
Hari ini adalah awal bagi para murid Academy kelas 1 mengikuti ujian Academy bertahan hidup di Hutan Angleleaf. Ujian yang berlangsung selama 7 hari ini akan mempengaruhi nilai kenaikan kelas. Meski ujian ini cukup penting untuk kenaikan kelas, namun para murid perempuan berketurunan bangsawan masih dibayang-bayangi oleh si pelaku pengkhianat yang mengirim surat ancaman.
Para dewan guru juga sudah menyelidiki tentang si pelaku pengkhianat tersebut, namun tidak ada hasil yang mereka dapatkan dalam penyelidikan itu..
Tentu saja para dewan guru tidak bisa menemukan si pelaku karena pikiran mereka sepenuhnya telah dimanipulasi oleh si pelaku, namun itu tidak berlaku bagi Hideshiro. Hanya 2 orang yang mengetahui identitas si pelaku, Hideshiro dan Akizumi. Namun, mereka berdua sama-sama mencari moment yang pas untuk meringkus si pelaku.
Kembali ke ujian bertahan hidup. Sesuai prosedur keamanan, puluhan drone akan dikerahkan ke hutan Angleleaf untuk mengawasi para murid demi keamanan.
2 jam sebelum ujian dimulai, para murid kelas 1 diwajibkan untuk datang terlebih dahulu demi mempersiapkan rencana dan strategi mereka bersama timnya sebelum masuk kedalam hutan Angleleaf.
Di dekat hutan Angleleaf, para dewan guru Academy sudah mendirikan sebuah Basecamp Area yang cukup besar, dimana Basecamp Area tersebut akan digunakan para murid kelas 1 untuk bertemu di titik kumpul sebelum keberangkatan memasuki hutan Angleleaf.
Beberapa tim yang sudah dibentuk sudah memasuki Basecamp. Terlihat tim dari kelas 1A yang datang terlebih dahulu ke Basecamp Area, yaitu Tim 1 yang diketuai oleh Hikari.
Hikari datang bersama dengan Mei, Niichi, dan Frank. Terlihat Mei yang sangat terlihat bersemangat sebelum ujian bertahan hidup dimulai, sedangkan Niichi dan Frank yang memasang raut wajah lemas layaknya zombie. Tentu saja Niichi dan Frank memasang ekspresi seperti itu karena dipaksa oleh Hikari untuk berangkat lebih awal. Jiwa kedisiplinan Hikari yang sangat tinggi membuat dirinya tak ingin datang terlambat sedetik pun.
"Akhirnya! Ujian bertahan hidup telah datang! Aku sudah tidak sabar melaju ke ujian kedua, ujian bertarung satu lawan satu!!" ucap Mei kegirangan bahagia.
Ketika Mei berekspektasi tinggi untuk melaju ke babak kedua ujian Academy, tiba-tiba saja ia menjadi sangat pesimis setelah melihat reaksi Niichi dan Frank yang tampak seperti zombie.
"Woy!!! Kalian bersemangatlah sedikit bodoh!!!" teriak Mei dengan nada kesal.
"Hadeh.. lihatlah. Tim kita yang baru pertama kali datang disini. Lagipula datang setengah jam lagi juga tidak membuat nilaimu berkurang. Aku masih mengantuk sialan.." ucap Niichi dengan nada lemas.
"Tidak boleh! Sebagai murid Academy kita harus disiplin!" ucap Hikari dengan tegas.
"Yalah-yalah.. jangan salahkan kami berdua kalau gagal ke ujian kedua-" ucap Frank.
"Tentu saja kalau gagal ke babak kedua karena salah kalian, tentu aku akan menebas kalian berdua tanpa ampun.." ucap Hikari sembari menunjukkan bogemnya didepan Niichi dan Frank.
"Siap, Hikari!"
"Kami bersiap untuk mengikuti ujian dengan serius!"
