
Jam pelajaran masih tersisa 6 jam. Karena para guru sedang melakukan rapat, maka di sisa 6 jam akan terjadi jam kosong, para murid bebas melakukan apa saja selama jam kosong itu kecuali berbuat onar dan melanggar aturan Academy.
Mengingat hari ini adalah jam kosong yang cukup lama, Akizumi mengeluarkan sebuah bantal dari tasnya, karena dari awal Akizumi memang berniat untuk tidur agar saat malam hari dirinya bisa bekerja part time secara maksimal. Mengingat akhir-akhir ini biaya penginapannya mulai naik dan sedikit membuat Akizumi terus kepikiran.
Akizumi berjalan menuju ke pintu kelas sembari membawa bantal. Namun sebelum Akizumi keluar dari kelas, tiba-tiba saja Frank, Manabu, Niichi, dan Hiroki mencegatnya.
"Yo, murid pindahan. Tampaknya kau ada waktu senggang, bahkan saking senggangnya kau membawa bantal dan hendak tidur di suatu tempat." ucap Manabu.
Niichi dan Frank saling menatap satu sama lain dengan tatapan licik sembari tersenyum licik menyeringai. Mereka berdua mempunyai niat buruk terhadap Akizumi.
"Bisakah kalian pergi? Kalian menghalangi jalanku.." ucap Akizumi.
"Oey, brengsek! Tunjukkan kesopananmu terhadap para senior disini! Apa kau mau kami hajar?!" Hiroki mencoba memberikan sebuah ancaman kepada Akizumi.
"Oey, Boss Hiroki. Bagaimana kalau buat dia jadi pembantu kita saja? Kita harus memanfaatkan nya.." Niichi berbisik kepada Hiroki.
Mendengar usulan Niichi, Hiroki tersenyum menyeringai sembari menatap tajam Akizumi, "Benar sekali. Namamu Akizumi, kan? Bagaimana kalau kau pembantu kami? Jadi tugasmu nanti adalah membelikan kami makanan dan minuman, memijat kami, menjadi anjing kami. Bagiamana? Aku akan memaafkanmu kalau kau menerima tawaran kami.."
Nanako beranjak dari bangkunya. Dia langsung berjalan mendekat ke arah Hiroki, "Sebagai ketua kelas, aku takkan membiarkanmu merundung orang yang lemah!! Aku akan melaporkanmu kepada Sensei kalau melakukan itu!"
"Sungguh menyeramkan sekali ketua kelas kita ini.." ucap Frank.
"Baiklah kalau itu yang kau mau, Nanako-cwann!!!" teriak Manabu. Manabu begitu lemah bila berhadapan dengan wanita.
"Brengsek kau, Manabu! Jangan tergoda oleh ketua kelas sepertinya!!" Tanpa basa-basi Hiroki langsung memukul kepala Manabu, "Jduakk!!!"
"Ittai, Okashira!!"
Tatsuya tersenyum melihat perkelahian tersebut. Tatsuya bersandar dibangkunya sembari menaikkan kedua kakinya keatas meja.
"Kasihan sekali murid pindahan itu. Baru juga masuk ke Academy tapi langsung mengalami trauma. Bisa-bisanya dia menjadi babu Hiroki dan komplotannya." batin Tatsuya.
Hikari dan Keiko yang masih duduk dibangkunya pun masih mengamati. Terutama Hikari, dia begitu serius mengamati Akizumi, Hikari penasaran apa yang akan dilakukan Akizumi untuk meladeni Hiroki dan kawan-kawannya.
"Hiroki dan teman-temannya itu memang brengsek. Aku sama sekali kasihan dengan Akizumi.." ucap Keiko.
"Hmpphh.." Hikari masih mengamati Akizumi dengan serius. Bahkan Hikari tidak mengalihkan pandangannya sama sekali ke Akizumi dan Hiroki.
Keiko menyadari bahwa Hikari tidak menghiraukan kata-katanya dan masih terus mengamati Akizumi, "Sepertinya memang ada sesuatu yang terjadi diantara mereka berdua. Aku memang benar-benar harus mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi diantara Akizumi dan Hikari!!" batin Keiko.
"Oey, brengsek!!! Cepat jawab!!!" teriak Hiroki dengan cukup keras tepat dihadapan wajah Akizumi.
