Heavenly Titania

Heavenly Titania
Chapter 30 - Female Swordman.



...Ujian bertahan hidup hari kedua....


Niichi dan Frank terlihat sedikit panik ketika menyadari bahwa mereka telah dikepung oleh beberapa monster raksasa yang telah dijinakkan oleh Koshiro. Kedua kaki Niichi berubah menjadi kaki robot, sementara kedua tangan Frank menjadi tangan besi.


"Dia adalah orang yang merepotkan. Apapun yang terjadi, kita harus mengalahkannya." ucap Niichi. Ia mulai melakukan gerakan pemanasan pada kedua kakinya.


"Aku tidak menyangka ada murid yang punya kekuatan untuk menjinakkan monster seperti ini. Kalau begitu konsepnya, maka bisa jadi, Koshiro mampu menguasai seluruh monster di Hutan Angleleaf. Dan mempunyai kesempatan untuk mengalahkan monster kuat yang dimaksud oleh Kepala Sekolah.." ucap Frank.


• Frank Naughtonn.


- Kekuatannya adalah Iron ( Besi ).


Frank bisa membuat tubuhnya sendiri menjadi sekeras besi. Bahkan pukulannya juga sekeras besi.


• Shimo Niichi.


- Kekuatannya adalah Robotic Leg ( Kaki Robot ).


Kedua kaki Niichi bisa menjadi kaki robot. Kaki robotnya bisa meningkatkan kecepatan geraknya, meningkatkan kekuatan kakinya berkali-kali lipat, bahkan bisa terbang di udara bagaikan roket.


"Kalian berdua janganlah terlalu takut begitu. Kita bisa mengalahkan monster itu dengan mudah. Apa perlu diriku yang imut ini melindungi kalian berdua?" sindir Mei.


"Berisik! Aku akan mengalahkan monster bagianku sendiri, kau urus saja monster bagianmu itu sendiri!" ucap Niichi dengan nada marah.


Mei tersenyum bersemangat. Mei menciptakan Katana di kedua tangannya, di kedua sikunya, di kedua lututnya, dan satu di kepalanya, "Yeah, mungkin aku akan segera mengamuk. Sudah cukup lama aku tidak serius bertarung seperti ini.."


"Ka-kau ini monster atau bagaimana? Kau menciptakan banyak katana di sekujur tubuhmu, Mei!" ucap Frank yang sedikit terkejut dengan Mei.


• Mei Xiaoling.


- Kekuatannya adalah Weapon Creator ( Menciptakan Senjata )


Mei dapat menciptakan beraneka macam senjata yang pernah ia sentuh. Bahkan tubuhnya sendiri juga bisa menjadi senjata itu sendiri.


Kini ada 7 Katana yang berada di tubuh Mei. Dia bersiap untuk menyerang. Begitu juga dengan Hikari, ia sudah bersiap untuk melesatkan kombinasi serangan pedangnya dan juga kekuatan bunga mawarnya.


• Mizukami Hikari.


- Kekuatannya adalah Roses ( Bunga Mawar )


Hikari dapat menciptakan bunga mawar dan memanipulasi sesuai keinginannya.


"Semuanya, serang!" perintah Hikari.


"Takkan kubiarkan kalian berbuat seenaknya! Sang penjinak monster takkan kalah oleh kelas A yang lemah seperti kalian! Wahai monster-monsterku, serang mereka!" perintah Koshiro.


Monster-monster yang telah dijinakkan oleh Koshiro pun melompat ke arah Hikari, Mei, Niichi, dan Frank. Monster-monster itu mencoba memangsa mereka berempat, "Grauurrrr!!!"


"Robot Kick!"


Niichi terbang ke arah salah satu Monster dengan kaki robotnya yang mengeluarkan kobaran api. Niichi menghindari satu serangan dari monster itu, lalu menendang perut monster tersebut hingga terpental jauh kebelakang, "Bruakkk!!!"


"Deadly Iron!"


Seluruh tubuh Frank menjadi sekeras besi. Dan ketika salah satu monster tersebut menggigit Frank, gigi dari monster itu pun seketika rontok karena saking kerasnya tubuh Frank. Melihat kesempatan untuk, Frank langsung memukul kepala dari monster tersebut hingga ambruk ke tanah, "Buaghh!!"


Mei menghindari beberapa serangan yang telah dilesatkan oleh monster kepadanya. Mei berlari naik ke atas punggung monster tersebut. Kemudian, Mei memutar tubuhnya dengan kecepatan maksimum dan langsung membelah tubuh monster itu menjadi 2 bagian, "Batsss!!!"