Dalam sekejap Niichi dan Frank menegakkan badannya lalu hormat seperti tentara militer kepada Hikari. Tentu saja mereka berdua ketakutan dengan Hikari, itu dikarenakan Niichi dan Frank yang hampir ditebas tanpa ampun oleh Hikari setelah mencoba untuk menggodanya pada awal masuk Academy.
Setelah kedatangan dari tim Hikari, beberapa tim dari kelas lain pun mulai berdatangan ke Basecamp Area. Seperti Tim dari kelas 1A, tim yang diketuai oleh Tatsuya.
Tatsuya, Manabu, Keiko, dan Helena berjalan memasuki Basecamp Area bersama. Terlihat Tatsuya yang bersikap cukup dingin, ia juga langsung disambut beberapa murid perempuan dari kelas lain karena kepopuleran dan ketampanan yang ia miliki.
Tatsuya mengacuhkan mereka semua dan bersikap tenang. Sementara Manabu dan Keiko langsung berlari menghampiri Frank, Niichi, dan Hikari.
"Frank!!! Niichi!!!" teriak Manabu.
"Hikari!!!" teriak Keiko.
Disisi lain, Helena sedikit cemas karena Evelyn tidak datang bersama dirinya. Sebagai pelayan serta pengawal dari Evelyn, Helena tak ingin ada siapapun yang melukai Evelyn. Meski sehari sebelumnya Evelyn sudah izin untuk berangkat bersama timnya, namun Helena masih tetap untuk mengkahwatirka Evelyn.
"Nona Evelyn!!! Kenapa kau belum datang!!"
Setelah itu beberapa tim kuat dari kelas lain juga sudah datang ke Basecamp Area, salah satunya adalah tim dari kelas B, kelas C, kelas G, dan kelas H.
Pertama dari kelas B yaitu Tim dari Kishida Aragaki yang beranggotakan murid-murid kuat seperti Hamaguchi Ryuzo, Kimura Keizo, dan Yoshizumi Mika. Mereka berempat adalah para jagoan dari kelas B.
Lalu yang kedua dari kelas C, tim dari Irvin Robbinson yang mempunyai anggota seperti Roussel Von Sebastian, Kylian Maxwell, dan Lisa Chevalier.
Kemudian tim dari Kelas G yaitu Tim yang diketuai oleh Rebecca MacGiolla yang mempunyai anggota seperti Clara Violetta, Takamura Kibo, dan Ken Chojiro.
Serta tim dari kelas H yaitu Tim yang digadang-gadang dimana salah satu anggotanya akan menjadi nomor 1 dalam ujian kali ini. Mereka adalah tim Shibayanagi Kazuya yang beranggotakan Morishita Yukari, Hirasaki Anzai, dan Denzel Valognes.
Tak berselang lama kemudian tim dari kelas B yaitu 3 pria bejat itu pun telah datang. Mereka bertiga juga masuk kedalam 1 tim yang sama, mereka adalah Steven Daniels, Jean Bradley, Drake Baxter, dengan 1 anggota lainnya yaitu Eddie Forsman.
Eddie Forsman sengaja dipilih oleh Jean masuk ke timnya, karena Jean sudah membayar pihak Academy untuk memasukkan Eddie kedalam timnya, tentu saja niat Jean memasukkan Eddie kedalam timnya hanya sebagai tukang suruh-suruh.
"Jean, bagaimana dengan seratus pembunuh bayaran itu?" tanya Steven.
"Tentu saja aku sudah membayar dan memerintahkan seratus pembunuh bayaran itu untuk menyusup kedalam Hutan Angleleaf secata diam-diam.." jawab Jean.
"Bagus, Jean. Tamatlah riwayat anak yang bernama Akizumi itu. Inilah akibatnya bila dia berani menentang orang-orang kaya seperti kita.." ucap Drake.
Eddie yang berjalan dibelakang Jean, Steven, dan Drake pun merasa ketakutan dan sedikit panik setelah mengetahui mereka membayar untuk membunuh murid di Academy, yaitu Akizumi.
