Heavenly Titania

Heavenly Titania
Chapter 38 - Latar Belakang.



...Ujian bertahan hidup hari ketiga....


Menggunakan kekuatan Titania setelah dua tahun lamanya ia tidak menggunakannya membuat stamina Akizumi terkuras sangat banyak, ibarat tubuh yang kaku setelah lama tidak berolahraga. Akizumi sedikit berkeringat dan ngos-ngosan.


"Selain melatih Qi, untuk kedepannya aku juga harus melatih kekuatan Titaniaku agar tidak menjadi tumpul."


Akizumi turun dari tumpukan pembunuh bayaran yang telah ia kalahkan. Dia berpijak ke tanah kembali. Akizumi berjalan sedikit terpincang-pincang karena faktor staminanya yang terkuras sangat banyak.


Lalu, beberapa meter kedepan terlihat Hiroki, Evelyn, Shiori, dan Hikari yang berlari setelah mengetahui keberadaan Akizumi yang berjalan terengah-engah dengan jalannya yang sedikit pincang.


"Akizumi!"


"Oh, kalian semua, ya. Kenapa kalian berada disini?"


"Bodoh!" Hikari menjitak kepala Akizumi dengan keras.


"Oi, Hikari, kenapa kau malah menjitakku. Sakit tau!" ucap Akizumi sembari mengelus-elus kepalanya yang sakit karena jitakan Hikari.


Hiroki dengan wajah emosi tanpa basa-basi langsung menarik kerah Akizumi, "Woy, sialan! Kenapa kau pergi sendirian untuk melawan seratus pembunuh bayaran yang sedang mengincarmu?! Apa kau meremehkanku?!" Hiroki mendorong Akizumi kebelakang hingga terjatuh tergeletak ke tanah.


"Maafkan aku, Hiroki. Aku tidak ingin kalian terlibat oleh masalahku ini." jelas Akizumi tanpa membantah perkataan Hiroki.


"Kalau saja kita tidak sedang dalam ujian, aku pasti akan menghajarmu sampai babak belur, sialan! Sifatmu yang egois yang tidak menginginkan bantuan temanmu itu sangat memuakkan!" Hiroki semakin kesal.


Sementara itu, tiba-tiba saja Evelyn dan Shiori memasang raut wajah terkejut setelah melihat banyaknya pembunuh bayaran yang tergeletak dan saling menumpuk satu sama lain.


"I-i-i-itu! Akizumi, apa kau mengalahkannya sendirian?!!" tanya Shiori terbata-bata.


"Ya, walaupun sangat menguras banyak tenaga, aku beruntung bisa mengalahkan mereka semua.." jawab Akizumi, ia mencoba untuk bangun dan berdiri kembali.


Setelah melihat kebelakang, dimana seratus pembunuh bayaran itu sudah berhasil dikalahkan oleh Akizumi, sontak Hiroki dan Hikari juga memasang raut wajah terkejut.


Hiroki merasa tak habis pikir kalau Akizumi telah mengalahkan seratus pembunuh bayaran sendirian. Meski Akizumi bisa menguasai Qi Conqueror, namun bagi Hiroki hal ini sudah benar-benar diluar nalar.


Begitu juga dengan Hikari. Rasa curiganya terhadap Akizumi kini mulai timbul kembali, "Seorang murid Academi bisa mengalahkan seratus pembunuh bayaran dalam sekejap? Memang benar Akizumi menguasai Qi Conqueror, namun.. aku yakin.. Akizumi pasti menyembunyikan sesuatu.." pikir Hikari.


"Kalian sudah tidak perlu mengkhawatirkanku lagi, pembunuh-pembunuh bayaran itu sudah tidak bisa bergerak lagi, ayo kita kembali! Mari kita fokus ujian!" ucap Akizumi dengan raut wajah penuh dengan kecurigaan, Akizumi memang tidak bisa memasang raut wajahnya bila sedang menyembunyikan sesuatu.


"Akizumi, aku ingin bertanya sesuatu.."


"Huh? Bertanya tentang apa, Hikari? Lagi-lagi sifat ikut campur urusan orang lainmu mulai kambuh-"


"Siapa dirimu sebenarnya? Aku juga ingin tahu tentang latar belakangmu? Aku yakin, kau pasti bukan orang biasa.." Seperti biasa, Hikari telah mencium sesuatu yang mencurigakan dari Akizumi sejak kedatangannya ke Academy sebagai murid pindahan.


Hiroki, Evelyn, dan Shiori semakin penasaran dengan jawaban Akizumi.


"Benar seperti yang kau katakan, Hikari. Sejak masuk ke Academy, Akizumi tidak pernah menceritakan latar belakangnya kepada siapapun, entah dia dari keluarga bangsawan atau siapa, dia memilih untuk bungkam agar tidak diketahui oleh siapapun. Apa kau bisa menjawabnya, Akizumi?" tanya Hiroki.


