Heavenly Titania

Heavenly Titania
Chapter 31 - Amarah.



...Ujian bertahan hidup hari kedua....


Terlihat Roussel yang sedang memantau pertarungan antara Tim Hikari dan Tim Yunokawa Yuji di atas pohon yang jaraknya beberapa meter dari arah Utara tempat lokasi kedua tim itu bertarung.


Roussel memasang raut wajah tak bersalah dan tersenyum nyengir setelah menghubungi Irvin melalui handponenya, Roussel terkena ceramah-ceramah pedas dari Irvin setelah mengetahui Roussel yang berpisah begitu saja dengan timnya.


"Sekali lagi maafkan aku, Irvin. Aku berjanji akan membawakan point berkali-kali lipat untukmu.." gumam Roussel, "Baiklah, sekarang waktunya melihat murid kelas A yang bernama Hikari itu bertarung, dia anak dari Pahlawan Kerajaan, Frederick. Dia sangat menonjol. Aku sedikit tertarik dengannya.."


Kembali ke pertarungan tim Hikari dan tim Yuji. Setelah kekalahan Koshiro, kini tim Yuji hanya tersisa 3 orang.


Hikari dengan pedang andalannya sudah memasang posisi kuda-kuda bertarung dan bersiap untuk melancarkan serangan pedangnya ke arah Yuji, Sugimoto, dan Ninsei. Mei juga sudah menciptakan 10 pistol di setiap jari tangannya.


Niichi dan Frank sedang melakukan sedikit pemanasan sebelum ikut melancarkan serangan miliknya. Beberapa bagian tubuh mereka berdua berbunyi saat melakukan sedikit pemanasan.


"Yeah, aku sudah siap melawan kalian kapanpun.." ucap Niichi yang sedang melompat-lompat di tempat, ia tampak begitu bersemangat.


"Aku juga!" Frank mengepalkan kedua telapak tangannya yang sudah berubah menjadi besi, "Aku akan menghantam kalian sampai mampus!"


"Kalian semua, enyahlah! Dan berikan semua point kalian kepada kami!" Sugimoto berlari ke arah Hikari, Mei, Niichi, dan Frank. Sugimoto menajamkan kedua matanya, kemudian sekilas cahaya hijau muncul dari mata Sugimoto, "Laser Beam!" Sugimoto melesatkan laser yang panjang dari kedua matanya ke arah Hikari, Mei, Niichi, dan Frank.


• Yoshizaki Sugimoto.


- Power : Laser.


Sugimoto dapat melesatkan laser yang sangat panas dan tajam dari kedua matanya untuk menyerang musuh.


"!!!!!" Hikari, Mei, Niichi, dan Frank sedikit terkejut dengan serangan laser yang dilesatkan oleh Sugimoto. Akan tetapi, mereka berempat berhasil menghindari laser itu dengan mudah. Disisi lain, beberapa pohon yang berada dibelakang mereka berempat pun langsung tumbang terbelah menjadi dua setelah terkena serangan laser dari Sugimoto.


"Oi! Laser?? Bisa gawat kalau terkena serangannya walau hanya sekali! Semuanya waspada!" ucap Niichi.


"Aku juga tahu itu!" ucap Mei. Mei mulai bergerak. Mei melompat dari batang pohon ke batang pohon yang lainnya sembari menembakkan sepuluh pistol yang ada di sepuluh jarinya ke arah Yuji, Sugimoto, dan Ninsei, "Juu-Pistoru!"


"Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor!"


"Lock!" ucap Ninsei.


Sebuah kotak peti berukuran mini tiba-tiba muncul di depan 10 peluru yang melesat ke arahnya beserta Yuji, dan Sugimoto. 10 tembakan peluru itu pun masuk ke dalam disetiap kotak peti lalu terkunci secara rapat dan lenyap begitu saja.


• Muraoka Ninsei.


- Power: Lock Box ( Kotak Kunci ).


Ninsei dapat menciptakan beraneka macam kotak, seperti kotak peti, kotak harta, dan lain-lain. Dan Ninsei dapat menyegel apapun entah itu benda mati atau makhluk hidup ke dalam kotak miliknya.


"Sekarang giliranmu, Yuji! Kalahkan mereka!" ucap Ninsei.


"Yeah, aku tahu itu!" Yuji mengeluarkan sebuah pedang katana yang dilapisi oleh beberapa kain tebal dari dalam pakaiannya. Yuji melepaskan semua kain itu dari pedang katananya, "Fire.." Yuji mengeluarkan api dari nafas mulutnya lalu melapisi api tersebut ke pedang katana miliknya.


"Pedang yang dilapisi api?!" Hikari memasang raut wajah serius setelah mengametahui Yuji juga merupakan seorang pengguna pedang, sama seperti dirinya. Hikari juga tak menyangka setelah melihat Yuji melapisi pedang katanya dengan api.


• Yunokawa Yuji.


- Power: Fire Breath ( Nafas Api ).


Yuji dapat menciptakan api dari nafas mulut. Berbeda konsep dengan Tatsuya, Tatsuya yang bisa menciptakan dan memanipulasi api yang ia ciptakan dengan bebas, sementara Yuji hanya bisa menciptakan api dari nafas mulutnya, seperti layaknya seekor naga yang menyemburkan api dari mulutnya.


Api yang berada di pedang katana Yuji semakin membesar dan berkobar-kobar hebat. Yuji mengangkat pedang katananya ke atas dengan kedua tangannya dan bersiap untuk melesatkan sebuah tebasan.


