
"Aku tidak berencana untuk melaju ke ujian kedua. Jadi buang saja tantangan bodohmu itu, Tatsuya.."
Mendengar kata-kata yang diucapkan Akizumi, sontak membuat Tatsuya dan Hiroki kesal. Tatsuya yang berharap bisa mengalahkan Akizumi di ujian kedua dengan ditonton oleh para tokoh penting, sedangkan Hiroki yang berniat melaju ke ujian kedua.
Hiroki menarik kerah seragam Akizumi lalu berkata, "Brengsek. Padahal aku sudah minta maaf padamu soal tadi pagi. Mau tidak mau kau harus serius dalam ujian ini. Apa kau tidak ingin memikirkan nasib anggota timmu yang ingin melaju ke ujian kedua, sialan?!"
"Baiklah-baiklah, aku akan serius. Aku akan membantumu sampai ke ujian kedua. Jadi lepaskan tanganmu dari kerah bajuku.." ucap Akizumi.
Hiroki melepaskan tangannya dari kerah seragam Akizumi, "Kita bekerjasama hanya di ujian pertama. Aku akan mengalahkanmu di ujian kedua, Tatsuya. Akan kubungkam mulut sombong dan kepopuleranmu itu."
"Kau terlalu dini untuk mengalahkanku, Hiroki! Aku tidak tertarik padamu. Aku hanya tertarik pada orang yang kuat." ucap Tatsuya dengan nada ejek.
Akizumi duduk di kursi bangkunya, "Baiklah, Tatsuya. Aku akan melawanmu di ujian kedua nanti, setelah itu jangan menganggu dan mengusik ketenanganku.."
"Baiklah. Sudah cukup bersitegangnya. Sepuluh menit lagi kalian boleh pulang lebih cepat. Tapi sebelum itu, Hikari, masukkan nomor Akizumi kedalam grup chat kelas.." ucap Aiyama.
"Baik, Sensei!"
Semua murid di kelas 1A sudah berada di bangkunya masing-masing sembari menunggu waktu 10 menit sebelum mereka diizinkan untuk pulang ke rumah masing-masing lebih awal.
Ting tung!
Suara handphone Akizumi berbunyi.
[ Nomor anda telah ditambahkan ke grup kelas 1A. ]
...****************...
10 menit kemudian. Semua murid kelas 1 sudah diperbolehkan pulang lebih awal karena para guru masih membahas rapat penting lainnya.
Akizumi dengan tasnya yang berada di punggungnya pun telah berjalan keluar dari kelas. Namun Hikari sudah menunggunya tepat disebelah pintu kelasnya.
Hikari menatap Akizumi dengan raut wajah kesal. Namun Akizumi yang menyadari keberadaan Hikari yang telah menunggunya memilih untuk menghiraukannya dan terus berjalan. Melihat dirinya yang dihiraukan, Hikari semakin kesal dan menarik tangan Akizumi.
Akizumi menaikkan salah satu alisnya karena merasa kesal dengan Hikari karena terus ikut campur dengan urusannya.
"Ada apa, Hikari?"
"Aku ingin bertanya sesuatu denganmu."
"Bertanya tentang apa?"
"Kenapa kau bisa mengenal Dokter Hideshiro dan menyebutnya sebagai Sensei.. Lalu, kenapa kau sangat berambisi untuk menghancurkan Republik Silvershine? Aku sangat penasaran dengan siapa dirimu yang sebenarnya, Akizumi.."
"Oey, kau yakin ingin menanyakan hal itu disini? Lagipula, aku juga tidak akan memberitahumu lebih dari itu."
"Ahh!!!" Hikari semakin kesal karena terus dihantui rasa penasarannya, lalu ia pun menghembuskan nafas panjangnya, "Baiklah, aku tidak akan menanyai hal itu lagi. Tapi ada satu syarat.."
"Oey-oey, kenapa ada syaratnya.."
"Ikutlah karaoke bersama teman-teman! Aku akan mengirim lokasi tempat karaoke di pesan nomormu! Jadi datanglah, okey!!" Hikari tersenyum lebar.
"K-karaoke?! Oey, Hikari. Aku tidak punya cukup uang untuk pergi ketempat seperti itu." Akizumi sedikit merasa khawatir dengan kondisi keuangan miliknya karena diajak pergi ke Karaoke. Akizumi juga merasa makanan dan minuman yang tersedia di karaoke jauh lebih mahal dari tempat-tempat biasanya.
"Tenang saja, Akizumi. Kau tidak perlu khawatir dengan masalah keuangan. Aku dan teman-teman akan menunggumu di tempat karaoke.."