Setelah itu, banyak tim lain juga yang datang ke Basecamp Area, seperti Tim yang diketuai oleh Nanako. Nanako datang bersama anggota timnya yaitu Ushijima, Mio, dan Julian. Sekitar 5 menit kemudian, tim yang diketuai oleh Hiroki juga telah tiba di Basecamp Area. Hiroki datang bersama dengan Akizumi, Evelyn, dan Shiori.
"Astaga ramai sekali disini. Bolehkah aku pulang dan tidak mengikuti ujian kali ini? Keramaian ini membuatku tidak nyaman.." ucap Akizumi dengan nada malas.
"Oyy, Sialan! Bersikaplah sedikit serius, Akizumi! Aku datang kesini dengan serius agar bisa masuk ke ujian kedua!!" ucap Hiroki dengan nada tinggi.
"A-a-a-a-a-a-aku sangat bersemangat!!" ucap Shiori. Bertolak belakang dengan kata-kata yang ia ucapkan, Shiori tampak gugup dan ketakutan saat melihat keramaian.
"Oey, Shiori.. Apa kau tidak apa-apa? Kau terlihat sangat buruk kali ini." ucap Hiroki yang terlihat cukup pasrah dengan timnya.
"T-ti-tidak apa-apa!!!"
"Astaga.. gini amat punya tim. Akizumi memang kuat tapi dia tak menunjukkan sikap serius sama sekali. Shiori yang gugup dan penakut, serta Evelyn putri bangsawan yang selalu dikawal oleh Helena. Awalnya aku yakin kalau dia kuat, tapi perasaanku mengatakan Evelyn ini tidak sekuat yang aku kira.. pupus sudah harapanku untuk melaju ke ujian babak kedua.." batin Hiroki yang sangat amat ingin menangis melihat kondisi timnya.
Disaat yang bersamaan juga, Nagisa datang sendirian ke Basecamp Area dengan meninggalkan timnya yang masih jauh dibelakang. Terlihat mata kiri Nagisa sudah kembali ke warna biru. Nagisa berlari menghampiri Akizumi sembari menyapanya juga.
"Akizumi!!!"
"Oh, Nagisa. Kenapa sendirian? Dimana anggota timmu?" tanya Akizumi.
"Masih dibelakang sana. Aku berlari kesini karena terlalu bersemangat. Akizumi semangat!" jawab Nagisa.
"A-ah, tentu saja. Tentu saja aku tidak serius dalam ujian ini, mungkin aku akan menyerah agar aku bisa pulang-" ucap Akizumi.
"Akizumi brengsek!! Takkan kubiarkan kau menyerah segampang itu!!!" teriak Hiroki dengan nada marah.
"Aku hanya bercanda, Hiroki." ucap Akizumi, "Kau juga harus bersemangat, Nagisa."
"Tentu saja aku bersemangat." ucap Nagisa, "Akizumi, apa benar nama depanmu Einishimaru, Akizumi?" tanya Nagisa.
"Nama depanku? Ya, itu benar. Namaku Einishimaru Akizumi.." jawab Akizumi sembari tersenyum palsu, ia menyadari bahwa berbohong saat menjawab pertanyaan Nagisa.
"Baiklah kalau begitu, Akizumi. Semoga kau beruntung! Bye-bye!" Nagisa berjalan pergi meninggalkan Akizumi sembari melambai-lambai tangannya kepadanya, "Kau berbohong padaku, Akizumi. Kenapa kau membohongiku? Apa kau membenciku??"
Saat berjalan raut wajah Nagisa yang terlihat bahagia tiba-tiba saja berubah menjadi tatapan kosong, disaat yang bersamaan juga mata kirinya yang berwarna biru berubah menjadi warna merah seperti mata kanannya.
Kini Nagisa telah dikuasai oleh kepribadian jahat sepenuhnya, "Akizumi, kau terlihat begitu keren dan tampan, aku juga mencintaimu, tapi sayang sekali, kau harus aku bunuh karena telah berbohong kepadaku."
Nagisa menunduk sembari tersenyum sinis.
"Cinta adalah kematian.."
B E R S A M B U N G