukup luas itu belum sepenuhnya tereksplorasi dan masih banyak menyimpan misteri didalamnya.


Beberapa kabut tebal menyelimuti beberapa area di hutan Angleleaf. Bahkan banyak rumor mengerikan yang beredar di masyarakat Kerajaan Euthoria tentang hutan Angleleaf ini. Selain itu murid-murid kelas 1A juga sudah mengetahui rumor-rumor tersebut.


Sontak saat Aiyama Sensei menyebut hutan Angleleaf, raut wajah dari sebagian murid kelas 1A terlihat cukup panik. Kecuali beberapa murid ini. Ushijima, Julian, dan Evelyn raut wajahnya tampak begitu tenang. Tatsuya yang cukup bersemangat, ia sangat berambisi untuk menjadi murid terbaik dalam ujian kali ini. Sementara itu, Akizumi yang masih memandang pemandangan keluar jendela, nampaknya Akizumi tidak begitu peduli dengan ujian pertama kali ini. Disisi lain, Hiroki memasang ekspresi panik dan bersemangat secara bersamaan, adrenalin semangatnya semakin menggebu-gebu.


"Dalam ujian bertahan hidup kali ini, hanya empat tim saja yang bisa lolos ke ujian kedua."


"Tunggu, Sensei! Hanya empat tim yang lolos ke ujian selanjutnya?!" tanya Mei dengan nada tak percaya.


"Ya. Itu benar." Aiyama menjawabnya dengan senyum lembutnya, "Empat tim dari tiga puluh dua timlah yang lolos. Tiga puluh dua tim adalah keseluruhan tim dari kelas satu. Selain bertahan hidup, ada point penting dalam ujian pertama kali ini, yaitu mengeliminasi tim lawan atau dieliminasi tim lawan."


"Tunggu sebentar, Sensei?! Mengeliminasi atau dieliminasi oleh lawan, apa maksudnya? Jadi kita harus bertarung sembari bertahan hidup di hutan yang mengerikan seperti itu?!" tanya Niichi.


"Benar. Sebuah tim akan dianggap tereliminasi dari ujian bila seluruh anggota dari tim tersebut memutuskan untuk menyerah atau berhasil dikalahkan oleh tim lain. Tapi tenang saja, puluhan drone kamera pengawas akan tersebar ke seluruh penjuru hutan Angleleaf untuk mengawasi kalian. para Sensei akan langsung datang bila ada tim yang terluka setelah dikalahkan oleh tim lain."


"Lalu bagaimana dengan para monster yang ada di hutan Angleleaf?" tanya Niichi lagi.


"Monster, ya? Aku yakin murid-murid yang berada di Academy ini kuat-kuat. Kalian semua pasti bisa mengalahkan monster itu dengan mudah. Lagipula, di dalam hutan Angleleaf juga tidak ada monster yang sangat kuat."


"Okey, Sensei!"


"Sensei, lalu bagaimana dengan rumor yang beredar di masyarakat tentang hutan Angleleaf itu?" tanya Hikari.


"Itu hanya sekedar rumor. Rumor belum tentu benar kebenarannya. Hutan Angleleaf hanyalah hutan kematian biasa yang dipenuhi monster-monster biasa. Jadi tak perlu ada yang harus diwaspadai.." jawab Aiyama.


"Lalu, untuk ujian kedua bagaimana, Sensei?" tanya Helena.


"Ujian kedua adalah ujian bertarung satu lawan satu. Ujian pertarungan ini akan diadakan di Arena Ibukota. Dan berkesempatan ditonton oleh tokoh-tokoh terkenal di Kerajaan Euthoria. Baiklah penjelasan tentang ujian sudah cukup sampai disini, Sensei akan menuliskan tim-tim beserta anggotanya di papan tulis.."


Aiyama mulai menulis nama-nama anggota dari 4 tim yang ada di kelas 1A.


Tim 1


• Niichi.


• Hikari.


• Frank.


• Mei.


Tim 2


• Hiroki.


• Shiori.


• Akizumi.


• Evelyn.


Tim 3


• Tatsuya.


• Manabu.


• Helena.


Tim 4


• Nanako.


• Julian.


• Ushijima.


• Mio.


...****************...


Semua murid di kelas 1A sudah mendapatkan timnya masing-masing. Daftar anggota setiap tim juga sudah tertera di papan tulis. Sebagian dari murid kelas 1A tidak setuju dengan tim yang dibentuk ini.


"Oey, Sensei!! Kenapa kita berdua tidak bergabung dengan tim dari Boss Hiroki!"


"Itu benar! Pupus sudah harapan kita berdua kalau untuk melaju di ujian kedua! Tukar aku dan Niichi ke tim Boss Hiroki dong Sensei!!"


