
***
Akhirnya kami pun samapai di Bandara.Setelah Daniel memarkirkan mobilnya,Aku dan dia langsung turun untuk menuju tempat kedatangan dan menunggunya di sana.
Aku hanya terdiam sambil sesekali melihat ke arah pintu kedatangan.
"Gisele,kamu kenapa? Sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu." ucap Daniel.
"Aku hanya sedang khawatir saja,"
"Tenang saja.Aku akan menghadapinya,kamu tidak perlu khawatir oke," tuturnya sambil mengelus rambut Ku.
"Memangnya kamu tidak khawatir gitu? Padahal kamu akan bertemu dengan ke dua orang tua Ku." timpal Ku.
"Nanti juga kamu Akan mengetahui jawabanya.Kenapa Aku bisa sesantai ini menghadapi kedua orang tua mu." jelasnya.
Setelah menunggu sekitar 20 menit,akhirnya dari kejauhan Aku sudah melihat kedatangan dua orang yang selama ini Aku rindukan yang tengah baru keluar dari pintu kedatangan.
"Itu daddy dan mommy Ku," tunjuk Ku.
Aku pun langsung berlari menghampiri kedua orang tuaku dan langsung memeluknya.
"Mommy,daddy."
"Gisele sangat merindukan kalian berdua." lanjut Ku.
" Mommy juga kangen banget sama kamu...."
Daddy dan mommy terus mengelus Ku dengan lembut.Belaian yang selalu Aku rudukan selama ini.
"Ya sudah,ayo kita langsung pulang ke rumah kamu," ajak daddy.
"Apartemen daddy." timpal Ku.
Daddy pun tersenyum mendengar ucapan Ku.
Daniel pun langsung menghampiri daddy dan mommy.Hal yang buat Aku terkejut adalah daddy langsung memeluk Daniel dan menepuk-nepuk pundaknya.
"Terima kasih,sudah menjaga Gisele selama saya tidak ada di sampingnya,"
"Itu sudah menjadi kewajiban saya." timpal Daniel sambil tersenyum.
Tidak jauh berbeda dengan daddy,mommy pun melakukan hal yang sama seperti daddy.
Aku sempat merasa heran dan aneh melihatnya.Sampai akhirnya pikiran Ku terpecah dengan seruan seseorang dari kejauhan.
"Kak Altheir....!" seru Ku masih tidak percaya melihat kedatangan nya dari pintu kedatangan yang berbeda dengan daddy tadi.
"Ya itu memang kakak mu,sambutlah dia." ucap daddy.
Aku pun langsung berlari dan langsung memeluk kak Artheir.
"Kakak,kenapa tidak memberi tahu Ku?"
"Karena ini kejutan untuk adik Ku tersayang," balas nya.
"Ih kakak jahat nggak bilang-bilang sama Gisele.Aku masih tidak percaya bisa melihat kakak di sini,"
"Sudah lah,kakak ingin segera sampai di rumah kamu untuk beristirahat." tuturnya.
Aku dan kak Al pun berjalan dan menghampiri mommy dan daddy.
"Apa kabar Daniel?" ucap kak Al langsung menyalami Daniel.
"Baik,kamu sendiri bagaimana?"
"Ya seperti yang kamu lihat,Aku baik-baik saja untuk saat ini." timpal kak Al.
"Syukurlah."
"Ya udah kalau begitu,kita langsung pulang saja sekarang." ajak Daniel.
"Ya sudah." timpal daddy.
"Ada apa ini sebenarnya? Kok orang tua dan kakak Ku malah terlihat akrab sama Daniel." bisik Ku dalam hati.
Rasanya masih seperti mimpi yang menjadi kenyataan,bisa berkumpul dengan orang-orang yang Aku sayangi dan berarti di hidup Ku.
"Loh,kok jalan nya berbeda? Ini kan bukan jalan menuju ke apartemen Ku." ucap Ku heran melihat jalan yang kami lalui sekarang.
"Ya kan memang kita nggak akan pulang ke rumah kamu dulu.Kita akan pergi dulu ke suatu tempat," timpal kak Al.
