
***
"Nona,apa yang kamu lakukan?Ini tidak benar...."tegas Daniel sambil berusaha melepaskan pelukan Ku.
"Aku takut tidur di sini sendirian....."ucapku pelan.
"Baiklah,sekarang tolong lepaskan dulu tangan Nona....."
Dan Aku pun langsung melepaskan pelukan Ku dan menghadap nya.
"Jadi bagaimana Daniel...?"
"Saya akan tinggal di sini sampai Nona benar-benar tertidur,setelah itu saya akan pergi....."jelasnya.
"Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan saya nanti.Pada siapa saya minta tolong??"timpalku mencari alasan.
"Kawasan ini sangat ketat Nona,kecil kemungkinan untuk terjadi hal-hal yang anda takutkan.Saya jamin itu,kalau nggak Nona bisa langsung menghubungi saya.Saya pasti langsung kesini...."
"Tidak bisa....."Aku memotong omongan Daniel.
"Maksudnya......"
"Pokoknya Aku tidak mau tidur sendiri di sini.Dan itu perintah... .."tegasku.
Aku langsung mencari Handphone Ku dan berniat untuk menelepon dady.
"Apa yang anda lakukan sekarang Nona.....?"ucap Daniel heran.
"Aku akan minta persetujuan dady,supaya kamu bisa tinggal di sini.Berdua sama aku....."
"Itu tidak mungkin,tidak akan bisa....."Daniel berusaha membantahnya.
Aku langsung mencari kontak dady dan langsung menekan tombol telepon.
"Baiklah untuk malam ini,saya bersedia untuk menemani nona tidur di sini.Tapi,saya akan tidur di kamar tamu.Besok saya akan bicarakan dengan tuan David....."Daniel langsung meraih tangan Ku.
"Baiklah....."Aku tersenyum puas mendengar ucapan Daniel.
"Kalau begitu saya permisi.Selamat beristirahat Nona....."
Daniel pun berlalu ke luar meninggalkan Aku dan terdengar suara pintu yang terbuka dan tertutup kembali.
Aku merasa lega karena malam ini Aku tidak tidur sendirian di Apartemen yang di belikan dady untuk Ku.
***
"Hem......."
"Wangi apa ini......?"gumam Ku.
Aku langsung beranjak dari tidur Ku,karena mencium aroma yang begitu wangi.
"Apa mungkin Ajumma itu sedang memasak....?"bisik Ku dalam hati.
Aku langsung membuka pintu kamarku dan benar saja,Ajumma sedang menyiapkan sarapan untuk Ku pagi ini.
(Ajumma (bahasa Korea: 아줌마), terkadang disebut ajoomma, adalah kata dalam bahasa Korea yang ditujukan pada wanita yang sudah menikah, atau wanita paruh baya).
"Ajumma.Aku tidak melihat Daniel,apakah dia masih tidur??"
"Saya tidak tahu nona.Pagi ini saya datang ke sini tidak melihatnya....."jelasnya.
"Apa mungkin dia masih tidur? Haruskah Aku membangunkannya....?"
Baru saja Aku mau beranjak dari kursi,ajumma langsung menghentikannya.
"Saya sudah mengeceknya tadi untuk membersihkan ruangan tersebut.Dan tidak ada seorang pun di sana.Mungkin Tuan Daniel pergi dari semalam...."Ajumma berusaha menjelaskan.
"Tidak mungkin......"ucapku setengah berteriak.
Aku melihat raut wajah Ajumma tampak kaget.
"Semalam Aku sangat yakin,Daniel tidur di kamar tamu itu.Bagai mana bisa dia pergi tanpa seizin Aku.Yang benar saja....."lanjut Ku kesal.
"Mungkin saja Tuan Daniel ada urusan yang mendadak Nona.Dan dia tidak berani membangunkan Nona yang sedang beristirahat....."Ajumma berusaha menenangkan Ku.
"Baiknya Nona sarapan dulu.Semoga Nona menyukai hidangan yang saya siapkan pagi ini......."lanjutnya.
Walau pun masih kesal,Aku langsung menyantap hidangan yang di sediakan Ajumma hari ini.
"Ajumma,bisakah hari berikutnya anda memasak beberapa menu khas Korea....."pintaku.