"Lihat saja nanti."
Hikari berjalan menjauh dari Akizumi sembari melambai-lambai tangan kanannya. Hikari tersenyum.
"Kenapa aku juga harus pergi ke tempat karaoke.."
"Itu penting agar kau lebih akrab dengan teman-teman sekelasmu! Intinya aku akan menunggumu! Kau harus datang! Aku pulang duluan, bye bye!"
"Hadeh. Jadi gini ya yang namanya masa muda. Sangat-sangat menguras tenaga.."
Beberapa saat kemudian ketika Akizumi sudah berada di lantai 1 dan menuju ke loker miliknya, ia menemukan sebuah surat yang berisi lokasi ruangan klub dari Shibayanagi Ryuma berada. Surat tersebut ditemukan Akizumi berada didalam lokernya.
"Benar juga, ya. Sejak aku setuju bergabung dengan klub aneh milik Ryuma Senpai, aku sama sekali tidak tahu tempat ruangan klubnya. Di surat tertulis, klub aneh ini berada di gedung pertama yang merupakan tempat murid-murid kelas tiga.."
Akizumi berjalan keluar dari gedung ketiga dan bergegas menuju ke gedung pertama. Akizumi melihat petunjuk yang berada pada surat pemberian Ryuma. Akizumi memasuki gedung pertama lalu naik ke lantai 2.
Akizumi melewati beberapa kelas milik murid-murid kelas 3 dan terpantau mereka semua masih melakukan kegiatan belajar didalam kelas. Akizumi masih berjalan di koridor dan sama sekali tidak menemukan ruangan yang digunakan sebagai ruangan klub.
Disaat itu juga, tiba-tiba saja leher seorang perempuan memanjang dari arah belakang Akizumi. Perempuan yang lehernya memanjang itu pun langsung berkata tepat di telinga Akizumi hingga membuatnya terkejut.
"Sebelah sini, Akizumi-kun."
"Huaaaa!!! Hantu!!!"
"Tenang saja. Aku adalah Yokai suruhan Tuan Ryuma yang ditugaskan untuk mengantarkan dirimu menuju ke ruangan klub."
"Ah, baiklah. Lain kali jangan tiba-tiba muncul dibelakangku begitu saja. Kau membuatku terkejut. Lagipula siapa yang tak terkejut melihat perempuan berleher panjang yang tiba-tiba muncul didekatnya hadeh.."
Akizumi mengikuti Yokai milik Ryuma menuju ke ruangan klub. Akizumi mengikuti Yokai tersebut hingga memasuki sebuah perpustakaan yang berada di lantai 3. Ketika berada didalam perpustakaan yang suasana nya tidak ada seorang pun disana karena kegiatan belajar masih berlangsung, Yokai milik Ryuma menekan sebuah buku, kemudian terbukalah rak buku yang besar itu bagaikan pintu rahasia.
"Aku baru tahu rak buku bisa menjadi pintu rahasia.."
Yokai milik Ryuma perlahan mulai lenyap menghilang begitu saja. Disaat yang bersamaan juga Akizumi memasuki ruangan rahasia tersebut. Rak buku yang menjadi pintu rahasia itu tiba-tiba tertutup otomatis dengan sendirinya.
"Yo, anggota baru kita!! Selamat datang di klub Para petarung Academy!! Kau adalah anggota kelima kami, Akizumi!!" Ryuma menyambut Akizumi dengan hangat.
Meski Ryuma mengatakan kini anggotanya sudah 5 orang, namun didalam ruangan tersebut hanya terlihat 3 orang yaitu Ryuma, Reina, dan Eisei.
"Tunggu sebentar. Kalau aku anggota kelima. Lalu kenapa di ruangan ini hanya ada tiga orang?" tanya Akizumi.
"Satu anggota kami yang lain adalah murid kelas dua. Dia cukup sibuk akhir-akhir ini dan jarang pergi ke ruangan klub. Nanti akan kuperkenalkan kepadamu kalau dia datang kemari.." ucap Reina sembari membaca sebuah novel romance.
"Oey, kalian bolos?"
"Kita bertiga mempunyai hak istimewa karena menjadi tiga murid terkuat di Academy ini. Meski kami bertiga bolos, itu tidak akan berpengaruh dalam nilai kami.." ucap Ryuma.
"Aku tidak percaya kalian membuat ruangan rahasia di perpustakaan.."
"Baiklah.. karena Akizumi sudah berkumpul. Maka ayo kita bahas rencana kita untuk kedepannya. Rencana untuk mengikuti tournamen antar negara.."
B E R S A M B U N G