Heavenly Titania

Heavenly Titania
Chapter 10 - Suhu Dingin Dan Api.



Shibayanagi Ryuma.


Power: Yokai.


Ryuma bisa berubah menjadi beraneka macam bentuk dari Yokai dan juga memanggil para Yokai. Bahkan, Ryuma juga bisa menggunakan kekuatan dari para Yokai itu sendiri.


Matsuzaki Reina.


Power: Telekinesis.


Reina bisa menggerakkan suatu objek melalui pikirannya. Reina juga bisa menghancurkan objek dalam sekejap melalui pikirannya ( Hanya berlaku ada objek benda mati )


Kinoshita Eisei.


Power: Summoner.


Eisei bisa memanggil monster melalui lingkaran energi yang ia ciptakan. Namun Eisei hanya bisa memanggil monster-monster itu setelah membuat sebuah kontrak.


...****************...


Masih di area kolam renang..


Sudah beberapa jam mereka berenam membersihkan kolam renang namun tak kunjung selesai. Seperti biasa, Keiko dan Eisei masih terus mengeluh dengan hukuman ini. Berbeda dengan Reina dan Hikari yang tak patah semangat untuk membersihkan area kolam renang.


Akan tetapi, disisi lain, Ryuma melompat begitu saja ke kolam renang yang sudah diisi oleh air secara penuh. Lalu, terlihat Akizumi yang berdiri dipinggiran kolam renang.


"Senpai, dengan entengnya kau malah berenang tanpa ada rasa takut sama sekali.." ucap Akizumi.


"Daripada harus memikirkan hukuman yang membosankan ini, kenapa kita tidak mencoba untuk bersenang-senang di kolam renang ini? Lihatlah, Akizumi. Disini sepi. Tidak ada siswa lain yang datang ke kolam renang. Seperti VIP.." ucap Ryuma.


"Ah, kau benar juga, Senpai.."


Tanpa basa-basi, Akizumi pun langsung melepaskan celana dan seragam Academy nya begitu saja. Kini Akizumi hanya mengenakan celana pendek.


Setelah itu, Hikari dan Keiko pun dibuat cukup terkejut saat melihat sekujur tubuh Akizumi banyak dipenuhi dengan luka, bahkan terlihat sebuah bekas jahitan sayatan yang cukup lebar di dada Akizumi.


"A-Akizumi, apa yang terjadi pada tubuhmu?" tanya Hikari dengan raut wajah terkejut.


"Oh ini.. mungkin karena aku terlalu berlatih secara keras selama delapan tahun ini.." jawab Akizumi.


"Lalu bagaimana dengan bekas jahitan sayatan di dadamu?"


Akizumi melihat bekas luka di dadanya tersebut, "Bekas luka ini, ya? Kalau ini bukan dari latihan.."


"Lalu darimana kau mendapatkan luka seperti itu?"


"Itu rahasia, Hikari."


"Byurrr!!!" Akizumi langsung menceburkan dirinya kedalam kolam renang.


"Hmmphh!! Kau selalu saja merahasiakan sesuatu!!" Hikari menggembungkan pipinya karena kesal terhadap Akizumi. Namun ia masih memikirkan tentang asal luka besar yang diterima oleh Akizumi.


~


Sementara itu disisi lain. Terlihat Tatsuya yang kini sedang berjalan di koridor lantai 3 menuju ke kelas. Dia memasang ekspresi dingin hingga membuat murid perempuan yang berada di lantai 3 sangat terpukau dengan ketampanan Tetsuya.


"Tatsuya-sama!!"


"Kyaaa!!! Tatsuya-kun!!!"


"Dia tampan sekali!!!"


kedua mata murid perempuan yang berada lantai 3 membentuk love ketika melihat Tatsuya. Tatsuya memang murid yang cukup populer di Academy kelas 1, bahkan ia dianggap sebagai murid terkuat nomor 1 di kelas 1. Namun, semenjak kedatangan Akizumi, Tatsuya merasa bahwa posisi dirinya menjadi yang pertama bisa tergeser.


"Sialan. Aku takkan kalah oleh anak baru itu."


Lalu, terlihat Manabu, Frank, Niichi, dan Hiroki yang baru saja keluar dari UKS secara tak sengaja berpapasan dengan Tetsuya saat hendak kembali ke kelas.


Manabu memperhatikan raut wajah Tatsuya yang cukup kesal. Manabu menghampirinya lalu merangkul Tatsuya dengan tangan kanannya.


"Yo, niichan. Kenapa raut wajahmu yang tenang kini berubah menjadi kesal.." ucap Manabu dengan nada mengejek.


Tatsuya pun semakin kesal karena diganggu oleh Manabu. Kemudian, tanpa basa-basi, Tetsuya melapisi tangan kirinya dengan kekuatan api miliknya, lalu memegang erat tangan Manabu yang merangkul dirinya, "Bruashh!!!"


"Uaghh!! Panas!!!"


Nishihara Tatsuya.


