
"Sudah waktunya jam pelajaran. Jadi kalian harap diam, ya. Aku akan menjelaskan sedikit tentang sesuatu. Setelah itu kalian bebas melakukan apa saja karena para guru akan melakukan rapat ujian." ucap Aiyama Sensei.
"Wuih.. jadi bakal jam kosong sampai pulang, Aiyama-Sensei?" tanya Niichi.
"Ya. Khusus hari ini akan banyak jam kosong."
"Yeah!!!"
"Akizumi, silahkan menuju ke bangku yang kosong itu." Aiyama Sensei menunjuk ke arah bangku kosong tempat paling pojok, dan tentunya di dekat jendela.
"Baik, Sensei.."
...****************...
INFORMASI DENAH BANGKU KELAS.
[B1. ]. [B2. ] [B3. ] [B4. ]
[B5. ]. [B6. ]. [B7. ]. [B8. ]
[B9. ]. [B10 ]. [B11] [B12]
[B13]. [B14]. [B15]. [B16]
B1 \= Julian.
B2 \= Evelyn.
B3 \= Mio.
B4 \= Frank.
B5 \= Ushijima.
B6 \= Helena.
B7 \= Niichi.
B8 \= Manabu.
B9 \= Hikari.
B10 \= Keiko.
B11 \= Nanako.
B12 \= Hiroki.
B13 \= Akizumi.
B14 \= Shiori.
B15 \= Tatsuya.
B16 \= Mei.
Note: B \= Bangku. Bangku 1, bangku 2, dst.
...****************...
Akizumi berjalan menuju ke tempat bangku miliknya. Tepatnya di belakang pojok kiri disamping jendela, dan tepat dibelakang Hikari.
Hikari masih terus kepikiran dengan perkataan Akizumi yang mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai kekuatan sama sekali seperti murid-murid lainnya. Hikari menoleh ke arah Akizumi. Hikari mengatakan sesuatu kepada Akizumi dengan nada pelan.
"Akizumi, kau tadi tidak berkata serius kan? Kau pasti punya kekuatan-"
"Punya atau tidak itu bukan urusanmu, Hikari. Biarkan waktu yang menguak fakta itu benar atau salah."
"Oi! Jawabanmu sangat aneh! Awas saja nanti kalau Sensei sudah keluar!!" Hikari berkata dengan raut wajah geregetan.
Keiko yang duduk disebelah bangku Hikari pun melihat dan mendengar pembicaraan mereka berdua. Keiko memiringkan kepala karena kebingungan.
"Oi, Hikari. Sepertinya kau sudah akrab dengan Akizumi. Apa dia kenalanmu?" tanya Keiko dengan nada pelan.
"Hmmph. Sepertinya kau menyembunyikan sesuatu dariku, Hikari." Keiko menyipitkan kedua matanya dan menatap tajam Hikari.
"K-Keiko.."
Aiyama Sensei menulis sesuatu di papan tulis dan sontak semua mata murid langsung tertuju kepapan tulis. Aiyama Sensei menulis 1 kata yaitu "Qi"
"Qi. Kali ini aku akan menjelaskan tentang Qi, energi Qi kepada kalian semua. Jadi diam dan amati. Karena, selama kalian bisa menguasai Qi, kalian akan bisa memaksimalkan potensi bertarung kalian.."
Qi adalah sebuah energi yang terdapat dalam diri manusia. Semua orang punya Qi. Bahkan manusia biasa tanpa kekuatan spesial juga punya Qi didalam diri mereka. Banyak dari masyarakat di dunia yang tidak memiliki kekuatan spesial dari Gen, mereka akan menggunakan potensi Qi untuk bertarung.
Namun, untuk mengeluarkan potensi Qi di dalam diri manusia sangatlah sulit, sangat dibutuhkan latihan keras agar bisa mengeluarkan energi Qi dari dalam tubuh lalu memanifestasikannya menjadi sebuah bentuk serangan maupun pertahanan.
Bila manusia sudah bisa melatih Qi mereka, tentu akan banyak potensi yang mereka maksimalkan untuk bertarung tanpa menggunakan kekuatan spesial dari Gen alami. Salah satunya melapisi tangan dengan Qi untuk meninju musuh. Bila damage yang diterima saat memukul musuh tanpa menggunakan Qi adalah 10 point, maka ketika mereka menggunakan Qi untuk memukul musuh, maka musuh akan menerima damage sebanyak 20 point.
Bahkan, bila manusia terus melatih Qi mereka ke tahap-tahap yang lebih lanjut, maka damage yang bisa diterima musuh bisa berkali-kali lipat.
