Heavenly Titania

Heavenly Titania
Chapter 41 - Illusion Eye.



...Ujian bertahan hidup hari ketiga....


Sementara itu di Basecamp Area.


Terlihat beberapa staff yang bertugas memonitoring jalannya ujian bertahan hidup merasa sangat panik. Lantaran koneksi dari monitor dan drone yang telah disebar kedalam hutan terputus begitu saja sejak pertama kali si Pengkhianat menggunakan kekuatan Hacknya.


Sudah cukup lama para staff berlarian kesana dan kemari tanpa arah yang jelas setelah mengetahui drone cadangan yang berada di gudang di basecamp Area telah dihancurkan tanpa sepengetahuan mereka. Para staff juga tidak mengetahui bahwa Kepala Sekolah Tzegyr, Wakil Kepala Sekolah Naivara, Dokter Hideshiro dan beberapa orang kepercayaan telah berada di ruang rahasia yang tidak diketahui oleh mereka, para staff.


Tentu saja Tzegyr memilih untuk diam dan merahasiakan hal ini ditengah-tengah paniknya para staff. Di dalam ruangan rahasia, Tzegyr dan yang lainnya juga bisa melihat kondisi di dalam Basecamp Area yang dipenuhi kepanikan dari pada staff.


"Gawat! Semua drone cadangan telah dihancurkan!"


"Hubungi tuan Tzegyr!"


"Kalau begini, kita tidak akan bisa melihat apa yang terjadi dengan jalannya ujian!"


"Hallo, tuan Tzegyr?! Nona Naivara?! Sial! Mereka berdua tidak menjawab telepon!"


Tzegyr hanya tersenyum jahat ketika melihat kepanikan dari pada staff didalam ruangan rahasia. Sementara Hideshiro yang melirik ke arah Tzegyr sembari menepuk jidatnya setelah melihat kelakuan Tzegyr.


"Oi, Tzegyr-san. Setidaknya katakan sesuatu kepada mereka semua agar tidak panik Seperti ini.." ucap Hideshiro.


"Tidak usah. Lagipula melihat tingkah konyol mereka itu bisa membuatku tertawa!" ucap Tzegyr, kemudian ia tertawa terbahak-bahak.


"Hadeh, kau ini benar-benar kelewatan. Aku jadi kasihan dengan para staff itu.." ucap Hideshiro, "Setidaknya beri pengumuman sesuatu agar mereka tidak panik-"


"Jduakkk!!!" Tzegyr kembali menjitak kepala Hideshiro dengan cukup keras.


"Aghh!! Kenapa kau menjitakku lagi, Tzegyr-san!"


"Jangan banyak bacot! Cukup nikmati saja!"


Kemudian, Tzegyr mengamati ke sebuah monitor yang memperlihatkan kedelapan wali kelas. Mereka semua memasang tatapan kosong layaknya zombie. Tzegyr pun menggeleng-gelengkan kepalanya sembari mengelus-elus janggut putih panjangnya.


"Para wali kelas ternyata sudah berada dalam pengaruh kekuatan milik si Pengkhianat itu. Kita takkan bisa menyadarkan mereka dengan cara biasa, satu-satunya cara untuk menyadarkan mereka adalah hanya dengan mengalahkan si pengkhianat tersebut." ucap Naivara.


"Kau benar, Naivara. Lagipula aku kita semua yang berada disini telah mengetahui trik murahan yang mereka gunakan untuk mengelabuhi semua orang. Si Pengkhianat itu terlalu meremehkanku. Aku bisa saja mengalahkan dia dalam sekejap, tapi itu tidak akan seru bila seorang antagonis kalah terlalu cepat huahahaha!!!" Tzegyr tertawa terbahak-bahak kembali.


Sementara itu didalam hutan Angleleaf.


"Sebuah takdir akhirnya bisa bertemu dengan kelas A disini. Sejak awal aku berniat menghancurkan kelas A agar tidak bisa mengikuti ujian kedua, ini tentu saja akan membuat reputasi kelas A rusak!"


"Kishida Aragaki. Kau dikenal banyak murid karena rival dari Tatsuya. Tapi, jangan kira kelas A itu akan mampu kau kalahkan dengan mudah. Semua murid kelas A sudah bertekad untuk melaju ke ujian kedua.." ucap Ushijima.


Saat sedang menyusuri hutan, secara tak sengaja Tim dari Nanako berpapasan dengan tim dari Aragaki. Aragaki yang sejak awal sudah mengincar kelas A, kini pun ia tak perlu bersusah payah kembali untuk mencarinya. Karena yang mereka incar sudah berada di depan mata.


"Semuanya bersiap pada posisi! Mereka adalah tim yang telah diunggulkan sejak awal! Jangan sampai lengah!" perintah Nanako. Dia memberi arahan kepada rekan satu timnya.


"Aku akan mencoba untuk menganalisis dan mencari celah, kelemahan mereka!" ucap Mio.


"Kishida Aragaki, kuharap kau memberikan perlawanan yang bagus." ucap Ushijima.