Niichi dan Frank tidak setuju dengan tim tersebut karena menurutnya timnya begitu lemah karena tidak ada keberadaan sosok Hiroki. Bahkan mereka berdua terus merengek kepada Aiyama Sensei untuk dipindah ke tim milik Hiroki. Namun Aiyama terus menolak permintaan mereka berdua.


Hikari berdiri dari bangkunya lalu menatap tajam Niichi dan Frank, "Kalian berdua meremehkanku yang merupakan anak dari Pahlawan Kerajaan? Bahkan aku bisa mengalahkan kalian berdua sekaligus dengan mudah.." Aura menyeramkan dari Hikari membuat Niichi dan Frank ketakutan.


"M-maafkan kita berdua, Hikari!!"


"Huahaha!! Syukurlah ada Hikari-chan di dalam timku, karena aku tahu Niichi dan Frank akan menjadi beban!! Huahaha!!!" ucap Mei sembari tertawa terbahak-bahak mengejek Niichi dan Frank.


Sementara itu, Keiko langsung memasang raut wajah kesal setelah mengetahui dirinya bergabung bersama Manabu si maniak penggoda cewek, "Bagaimana mungkin aku setim dengan orang bodoh sepertinya.. Ini adalah hari terburuk sepanjang hidupku.." Keiko mengatakan hal itu dengan nada penyesalan.


"Keiko-cwaannn!! Helena-cwannn!! Aku akan melindungi kalian berdua!!!" teriak Manabu dengan kedua matanya yang membentuk love.


"Berisik!!!" teriak Keiko.


Lalu, Helena langsung beranjak dari bangku dan bergegas menuju ke Aiyama untuk melakukan protes dalam pembentukan tim ini.


"Aiyama-Sensei!! Kenapa aku tidak berada dalam satu tim dengan Nona Evelyn?! Tugasku adalah menjaga Nona Evelyn, kalau berbeda tim, itu berarti Nona Evelyn akan menjadi musuhku, kan?!!"


"Tim ini sudah bulat tidak bisa diganggu gugat."


"Manabu! Helena! Keiko! Kalian bertiga jangan membuat beban. Aku bertekad untuk lolos ke ujian kedua." ucap Tatsuya dengan nada dingin.


Helena, Keiko, dan Manabu pun kesal karena perkataan Tatsuya. Meski begitu, mereka bertiga juga telah mengakui bahwa Tatsuya adalah murid terkuat.


Disisi lain, Hiroki terlihat cukup puas dengan anggota timnya. Akizumi yang pernah mengalahkannya saat pertama kali mereka bertemu, lalu Hiroki merasa Evelyn juga kuat berkat keturunan darah bangsawan meski ia tak pernah melihat Evelyn bertarung maupun menggunakan kekuatannya. Namun..


"Haaa.. Shiori, ya.." Hiroki menatap Shiori dengan tatapan putus asa.


"A-a-ayo kita bekerjasama, Hiroki!" ucap Shiori dengan gugup.


Hiroki beranjak dari bangkunya lalu berjalan ke arah Akizumi.


"Yo, Akizumi. Namaku Hiroki. Lupakan apa yang terjadi tadi pagi! Mari kita bekerjasama di ujian pertama nanti!!" Hiroki mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan dengan Akizumi.


"Meski kau cukup berandalan, tapi kau tidak merasa gengsi sama sekali terhadap orang yang kau anggap cupu saat pertama kali bertemu, Hiroki.."


"Masa lalu tetaplah masa lalu. Aku juga minta maaf untuk yang tadi pagi. Tak kusangka kau sekuat ini. Di ujian nanti aku juga berniat untuk melaju ke babak berikutnya, jadi tolong kerjasamanya!!"


Akizumi berdiri lalu berjabat tangan dengan Hiroki, "Jangan berekspetasi lebih padaku saat ujian nanti. Karena aku berencana tidak serius.."


"Oey, sialan! Aku ini sudah serius tapi kenapa kau malah berencana tidak serius!"


"Sifat asli berandalanmu keluar, Hiroki.."


"Ah, maaf.."


Tak berselang lama kemudian, Tatsuya berjalan menghampiri Akizumi dan berdiri didepannya. Tatsuya menunjuk Akizumi dengan jari telunjuknya.


"Aku akan menunggumu di ujian kedua. Aku akan mengalahkanmu di ujian bertarung satu melawan satu, dan membuktikan bahwa akulah yang terkuat di kelas ini.." ucap Tatsuya.


"Sialan kau, Tatsuya. Apa sebenarnya rencamamu?" tanya Hiroki dengan nada kesal.


"Aku akan mengalahkanmu dihadapan para tokoh terkenal, Akizumi!" ucap Tatsuya.


Tatsuya dan Akizumi pun menjadi pusat perhatian murid-murid sekelas. Tantangan Tatsuya kepada Akizumi untuk bertarung di ujian kedua membuat suasana kelas menjadi sedikit tegang.


B E R S A M B U N G