"Sialan. Kalian benar-benar sangat membuat diriku muak. Kalian sudah membuang-buang waktu jam tidurku yang sangat singkat ini.." ucap Akizumi, dia menaruh bantal miliknya diatas meja milik Evelyn.
"Apa katamu?! Berani-beraninya kau bicara begitu kepadaku, sialan!!!" Hiroki menjadi murka.
"Kita hajar saja dia, Boss!!! Urusan hukuman kita pikirkan nanti saja!!" Tatapan Manabu begitu tajam kepada Akizumi.
"Yeah, kedua tanganku juga sudah cukup pegal tidak menghajar seseorang!!" ucap Niichi.
"Kita beri pelajaran murid sombong tanpa kekuatan ini!! Ayo hajar!!"
Frank berjalan mendekat ke arah Akizumi. Frank menarik kerah Akizumi dan mencoba untuk memukul wajahnya. Ekspresi wajah Akizumi tiba-tiba berubah menjadi dingin. Akizumi menghindari pukulan Frank, lalu menarik tangan yang akan memukulnya tersebut, kemudian membanting tubuh Frank ke lantai, "Bruakkkk!!!!"
"Uaghh!!"
"Kalian para sampah selalu saja mengganggu diriku, sialan.."
Seketika semua orang yang berada dikelas terkejut setelah melihat Akizumi berhasil membanting Frank ke lantai dengan begitu mudah.
"Hebat!! Akizumi menghajar Frank!!" teriak Mei dengan cukup bersemangat.
"Brengsek kau!!! Semuanya gunakan kekuatan penuh kalian untuk memberi pelajaran kepada anak ini!!!" perintah Hiroki.
Frank kembali bangun. Dia benar-benar sangat marah setelah dibanting Akizumi ke lantai. Frank sangat murka dan merasa bahwa harga dirinya benar-benar dijatuhkan dihadapan semua murid kelas 1A.
"Iron Armour.."
Frank. Kekuatannya adalah Iron / Besi. Frank bisa membuat dirinya menjadi sekeras besi. Bahkan pukulannya juga sekeras besi.
"Grrnggg!!!"
"Mode Leopard On.."
Manabu. Manabu dapat berubah menjadi manusia setengah Leopard. Manabu juga bisa melakukan apa yang Leopard lakukan.
"Two Psychal Controller!!"
Hiroki. Kekuatannya adalah Physical improvement atau peningkatan fisik.
Hiroki dapat meningkatkan kondisi fisiknya dengan menjadi beberapa kali lebih kuat dari manusia normal. Selain itu Hiroki juga bisa meningkatkan kecepatan pergerakannya.
Melihat Hiroki, Niichi, Frank, dan Manabu yang sudah mengaku, Helena pun langsung menciptakan perisai yang terbuat dari kertas untuk melindungi Evelyn.
"Tuan Putri, aku akan melindungimu dari kekacauan ini."
Helena. Helena dapat menciptakan dan memanipulasi kertas seperti yang ia inginkan.
Ushijima dan Julian hanya diam di bangku nya dan mengamati situasi kelas yang sangat kacau. Shiori terlihat begitu ketakutan dengan kondisi kelas yang cukup kacau. Oleh karena itu, Shiroi langsung bersembunyi dibawah meja bangkunya.
Sementara itu, Nanako langsung berdiri didepan Akizumi agar Hiroki dan ketiga rekannya tidak menyerang Akizumi.
"Takkan kubiarkan kalian menyerangnya-"
Akizumi menarik Nanako kebelakangnya. Frank, Niichi, Manabu, dan Hiroki tanpa pikir panjang langsung bergerak mencoba untuk menyerang Akizumi. Selang beberapa detik kemudian, sebuah kilat petir berwarna hitam muncul di sekujur tubuh Akizumi.
Melihat hal itu Hikari benar-benar sangat terkejut. Hikari langsung berdiri dari bangku miliknya, "I-itu dia..!!"
Frank kembali mencoba memukul Akizumi. Namun Akizumi berhasil menangkap pukulan Frank dengan tangan kirinya, lalu Akizumi memukul perut Frank dengan tangan kanannya dengan sangat keras, "Buaghh!!" Lalu membantingnya ke lantai kembali, "Bruakk!!!"
