
Pihak Academy memutuskan untuk meliburkan murid-murid kelas 1A selama 3 hari sebelum ujian pertama, yaitu ujian bertahan hidup di hutan Angleleaf dimulai. Pihak Academy melakukan hal ini agar murid-murid kelas 1 segera mempersiapkan dirinya entah itu dari segi fisik, mental, atau kebutuhan lainnya sebelum ujian pertama dimulai.
Meski begitu, liburan selama 3 hari tidak bisa dibuat bersantai-santai oleh sebagian murid kelas 1, terutama kelas 1A. Sebagian dari mereka memutuskan untuk berlatih.
Di rumah Tatsuya yang mewah, disebuah ruangan latihan yang cukup luas, dimana ruangan latihan tersebut terbuat dari bahan khusus yang membuat ruangan itu menjadi tahan api. Terlihat Tatsuya yang sedang melakukan push-up 50x, **** up 50x, dan squad jump 50x, ia melakukan ini untuk meningkatkan fisik serta otot-otot pada tubuhnya.
Meski Tatsuya sudah tidak kuat lagi untuk melakukan batas maksimal Push up, **** up, dan Squad jump, namun Tatsuya terus memaksakan dirinya untuk melampaui batas maksimal miliknya.
"Osh.. osh.. osh.."
Tatsuya ngos-ngosan, tubuhnya sangat basah karena keringatnya yang bercucuran deras. Meski begitu ia masih tetap untuk melanjutkan latihan fisiknya. Sesekali Tatsuya juga melatih kekuatan apinya agar menjadi kuat.
Tekadnya untuk mengalahkan Akizumi di ujian kedua membuatnya begitu bersemangat hingga tersenyum menyeringai. Selain melatih kekuatan apinya serta fisiknya, Tatsuya juga melatih kekuatan Qi nya. Tatsuya mencoba untuk meningkatkan potensi Qi nya hingga menguasai Qi Conqueror, sama seperti Akizumi.
"Tunggu aku, Akizumi. Aku akan mengalahkanmu dihadapan para tokoh penting yang hadir di ujian kedua. Aku akan menjadi yang terkuat!"
Sementara itu disisi lain, terlihat Hikari yang sedang berlatih teknik pedangnya beserta kekuatan bunga mawarnya di halaman rumah mewahnya. Hikari berlatih bersama dengan Kikkawa Danjurou, salah satu dari 7 pendekar pedang terbaik di Kerajaan Euthoria. Selain itu, Kikkawa Danjurou merupakan sahabat baik dari Frederick, oleh karena itu Danjurou dengan senang hati melatih Hikari untuk meningkatkan teknik berpedangnya.
"Tyengg!!!"
Danjurou berhasil menghempaskan Hikari hingga terjatuh ke tanah. Meski Danjurou adalah sahabat baik dari Frederick, namun ia sangat tegas saat melatih Hikari. Danjurou tidak memberikan perlakuan khusus yang berbeda dari laki-laki maupun perempuan. Baginya, setiap orang yang serius berlatih pedang itu semuanya sama di mata Danjurou.
"Hikari, apa kekuatan berpedangmu hanya sebatas itu? Kuasai teknik pedang originalmu sendiri, setelah kau berhasil menguasainya, aku akan melatih Qi mu agar mencapai potensi yang lebih tinggi, yaitu Qi Conqueror!"
"Ya.. Aku tak menyerah, Danjurou-Sensei! Aku pasti akan menjadi lebih hebat seperti ayahku!"
"Setiap masa ke masa orang yang bisa menguasai Qi Conqueror semakin sedikit, oleh karena itu mereka sangat langka. Dan hanya orang yang bisa menguasai Qi Conqueror lah yang memiliki potensi untuk menjadi salah satu yang terkuat di dunia! Cepat serang aku dan coba lukai aku! Latihan tidak akan selesai sebelum kau berhasil melukaiku, Hikari!"
"Ya!!!"
Disisi lain, terlihat Hiroki yang sedang melakukan latihan bertarung bersama dengan Niichi, Manabu, dan Frank di sebuah lapangan luas yang kosong. Ya, walaupun latih tanding itu berhasil dimenangkan oleh Hiroki dengan sangat mudah.
"Bisakah kalian menyerangku lebih serius lagi?! Aku ingin menjadi kuat!!"
Frank, Manabu, dan Niichi tergeletak dengan beberapa benjolan dikepalanya.
"Boss.. bukan kami yang tidak serius, tapi kau yang terlalu kuat!!!" teriak Manabu.
"Diam!!! Cepat serang aku!!"
"Baik, Bos!!"
Tidak hanya mereka, Nanako, Mio, Mei, Ushijima, Julian, Keiko, Helena, Evelyn, dan Shiori juga berlatih dengan caranya sendiri di kediamannya masing-masing, terutama Shiori, ia terus berlatih untuk mengatasi rasa gugupnya yang berlebihan.
Sementara itu Akizumi juga melatih kekuatan fisiknya dengan berlari mengelilingi Kota Wintergrass, ia juga tak lupa melatih Qi nya akan semakin meningkat.
"Tersisa dua hari lagi sebelum ujian pertama dimulai. Aku harus lebih kuat dari yang sekarang untuk berjaga-jaga bila melawan orang itu."
Disaat Akizumi berlari mengelilingi Kota Wintergrass, secara tak sengaja ia pun bertemu dengan Hideshiro di tengah-tengah jalan. Akizumi yang tubuhnya sudah basah karena keringat memutuskan untuk berhenti dan beristirahat sejenak sembari menghampiri Hideshiro.
"Hideshiro-Sensei.."
