FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD

FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD
Episode 51



****


"Gisele......." panggil Aeri.


"Ayo bangun,ini waktunya untuk kita pulang." ucap Aeri sambil menepuk-nepuk tangan ku.


"Hem......."


"Udah selesai yah,maaf yah aku sampai ketiduran tadi."


"Nggaka apa-apa."


"Ayo kita pulang,ini udah mau jam 2 an." ajaknya kembali.


Aku pun langsung beranjak dari duduk ku dan langsung berdiri.Setelah itu,aku dan Aeri langsung keluar dari perpustakaannya.


"Oh iya,aku lupa belum memberi tahu kamu." ucap ku saat kami sudah keluar dari perpustakaannya.


"Kenapa?" tanya nya.


"Habis dari sini,aku mau menemui kak Chan.Aku ingin segera menyelesaikan kesalah pahaman ini." jelas ku.


"Gisele,apa kamu sudah gila?"


"Kamu tidak ingat dengan kejadian hari ini? Kamu sudah di apakan sama tunangan dia.Bagaimana kalau tunangan dia tahu,kamu malah menemui kak Chan?" lanjut Aeri.


"Tidak akan....."


"Karena dia juga tidak tahu,keberadaan kak Chan sekarang di mana."


"Ya tetap saja.Aku tidak sependapat dengan keputusan kamu ini."lanjutnya.


"Aeri....."


"Aku mengerti dengan kekhawatiran kamu ini.Tapi aku juga tidak ingin masalah ini di biarkan berlarut-larut.Aku juga ingin kejelasan tentang semuanya.Aku harap kamu mempercayai keputusan ku ini." lanjut ku.


"Aku khawatir Gisele......"


"Iya aku tahu itu,please...."


"Baiklah,aku akan mempercayai kamu."


"Aku akan pergi bersama kak Herin untuk menemui kak Chan.Karena hanya dia yang mengetahui keberadaan kak Chan sekarang dimana." jelas ku.


"Baiklah,"


"Aku harap semuanya lancar,ijinkan aku malam ini untuk menginap di rumah kamu.Aku akan merasa lebih tenang," tuturnya.


"Oke....."


"Ini kuncinya,jangan kaget yah.Kalau lihat kondisi rumah ku yang agak berantakan.Maklum tadi pagi,aku tidak sempat untuk membereskannya." jelas ku.


"It's oke......."


Akhirnya aku dan Aeri pun berpisah di persimpangan yang menuju parkiran.


"Kasih tahu aku kalau ada apa-apa,aku akan datang jika kamu memerlukan bantuanku." ucap nya.


"Oke......."


****


Sesampainya di parkiran,aku tidak perlu menunggu lama kedatangan kak Herin.


Kami pun langsung menuju tempat,persembunyian kak Chan sekarang.


"Tadinya,aku berniat untuk menunggu kamu di depan rumahnya saja.Tapi,kalau di pikir-pikir kembali aku takut kamu juga butuh infirmasi dariku juga.Jadi,tidak apa-apa yah,kalau aku juga ikut masuk ke dalam?Aku tadi,sudah memberitahu Chan mengenai kedatangan kita sekarang." jelas kak Herin.


"Ya sudah nggak apa-apa kak."


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam.Kami pun akhirnya sampai di tempat yang di maksud kak Herin.


Rumahnya sendiri,bisa di bilang sangat tertutup dan di batasi oleh oagar yang menjulang tinggi.Aku saja,pertama datang kaget karena tidak mengira kalau ada rumah di dalamnya.


Aku dan kak Herin pun langsung turun dan masuk lewat pintu yang berada di bagian samping.


"Itu dia....." tunjuk kak Herin.


Aku melihat kak Chan yang tengah duduk di bangku taman sambil membaca majalah di tangannya.


Aku pun memberanikan diri melangkah untuk menghampirinya.Untung saja,kak Herin selalu bersedia untuk menemani ku.


"Chan......" panggil kak Herin.


Kak Chan pun langsung melihat ke arah kedatangan ku dan kak Herin.Aku bisa melihat kondisi dia yang sedang tidak baik-baik saja.Wajahnya yang pucat dan mata yang kemerahan.


"Sini duduk....." ucapnya pelan.