Selain itu Qi juga bisa digunakan untuk melapisi seluruh tubuh, hal ini berfungsi untuk mempercepat pergerakan bahkan menjadi perisai yang kuat untuk melawan kekuatan musuh. Semakin sering Qi dilatih, maka potensi Qi orang tersebut akan semakin terlihat, bahkan ketingkat yang lebih tinggi.
Nanako mengangkat tangannya dan bertanya sesuatu kepada Aiyama Sensei, "Sensei, seperti apa potensi Qi yang lebih tinggi itu?"
"Bagaimana ya? Bahkan aku sendiri jarang menemui orang yang bisa menggunakan Qi tingkat tinggi di lingkungan masyarakat, kecuali beberapa orang dari lingkungan militer."
"Apa selangka itu orang yang bisa menggunakan Qi tingkat tinggi, Sensei?"
"Benar. Karena untuk menuju ke tahap yang lebih tinggi, seseorang harus melakukan latihan yang sangat berat. Aku pernah mendengar bahwa ada seseorang yang bisa menggunakan Qi ke tahap yang lebih tinggi yaitu Einingger Izuyama, Frederick, Dokter Hideshiro, dan Nishina Arisa."
"M-mereka berempat kan yang berperan penting dalam peristiwa kelam delapan tahun lalu, kan Sensei?!" tanya Manabu dengan bersemangat.
"Benar sekali. Tiga diantara mereka yang diberi gelar Pahlawan Kerajaan, namun sayang sekali Einingger Izuyama gugur dalam pertempuran saat itu, dan membuat Kerajaan Euthoria kehilangan salah satu kekuatan Titania."
"Hikari, Hikari. Frederick itu ayahmu kan?" tanya Keiko dengan nada pelan.
"Benar sekali! Suatu saat aku juga ingin menjadi pahlawan Kerajaan seperti ayahku!" jawab Hikari dengan bersemangat.
Sementara itu Akizumi memalingkan pandangannya keluar jendela sembari menyandarkan dagunya ke salah satu telapak tangannya setelah Aiyama Sensei membahas tentang peristiwa kelam yang melibatkan dirinya tersebut.
"Aniki.." batin Akizumi.
Hikari menyadari Akizumi yang tiba-tiba memasang raut wajah murung. Cukup lama Hikari melirik ke arah Akizumi, lalu ia mengalihkan pandangannya kembali ke papan tulis.
"Hebat!!! Aku ingin melatih Qi ku agar bisa menjadi sosok yang kuat!!!" teriak Mei dengan penuh percaya diri.
"Jangan mimpi, Mei." ucap Hiroki.
"Berisik, dasar pria berwajah preman!!"
"Apa katamu?!!"
Aiyama Sensei kembali menjelaskan sesuatu.
"Seseorang yang bisa menggunakan Qi tingkat tinggi, maka orang itu pasti bisa menggunakan salah satu potensi Qi yang bernama Qi Conqueror.."
"Q-Qi Conqueror?! Aku baru mendengarnya!!" ucap Manabu.
"Manifestasi dari Qi Conqueror adalah orang tersebut bisa menciptakan seperti kilat petir berwarna hitam untuk menyerang bahkan menahan serangan musuh dengan mudah."
Mendengar penjelasan tersebut, Hikari pun tiba-tiba flashback ketika saat pertama kali ia bertemu Akizumi dan menyerangnya dengan teknik pedangnya, namun saat itu Akizumi berhasil menahan serangan pedangnya dengan mudah. Sekilas, Hikari langsung menatap Akizumi dengan raut wajah kesal sembari menggembungkan pipinya.
"Hmphh.. Grrrr..."
"Ada apa? Apa ada yang salah denganku, Hikari?" tanya Akizumi.
Keiko melihat Moment antara Akizumi dan Hikari tersebut dan ia pun menaruh rasa curiga terhadap mereka berdua, "Apa yang sebenarnya terjadi diantara Akizumi dan Hikari? Aku harus menyelidiki hal ini secara diam-diam.." batin Keiko.
Aiyama Sensei melihat jam tangannya, "Baiklah. Sepertinya aku hanya sampai disini saja menjelaskannya. Besok kita akan lanjut lagi pembahasan. Para guru akan melakukan rapat, jadi kalian bebas melakukan apa saja asal tidak melakukan perbuatan onar, bye bye.." Aiyama Sensei tersenyum lebar kemudian berjalan keluar dari kelas.
"Yosha jamkos!!! Saatnya merasakan kebebasan, yahoo!!!" teriak Frank dengan sangat bersemangat.
B E R S A M B U N G