
***
"Aku sengaja memasukannya ke dalam kotak kecil seperti itu,supaya saat Aku ingin memakannya jauh lebih gampang." jelas Daniel.
"Ah seperti itu,"
"Ayo kita duduk,mie nya sudah matang.Ini akan enak saat kita makan dalam keadaan masih panas."
"Benarkah,"
Aku pun langsung menghampiri Daniel yang sudah menyipakan semuanya di atas meja.
Daniel pun langsung menuangkan nya ke dalam mangkok dan langsung memberikannya kepada Ku.
"Makasih," Aku langsung meraihnya.
Kami berdua pun langsung menikmatinya dan tidak lupa untuk memakan kimchi yang tadi Aku ambil.
"Bagaimana?" tanya nya.
"Jelas saja ini enak," ucap Ku sambil tersenyum.
"Ternyata selera kamu sudah berubah sekarang," ucap Daniel.
"Ya Aku sangat menyukai makanan yang ada di sini."
Kami pun melanjutkan kembali makan mie nya,sampai tidak terasa kalau mie nya sudah mau habis.
"Hah,Aku sangat berterima kasih sama kamu.Karena sudah mengajak Ku untuk makan malam di rumah kamu,"
"Iya sama-sama." timpalnya.
Aku pun membantu Daniel untuk membersihkan peralatan yang baru saja kami gunakan untuk makan.
"Kamu sudah duduk saja,biar Aku saja yang melakukan nya."
"Aku tidak mau,masa iya Aku hanya berdiam diri di kursi.Sedangkan kamu sedang kerepotan untuk membersihkan ini semua...."timpal Ku.
"Tidak apa-apa sayang.Lagian Aku sudah terbiasa," balasnya.
"Tapi Aku ingin banti kamu," rengek Ku.
"Ya sudah kalau kamu tetap memaksanya," akhirnya Daniel pun mengalah dan membiarkan Aku membatunya.
Setelah selesai Aku langsung duduk di sofa sambil menonton TV.
"Sayang,apa kamu ingin makan buah-buahan atau semacamnya?"
"Um boleh deh,sepertinya Aku ingin anggur saja." pinta Ku.
"Baiklah,"
Tidak lama kemudian Daniel pun datang dengan satu mangkuk anggur di tangan nya.Dan langsung meletakkan nya di atas meja.
Daniel pun langsung duduk di samping Ku sambil memegangi iPad miliknya.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Ku sambil melihatnya.
"Aku sedang menonton drama kesukaan Ku."
"Apa itu? Aku juga ingin melihatnya,"
Dia pun langsung memutarkan vidionya,Aku pun langsung bersandar di bahunya sambil memakan anggur yang tadi dia siapkan.Sesekali Aku juga menyuapinya juga.
Tiba-tiba saja Daniel menghentikan vidionya dan langsung menatap ke arah Ku.
"Sepertinya ada yang harus kamu ceritakan pada Ku? Tadi kamu bilang ingin menceritakan sesuatu,"
"Ah itu,Aku pikir kamu sudah melupakan nya." timpal Ku.
"Coba sekarang kamu ceritakan pada Ku,"
"Jadi begini....." Aku pun langsung menceritakan kejadian saat Aku menolong kak Chan se detail mungkin padanya.
Daniel terlihat menarik nafasnya dalam,terlihat raut kekecewaan dari wajahnya.
"Jadi itu yang terjadi.Kenapa tadi Aku tidak bisa mengangkat telepon dari kamu." jelas Ku.
"Aku akan sangat menerima kalau kamu akan marah pada Ku sekarang." lanjut Ku.
Daniel pun hanya terdiam sambil menatap Ku dan mengelus rambut Ku lembut.
"Aku mencintai kamu itu merupakan awal sekaligus akhir dari segalanya." tuturnya.
"Aku kecewa,iya.Sekarang Aku merasa kecewa sama sikap kamu.Aku juga merasa kesal karena kamu terlalu baik," lanjutnya.
"Sayang," Aku pun langsung memeluknya untuk mencoba menenangkan nya.
"Wajar bukan kalau Aku kesal sekarang? Tapi Aku juga tidak akan menyalahkan kamu sepenuhnya.Aku tidak bisa melarang kamu untuk berbuat baik sama orang lain." tuturnya.
