Heavenly Titania

Heavenly Titania
Chapter 4 - Kelas 1A.



Gedung ketiga Academy. Terlihat Hikari yang berjalan di koridor lantai 3 menuju kelas 1A. Saat ini Hikari adalah siswi kelas 1A. Westness Highschool Academy mempunyai 8 kelas yang masing-masing diisi sebanyak 16 murid.


Gedung ketiga Academy ini mempunyai 4 lantai. Lantai 1 yang hanya dijadikan tempat loker bagi para murid serta terdapat beberapa ruangan pribadi dari para guru. Untuk lantai 2 ini diisi oleh 4 kelas, yaitu kelas 1E, 1F, 1G, dan 1H. Lalu lantai 3 diisi oleh sisa 4 kelas lainnya yaitu kelas 1A, 1B, 1C, dan 1D. Sementara itu lantai 4 terdapat ruangan perpustakaan, ruangan aula, kantin, dan ruangan rapat para guru. Di lantai 4 juga terdapat tangga yang menghubungkan langsung ke atap gedung.


Selama jam istirahat banyak dari siswa-siswi yang menuju ke atap untuk makan siang, melihat pemandangan, dan sebagainya. Dan tentunya di setiap sisi-sisi atap terdapat pagar pembatas agar para murid tetap aman.


Beberapa saat kemudian. Akhirnya Hikari sudah sampai di depan kelas 1A. Hikari pun berjalan memasuki kelas dan hanya terlihat beberapa murid yang sudah memasuki kelas.


"Hellow, Hikari! Aku mendengar gosip terbaru loh! Katanya di kelas kita ada murid pindahan! Aku penasaran siapa murid pindahan itu!!"


Ashiwa Keiko. Perempuan berambut panjang sedikit bergelombang berwarna coklat. Keiko adalah teman baik Hikari. Sifatnya yang mudah bergaul dengan seseorang membuat dirinya mudah mendapatkan teman. Selain itu, Keiko ini cukup ahli dalam hal mencari informasi atau rumor yang tersebar di sekolah Academy. Hal yang dia suka adalah menggosip, dan membahas cowok tampan yang populer.


"Murid pindahan ya? Kau dapat informasi darimana, Keiko?" Hikari juga berfikir bahwa kekuatan Keiko dalam mencari informasi benar-benar diluar nalar.


"Aku tak sengaja mendengarnya saat melewati ruang guru di lantai satu. Mereka mengatakan bahwa murid pindahan itu bolos dihari pertamanya.."


"K-kau menguping ya, Keiko."


"Tcih. Apa istimewanya murid pindahan itu. Aku yakin dia bisa masuk ke Academy ini karena gerakan orang dalam."


Hayakawa Hiroki. Pemuda berambut panjang berwarna hitam pekat, karena saking panjangnya, ia pun harus mengikat rambut panjangnya itu kebelakang. Dia juga memiliki wajah seperti preman serta tato segitiga dibawah bibir kirinya. Sifatnya keras kepala, dan suka mencuri makanan saat di kantin. Sudah beberapa kali Hiroki mendapatkan surat peringatan dari kepala sekolah karena mencuri makanan di kantin.


"Sebaiknya kau diam saja, Hiroki bodoh! Kau tak tahu apapun tentang murid pindahan itu!" ucap Keiko memasang wajah tegas.


"Hah?! Untung kau ini wanita. Kalau cowok, pasti akan kuhajar kau!!"


"Bicara apa kau, Hiroki bodoh?!!"


Setiap harinya Hiroki dan Keiko tidak pernah akur. Mereka berdua selalu bertengkar karena masalah sepele. Beberapa saat kemudian, 2 perempuan masuk kedalam kelas.


Hiroki tersenyum licik ke arah 2 perempuan tersebut, "Tuan putri dan pelayannya sudah datang lebih awal dari biasanya, ya."


Salah satu perempuan itu langsung bergerak cepat ke arah bangku Hiroki sembari menodongkan pisaunya ke leher Hiroki.


"Oit, singkirkan benda berbahaya itu kepadaku. Apa kau sama sekali tidak peduli membunuh murid lain ketika masih didalam jangkauan Academy.." Hiroki memasang wajah panik.


"Ya. Aku tidak peduli. Selama hal yang aku lakukan ini untuk melindungi Tuan Putri Eleonora!"


"Sudah cukup, Helena. Hentikan itu. Jangan memperdulikannya."


Eleonora Evelyn. Dia adalah putri dari Kerajaan Rivermist, Kerajaan sahabat dari Kerajaan Euthoria. Evelyn mempunyai rambut panjang sampai pinggang berwarna pirang. Evelyn mempunyai sifat yang wibawa, dan tegas, Dia juga sosok yang cukup ceria bila bersama teman yang mempunyai 1 pikiran yang sama dengannya.


"Baiklah, Tuan Putri Eleonora. Kalau saja Tuan Putri tidak menghentikanku, maka tamatlah riwayatmu, Hiroki!"


