Heavenly Titania

Heavenly Titania
Chapter 32 - Inferno Destroyer!



...Ujian bertahan hidup hari kedua....


"Aku mengikuti ujian ini bukan tanpa persiapan sama sekali. Sebenarnya aku ingin menggunakan kekuatan ini untuk mengalahkan Tatsuya si brengsek yang sombong sok tampan itu. Tapi apa boleh buat, para bedebah ini sudah membuat sahabatku, Frank, terluka dan gugur di ujian pertama!"


Niichi sedikit melebarkan kedua kakinya. Niichi mulai memasang posisi kuda-kuda bertarung dengan postur tubuhnya yang sedikit membungkuk untuk mengkokohkan pijakannya. selang beberapa detik kemudian, kedua kaki robot Niichi mengeluarkan sebuah gerigi tajam yang muncul tepat di bagian betisnya.


Gerigi tajam itu mulai bergerak dan berputar dengan kecepatan lambat, namun di setiap lima detiknya, gerigi tajam tersebut bergerak semakin cepat hingga mengeluarkan suara seperti gergaji mesin, "Ggrrnggggg!!!!"


Sugimoto memiringkan lehernya sembari menyeringai ketika melihat Niichi yang sangat marah dan serius. Sugimoto tersenyum seperti sedang mengejek Niichi.


"Oi-oi! Kau niat bertarung atau memotong kayu? Kekuatan payah seperti itu takkan bisa mengalahkan kami! Kalau mau menyerah sekarang boleh saja! Tapi ada syaratnya!" ucap Sugimoto.


"Terserah kau." ucap Niichi.


"Syaratnya adalah.. sini jilat kedua kaki kami, maka kalian akan kami maafkan dan kubiarkan pergi dari sini? Bagaimana? Tawaran yang menarik, bukan? Aku tahu kalau kelas A itu kuat karena Tatsuya saja, lainnya cuma seorang BOT! Huahahaha!!!" Sugimoto tertawa terbahak-bahak, dia begitu puas mengejek dan merendahkan Niichi, terutama kelas 1A.


"Yang benar saja.. kami tergabung di kelas A itu bukan hanya sebuah kebetulan saja! Kalian terlalu meremehkan kami.." ucap Mei. Ia mulai bergerak.


"Aku tidak akan memaafkan kalian setelah menghina kelas A!" Hikari murka. Hikari bersiap untuk melesatkan serangannya kembali.


"Sudah kubilang hentikan, Hikari! Mei! Mereka bertiga biar aku yang mengurusnya! Memang senjata rahasia ini penuh dengan resiko. Jadi, sisanya akan kuserahkan kepada kalian berdua!" Niichi melarang Hikari dan Mei untuk menyerang karena dia sendirilah yang akan menghadapi Yuji, Ninsei, dan Sugimoto.


"Apa katamu, Niichi? Woi jangan bodoh! Resiko apa yang kau maksud?!" Mei mulai berfikir bahwa Niichi akan mengorbankan dirinya untuk pertarungan ini.


"Aku dan Mei akan membantu-" ucap Hikari.


"Tidak! Aku akan mengalahkan mereka dalam kurun waktu yang singkat! Semangatku sudah berkobar-kobar! Mereka juga telah membuatku marah!" Niichi mulai berjalan mendekat ke arah Yuji, Sugimoto, dan Ninsei.


"Sugimoto, berhati-hatilah! Dia sedikit berbeda dari yang tadi!" ucap Ninsei.


"Sorot matanya sudah berubah. Entah kekuatan rahasia seperti apa yang akan ia perlihatkan." ucap Yuji.


"Aku tidak peduli pada bedebah yang sok kuat itu! Laser Beam!!!!!" Tanpa basa-basi, Sugimoto kembali melesatkan laser dari kedua matanya ke arah Niichi, "Ngungggg!!!"


"Ssstttt!!!" Niichi melompat satu meter kedepan lalu terbang menghindari serangan sinar laser dengan kecepatan turbo yang berasal dari kaki robotnya. Niichi terbang meliuk-liuk ke arah Sugimoto.


"Lock Block!" Ninsei menciptakan kotak box raksasa yang terbuka satu meter di depan Niichi yang sedang terbang. Ninsei berencana untuk menangkap Niichi kedalam kotak box lalu menyegelnya.


Akan tetapi, "String Splitter!!!" Niichi memotong kotak box raksasa itu dengan mesin gerigi tajam yang berada di area betisnya, "Grakkkkkk!!!!" Kotak box raksasa milik Ninsei terbelah menjadi dua bagian. Sekilas Niichi terlihat tersenyum lepas.


"Tidak mungkin! Bagaimana dia bisa memotongnya!" ucap Ninsei, dia dikejutkan dengan salah satu serangan milik Niichi yang berhasil memotong kotak box raksasa miliknya yang hendak digunakan untuk menyegel Niichi.


