Heavenly Titania

Heavenly Titania
Chapter 24 - Ujian Pertama, Ujian Bertahan Hidup Dimulai!



32 Tim dari 8 kelas sudah berkumpul di Basecamp Area. Mereka semua tengah mempersiapkan rencana maupun persediaan logistik sebelum memasuki hutan Angleleaf. Tak berselang lama setelah itu, para jajaran dewan guru kelas 1 Academy pun telah tiba.


Drachedandion Tzegyr. Pria tua berumur 70 tahun dengan janggut panjang dan rambut panjang berwarna putih ini adalah kepala sekolah di Academy. Meski umur Tzegyr sudah menginjak 70 tahun, namun ia memiliki postur tubuh yang cukup ideal. Otot-otot kuat nya masih melekat di tubuhnya.


"Wo-woi!!! Pria itu kepala sekolah??"


"Benar, umurnya sudah tujuh puluh tahun loh."


"Yang bener woi? Meski umurnya tujuh puluh tahun, kepala sekolah masih terlihat gagah!!"


Beberapa murid tampak terkagum-kagum ketika pertama kali melihat sosok dari kepala sekolah Academy. Kedua mata mereka berbinar-binar saat melihat kepala sekolah.


"Anak muda.. siapa yang kau panggil pria tua? Meski tua, aku masih memiliki semangat jiwa muda.." ucap Tzegyr.


"Huwaaa!!!" Murid-murid langsung kabur begitu saja.


Lalu, seorang perempuan berkulit putih dengan rambut panjang berwarna campuran hijau dan biru, serta mempunyai ujung telinga yang runcing yang berjalan disamping Tzegyr. Perempuan itu bernama Naivara Naerdre, umurnya tidak diketahui, dan menjabat sebagai wakil kepala sekolah Academy.


Naivara yang terlihat sangat cantik dan elegan pun hampir membuat semua murid laki-laki jatuh cinta. Bahkan kedua mata Hiroki, Niichi, Manabu, dan Frank membentuk love ketika melihat Naivara.


"Gileee!!! Cantik banget!!!" Wakil kepala sekolah pasti umurnya masih dua puluh tahunan!!" ucap Frank dengan semangat.


"Kalau begini, tiba-tiba tipe cewek yang kusuka adalah tipe-tipe oneesan seperti wakil kepala sekolah!!" Manabu juga begitu bersemangat.


"Jangan tertipu oleh penampilan, begitu juga wakil kepala sekolah umurnya sudah satu abad lebih loh.." Tanpa hawa kehadiran, tiba-tiba saja Hideshiro berdiri di tengah-tengah Frank dan Manabu.


"Apa?!!!" Frank dan Manabu teriak secara bersamaan karena terkejut setelah mendengar perkataan dari Hideshiro.


"Pa-pahlawan Kerajaan, Dokter Hideshiro!!" ucap Hiroki yang tak menyangka bahwa dokter Hideshiro datang ke Basecamp Area.


"Dokter Hideshiro, jadi wakil kepala sekolah itu sudah nenek-nenek???? Lantas kenapa dia masih terlihat begitu mulus dan cantik???" tanya Niichi.


"Entahlah, mereka sangat misterius." ucap Hideshiro, kemudian Hideshiro pun berjalan pergi menuju ke rombongan para dewan guru. Disini Hideshiro datang sebagai pengawas Ujian.


Lalu, dibelakang Kepala Sekolah Tzegyr dan Wakil Kepala Sekolah Naivara terlihat 8 wali kelas dari kelas 1 Academy. Mereka adalah Kuranaga Aiyama walikelas 1A, Charlotte Olivia walikelas 1B, Jeff Rodgers walikelas 1C, Salazar Whistler walikelas 1D, Hatakeyama Okazaki walikelas 1E, Yonekura Chihiro walikelas 1F, Valdimar Foxsen walikelas 1G, dan Brianna Blackwell walikelas 1H.


Kedatangan Kepala Sekolah, Wakil kepala Sekolah, dan para jajaran dewan guru Academy kelas 1 pun disambut meriah oleh murid-murid.


Akizumi yang melihat kedatangan mereka pun sampai mengeluarkan keringat dingin di dahinya setelah merasakan kekuatan yang luar biasa dari para jajaran dewan guru.


"Aku merasakan kekuatan yang sangat luar biasa pada diri mereka. Bahkan hampir membuatku sedikit merinding.." ucap Akizumi.


"Merasakan kekuatan?" tanya Evelyn yang berdiri disamping Akizumi.


"Benar, apa kau tidak merasakannya, Evelyn?" jawab Akizumi, lalu ia bertanya balik kepada Evelyn.


"Tidak."


Akizumi sedikit kebingungan. Apakah hanya dirinya saja yang bisa merasakan aura mengerikan dari jajaran dewan guru. Selain itu, terlihat Shiori yang bersembunyi dibelakang Akizumi untuk menghilangkan rasa gugupnya.


"Oey, Shiori. Kenapa kau malah bersembunyi dibelakangku?"


"Ma-maafkan aku, Akizumi! Aku gugup dihadapan orang banyak!"


"Hadeh, malah jadi tempat sembunyi.."


Sementara itu disisi lain, terlihat Tatsuya dan Aragaki saling berdiri berhadapan dan menatap sinis satu sama lain. Tampaknya, mereka berdua mempunyai konflik pribadi.