"Tcih!" Koshiro merasa kesal karena beberapa monster yang telah ia jinakkan berhasil dikalahkan dengan mudah, "Sepertinya percuma saja, monster-monster ini sangat lemah sekali.." Koshiro melihat Hikari dengan pedangnya sedang berlari ke arah monster yang ia naiki, "Serang dia!"


Monster yang dinaiki oleh Koshiro mencoba memukul Hikari. Namun Hikari berhasil menghindari pukulan itu, "Rose Sword : Rose Blade!" Kombinasi serangan pedang dan kekuatan bunga mawarnya berhasil mencincang-cincang tubuh monster itu dengan mudah.


"A-apa?!" Koshiro terjatuh dari tubuh monster yang telah dicincang-cincang oleh Hikari, "Bagaimana bisa dia mengalahkan monsterku dengan mudah?!!! Monster elang, datanglah!"


Dari langit datanglah monster elang raksasa yang terbang menjemput Koshiro yang hendak ditebas oleh Hikari.


"Takkan kubiarkan kau lolos begitu saja!"


"Batsss!!!" Hikari menebas monster elang raksasa yang terbang ke arah Koshiro terbelah menjadi beberapa bagian.


"Ini gawat-" ucap Koshiro, karena semua rencana yang telah ia rancang berujung gagal.


"Batssss!!!" Hikari berhasil menebas dada Koshiro hingga berdarah-darah.


"Uaghh!!!" Koshiro yang terkena tebasan pedang dari Hikari pun terjatuh ke tanah dan pingsan, "Brukk!!!"


"Kau takkan bisa mengalahkanku hanya dengan monster-monster yang telah kau jinakkan itu!" ucap Hikari yang langsung menancapkan pedangnya ke tanah kembali.


Beberapa saat setelah itu, ketiga rekan dari Koshiro pun datang menghampiri Koshiro yang telah pingsan. Lalu Dokter Kerajaan datang dengan cepat melalui gerbang teleportasi, kemudian membawa Koshiro yang terluka kembali ke Basecamp Area.


Meski drone-drone itu sudah tidak berfungsi untuk mengawasi murid-murid yang sedang melakukan ujian, namun pihak Academy mempunyai cara lain untuk mengawasi kelangsungan ujian.


Disebuah ruangan rahasia yang berada di Basecamp Area. Terlihat beberapa orang di dalam ruangan tersebut sedang menatap ke arah monitor cadangan, salah satu dari mereka terdapat Kepala Sekolah Tzegyr, Wakil Kepala Sekolah Naivara, dan Hideshiro.


Kembali ke ujian.


"Bodoh banget si Koshiro ini. Dia bergerak sendirian seolah-olah dia ini kuat saja."


"Kekalahan yang konyol."


"Dia terkena luka tebasan parah di dadanya. Sayang sekali dia sudah gugur begitu saja, dengan ini kita kekurangan kekuatan tempur begitu saja."


Yunokawa Yuji, Yoshizaki Sugimoto, dan Muraoka Ninsei. Mereka adalah rekan tim dari Koshiro. Ketua dari tim ini adalah Yunokawa Yuji.


"Ternyata masih ada rekan yang lainnya, ya? Kalau begitu ini sangat bagus. Kami bisa mengalahkan kalian semua sekaligus untuk mendapatkan seratus point.." ucap Yuji.


"Jangan samakan kami dengan si bodoh Koshiro itu. Meski kami tidak sekuat Roussel, tapi kami mampu untuk mengalahkan kalian berempat sekaligus.." ucap Yuji.


Hikari mencabut pedangnya kembali dari tanah dan bersiap untuk melakukan serangan pedangnya. Sementara itu Mei, Niichi, dan Frank juga bersikap dalam posisi waspada.


"Empat melawan tiga. Seharusnya kalian sadar akan posisi kalian. Kalian menyerah saja, itu lebih baik daripada harus terluka parah. Karena, aku juga akan bertarung tanpa ampun untuk mendapatkan point.." ucap Mei sembari tersenyum menyeringai.


Disaat yang bersamaan juga terlihat Roussel Von Sebastian dari kelas C yang sedang duduk diatas pohon sembari mengintai pertarungan tim dari Yuji dan Hikari dari kejauhan.


"Menyaksikan pertarungan tim lain sepertinya cukup menarik. Ah, benar juga, aku harus menghubungi Irvin, aku akan meminta maaf kepadanya karena terpisah dengan mereka.." ucap Roussel tersenyum dengan maksud tertentu.


B E R S A M B U N G