"Yo, Akizumi. Sedang berlatih sebelum ujian pertama dimulai, ya?"
"Benar. Aku ingin meningkatkan fisikku agar lebih kuat dari yang sekarang. Jadi, aku tidak bisa bersantai-santai, Sensei.."
"Untuk berjaga-jaga bila kau harus melawan orang itu, ya?"
"Kenapa kau bisa tahu?"
"Ya, aku tahu juga sudah tahu pelakunya. Aku akan menangkapnya disaat Moment yang pas, yaitu di ujian pertama besok.."
"Jadi kau sudah mencurigai orang itu ya, Sensei?"
"Kekuatan memanipulasi pikiran?"
"Benar. Orang itu sangat berbahaya. Bila kau bertemu dengannya, jangan coba untuk melawannya sendirian. Panggil aku dengan kertas ini.."
Hideshiro memberikan selembar kertas yang bertuliskan mantra pemanggilan kepada Akizumi.
Akizumi menerima kertas pemanggilan itu dari Hideshiro, "Kertas pemanggilan?"
"Ya, kertas pemanggilan biasanya digunakan oleh orang tertentu di militer Kerajaan untuk memanggil monster peliharaan, jarang untuk digunakan untuk pemanggilan manusia."
"Oey, Sensei. Pasti ada resiko bila mencoba pemanggilan manusia, kan? Sebaiknya jangan lakukan itu, aku akan mengalahkan orang itu sendirian sudah cukup, kau tidak usah turun tangan, Sensei.."
"Jangan sembrono untuk melawannya sendirian, Akizumi! Panggil aku dengan kertas pemanggilan bila kau bertemu dengannya. Aku sudah bertaruh pada segala hal.."
"Ya.. baiklah, kalau aku ingat!"
"Woy, kok kalau ingat?! Tentu harus ingat!!"
~
Sementara itu disisi lain, di kediaman Keluarga bangsawan Hashizume Nagisa. Terlihat satu pelayan tua sedang berjalan menuju ke ruangan pribadi Nagisa sembari membawa sebuah foto.
Pelayan tua itu sudah sampai di depan ruangan Nagisa, "Tok! Tok! Tok!" Pelayan tua itu mengetuk pintu ruangan, "Nona Nagisa, saya sudah mendapatkan informasi tentang anak ini.."
"Benarkah?" ucap Nagisa dari dalam ruangan, "Masuklah.."
Pelayan tua itu membuka pintu lalu masuk kedalam ruangan pribadi Nagisa. Terlihat Nagisa yang berdiri menghadap kaca dengan raut wajah tanpa ekspresi. Pelayan tua itu pun memberikan sebuah foto dan secarik kertas berisikan informasi kepada Nagisa.
"Terimakasih Donn-san karena sudah mencari informasi tentang dia."
"Sama-sama, Nona Nagisa. Bila ada sesuatu yang harus saya lakukan, panggil saja saya. Saya pamit.."
Donn Bersk. Dia adalah pelayan pria tua berumur 67 tahun. Donn merupakan salah satu pelayan setia dari keluarga bangsawan Hashizume.
Donn keluar dari ruangan pribadi Nagisa, ia menutup pintu ruangan dengan lembut dan elegan.
Nagisa masih berdiri didepan sebuah kaca besar dengan raut wajah tanpa ekspresi. Lalu ketika Nagisa melihat foto itu, tiba-tiba mata kiri Nagisa yang awalnya berwarna biru perlahan berubah menjadi warna merah seperti warna mata kanannya. Nagisa tersenyum menyeringai, pipinya memerah, detak jantungnya berdetup kencang.
"Einingger Akizumi. Itu nama aslimu, Akizumi. Tak kusangka kau adalah adik dari pahlawan Kerajaan Euthoria yang telah gugur, Einingger Izuyama! Oh, Akizumi~"
Nagisa melompat ke atas kasur empuknya sembari memeluk foto Akizumi dengan erat.
"Kenapa kau tidak mengatakan nama aslimu kepadaku, Akizumi? Kenapa?? Apa kau membenciku?? Apa kau juga berbohong dengan mengatakan bahwa mataku ini sebenarnya cacat dan tidak indah kan??!! Aku benar-benar ingin membunuhmu, Akizumi~ Tapi aku juga mencintaimu~"
Nagisa tertawa terbahak-bahak dengan keras dan masih memeluk erat foto Akizumi.
"Akizumi~ Kau harus bertanggung jawab karena telah membuatku jatuh cinta kepadamu.. Saat waktu pertama kali kita bertemu, kau terlihat begitu keren. Bahkan saat kau menolongku dari tiga murid bodoh itu, aku mulai merasakan sesuatu dalam hatiku.. hingga pada saat kau memuji kedua mataku, kau membuatku jatuh cinta terhadap dirimu, oh, Akizumi~"
Nagisa kembali menatap dengan dalam foto Akizumi.
"Aku sudah tidak sabar membunuhmu, Akizumi~"
Hashizume Nagisa.
Nagisa dilahirkan dengan mempunyai Alter Ego atau kepribadian ganda yang cukup mengerikan, hal itu ditandai dengan kedua matanya yang mempunyai warna berbeda, mata kanannya berwarna merah, sedangkan mata kirinya berwarna biru.
Warna mata merah melambangkan kepribadian jahat, sedangkan warna mata biru melambangkan kepribadian baik.
Kepribadian Nagisa bisa berubah menjadi baik atau jahat dengan begitu cepat tanpa bisa diprediksi. Lalu saat ini kepribadian jahat miliknya lah yang telah menguasai Nagisa.
B E R S A M B U N G