Heavenly Titania

Heavenly Titania
Chapter 17 - Puzzle.



Hari yang sangat padat bagi Akizumi saat pertama kali ia masuk ke Academy. Diawali dengan pertengkarannya dengan Niichi, Frank, Manabu, dan Hiroki. Lalu, perseteruan dengan salah satu Big Three Academy yaitu Shibayanagi Ryuma. Mendapat tantangan bertarung dari Tatsuya. Hingga terlibat dalam kasus seorang pengkhianat yang mencoba membunuh murid-murid keturunan bangsawan.


Tak lupa di setiap malamnya Akizumi melakukan kerja secara part time untuk memenuhi kebutuhan ekonominya, salah satunya adalah untuk membayar penginapan yang ia tinggali saat ini.


Hari yang sangat padat pun akhirnya telah berakhir. Tak terasa esok hari pun telah tiba. Seperti biasa, setiap pagi hari sekitar pukul 5 pagi, Akizumi selalu bangun kemudian bergegas untuk melakukan aktivitas joggingnya. Karena suhu udara pagi yang begitu dingin, Saat jogging Akizumi selalu mengenakan celana training, dan jaket.


Akizumi setidaknya melakukan jogging hampir mengelilingi Kota Wintergrass. Ia selalu memaksa batas limitnya dengan tujuan untuk melatih kekuatan fisiknya agar semakin meningkat.


"Aku tidak boleh bersantai-santai. Aku harus menjadi semakin kuat.."


1 jam pun berlalu. Akizumi memutuskan untuk pulang, mandi, dan mempersiapkan barang-barangnya sebelum berangkat menuju ke Academy. Hari ini Akizumi berangkat 2 jam lebih awal ke Academy.


"Hutan Angleleaf. Aku penasaran apakah informasi tentang hutan Angleleaf tercatat di buku perpustakaan, ya. Berangkat lebih awal tampaknya bukan hal yang buruk."


Akizumi berangkat menaiki kereta dari Kota Wintergrass menuju ke Kota Lost Hawk, lokasi Academy berada. Sesampainya di stasiun Kota Lost Hawk, Akizumi langsung bergegas dengan cepat menuju ke Academy.


Gerbang Academy masih tertutup namun tidak terkunci, Akizumi membuka gerbang tersebut lalu masuk ke dalam area Academy. Ia bergegas menuju ke gedung ketiga lalu menuju ke lantai 3, ke ruangan perpustakaan itu berada. Suasana Academy yang masih sepi, tidak ada murid atau guru sama sekali, mungkin hanya dirinya seorang yang sudah berada di Academy saat ini.


Akizumi memasuki ruangan perpustakaan. Ia mulai mencari buku-buku yang berisi informasi tentang hutan Angleleaf. Satu persatu buku telah Akizumi baca namun tidak ada informasi sama sekali tentang Hutan Angleleaf.


Akizumi tak menyerah. Hingga 30 menit pun berlalu. Tak berselang lama kemudian, tiba-tiba seseorang memasuki ruang perpustakaan dan sedikit mengagetkan Akizumi.


"K-kau.."


"Aku teman sekelasmu, Evelyn. Salam kenal, Akizumi."


"Kau sedikit mengagetkanku. Kenapa juga orang sepertimu datang pagi-pagi sekali seperti ini ke Academy?" tanya Akizumi.


"Asal kau tahu.. menjadi seorang keturunan bangsawan itu sangat merepotkan. Banyak aturan tak masuk akal yang harus aku lakukan. Jadi, aku kabur dan berangkat lebih awal meninggalkan Helena.."


"Aku tidak bisa membayangkan hal itu.."


Akizumi masih mencari-cari buku yang berisi informasi tentang hutan Angleleaf. Ia terus mencari di setiap sisi perpustakaan namun belum berhasil menemukan buku tersebut.


Disisi lain, Evelyn mengambil sebuah buku novel lalu membacanya di sebuah bangku kosong yang berada didalam perpustakaan.


"Buku yang berisi informasi tentang hutan Angleleaf tidak ketemu, atau memang buku itu tidak pernah ada.." keluh Akizumi. Ia sedikit berkeringat.


"Akizumi, untuk apa kau mencari buku yang berisi informasi tentang hutan Angleleaf?" tanya Evelyn.