"Tentu saja Nona....." ucapnya sambil tersenyum.
**
*Tok....Tok...Tok....*
"Who is that?? Wait a moment....." jawabku dari dalam kamar.
Aku lupa di sini bukan di Swiss sambil menepuk jidat Ku.Aku pun langsung membuka kan pintu.
"Nona,barusan Tuan Daniel menelepon saya dan bilang dia sudah menunggu Nona di bawah....."
"Daniel??Yang benar saja.Kenapa dia tidak naik ke sini dan malah menyuruh saya untuk menghampirinya.Ya ampun....."gerutu Ku kesal.
"Bilang sama dia,Aku akan turun 15 menit lagi....."
"Baik Nona....."
Aku pun cepat-cepat langsung menyelesaikan make up Ku.walau pun sebenarnya Aku masih kesal sama dia.
**
"Ajumma......!"
"Iya Nona......"Ajumma menghampiriku.
"Aku pergi dulu.Nanti kalau pekerjaan nya sudah selesai Ajumma boleh pulang lebih dulu.Malam ini Aku akan pulang terlambat,jadi tidak perlu membuatkan Aku makan malam......" jelas Ku.
"Baik......"
"Oh iya.Bawa pulang amplop coklat yang ku simpan di atas meja dekat kamar Ku.Belikan keluargamu makanan yang enak.Terima kasih untuk hari ini......"
"Iya Nona......"
Aku pun langsung berlalu meninggalkannya dan menuju ke lobi lantai bawah.Dan benar saja Ku lihat dari kejauhan mobil yang di kendarai Daniel sudah terparkir di depan lobi Apartemen.
"Haruskah Aku pura-pura marah padanya....?bisik Ku pelan.
Aku langsung masuk ke dalam mobil dengan memasang wajah yang kesal.
"Pagi Nona......"ucapnya ramah.
"Ya ampun.Daniel masih saja bersikap baik-baik saja,padahal dia sudah meninggalkan Aku tadi malam.Yang benar saja...."bisik Ku dalam hati.
Aku tidak menggubrisnya dan hanya diam saja.Aku masih kesal kenapa Daniel setega itu sama Aku.Aku bisa melihat wajahnya kebingungan karena sikap Ku pagi ini.
Dia pun langsung melajukan mobilnya dengan raut wajah yang bingung.Sepanjang perjalanan Aku dan Daniel hanya terdiam satu sama lain.
"Nona,kemana hari ini kita akan pergi....?" tanya nya.
Oh iya.Aku sampai lupa tidak bilang hari ini Aku akan pergi mengunjungi Aeri.
"Jamwon Hangang Park.Aku akan bertemu temanku di sana..."
"Baiklah....."
Daniel langsung tancap gas,membawaku menuju tempat yang Aku maksud tadi.Sebelumnya Aku sudah menghubungi Aeri dan dia meminta bertemu dengan Ku di sana.
**
Setelah beberapa saat kemudian Aku dan Daniel pun sampai di tempat yang Aku maksud.Aku baru pertama kali ke tempat ini dan takjub melihat area di sekitar area sungai Han tersebut.
"Nona kita sudah sampai......"
"Aku harus ke mana? Aku tidak tahu daerah sini.Kamu harus mengantarku dulu...."rengek Ku.
"Baik lah....."
Daniel pun ikut turun menyusul Ku yang sudah lebih dulu turun dan jalan berada tepat di depannya.
"Nona,apakah teman anda sudah sampai? Dimana dia meminta anda untuk bertemu......"pertanyaan Daniel dari kejauhan.
Aku tidak menggubris pertanyaan yang dia ajukan.Aku masih merasa kesal karenanya.Aku lebih memilih jalan lebih dulu dan tidak melihatnya.
"Nona,bisakah anda berhenti dulu...."lanjutnya.
"Aku mau bertemu teman Ku......"sahutku ketus.
"Dimana.....?"tanya Daniel kembali.
"Bagai mana kalau kita menunggu teman anda di Coffie Shop di sana....."lanjutnya.
"Dimana...?" timpal Ku sambil membalikan badanku.
"Di sana......"tunjuk nya kearah suatu tempat yang dia maksud tadi.
Aku pun langsung melihat ke arah yang di tunjuk Daniel.