"Memang nya kita mau ke mana kak?" tanya Ku penasaran.
"Lihata saja nanti,kamu juga akan tahu setelah kita sampai di tempatnya." timpal kak Al.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam lebih,kami pun akhirnya sampai di sebuah rumah yang cukup besar di daerah Songbuk-dong Seoul.
Aku saja baru pertama kali berkunjung ke daerah ini.
"Ini rumah siapa?" ucap Ku pelan saat sudah memasuki rumah tersebut.
"Mari silahkan masuk," ucap Daniel.
"Kak,apa mungkin daddy menyewa rumah ini untuk tempat tinggal nya selama di sini?" bisik Ku pada kak Al.
"Bukan," balas kak Al.
"Lalu ini rumah siapa kak?" tanya Ku kembali.
Tidak lama kemudian terlihat sosok perempuan dan laki-laki keluar dari rumah itu.Dan menyambut kami dengan hangt.
Mereka langsung merangkul kedua orang tua Ku dan saling tersenyum satu sama lain.
Sedang kan Aku,masih saja bergulat dengan pertanyaan yang masih belum terjawab dari tadi.
Akhirnya kami pun masuk ke dalam rumah itu,satu hal yang membuat Aku sadar adalah,saat Aku melihat foto Daniel yang terpampang dengan kedua orang itu.
"Apa ini semua?"tanya Ku dalam hati.
"Selamt datang Gisele,senanng bisa bertemu kamu di rumah kami," ucap seorang wanita yang tampak seumuran dengan mommy.
"Iya," ucap Ku sambil tersenyum.
Kami pun langsung di bawa ke ruang tengah dan langsung duduk sambil berbincang-bincang.
"Gisele,pernalkan ini kedua orang tua Ku." ucap Daniel.
"Hah? Maksud kamu?" tanya Ku kembali.
"Iya mereka ini kedua orang tua Ku," jawabnya kembali.
Aku pun langsung terkejut dan masih tidak percaya.Aku pikir Daniel orang yang terlahir dari keluarga yang sederhana.Karena selama ini dia tidak pernah menunjukan nya di hadapan Ku.
Apalagi melihat dari tempat tinggal nya yang berada di kawasan elit di seoul,pastinya di terlahir dari keluarga yang kaya raya.
Lalu,apa alasan dia sampai mau bekerja menjadi bodyguard Ku selam ini.Padahal dia harus melayani Aku,seharusnya dia bisa mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik dari menjadi bodyguard.
Di tengah kegelisahan hati,Daniel pun langsung mengajak Ku untuk berbicara di balkon sambil melihat pemandangan yang ada di belakang rumahnya yang sangat luas.
"Kamu pasti terkejut sekarang,Aku sangat menengerti itu." ucap Daniel saat kami tengah berada di balkon rumah nya.
"Tentu saja,bagai mana Aku tidak terkejut sekarang.Selama ini berarti kamu telah membohongi Ku bukan?"
"Awalnya Aku tidak ingin mendekati kamu dengan cara seperti ini.Tapi,ada beberapa hal yang membuat Aku menyetujuinya." jelasnya.
"Apa itu? Katakan pada Ku alasan kamu melakukan semua ini kepada Ku."
"Kamu tahu kan? Aku sangat benci untuk di bohongi," lanjut Ku.
"Ya Aku sangat tahu itu,"
"Lalu kenapa kamu tetap mau melakukan nya?"
"Gisele,dengarkan Aku.Setelah pulang dari sini,Aku akan menceritakan semuanya sama kamu.Atau nggak setelah orang tua mu bisa beristirahat.Ayo kita pergi ke suatu tempat untuk membahas masalah ini." jelas Daniel.
"Aku tidak mau merusak suasan sekarang.Kamu lihatkan,orang tua kamu dan orang tua Ku sekarang mereka tengah berbahagia." lanjutnya.
"Baiklah.Aku akan menunggu kamu untuk menjelaskan semua ini."