Power: Api.


Ia bisa menciptakan api sesuka hatinya.


"Manabu bodoh. Berani sekali dia menganggu si pria sombong dan sok tampan itu. Kalau beginikan harus ke UKS lagi.." ucap Hiroki.


Tangan kanan Manabu terkena luka bakar karena kekuatan dari Tatsuya. Manabu berteriak merintih kesakitan sembari berguling-guling di lantai koridor, "Panas!!!"


"Oey, Hiroki. Cepat bawa kroco busukmu ini ke UKS segera.." ucap Tetsuya.


"Aku juga tahu akan hal itu, brengsek. Kau tidak usah memerintahku, sialan.." ucap Hiroki dengan nada kesal.


Frank dan Niichi menatap Tatsuya dengan raut wajah kesal, kemudian mereka berdua dan juga Hiroki langsung membawa Manabu ke UKS kembali.


Lalu, saat Tatsuya hendak masuk kedalam kelas, secara tak sengaja ia berpapasan dengan Shiori. Shiori yang dikenal sebagai perempuan introvert dan suka gugup, karena itu ia sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain.


Saat berpapasan dengan Tatsuya, tiba-tiba tubuh Shiori langsung gemetaran, bahkan mengeluarkan banyak keringat di sekujur tubuhnya, bahkan saat hendak menyapa Tatsuya, Shiori tak bisa merangkai kata-kata nya dengan tepat.


Tatsuya yang kesal karena Shiori tak kunjung minggir dari hadapannya, ia pun berkata, "Enyahlah dari hadapanku, Shiori. Kau menghalangi jalanku.."


"M-m-m-m-maaf!!!" Dengan terbata-bata, Shiori pun lari keluar dari kelas.


Melihat hal itu, Nanako pun langsung berjalan menghampiri Tatsuya dengan raut wajah kesal, "Tatsuya, bicaralah sedikit lembut dengan Shiori. Sebagai laki-laki kau tak pantas berkata seperti itu terhadap perempuan baik seperti Shiori.."


"Kau ini berisik sekali, Nanako. Suasana hatiku saat ini sedang kesal. Jadi, aku harap kau tidak menambah buruk suasana hatiku.." ucap Tatsuya.


Disisi lain, Julian yang masih berada di bangkunya sembari mengenakan headset pun melirik ke arah Tatsuya dan Nanako yang sedang berdebat satu sama lain. Julian sedang mengamati mereka berdua.


"Tatsuya. Kau terlihat tidak seperti biasanya. Apapun masalahmu, tolong jangan lampiaskan amarahmu terhadap orang lain-" ucap Nanako, tiba-tiba ia dikejutkan oleh..


"Kau terlalu berisik, Nanako.."


Tanpa basa-basi, Tatsuya mengangkat tangan kanannya ke atas, lalu menciptakan sebuah bola api dengan kobaran api yang cukup besar meliliti tangan kanannya tersebut.


Nanako terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Tatsuya, kemudian ia pun berjalan mundur beberapa langkah kebelakang untuk menjaga jarak dengan api Tatsuya.


"K-kau gila ya, Tatsuya?! Jangan gunakan kekuatanmu dikelas!! Kau bisa membakar semua yang ada dikelas!!!"


"Aku tidak peduli dengan hal itu, Nanako! Aku akan memberikan sedikit pelajaran padamu dengan kekuatan apiku karena terlalu ikut campur dengan urusanku!!" Tatsuya mencoba melesatkan bola api itu ke arah Nanako.


Akan tetapi..


Dalam sekejap, suhu udara di kelas 1A menjadi sangat dingin hingga beberapa benda dikelas perlahan terlapisi oleh es. Lalu, bola api yang hendak dilesatkan oleh Tatsuya kepada Nanako juga dalam sekejap menjadi lenyap.


"Apa?"


Tatsuya kebingungan karena tiba-tiba suhu udara di kelas menjadi sangat dingin dan membuat bola apinya lenyap begitu saja. Lalu, ia pun menoleh ke arah Julian yang sedang berdiri bersandar pada tembok, "Apa ini ulahmu, Shirochibi?"


"Ya. Aku tidak peduli apapun masalahmu dengan ketua kelas. Tapi, kalau kau membakar kelas ini, itu malah menjadi masalah bagiku dan juga ketenanganku. Aku hanya ingin menikmati kesendirianku sembari menikmati musik indie. Lalu, jangan panggil aku Shirochibi, namaku Julian.." jawab Julian.


Silvergraft Julian.


Power: Cold Temperature.


Julian bisa menciptakan suhu dingin. Bahkan karena suhu yang ia ubah terlalu dingin, hal itu pun membuat dirinya bisa menciptakan es serta membekukan lapisan luar lawan dengan es.


Tatsuya tersenyum licik menyeringai dan menatap tajam Julian.


"Oey, Shirochibi! Apa kau menantangku yang merupakan murid terkuat di kelas 1 Academy?!!!"


B E R S A M B U N G