Helena Gloria. Dia adalah pelayan yang diutus Kerajaan Rivermist untuk masuk ke Academy bersama Evelyn. Selain belajar, tugasnya juga mengawal Evelyn dari ancaman-ancaman musuh. Sifatnya yang sangat waspada, dan tidak kenal ampun bila Evelyn dilukai oleh seseorang. Meski begitu Helena adalah sosok perempuan yang baik.


"Baiklah-baiklah.." Hiroki mengeluarkan keringat dari dahinya.


Kemudian, 3 orang murid lainnya juga masuk kedalam kelas. Mereka bertiga adalah Frank Naughtonn, Shogo Manabu, dan Shimo Niichi. Mereka bertiga ini adalah anggota dari gang kelas 1A yang diketuai oleh Hiroki, yang juga teman sekelasnya. Mereka bertiga sama-sama mempunyai sifat berandalan, tapi lemah terhadap wanita.


Frank Naughtonn, mempunyai rambut pendek hitam lancip-lancip seperti anak punk. Meski Frank mempunyai sifat yang berandalan, tapi hal yang dia sukai adalah sesuatu yang mempunyai unsur keimutan. Dia juga anak yang cukup baik karena suka menolong nenek-nenek.


Lalu, Shogo Manabu. Pria berambut botak yang hobinya suka menggoda cewek-cewek cantik. Meski dia juga mempunyai sifat berandalan, namun Manabu takkan memaafkan siapapun yang membuat wanita menangis.


Kemudian, Shimo Niichi. Pria berambut biru. Sifatnya tak jauh beda dengan Hiroki. Namun dia menjadi anak buah Hiroki karena kalah kuat oleh Hiroki. Hal yang paling ia takuti adalah hantu.


"Yo, Boss Hiroki! Ada apa ini, kenapa pagi-pagi sudah ribut seperti ini!!" ucap Frank.


"Bilang saja, Boss!! Aku akan membuat para pecundang itu membayar akibatnya karena telah menganggu Boss!!" ucap Manabu dengan nada kencang.


"Yeah!!!!!" teriak Niichi.


"Kalian bertiga ini.. Apa kalian tidak bisa tidak berisik setiap kali masuk kelas?!" Hikari memasang raut wajah kesal sembari menunjukkan kepalan tangannya kepada mereka bertiga.


"Ya. itu benar. Mereka bertiga ini benar-benar sangat berisik!" Keiko juga sama kesalnya dengan Hikari.


"Hikari-cwann!!! Keiko-cwan!! Pagi ini kalian luar biasa dan benar-benar sangat kuawaiii!!! Kalian berdua jadilah pacarku-" teriak Manabu.


"Enyahlah, Manabu!!!!!" Keiko langsung memukul wajah Manabu hingga terpental keluar dari kelas.


"Uaghhh!!! Pukulan cinta dari Keiko-cwan!!!" Karena pukulan keras itu, hidung Manabu mengeluarkan banyak darah.


"Menyeramkan.." ucap Niichi dan Frank secara bersamaan.


Kemudian datanglah siswa lain yang masuk kedalam kelas. Dia berjalan sembari memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya. Dia adalah Nishihara Tatsuya. Mempunyai rambut merah dan tampan. Bahkan aura badasnya juga terpancar begitu kuat. Sifatnya yang dingin dan juga sombong, dia cukup banyak dibenci oleh murid laki-laki dan menjadi primadona bagi murid perempuan.


"Brengsek. Kenapa aku harus sekelas dengan dirimu cuih, dasar sok tampan." ucap Hiroki dengan nada sinis.


"Huh? Masalah? Bukan hanya soal ketampanan, kekuatan dari pecundang sepertimu saja takkan bisa mengalahkanku yang mempunyai darah bangsawan.." ucap Tatsuya dengan nada sinis.


"Sialan. Andai aku bisa lebih kuat. Aku pasti akan menghajarmu, Tatsuya brengsek."


"Ya. Kau butuh seratus tahun agar bisa mengalahkanku."


"Tcih!!"


Setiap paginya dia hanya mengamati suasana kelas yang ramai. Oleh karena itu, Julian selalu menggunakan headset dan menggunakan masker agar dirinya tidak terlalu menonjol dihadapan murid-murid yang lain.


Selang beberapa menit kemudian..


Morikawa Nanako datang memasuki kelas bersama dengan Ikagawa Mio. Mereka berdua adalah cewek paling populer di kelas 1 dan menjadi idola dari para murid laki-laki.


Morikawa Nanako, perempuan berambut panjang sedikit bergelombang berwarna hitam keemasan. Sifatnya yang tegas, murah senyum, dan dapat bergaul dengan siapapun, hal ini membuat Nanako ditunjuk sebagai ketua kelas. Sementara yang ditunjuk wakil kelas adalah Hikari.


Ikagawa Mio, perempuan berambut pendek berwarna biru muda. Sifatnya yang kalem, ceria, dan murah senyum, hal ini membuat dirinya menjadi idaman para murid laki-laki.


Nanako yang populer karena pesona kecantikannya dan sifat tegasnya, sementara Mio populer karena pesona kecantikannya dan sifat kekalemannya.


"Nanako-cwann!!! Mio-cwannn!!! Jadilah pacar-" teriak Manabu.


