Heavenly Titania

Heavenly Titania
Chapter 3 - Murid Pindahan.



Keesokan harinya. Sebelum berangkat menuju ke Stasiun, Akizumi terlebih dahulu memasukkan bantal kecil kedalam tasnya. Dari raut wajahnya yang bosan, tampaknya Akizumi memang tidak serius untuk belajar di Academy.


"Baiklah. Hari kedua sebagai murid pindahan, aku memutuskan untuk tidur saja. Aku tidak ingin membebani pikiranku dengan pelajaran."


Setelah itu, Akizumi pun berangkat menuju ke stasiun Kota Wintergrass dan menunggu kedatangan kereta selama 30 menit. Akizumi membeli minuman soda berkaleng di sebuah mesin minuman untuk menghilangkan rasa bosan.


Sesekali Akizumi meminum minuman soda berkaleng itu karena bosan. Tak terasa 30 menit waktu telah berlalu, akhirnya kereta pun telah tiba di stasiun, pintu kereta otomatis terbuka, dan Akizumi pun sudah melihat Hikari yang berdiri didepan pintu masuk Kereta.


Hikari memasang raut wajah kesal sembari mengepalkan tangannya. Melihat hal itu, Akizumi pun langsung mengangkat kedua tangannya.


"Aku menyerah. Aku takkan kabur lagi. Aku juga tidak akan bolos hari ini."


"Baiklah! Aku akan terus mengawasimu! Ucapan pria itu tidak bisa dipercaya!" Hikari menggembungkan pipinya dengan raut wajah kesalnya.


"Oke-oke. Jangan menghalangi jalanku. Aku tidak bisa masuk."


"Hmpphh.." Hikari menatap tajam Akizumi sembari mundur beberapa langkah kebelakang dan kembali ke tempat duduknya.


Akizumi masuk kedalam kereta. Lalu duduk tepat disebelah Hikari. Akizumi menaruh tas nya di lantai karena cukup berat.


"Siapa namamu? Aku benar-benar lupa." tanya Akizumi.


"Kau benar-benar pikun, ya? Aku sudah memberitahu namaku kemarin, tapi kau tidak mengingatnya! Dasar pemuda pikun!" ejek Hikari, "Namaku Mizukami Hikari."


"Mizukami Hikari, ya? Kenapa kau bisa tahu nomor teleponku?"


"Aku mencari nomormu di catatan data kelas. Ternyata kau murid pindahan, ya? Berani sekali bolos di hari pertamamu padahal kau ini murid pindahan.."


"Entahlah. Intinya jangan ikut campur dalam urusanku lagi. Aku akan mengikuti alur ini hanya dengan kesendirian. Aku tidak ingin diganggu oleh seseorang yang ikut campur sepertimu.."


"Kau ini banyak ngomong ya?! Kau bahkan belum memperkenalkan dirimu sendiri kepadaku. Siapa namamu?!"


Akizumi menaikkan salah satu alisnya. Dia sedikit merasah risih, "Kau ini perempuan yang cerewet ya."


"Cepat, katakan siapa namamu!"


"Akizumi. Namaku Akizumi."


"Nama panjangmu?"


"Rahasia."


"Kau berani denganku, ya? Aku ini anak pahlawan Kerajaan loh! Aku bisa menyuruh ayahku untuk menghajarmu disini!!"


"Wuih mengerikan." ucap Akizumi dengan santai serta wajah datar, "Pahlawan Frederick, ya? Kira-kira ayahmu saat ini dimana?"


"Saat ini ayahku berada di Kota mati, Kota Callbourn. Ayahku bertugas memimpin untuk menjaga wilayah perbatasan. Aku penasaran kenapa Kota Callbourn bisa menjadi kota mati, ya??"


Akizumi pun langsung menunduk terdiam. Dalam sekejap ekspresi wajah Akizumi berubah menjadi lesu.


"Kota Callbourn menjadi kota mati karena-" Akizumi langsung menutup mulutnya dan tidak melanjutkan pembicaraan.


"Karena apa? Apa kau tahu sesuatu, Akizumi?"


"Tidak. Tidak ada apa-apa. Lupakan saja. "


"Lagi-lagi kau merahasiakan sesuatu, dasar.."


"Kota Callbourn, ya? Aku jadi sedikit teringat dengan masa lalu.. " batin Akizumi.


Keadaan di stasiun Lost Hawk kali ini terlihat cukup ramai, berbeda dari hari-hari biasanya yang kondisi stasiunnya cukup sepi. Lalu, Akizumi melihat seorang pria paruh baya yang mengenakan kaos putih dan celana jeans pendek sedang menjual sebuah Koran.


