
...Ujian bertahan hidup hari kedua....
Hari pertama ujian bertahan hidup telah berakhir dengan cukup cepat. Di hari pertama, semua tim yang mengikuti ujian hanya di repotkan oleh monster-monster liar, mereka belum semua belum bertarung dan saling mengalahkan dengan tim yang lain.
Namun di hari kedua, tensi dari ujian bertahan hidup sudah mulai memanas. Beberapa tim kuat mulai bergerak untuk mencari dan mengalahkan tim lain demi menambah point.
Seperti yang dilakukan oleh tim dari Tatsuya. Mereka bertindak agresif untuk mencari keberadaan tim lain. Dengan bantuan insting dari kekuatan kelinci milik Keiko dan kekuatan kertas Helena yang bisa mendeteksi keberadaan lawan, akhirnya mereka pun bertemu dengan salah satu tim yang berasal dari kelas 1E.
"Kerja bagus, Keiko, Helena. Akhirnya kita bisa berhasil menemukan keberadaan tim lain." ucap Tatsuya dengan ekspresi dinginnya.
"Aku melakukan ini bukan karena perintahmu! Ini murni karena keinginanku sendiri, jadi jangan salah paham, aku tidak akan menuruti perintah orang lain selain Nona Evelyn!" ucap Helena dengan tegas.
"..... Bagaimana kalau kita segera kalahkan mereka lalu bergegas mencari tim lain untuk dikalahkan kembali? Kita masih membutuhkan banyak point.." ucap Keiko.
"Aku juga menjadi bersemangat, ayo kita hajar mereka!" Manabu tersenyum menyeringai sembari tersenyum licik menyeringai.
"Yare-yare. Sepertinya ada tim dari kelas 1A yang sedang mengincar kita disini.." ucap Teraguchi Murase.
Teraguchi Murase adalah murid kelas 1E. Kekuatannya adalah Rock ( Batu ). Murase dapat menciptakan batu dan memanipulasi batu sesuai apa yang ia inginkan.
"Tatsuya dari kelas A, ya? Suatu kehormatan bisa bertemu dengan murid terkuat dan populer sepertimu. Tapi, kami sama sekali tak gentar melawan orang sepertimu.." ucap Arai Mitsuki.
Arai Mitsuki, kelas 1E. Kekuatannya adalah Bomb ( Bom ). Mitsuki dapat menciptakan berbagai jenis bom untuk menyerang lawan. Bahkan anggota tubuhnya juga bisa menjadi sebuah bom.
"Tak kusangka kita akan berhadapan dengan tim kuat dari kelas A di hari kedua. Ini memang terlalu cepat, tapi bila kita bisa mengalahkannya, otomatis saingan kita akan berkurang.." ucap Shibahata Shozo.
Shibahata Shozo, kelas 1E. Kekuatannya adalah Cloning ( Memperbanyak ). Shozo bisa memperbanyak benda, bahkan bisa memperbanyak dirinya sendiri menjadi sebuah pasukan.
"Ayo kita hajar mereka. Aku sudah tak sabar melihat raut wajah minta ampun dari seorang Tatsuya. Aku sedikit benci dengannya karena dia sangat populer dikalangan para cewek!" ucap Aoyagaki Shinosuke.
Aoyagaki Shinosuke, kelas 1E. Kekuatannya adalah Scream ( Teriakan ). Teriakan Shinosuke dapat menciptakan tekanan angin yang cukup kuat hingga bisa menghancurkan objek. Selain itu, teriakan Shinosuke juga menyerang pendengaran musuh.
"Kalian berempat hanya orang bodoh dari kelas E yang berharap menang melawan seorang bangsawan sepertiku? Jangan remehkan kekuatan bangsawan.." ucap Tatsuya.
Tatsuya mengepalkan tangan kanannya, lalu menciptakan kobaran api yang cukup besar di tangan kanannya. Tatsuya bersiap untuk menyerang, "Fire Ball!!!" Tatsuya melesatkan bola api raksasa ke arah Murase, Mitsuki, Shozo, dan Shinosuke, "Buuushhh!!!"
Shinosuke berjalan 3 langkah di depan Murase, Mitsuki, dan Shozo bersiap untuk melakukan sesuatu terhadap bola api raksasa yang mengarah ke arahnya.
"Scream Roarrr!!!!!" Shinosuke berteriak dengan sangat keras hingga menciptakan tekanan hembusan angin yang sangat kuat ke arah bola api raksasa. Karena tekanan angin yang berasal dari teriakan Shinosuke begitu kuat, alhasil bola api raksasa yang dilesatkan oleh Tatsuya pun lenyap.
Helena bersiap menciptakan sesuatu dengan kekuatan kertasnya.
"Wave Scream Roarrrrr!!!!" Shinosuke kembali berteriak hingga menciptakan sebuah gelombang suara yang mengarah ke arah Tatsuya, Helena, Keiko, dan Manabu.
Dengan sigap, Helena menciptakan 4 penutup telinga untuk dirinya serta Tatsuya, Keiko, dan Manabu. Mereka berempat dengan cepat mengenakan penutup telinga tersebut untuk mengatasi serangan suara dari Shinosuke.
"A-apa?! Bagaimana bisa mereka menciptakan penutup telinga begitu saja?!" Shinosuke terkejut.
"Black Bomb.." Mitsuki menciptakan 1 bola bom hitam dari tangan kanannya, lalu ia melempar bom hitam tersebut ke arah Tatsuya.
"Clone Object!" Shozo memperbanyak bola bom hitam yang dilemparkan oleh Mitsuki ke arah Tatsuya menjadi puluhan.