"Aragaki. Aku sarankan kau menyerah lebih awal, sebelum kau kupermalukan di ujian kedua. Tapi tunggu dulu, kau belum tentu lolos ke ujian kedua, kan, Aragaki??" tanya Tatsuya dengan nada mengejek.


"Yeah, kau juga belum tentu lolos ke ujian kedua, mungkin saja aku akan mengalahkan timmu di ujian pertama." jawab Aragaki yang mengejek balik Tatsuya.


Disisi lain, terlihat Nagisa yang mengamati posisi Akizumi dari kejauhan. Nagisa melihat begitu dalam sosok Akizumi. Rasa cinta dan rasa yang ingin membunuh bercampur aduk menjadi satu.


Rin, Hana, dan seorang murid laki-laki bernama Inoguchi Shin adalah anggota satu tim dari Nagisa. Rin dan Hana berdiri di dekat Nagisa tanpa ada rasa curiga sama sekali, namun Shin merasakan sedikit perubahan pada sikap dari Nagisa.


"Hana.. Rin.. Apa kalian tidak merasakan ada yang berbeda dari Nagisa? Aku merasakan aura membunuh yang begitu kuat dari Nagisa." batin Shin sembari melirik ke arah Nagisa dengan mengamatinya.


Lalu sekilas terlihat seratus pembunuh bayaran yang sudah bersiap bersembunyi didalam hutan Angleleaf. Mereka semua dibayar oleh Jean untuk membunuh Akizumi.


Jean mengeluarkan handphone nya lalu mengirim pesan kepada salah satu pembunuh bayaran.


[ Bagaimana persiapannya? ]


[ Aman, Boss! Kami semua sudah berada di posisi masing-masing! Kami juga sudah bersiap untuk membunuh seseorang yang bernama Akizumi! ]


[ Ya. Jangan terlalu cepat. Nanti pihak Academy akan curiga. ]


[ Baik, Boss! Laksanakan! ]


Jean mematikan handphone nya lalu memasukkannya kembali kedalam saku celananya.


Beberapa saat kemudian. Kepala Sekolah, Tzegyr menaiki sebuah panggung. Tzegyr menjelaskan peraturan dari Ujian pertama.


Aturan di Ujian Pertama ini sebagai berikut,


Aturan pertama - Setiap tim boleh bertarung satu sama lain untuk saling mengalahkan. Setiap tim yang kalah atau menyerah maka akan dianggap gugur dari ujian pertama. Setiap tim yang berhasil mengalahkan tim lain akan mendapatkan 100 point. Sementara setiap anggota tim yang berhasil mengalahkan monster liar akan mendapat 1 point.


Setelah Kepala Sekolah Tzegyr menjelaskan aturan pertama. Ushijima pun sekarang paham tentang sesuatu hal.


"Aku paham kenapa Aiyama Sensei mengatakan bahwa point penting dalam ujian bertahan hidup kali ini adalah mengeliminasi atau dieliminasi lawan. Mengalahkan tim lain akan mendapatkan seratus point, sedangkan membunuh monster hanya mendapatkan satu point." ucap Ushijima.


"Jadi, kita tidak perlu bersusah payah untuk mengalahkan seratus monster untuk mendapatkan seratus point, ya?" tanya Nanako.


"Benar. Kita cukup mengalahkan tim lain untuk mendapatkan point sebanyak mungkin. Dan itupun hanya empat tim dengan point terataslah yang bisa lanjut ke ujian kedua.." jawab Ushijima.


Kepala Sekolah Tzegyr kembali menjelaskan aturan yang kedua.


Aturan kedua - Dilarang membunuh.


Aturan ketiga - Setiap point tim dikalahkan akan menjadi hak milik dari tim si pemenang. Jadi tim si pemenang akan mendapatkan 100 point + hasil point dari tim yang telah dikalahkannya.


Aturan Keempat - Setiap anggota tim boleh menyerah secara individual bila sudah tak sanggup untuk mengikuti ujian bertahan hidup selama tujuh hari.


Kepala Sekolah Tzegyr sudah menjelaskan keempat aturan itu dihadapan para murid kelas 1 yang akan mengikuti Ujian. Tampak para murid yang mendapatkan tim yang sekira lemah terlihat cukup pasrah dalam ujian pertama kali ini. Sementara murid-murid yang mendapat tim terkuat, mereka terlihat begitu bersemangat.


"Ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan. Ini aturan baru yang baru saja muncul di kepala saya.." ucap Tzegyr.


"Apa?? Aturan baru??"


"Di dalam hutan Angleleaf, terdapat satu monster yang sangat kuat. Aku tidak bisa menyebutkan monster seperti apa itu. Namun, bila kalian berhasil mengalahkan monster itu, maka tim kalian akan mendapatkan satu juta point dan otomatis melaju ke ujian kedua.." Tzegyr menjelaskan aturan baru tersebut kepada para murid.


"Mo-monster??? Dari jumlah point yang didapatkan saja pasti monster tersebut sangat kuat!!" ucap salah satu murid.


"Kalian akan diawasi oleh puluhan Drone yang akan dilepaskan ke hutan. Jadi kalian tidak perlu khawatir. Para guru juga akan mengawasi kalian melalui kamera pada drone." ucap Tzegyr, "Lakukan apa yang ingin kalian lakukan!!! Dengan ini, ujian pertama, ujian bertahan hidup telah resmi dimulai!!!" teriak Tzegyr dengan lantang.


Dengan ini, Kepala Sekolah Tzegyr secara resmi memulai ujian pertama, ujian bertahan hidup di hutan Angleleaf!


B E R S A M B U N G