"Makannya Aku langsung menceritakannya sama kamu,karena Aku tidak bisa untuk hanya diam saja dan tidak menceritakannya sama kamu." jelas Ku.
"Itu pasti sulit untuk kamu bukan? Aku sangat menghargai kamu,karena sudah berusaha untuk berkata jujur pada Ku." balas Daniel.
***
Sekitar jam 11 malam,Daniel pun mengantar kan Aku ke apartemen sampai depan pintu.Padahal Aku sudah menolaknya dan memintanya untuk langsung pulang saja.Tapi Daniel bersikeras ingin tetap mengantar Ku.
Setelah kepergiannya,Aku langsung masuk ke dalam dan bersiap untuk tidur.Karena besok pagi Aku akan ikut dengan Daniel untuk menjemput daddy dan mommy ke Bandara.
***
Pagi harinya Aku terbangun dan langsung menghampiri bibi di dapur.
"Selamat pagi nona,"
"Pagi bi." balas Ku.
"Oh iya,hari ini kedua orang tua Ku akan datang.Bibi tidak lupa kan,harus mengganti seprei di kamar tamu?"
"Tidak nona,kebetulan tadi bibi sudah menyelesaikan nya." jelas bibi.
"Oh kalau nggak kamar yang satunya lagi,ganti juga sepreinya.Takut nanti ada tamu lain nya." pinta Ku.
"Baik nona,"
"Ya sudah,kalau begitu pagi ini Aku ingin sarapan sama ikan salmon sama salad yah,"
"Baik nona."
Aku pun langsung masuk kembali ke dalam kamar untuk mandi.
***
Setelah selesai mengganti pakaian Aku langsung keluar untuk sarapan.Ternyata di ruang makan sudah ada Daniel yang sudah menunggu Ku.
"Loh,kamu sudah sampai juga ternyata."
"Kan harus tepat waktu," timpal nya.
"Bisa saja kamu,ya sudah kita sarapan dulu aja." ajak Ku.
"Bibi juga ikut sarapan yah,di sini sama Gisele?" ajak Ku.
"Bibi makan di ruang belakang saja nona,"
"Tidak,bibi makan di sini sama Aku dan Daniel." pakasa Ku.
Terlihat bibi tampak kebingungan dan sesekali melihat ke arah Ku.
"Ya sudah bi,tidak ada apa-apa.Pagi ini kita sarapan bersama di sini." ucap Daniel.
Setelah mendengar perkataan Daniel,bibi pun langsung mengalah dan duduk di samping Ku.
"Bibi tahu nggak,kenapa Gisele selalu meminta bibi untuk makan bersama Gisele?" tanya Ku.
" Tidak nona,"
"Karena Gisele tidak suka makan sendirian di meja makan yang sebesar ini." jelas Ku.
Bibi pun langsung terlihat kaget mendengar penjelasan Ku barusan.
"Nanti kalau orang tua Ku ke sini.Pasti mereka juga akan meminta hal yang sama seperti Gisele." jelas Ku.
"Nanti kalau bibi malah menolaknya,yang ada mommy Gisele akan sedih." lanjut Ku.
"Iya nona."
"Ya sudah ayo kita makan,sebentar lagi kita harus berangkat." timpal Daniel.
***
Aku dan Daniel langsung berangkat menuju Bandara.Sepanjang perjalanan perasaan Ku sangat campur aduk.Di satu sisi,Aku merasa senang karena kedua orang tua Ku datang.Di sisi lainnya Aku khawatir.
*Dred......"
Ponsel yang Ku siman di dalam tas berdering memecah lamunan Ku.
Aku pun langsung merogohnya dan langsung mengangkatnya.
"Halo,"
"Gisele,kamu dimana sekarang?"
"Aku sedang dalam perjalanan,"
"Yanga benar saja.Jam segini baru berangkat sekolah,"
"Hari ini Aku tidak betangkat ke kampus.Aku sedang dalam perjalan menuju Bandara untuk menjemput orang tua Ku yang datang hari ini." jelas Ku.
"Ya ampun,Aku melupakanya.Padahal kamu sudah memberi tahu Ku waktu itu,"
"Ya sudah,kalau begitu.Dah...."