Akizumi pun berjalan menuju ke pria paruh baya penjual koran tersebut.


"Tunggu! Kau mau kemana?! Jangan kabur!!!" Hikari berjalan cepat mengikuti Akizumi dari belakang karena mengira Akizumi akan kabur darinya dan bolos kembali.


Akizumi membeli koran dari pria paruh baya tersebut. Lalu membaca koran itu. Setelah membaca pada lembaran koran pertama, Akizumi dikejutkan oleh suatu berita.


Melihat ekspresi terkejut dari Akizumi, sontak Hikari pun bertanya-tanya dengan berita apa yang dibaca Akizumi hingga membuatnya memasang ekspresi terkejut.


"Ada apa, Akizumi?"


"Shunyuan Eaglesword. Dia adalah penjahat terburuk sepanjang masa. Delapan tahun yang lalu, dia berhasil dikalahkan dan dijebloskan kedalam penjara. Namun, saat ini dia berhasil kabur dari penjara."


"Shunyuan Eaglesword?" Hikari benar-benar tidak tahu siapa sosok tersebut.


"Dia kabur dari penjara. Hingga sampai saat ini dia menjadi buronan seluruh dunia. Shunyuan Eaglesword adalah kriminal paling berbahaya di dunia." ucap Akizumi sembari membaca koran tersebut dengan sangat serius.


"Oit, Akizumi. Dia bebas atau tidak kan bukan urusan kita. Kenapa kau sampai memasang wajah panik begitu?" tanya Hikari.


"Tentu saja. Akan sangat berbahaya bila kriminal berbahaya seperti dirinya menyerang Kerajaan Euthoria."


"Tenang saja! Ayahku, pahlawan Kerajaan pasti bisa mengalahkannya-"


"Tidak! Kau salah!" Akizumi merobek-robek koran tersebut menjadi beberapa bagian lalu membuangnya ke tempat sampah, "Kekuatan ayahmu takkan sebanding dengannya. Aku selalu membaca koran untuk melihat perkembangan dunia. Banyak yang beropini bahwa kekuatan Shunyuan Eaglesword setara dengan seorang Titania."


"Kau jangan meremehkan ayahku, ya! Pahlawan Fredericklah yang dulu mengalahkan Titania dari Republik Silvershine. Karena itu dia diberi gelar pahlawan oleh Raja Euthoria!"


Mendengar hal itu, Akizumi pun langsung tersenyum lebar dan berkata, "Ah, maafkan aku. Benar juga ya, dia adalah pahlawan! Bahkan aku sampai kagum dengannya! Baiklah, ayo segera menuju ke Academy!"


"Akhirnya kau mengetahui kehebatan ayahku!"


"Ya, ayahmu benar-benar hebat!" ucap Akizumi dengan bersemangat.


Beberapa saat kemudian, akhirnya Akizumi dan Hikari pun sudah sampai didepan gerbang Academy. Terlihat murid laki-laki mengenakan seragam berwarna hitam dengan garis-garis berwarna putih, serta celana panjang berwarna hitam. Lalu, murid perempuan mengenakan seragam yang sama seperti laki-laki, namun memakai rok sepanjang lutut.


Hikari sudah berjalan memasuki gerbang Academy. Namun Akizumi masih berdiri didepan Academy. Akizumi memasang wajah konyol setelah melihat kembali betapa megahnya Academy ini.


"Astaga. Aku jadi minder. Mereka semua pasti anak-anak orang kaya." ucap Akizumi dengan nada pelan.


Hikari yang sudah melewati gerbang Academy pun menyadari bahwa Akizumi belum masuk ke Academy bersamanya. Hikari berhenti lalu berbalik. Hikari melihat Akizumi yang masih berdiam diri di depan gerbang Academy.


"Akizumi! Cepat masuk! Kalau kau tidak masuk, akan menebasmu!!" teriak Hikari.


"Menebasku ya? Akan sangat gawat bila menarik perhatian banyak orang. Dan kenapa dia itu sedikit-sedikit memakai kekerasan!!" batin Akizumi.


Akizumi pun akhirnya berjalan melewati gerbang Academy.


"Hikari, apa kau tahu dimana kelasku?"


"Aku akan mengantarkanmu ke wali kelas. Dia akan memberitahu lokasi kelasmu sendiri. Dia juga pasti akan menjelaskan denah Academy kepadamu."


"Baiklah.."


B E R S A M B U N G