Ninsei kembali menciptakan beberapa kotak box raksasa dihadapan Niichi dan berharap agar Niichi terperangkap masuk kedalamnya. Namun dengan cepat, Niichi memotong semua kotak box raksasa yang diciptakan oleh Ninsei dengan mudah.


Sugimoto kembali melesatkan beberapa tembakan sinar leser ke arah Niichi yang masih terbang di udara. Namun, sinar leser yang dilesatkan oleh Sugimoto tidak bisa mengejar kecepatan terbang dari Niichi.


Namun tidak sesuai yang diinginkan oleh Yuji. Kali ini Niichi melewati Yuji begitu saja. Niichi fokus ke arah Sugimoto. Sugimoto kembali melesatkan beberapa sinar leser namun Niichi berhasil menghindarinya. Jarak antara Sugimoto dan Niichi kini semakin dekat.


"Dasar bedebah! Aku juga akan meledakkan dirimu dengan kekuatan penuhku!!" Sugimoto membuat kedua matanya untuk semakin fokus ke satu titik. Sugimoto mengumpulkan sebuah bola energi yang berasal dari sinar cahayanya yang berkumpul menjadi satu. Kedua mata Sugimoto perlahan mulai berdarah, "Super Laser!!!" Sugimoto menembakkan bola laser ke arah Niichi, "Woooonggggg!!!"


Dengan mudahnya Niichi memotong bola energi laser itu dengan mesin gerigi hingga terbelah menjadi dua, "Boommm!!!" Bola laser meledak tepat satu meter dibelakang Niichi setelah ia lewati. Jarak antara Niichi dan Sugimoto sudah sangat dekat.


Sugimoto sangat kaget saat melihat serangan penuhnya berhasil dibelah begitu saja oleh Niichi. Sugimoto mengeluarkan keringat dingin dari dahinya. Sugimoto mulai merasakan sebuah ketakutan.


"Radiator Shooting String!" Niichi melesatkan tendangan menyilang ke dada Sugimoto, "Batssss!!" Mesin gerigi yang ada di betis Niichi berhasil menggores pundak hingga perut.


"Uaghhh!!!" Sugimoto terkena luka yang cukup parah.


Namun tidak sampai disitu saja, Niichi memukul dagu Sugimoto ke atas hingga terpental beberapa meter di udara. Niichi menghampiri Sugimoto sembari terbang mengitarinya dengan cepat sembari melakukan serangan bertubi-tubi dengan mesin geriginya.


Hanya dalam kurun waktu satu menit, Sugimoto menerima banyak luka goresan yang cukup dalam di sekujur tubuhnya, mulai dari kaki, tangan, pundak, punggung, hingga pipinya.


Niichi memegang tangan kanan Sugimoto lalu memutar-mutar tubuhnya di udara dengan cukup cepat lalu melamparkannya ke arah Ninsei, "Bruakkkk!!!" Sugimoto yang terlempar menabrak Ninsei hingga terjatuh ke tanah.


"Sugimoto!" Ninsei mencoba bangun kembali dan sudah melihat Sugimoto dengan keadaan pingsan dengan kondisi di sekujur tubuhnya yang dipenuhi oleh darah.


"Ninsei diatasmu!" teriak Yuji.


"!!!!!" Ninsei menoleh ke atas.


Terlihat Niichi yang terbang berputar-putar di udara, lalu meluruskan kedua kakinya dengan sejajar. Selang beberapa detik, Niichi memiringkan tubuhnya ke arah Ninsei dan Sugimoto yang berada dibawah. Niichi mulai menekuk lutut kirinya kesamping hingga membentuk segitiga. Niichi mengangkat kedua tangannya ke atas.


"Enyahlah kalian para cecunguk sampah!"


"Bushh!!!" Mesin gerigi yang berada di betis Niichi berubah menjadi sebuah knalpot rocket, lalu knalpot rocket itu mengeluarkan sebuah nos yang cukup besar. Kini Niichi terbang ke arah Ninsei dan Sugimoto dengan kecepatan penuh.


"G-gawat!" ucap Ninsei. Dia tidak sempat menghindar karena kecepatan terbang dari Niichi yang bergerak ke arahnya sangat tidak masuk akal.


"Inferno Destroyer!!!"


"Jeluuummm!!!!!" Niichi menghantamkan satu kaki robotnya ke Ninsei dan Sugimoto dengan kekuatan maksimal hingga terjadi sebuah ledakan.


"Niichi!" teriak Hikari.


"Ninsei! Sugimoto!" teriak Yuji.


Ledakan itu menciptakan hembusan angin yang cukup kuat, bahkan beberapa pohon yang berada di sekitar lokasi pertarungan pun tumbang begitu saja.


B E R S A M B U N G