Akizumi menunduk lalu tersenyum.


Situasi semakin menjadi memanas setelah Hikari ingin mengetahui tentang latar belakang dari sosok Akizumi. Sementara itu, Shiori menoleh kanan-kiri dan menengahi agar suasana tidak menjadi canggung.


"Su-sudah hentikan saja. Lagipula memaksa memberitahu privasi orang lain itu juga bukan hal yang ba-baik.." ucap Shiroi dengan gugup.


"Baiklah. Aku akan memberitahu sedikit latar belakang tentangku.." ucap Akizumi.


"Kau tidak perlu memaksakan dirimu, Akizumi." kata Evelyn yang tidak ingin Akizumi memaksa untuk menceritakan hal yang tidak ingin dia ceritakan.


"Tidak apa-apa, Evelyn."


Seketika Hiroki, Hikari, Evelyn, dan Shiori menjadi sangat serius.


"Aku.. ah, aku lupa. Sebenernya aku juga tidak tahu latar belakang keluargaku sendiri, maafkan aku semuanya!" jelas Akizumi sembari tertawa tak bersalah.


"Haaaaaa!!!!!" Hiroki dan Hikari berteriak secara bersamaan karena tidak puas dengan jawaban yang dikatakan oleh Akizumi.


Evelyn hanya tersenyum kecil mendengar jawaban Akizumi. Sementara Shiori bersembunyi dibelakang Evelyn setelah melihat Hiroki dan Hikari terlihat kesal saat mendengar jawaban Akizumi.


"Jawaban macam apa itu, hey! Mana ada seorang anak yang tidak tahu latar belakang keluarganya sendiri!" kata Hiroki yang masih kesal dengan jawaban Akizumi.


"Aku tidak berbohong. Aku tidak tahu latar belakang dari keluargaku sendiri. Bahkan mendiang ibuku saat masih hidup dulu, ia tidak pernah mengatakan sesuatu tentang latar belakang keluargaku. Saat aku bertanya, dia memilih untuk bungkam, entah apa yang dipikirkan oleh mendiang ibuku waktu itu.." jelas Akizumi dengan raut wajah serius.


Setelah mendengar jawaban Akizumi, raut wajah Hiroki dan Hikari pun menjadi sedikit merasa bersalah.


"Ma-maafkan aku, Akizumi. Karena memaksa dirimu menceritakan tentang latar belakang-" ucap Hikari.


"Lagipula, aku mengalahkan seratus pembunuh bayaran itu hanya dengan mengandalkan Qi saja. Dan tidak ada yang perlu dicurigai.." ucap Akizumi, "Sekarang, mari kita fokus kembali ke ujian, point kita masih tertinggal sangat jauh.."


"Oi-oi, point kita tertinggal jauh ini juga karena dirimu, sialan!" bentak Hiroki.


"Benarkah?"


"Tentu saja! Kau yang selalu bersantai-santai hingga berdampak pada timmu sendiri!"


Setelah itu, Akizumi, Hiroki, Evelyn, Hikari, dan Shiori pun meninggalkan lokasi dan berjalan kembali ke rumah pohon untuk membuat sedikit rencana kedepannya. Mereka masih membutuhkan banyak point untuk masuk ke ranking empat besar.


Setelah cukup lama berlalu, terlihat salah satu pembunuh bayaran yang bangkit dari pingsannya. Dia mengambil handphone dari sakunya dan bergegas untuk memberitahu hal ini kepada Jean.


[ Boss, maafkan aku, kita semua gagal membunuhnya! ]


Pembunuh bayaran tersebut mengirim pesan kepada Jean, lalu dia mencoba untuk mengirim pesan kembali.


[ Orang yang kau incar itu ternyata adalah seorang Ti ]


Pesan tersebut terkirim begitu saja sebelum kata-kata pada pesan tersebut tertulis secara lengkap. Itu karena si pembunuh bayaran yang sedang mengirim pesan kepada Jean, tiba-tiba dikejutkan dengan sosok kepala sekolah Academy, yaitu Tzegyr, yang sudah berdiri dihadapannya begitu saja.


"Cleggg!!!" Tzegyr mencengkeram kepala si pembunuh bayaran itu begitu saja.


"Sialan, lepaskan aku!!" Si pembunuh bayaran itu mencoba untuk memberontak dan melepaskan tangan Tzegyr dari kepalanya, namun cengkraman Tzegyr sangat kuat.


"Aku tidak bisa membiarkanmu dan teman-teman bodohmu ini mengetahui tentang keberadaan Titania pada Akizumi, jadi aku akan menghapus ingatan tentang pertarungan kalian dengan Akizumi.." ucap Tzegyr.


"A-aghhh!!! Tidakk!!! Lepaskan aku!!!"


B E R S A M B U N G