"Batsssss!!!!!" Yuji melesatkan tebasan api dari pedang katananya ke arah Hikari, Mei, Niichi, dan Frank.


Ketika Hikari hendak menangkis serangan tebasan api yang cukup besar itu, tiba-tiba saja Frank dengan sekujur tubuhnya yang kini sudah berlapis besi memutuskan untuk melompat ke arah tebasan api itu berada.


"Iron Shield!!!"


Frank yang mencoba bersikap keren dihadapan Hikari dan Mei pun menahan tebasan api itu dengan tubuhnya.


"K-kau bodoh, ya?!! Kenapa kau menggunakan tubuhmu untuk menahan serangan itu?!" tanya Hikari dengan berteriak, "Mungkin aku bisa menangkis dan menahan tebasan api itu dengan teknik pedangku! Menyingkirlah dari sana, Frank!"


"Oey-oey, Hikari! Jangan konyol! Teknik pedang bunga mawarmu itu pasti takkan mempan dengan serangan api yang cukup besar seperti ini! Beri aku sekali saja bersikap keren agar terlihat tidak menjadi beban tim!" Frank tersenyum menyeringai. Frank masih menahan tebasan api itu dengan tubuhnya.


"Sialan, jangan berbuat seenaknya dengan bersikap sok keren sendiri! Aku juga ingin menjadi pria yang keren!! Tunggu aku, Frank! Aku akan membantumu untuk menangkis tebasan api itu!" ucap Niichi.


"Tidak usah!" Dengan lantangnya Frank memegang tebasan api yang berada di tubuhnya itu hanya dengan satu tangannya, kemudian melemparkan tebasan api itu ke arah lain, "Wishhhhh!!!"


Frank tidak terluka sama sekali setelah menahan tebasan api milik Yuji selama beberapa saat, dan hebatnya lagi, Frank dapat memegang tebasan api Yuji lalu melemparkannya ke tempat lain.


Frank memberikan jempolnya kepada Hikari, Mei, dan Niichi sembari mengedipkan salah satu matanya agar terkesan seperti pria keren. Akan tetapi, raut wajah Hikari, Niichi, dan Mei perlahan berubah menjadi panik setelah melihat Yuji yang sudah berada dibelakang Frank tanpa sepengetahuannya.


"Frank, menghindarlah! Dia ada dibelakang!" teriak Mei.


"Eh?" Frank menoleh ke Yuji yang berada dibelakangnya.


"Fire Blade: Hellfire Slash!" Api yang melapisi pedang katana milik Yuji warnanya semakin merah pekat. Tanpa basa-basi, Yuji melesatkan serangan tebasan apinya ke arah Frank dari jarak dekat, "Batsss!!!!!"


"Zrashhhh!!!!!" Meski sekujur tubuh Frank kini telah menjadi besi, namun serangan tebasan api yang barusan Yuji lesatkan itu telah berhasil menebas tubuh Frank hingga menciptakan luka bakar dan berdarah-darah.


"Tebasanku yang pertama itu belum serius. Lihatlah, bagaimana rasanya terkena serangan dari tebasanku yang kedua? Aku sudah melatih kekuatan nafas apiku hingga ke tahap dapat membakar benda apapun. Besi bukanlah sesuatu yang sulit." ucap Yuji sembari tersenyum licik menyeringai.


"Frank!" teriak Hikari. Ia benar-benar tak menyangka bahwa teknik tebasan api milik Yuji kini berhasil melukai tubuh Frank yang telah berubah menjadi besi.


"Tidak, Frank!" Niichi meluncur cepat dengan kaki robotnya untuk menangkap Frank yang terjatuh setelah terkena teknik pedang api milik Yuji dengan telak. Niichi berhasil menangkap tubuh Frank. Frank pingsan dan tak bisa melanjutkan pertarungan lagi, Frank dianggap gugur dalam ujian pertama.


Niichi meletakkan Frank ke tanah. Niichi mulai menatap sinis Yuji sembari mengepalkan kedua telapak tangannya, "Aku takkan memaafkanmu. Kau telah membuatku marah!"


Sementara itu, Hikari bergerak ke arah Yuji lalu melesatkan beberapa tebasan teknik pedang bunga mawarnya, "Hyaaaaa!!!!!"


"Tyenggg!!!" Yuji berhasil menangkis tebasan Hikari dengan pedang apinya.


"Bomb Bazoka!!!!!" Mei menciptakan sebuah bazoka dari kedua siku tangannya lalu menembakkannya ke arah Yuji, "Boooommm!!!"


"Knife Laser!" Sugimoto membelah bom bazoka yang dilesatkan Mei dengan kekuatan lasernya, "Serangan seperti itu takkan mempan, yahahaha!" ucap Sugimoto dengan nada ejek.


"Tcih!" Mei merasa kesal.


"Aku takkan kalah oleh pengguna pedang sepertimu! Aku adalah pengguna pedang nomor satu di Academy!!" Hikari tak menyerah dan mencoba untuk menyerang Yuji kembali, namun..


"Berhenti, Hikari!" Niichi berjalan dan berdiri di depan Hikari. Dia benar-benar sangat marah setelah sahabatnya sendiri, Frank, dikalahkan oleh Yuji, "Serahkan saja mereka bertiga kepadaku, aku akan menggunakan kekuatan rahasiaku untuk menghajar mereka semua!!"


"Kekuatan rahasia?!"


B E R S A M B U N G