Aku dan kak Herin pun langsung duduk,tepat di depan nya kak Chan.


"Kamu sudah makan belum?" tanya kak Herin.


"Sudah,tadi ibu penjaga membuatkan ku makanan.Tapi,sekarang dia tengah pergi ke luar untuk membeli bahan makanan untuk nanti malam." jelas kak Chan.


"Gisele....." panggil kak Chan.


"Apa yang terjadi dengan kondisi muka kamu? Apakah terjadi sesuatu?" tanyanya.


"Ah ini......"


"Ya itu,ulahnya siapa lagi.Kalau bukan ulahnya Bomi."


"Hari ini,dia benar-benar kelewatan.Masa dia sampai membawa Gisele ke ruangan yang ada di dekat gudang itu.Terus,di sana dia sampai di pukul.Kamu bisa lihat sendir,kondisi mukanya Gisele sampai bengkak kayak gitu." jelas kak Herin.


"Bomi?"


"Iya kak,tadi saat aku tengah mengerjakan tugas dengan Aeri di perpustakaan.Tiba-tiba saja kak Bomi dan kawan-kawannya datang dan langsung meminta ku untuk mengikuti mereka." jelas ku.


"Benar-benar,dia sudah keterlaluan.Padahal,aku sudah memberikan dia kesempatan untuk berpikir selama kami berpisah sekarang." ucap kak Chan dengan nada kesal.


"Tapi,menurut ku bukan itu masalahnya sekarang."


"Aku juga tidak yakin apakah ini benar atau tidak.Hanya saja,aku melihat dari salah satu temannya yang membawaku tadi itu ada cewek yang bernama Soyi." lanjut ku.


"Soyi....?" ucap kak Chan dan kak Herin bersamaan.


"Apa kakak ingat dengan perempuan itu?" tanya ku.


"Itu loh Chan,cewek yang pernah dekat dengan kamu saat kita mengikuti pelajaran di kelas Budaya."


"Tapi,setahu ku si Bomi nggak dekat dengan Soyi atau pun sebaliknya.Soalnya,kan mereka beda jurusan juga." lanjut kak Herin.


"Itu yang ingin aku tanyakan,kenapa dulu hubungan kalian tidak berlanjut dan hanya sebatas dekat saja?"


"Dulu,aku memang hanya menganggap dia teman saja.Namun,pernah suatu hari dia mengajak ku untuk berpacaran.Tapi,saat itu aku tengah menjalin hubungan dengan Sora.Ya meskipun hubungan ku dengan nya tidak berjalan lancar."


"Mungkin nggak sih,kalau Soyi yang mempengaruhi kak Bomi?" timpal ku.


"Aku tidak yakin,karena kita tidak mempunyai buktinya." balas kak Chan.


"Kalau menurut aku nih ya,kemungkinan apa yang Gisele katakan ada benarnya juga.Soalnya,tidak menutup kemungkinan dia ikut campur dalam masalah ini.Mungkin saja,dia sakit hati atau kecewa,karena dulu kamu pernah menolak ajakannya." ucap kak Herin.


"Kalau menurut ku,sebaiknya kakak temui kak Bomi dan tanyakan sama dia.Kenapa dia bisa melakukan hal sejauh ini sama aku.Padahal,hampir satu kampus tahu,kalau kita itu berteman dekat." timpal ku.


"Aku setuju dengan apa yang Gisele katakan.Kamu tidak akan selamaya bersembunyi terus di sini."


"Menurut ku,dengan kakak malah sembunyi dan menghindarinya.Ini tidak akan menyelesaikan masalahnya.Yang ada,orang-orang yang ada di sekitar kakak yang akan ikut menerima imbasnya."


"Contohnya kejadian yang menimpa ku hari ini." lanjut ku.


"Benar banget Chan,coba kamu pikirkan kembali." ucap kak Herin.


"Kalau pun kakak ingin mengakhiri perjodohan ini,bicarakan dengan baik-baik dengan keluarga kakak dan Bomi."


"Aku yakin kok,mereka juga akan mengerti dengan apa yang kakak inginkan sekarang.Meskipun perjodohan ini batal,setidaknya hubungan kakak dan Bomi itu baik dan tidak salah paham satu sama lain." lanjut ku.