"Oey, Ushijima! Seharusnya aku yang berkata begitu. Murid-murid kelas A dijuluki sebagai kelas terkuat hanya karena digendong nama Tatsuya! Aku tak perlu khawatir kalah untuk menghadapi kalian!" ucap Aragaki.


"Sudah lama aku tidak meremukkan badan manusia." ucap Keizo.


"Dalam ujian tahun ini, murid kelas B lah yang akan menjadi juaranya.." ucap Mika.


Disisi lain, terlihat suhu tubuh Julian yang perlahan menjadi sangat dingin. Bahkan, suhu dingin yang ia keluarkan membuat pijakan tanah beserta tanah yang disekitarnya menjadi membeku.


Tatapan mata Julian begitu tajam. Julian menggerakkan tangan kanannya kebelakang, lalu mendorongnya ke depan ke arah Aragaki dan rekan-rekannya berada, "Ice Strong!!!" Dalam sekejap gundukan es tajam muncul dari tanah yang membeku dan bergerak ke arah Aragaki dan yang lainnya.


Aragaki mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah Ice Strong milik Julian. Kemudian, telapak tangannya itu menciptakan gelembung cahaya, "Shock Wave!!!" Gelembung cahaya tersebut adalah gelombang kejut yang telah diciptakan oleh Aragaki.


"Blarrrr!!!!!" Gelombang kejut yang diciptakan oleh Aragaki berhasil menghancurkan serangan es yang dilesatkan oleh Julian.


Kishida Aragaki.


Kekuatannya adalah Shock Wave atau gelombang kejut. Aragaki bisa menciptakan gelombang kejut untuk menyerang lawan. Kekuatannya cukup berbahaya, karena semakin frekuensi gelombang kejut yang ia ciptakan semakin kuat, maka daya serang yang dihasilkannya juga semakin besar.


Sementara itu, Mio mengambil beberapa kerikil yang berada di tanah, lalu melesatkannya ke arah Aragaki, "Bofff!!!" Kerikil-kerikil tersebut berubah menjadi ular king cobra yang sangat mematikan.


"Heaven wings!!!" Mika menciptakan ratusan bulu burung hingga terciptalah sepasang sayap besar yang berada di kedua pundaknya, "Wind Effect.." Mika mengepakkan sayap besarnya hingga menciptakan hembusan angin yang sangat kencang.


Ular king cobra yang mengarah ke Aragaki pun terhempas jauh ke udara.


Yoshizumi Mika.


- Kekuatannya adalah Feathers ( Bulu )


Mika dapat menciptakan puluhan, ratusan, hingga ribuan bulu burung dalam sekejap lalu memanipulasinya sesuai apa yang ia inginkan, seperti membuatnya menjadi senjata, hingga menciptakan sayap untuk dirinya dari bulu-bulu tersebut.


"Takkan kubiarkan kau melukai Aragaki!" tegas Mika.


Lalu, disaat yang bersamaan, Ushijima melompat ke udara lalu meraih tangkai pohon besar yang berada di dekatnya. Ushijima berlari dan melompat dari pohon satu ke pohon lainnya untuk mendekat ke arah Aragaki dan rekan-rekannya.


Mika yang melihat Ushijima hendak mendekat ke arah Aragaki pun langsung terbang ke arah Ushijima sembari melesatkan bulu burung yang tajam ke arahnya, "Feather Knife!"


Ushijima melompat ke tanah dari atas pohon untuk menghindari serangan Mika, "Ilusion Eye.." Mata Ushijima seketika berubah seperti mata kucing. Kemudian gelombang ilusi transparan muncul dari kedua mata Ushijima lalu menyebar luas dengan dirinya sebagai titik pusatnya.


Ushijima berlari biasa ke arah Aragaki. Namun Aragaki, Mika, Ryuzo, dan Keizo melihat Ushijima seperti sedang berlari dari segala arah. Ini adalah efek dari kekuatan mata ilusi milik Ushijima.


"Apa yang sebenarnya terjadi?! Apa kekuatannya adalah Cloning?" Aragaki yang belum mengetahui kekuatan asli dari Ushijima pun mengira bahwa kekuatan Ushijima adalah Cloning. Dia dan rekan-rekannya melihat Ushijima dalam jumlah banyak sedang berlari ke arahnya.


Ushijima.


Kekuatannya adalah Ilusion Eye atau Mata Ilusi. Matanya dapat menciptakan ilusi zone. Siapapun yang masuk dalam jangkauan ilusi zone milik Ushijima, maka orang tersebut akan melihat berbagai macam ilusi yang telah diciptakan oleh Ushijima. Kekuatan Ushijima juga terbilang sangat berbahaya karena bisa merusak psikologis musuh.


Karena pengelihatan Aragaki dan rekan-rekannya terkena Ilusion Zone, mereka kebingungan dengan banyaknya Ushijima lalu Ushijima pun memanfaatkan hal ini untuk melesatkan pukulan telak kepada Aragaki, Ryuzo, dan Keizo, "Buaghh!! Buaghh!! Buagh!!"


"Inilah akibatnya bila terlalu meremehkan kelas A. Bahkan cukup diriku sendiri saja bisa menyerang kalian bertiga!" ucap Ushijima.


B E R S A M B U N G