"Enyahlah!!!!!" Keiko kembali memukul kepala Manabu hingga terpental kembali keluar kelas.


Manabu pun terkapar dengan banyak benjolan di kepalanya.


Lalu, murid-murid lain juga datang.


Mei Xiaoling, perempuan yang mempunyai model rambut dengan belahan rambut poninya yang dikepang membentuk bulat di kedua sisi. Sifatnya cukup ceria, pandai berteman. Dan keahliannya adalah mencontek.


Setelah Mei masuk kedalam kelas, kemudian disusul oleh Umehara Shiori yang berjalan masuk kedalam kelas.


Umehara Shiori, perempuan berambut pendek berwarna hitam dan mengenakan kacamata. Sifatnya yang mudah gugup membuat dirinya cukup sulit berkomunikasi. Hal yang paling ia sukai adalah kesendirian.


"Se-selamat pagi~" ucap Shiori dengan nada gugup.


"Sialan kau, Keiko!"


"Huh?! Diamlah Hiroki!!!"


Karena suasana di kelas cukup ramai, Shiori yang mengucapkan selamat pagi kepada teman-temannya pun tidak didengarkan dan membuat dirinya semakin gugup dan ketakutan bahkan sampai salah tingkah. Lalu, Shiori pun berlari bergegas menuju ke bangkunya.


Dan yang terakhir adalah Akechi Ushijima. Ushijima mempunyai rambut pendek berwarna hitam, sifatnya pendiam, cuek, dan merasa bodoh amat dengan semua orang. Meski begitu, dia juga merupakan salah satu murid terkuat di kelas.


Semua murid kelas 1 akhirnya telah memasuki kelas. Hingga beberapa saat kemudian bel Academy yang menandakan jam pelajaran dimulai pun mulai terdengar.


Wali kelas mereka yang bernama Kuranaga Aiyama pun memasuki kelas.


Kuranaga Aiyama. Walikelas kelas 1A. Sosok pria berambut putih, tampan, dia juga menjadi idola bagi murid-murid cewek di Academy.


"Hari ini ada murid pindahan. Jadi kalian semua bersikap baiklah kepadanya ya, buat dia betah dikelas ini ya.." ucap Aiyama Sensei sembari tersenyum lembut.


"Baik!!"


Keiko yang bangkunya bersebelahan dengan Hikari pun mengatakan sesuatu kepada Hikari secara berbisik-bisik.


"Hikari, apa menurutmu murid pindahan ini mempunyai wajah yang tampan?"


"E-entahlah.." Hikari sedikit gugup saat menjawabnya.


"Baiklah, murid pindahan, silahkan masuk ke kelas." perintah Aiyama Sensei.


Setelah itu, Akizumi pun langsung membuka pintu kelas dan berjalan masuk kedalam kelas 1A. Akizumi berdiri disamping Aiyama Sensei.


Setelah melihat Akizumi masuk kedalam kelas, reaksi dari para murid pun berbeda-beda.


"Perkenalkan dirimu, nak.."


"Perkenalkan Namaku Akizumi. Aku adalah murid pindahan. Aku tidak mempunyai kekuatan sama sekali, aku hanya murid biasa dan entah kenapa aku bisa masuk ke Academy yang elite ini.."


Akizumi memperkenalkan dirinya dengan nada santai. Akan tetapi, respon dari para murid cukup terkejut setelah mendengar perkataan Akizumi bahwa dia hanya murid biasa yang tak punya kekuatan.


"Huh? Murid biasa? Tak punya kekuatan? Yang benar saja, sialan!!!" teriak Hiroki dengan nada kesal.


Hiroki, Niichi, Manabu, dan Frank sangat kesal terhadap Akizumi karena mengaku tidak punya kekuatan tetapi bisa masuk kedalam Academy Elite. Sementara itu, Julian, Mei, dan Ushijima tak memperdulikan perkataan Akizumi.


Sama seperti Hiroki, Tatsuya juga merasa kesal dan langsung memasang tatapan sinis kepada Akizumi, "Murid biasa, ya? Bahkan itu lebih buruk dari murid lemah. Jangan sampai kau dijadikan babu oleh Hiroki dan gank nya." ucap Tatsuya dengan nada pelan.


"Kalian semua!!! Diamlah!! Meski Dia hanya murid biasa, kita tak boleh bersikap keras kepadanya! Bersikap biasalah kepadanya!!" ucap Nanako dengan tegas, sebagai ketua kelas dia merasa wajib untuk membuat kondusif suasana kelas.


"Heeeee!! Murid biasa, ya? Tidak punya kekuatan juga. Tapi dia cukup tampan, benarkan, Hikari?"


"Tidak, Keiko." jawab Hikari. Ekspresinya benar-benar sangat terkejut ketika Akizumi mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai kekuatan.


"Ada apa Hikari? Kenapa wajahmu terkejut begitu?"


"Akizumi mengaku bahwa dia tidak punya kekuatan. Lantas, kenapa waktu itu dia berhasil menahan serangan pedangku hanya dengan satu tangannya saja. Sepertinya Akizumi menyembunyikan sesuatu.." batin Hikari.


B E R S A M B U N G