"Aku hanya sedikit tertarik dengan hutan Angleleaf yang akan menjadi ujian pertama kita. Banyak yang mengatakan bahwa hutan itu penuh dengan misteri, bahkan rumor buruk tentang hutan Angleleaf juga menyebar di masyarakat." jawab Akizumi.


"Entahlah. Aku tidak tertarik dengan hal itu."


Dengan raut wajah tegasnya, Evelyn pun mengatakan, "Kau berbohong, Akizumi. Aku bisa mengetahui kebohonganmu dari jawabanmu barusan. Jujur saja. Kau takkan bisa membohongi diriku.."


Akizumi menghembuskan nafas panjangnya. Ia benar-benar tak percaya bahwa Evelyn mengetahui bahwa dirinya telah berbohong tentang hubungan antara hutan Angleleaf dan surat ancaman.


"Sial. Kau ini perempuan yang mengerikan. Bisa mengetahui seseorang berbohong atau tidak. Baiklah, aku mengakui kalau aku telah berbohong."


"Apa kau menganggap bahwa surat ancaman yang kudapatkan ini ada hubungannya dengan Hutan Angleleaf?"


Akizumi pun menjelaskan semua informasi yang ia dapatkan dari Dokter Hideshiro kepada Evelyn. Ia juga menjalankan spekulasi tentang sangkut pautnya hutan Angleleaf dan motif dari sang pengkhianat yang mencoba untuk melakukan pembunuhan kepada para murid keturunan bangsawan.


"Begitulah informasi. Selain itu juga fakta bahwa aku tertarik dengan hutan Angleleaf itu tidak berbohong. Hutan yang menjadi masih menjadi misteri ini, apakah kebenaran dari rumor itu fakta atau kebohongan belaka." ucap Akizumi.


"Monster yang disegel di hutan Angleleaf, ya. Untuk mencari informasi tentang ini, kau harus menemukan sebuah kata kunci. Dengan satu kata kunci yang kita dapatkan, presentasi untuk menemukan kata kunci informasi tentang hutan Angleleaf dapat kita temukan."


"Menemukan satu persatu kata kunci, lalu merangkainya menjadi sebuah kesatuan, ya? Sehingga kesatuan dari kata kunci tentang informasi hutan Angleleaf bisa kita dapatkan, apa benar begitu, Evelyn?"


"Benar, Akizumi. Buku yang berisi informasi penting tentang sejarah seperti ini pasti akan sulit untuk ditemukan. Entah ada campur tangan orang lain yang tak ingin informasi sejarah tersebut terkuak, maka dengan sengaja orang tersebut membuat informasi terpecah bagaikan sebuah puzzle. Kita harus mencari kepingan-kepingan puzzle tersebut yang merupakan kata kunci dari informasi lalu merangkai puzzle tersebut hingga menciptakan informasi yang valid."


"Gila.. kau sangat hebat bila membahas tentang sejarah. Meskipun aku juga suka mengenai tentang sejarah, tapi aku tidak secerdas dirimu." ucap Akizumi, ia sedikit kagum dengan kehebatan Evelyn saat mencari petunjuk informasi yang sulit untuk ditemukan.


Evelyn berdiri dari bangku lalu berjalan dan berdiri disamping Akizumi yang berada didepan rak buku yang cukup besar.


"Informasi yang ingin dicari adalah Monster yang disegel di hutan Angleleaf. Pertama-tama mari kita coba mencari buku yang berisi tentang Monster, kita kesampingkan dulu tentang Hutan Angleleaf. Untuk mencari kepingan puzzle memang kita harus bersabar."


"Informasi tentang Monster, ya.." Akizumi mengecek satu persatu buku di setiap rak, hingga pada akhirnya ia pun menemukan 2 buah buku yang berisi tentang Monster.


Selain itu, Evelyn juga menemukan 1 buku yang berisi informasi tentang Monster.


Akizumi dan Evelyn membawa buku-buku itu ke bangku kosong di perpustakaan, mereka berdua pun mulai membaca buku tersebut. Akizumi dan Evelyn membaca buku-buku itu dengan sangat fokus. Hingga pada akhirnya, Akizumi belum menemukan informasi tentang Monster yang tersegel.


Namun, ketika Akizumi membaca di buku yang kedua, pada saat pertengahan halaman, ia mulai menemukan informasi tentang satu monster terkuat yang tersegel di sebuah hutan.


"Evelyn, aku menemukannya.."


B E R S A M B U N G