"Agrrhh!!! Kenapa tubuhku yang sekeras besi bisa merasakan rasa sakit?!" batin Frank.
Lalu, Niichi mencoba menendang wajah Akizumi dengan serangan kaki robotnya. Namun, Akizumi dengan cepat menunduk untuk menghindari tendangan tersebut. Kemudian Akizumi menangkap salah satu kaki Niichi dan melemparkannya ke tembok, "Bruakkk!!"
"Aghh!!!"
"Gerakannya sangat cepat!! Refleknya begitu luar biasa!!!" batin Niichi.
"Sialan, kenapa Niichi dan Frank bisa kau kalahkan?! Tapi dengan mode Leopardku, kau takkan bisa mengalahkan-" ucap Manabu yang hendak menyerang Akizumi.
Akan tetapi, Akizumi menyerang Manabu terlebih dahulu sebelum Manabu sendiri yang menyerangnya. Akizumi menendang pundak Manabu hingga terpental dan menabrak meja guru, "Bruakk!!"
"A-apa?! Ini mustahil!! Bahkan hanya tendangan biasa dia bisa menyerangku yang berada dalam mode Leopard?!!" batin Manabu, dia benar-benar sangat terkejut dengan kekuatan Akizumi.
Hiroki yang sudah melihat ketiga temannya berhasil dikalahkan, ia pun langsung meningkatkan kekuatan fisiknya sebanyak 3 kali lipat. Hiroki bergerak dengan cepat dihadapan Akizumi dan mencoba memukul wajahnya.
"Clepp!!" Akizumi menangkap pukulan Hiroki.
"Bahkan kekuatanmu saja tidak sebanding denganku. Seorang kroco sepertimu ingin mengalahkanku?! Yang benar saja, sialan!!" Adrenalin hati Akizumi semakin berkobar-kobar. Kilatan petir hitam semakin menyebar dari tubuh Akizumi. Bahkan aura Akizumi yang mengerikan semakin terpancar.
Tatsuya yang melihat hal itu pun dibuat cukup terkejut. Tatsuya yang merupakan murid terkuat nomor 1 di kelas 1A pun sampai dibuat berkeringat oleh aura mengerikan dari Akizumi. Begitu pula dengan Hiroki. Tiba-tiba hatinya merasakan ketakutan saat merasakan aura mengerikan dari Akizumi.
Dan, tiba-tiba saja. Hikari berjalan dan berdiri ditengah-tengah Akizumi dan Hiroki, "Sudah, cukup hentikan perkelahian tidak berguna kalian berdua!"
Ekspresi Akizumi tiba-tiba berubah saat Hikari berada dihadapannya. Aura mengerikan dari Akizumi juga perlahan menghilang. Akizumi tersenyum sembari mengelus-elus rambut bagian belakangnya.
"Ah, maafkan aku, Hikari. Aku tidak bisa mengontrol emosiku. Ba-baiklah, Hikari, semuanya, bye-bye.." Akizumi kembali mengambil bantal yang ada diatas bangku meja Evelyn lalu berlari keluar dari kelas.
Tiba-tiba suasana kelas menjadi sangat hening setelah Akizumi keluar dari kelas. Hiroki yang masih terkejut dengan kekuatan Akizumi pun terjatuh ke lantai kelas dalam posisi terduduk.
"A-apa-apaan dia itu.."
Terlihat Niichi, Frank, dan Manabu yang pingsan setelah dikalahkan oleh Akizumi.
"Akizumi, ya?" batin Ushijima. Lalu ia pun beranjak dari tempat duduknya, Ushijima berjalan keluar dari kelas.
"Aku tidak menyangka Akizumi yang tidak punya kekuatan bisa sekuat itu." Nanako pun juga dibuat terkejut oleh Akizumi.
"Tidak. Akizumi berbohong. Akizumi punya kekuatan. Dia hanya tidak ingin kekuatannya diketahui oleh kita." ucap Hikari, "Apa semua tidak menyadarinya? Kilat petir berwarna hitam yang muncul di tubuh Akizumi itu adalah manifestasi dari potensi Qi nya yang sudah masuk ke tahap yang lebih tinggi, yaitu Qi Conqueror." batin Hikari.
B E R S A M B U N G