Kini puluhan bola bom hitam mengarah ke arah Tatsuya, Keiko, Helena, dan Manabu. Melihat hal itu, mereka berempat pun tak tinggal diam begitu saja. Keiko masuk ke dalam mode Hybrid Kelinci lalu melompat dan menendang balik bola bom hitam tersebut ke arah Shozo, Mitsuki, Shinosuke, dan Murase.
"!!!!!" Shozo, Mitsuki, Shinosuke, dan Murase terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Keiko. Murase sangat kesal karena Tatsuya dan rekan-rekannya bisa mengcounter dari serangan yang telah diberikan oleh timnya.
Sementara itu, Tatsuya membakar habis sisa bom yang melesat ke arah dirinya, Helena, dan Manabu sebelum meledak dengan kekuatan apinya. Disaat yang bersamaan juga, Helena menciptakan seekor burung elang raksasa, "Kami No Yoso : Washi!" Elang kertas raksasa itu terbang menghampiri Manabu yang berubah menjadi mode Hybrid Leopard.
"Yuhuuuu!!! Terimakasih Helena!!!" Manabu naik ke atas elang kertas raksasa. Lalu elang kertas raksasa tersebut terbang cepat ke arah Golem batu raksasa milik Murase. Manabu mengepalkan tangan kanannya, " Finishing Blow!!!" Kepalan tangan kanan Manabu mengeluarkan asap panas, kemudian melompat dan memukul Golem batu hingga hancur berkeping-keping, "Byaarrr!!!"
"Bagaimana bisa dia menghancurkan Golem batu raksasa?! Padahal itu adalah mahakarya terhebatku tapi dapat dihancurkan dengan mudah olehnya!!" Murase cukup panik.
"Sialan kau!!" Shozo sangat kesal, dia mencoba untuk memperbanyak tubuhnya sendiri.
Namun sebelum Shozo berhasil memperbanyak tubuhnya, tiba-tiba saja Keiko sudah berada dihadapannya dan tanpa basa-basi Keiko pun melompat setengah meter ke atas lalu melesatkan tendangan kuatnya ke perut Shozo, "Jump Rabbit Shoot!!!"
"Buaghhh!!!"
"Uaghhh!!!" Tendangan Keiko yang begitu keras berhasil membuat Shozo terpental jauh kebelakang dan menabrak beberapa pohon hingga tumbang.
"Aku sudah membereskan satu orang!" ucap Keiko dengan tersenyum bersemangat.
"Wanita ini memang benar-benar gila. Dia ini bukan sekedar kelinci kecil yang imut, namun sudah berevolusi menjadi kelinci monster!" batin Shinosuke saat melihat Shozo berhasil dikalahkan oleh Keiko hanya dengan satu kali tendangan.
"Hoey-hoey! Kau lihat kemana, sialan?!" Manabu datang dari udara dan langsung mempiting leher Shinosuke dengan kedua kakinya.
"A-arggh!! A-aku lengah!" Shinosuke memberontak dan mencoba untuk melepaskan kedua kaki Manabu dari lehernya.
Mitsuki menciptakan bola bom hitam lalu melesatkannya ke arah Manabu, "Lepaskan Shinosuke, brengsek!!!"
"Rotating Motion!" Manabu memutar tubuhnya dan melempar Shinosuke dengan kedua kakinya ke arah bola bom hitam yang mengarah ke arahnya.
"Bummmm!!!" Bola bom hitam meledak tepat di tubuh Shinosuke. Shinosuke terpental karena ledakan tersebut dengan kondisi tubuhnya yang sedikit gosong.
"Surprise!!! Seorang Manabu takkan kalah oleh seseorang seperti kalian, yeah!!!" teriak Manabu dengan semangat yang membara.
Murase menciptakan Golem batu raksasa kembali. Golem batu itu bergerak dan mencoba memukul Manabu dan Keiko dengan pukulan raksasanya, "Enyahlah, para bedebah!" teriak Murase. Disaat yang bersamaan juga, Mitsuki berlari naik ke atas tubuh Golem batu raksasa milik Murase. Mitsuki menciptakan bola bom hitam raksasa.
Manabu dan Keiko berhasil menghindari pukulan raksasa dari Golem batu milik Murase. Disisi lain, Helena kembali menciptakan ribuan lembar kertas. Mitsuki melesatkan bola bom hitam raksasa itu ke arah Keiko dan Manabu.
"Rasakan ini, Super Bomb!"
"Kami No Yoso : Rokku!" Ribuan lembar kertas membentuk sebuah tangan kertas raksasa, lalu mencengkeram dan mengenggam bola bom hitam raksasa itu lalu terbang ke udara.
"Duaarrrr!!!" Bola bom hitam raksasa itu meledak hebat di udara.
Mitsuki benar-benar terkejut ketika melihat serangan terkuatnya berhasil di counter dengan mudah oleh Helena. Mitsuki dan Murase memasang raut wajah panik.
"Baiklah, sekarang giliranku, kalian akan kukalahkan dalam satu kali serangan!" Tatsuya melompat ke udara dengan cukup tinggi, "Flame Big Smash!!!!!" Tatsuya melesatkan pukulan api raksasa ke arah Mitsuki dan juga Murase, "Blarrrrr!!!"
"Uaghhhh!!!!"
Murase, Mitsuki, Shozo, dan Shinosuke berhasil dikalahkan oleh Tim Tatsuya. Dengan ini Tim Tatsuya memperoleh 100 point pertama mereka setelah berhasil mengalahkan tim Murase, dari kelas E.
Kemenangan pertama dari kelas 1A.
B E R S A M B U N G