FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD

FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD
Episode 41



***


2 hari setelah kepergian kak Al,Aku pun kembali melakukan aktivitas seperti biasanya.Hari ini,Aku pergi sengaja menggunakan bis umum.


Aku ingin mencoba sesuatu yang baru dan mencari pengalaman yang baru.Meski pun,Daniel sempat melarangnya.Tapi,Aku berhasil untuk meyakinkannya.


Ternyata naik angkutan umum seperti bis,tidak seseram yang Aku pikirkan.Aku malah menyukainya.Hanya saja,sewaktu-waktu kita harus bersiap untuk berdiri,kalau keadaan bisnya sedang penuh seperti sekarang ini.


***


Akhirnya Aku pun sampai di halte dekat kampus.Aku pun harus berjalan beberatus meter untuk sampai ke kampusnya.


"Gisele.......!" seruan kak Chan menghentikan langkah Ku.


"Eh kak Chan,kamu juga baru sampai ternyata." balas Ku.


"Aku melihat,kamu tadi turun dari bis? Apa Aku tidak salah.


"Tentu saja.Kak Chan tidak salah kok,Aku memang benar-benar baru saja naik bis." jelas Ku.


"Biasanya kamu di antar sama pacar kamu.Kemana dia?"


"Ada,hanya saja Aku yang meminta sendiri untuk belajar untuk lebih mandiri aja.Lumayan kan,buat pengalaman Aku juga." balas Ku.


"Iya juga sih.Jadi,sekarang kamu benar-benar sudah pindah ke rumah baru kamu?"


"Ya.Udah dua malam Aku tidur di sana."


"Bagaimana? Apa kamu nyaman tinggal di tempat yang sekarang?"


"Aku sih,tipe orang yang gampang untuk menyesuaikan dengan suasana baru.Jadi sampai sekarang Aku masih nyaman-nyaman saja." jelas Ku.


"Syukurlah."


"Kapan kamu akan mengundang Ku untuk makan ramen di rumah baru kamu?"


"Hah? Memangnya harus yah?"


"Ya tentu saja.Itu sudah menjadi kebiasaan saat seorang baru pindah ketempat baru,kita akan datang untuk mengunjungi.Walau pun hanya sekedar untuk minum atau makan ramen.


"Oh jadi seperti itu.Aku baru aja mendengarnya dari kakak.


"Berarti Aku harus mengundang Aeri,kak Herin dan kakak kalau gitu.Kalian kan,orang-orang yang cukup dekat dengan Ku."


"Ya,kamu bisa mencoba untuk mengajaknya terlebih dulu.Mereka pasti akan setuju." balas kak Chan.


"Oh iya,ngomong-ngomong.Hari ini kita berada di satu kelas yang sama bukan?" lanjutnya.


"Sepertinya.Aku belum mengecek jadwalnya,karena kemarin Aku terlalu sibuk dengan kepindahan Ku." jelas Ku.


"Kak Chan,bukan kah itu....."ucap Ku saat menyadari kak Sora sedang berdiri tidak jauh dari tempat Aku dan kak Chan berada.


Kak Chan pun langsung melihat ke arah yang Aku maksud.Dia awalnya sempat terkejut dan langsung menarik tangan Ku ke tangga yang berada tidak jauh dari tempat Ku berada.


"Kenapa,kamu malah menarik Ku ke sini?" tanya Ku heran.


"Aku malas untuk bertemu dengan dia.Lebih baik Aku terus menghindarinya seperti ini." timpalnya.


Kak Chan pun langsung duduk di bawah pohon sambil menyandarkan kepalanya.


"Ini pasti sulit bagi kakak,Aku juga pernah mengalaminya."


"Tentu saja.Aku mengalami masa sulit saat hubungan Ku dengan dia benar-benar berakhir.Aku merasa terpuruk dan hanya bisa menyalahkan diri Ku sendiri,atas apa yang telah terjadi."jelasnya.


"Aku memang tidak tahu pasti bagaimana hubungan yang selama ini kalian jalani.Aku hanya mendengar sebagian kecil ceritanya dari kakak dan kak Herin.Tapi,menurut Ku kakak jangan terlalu menyalahkan diri kakak dan menarik diri di hadapannya.Hubungan kalian berakhir bukan karena kakak nggak baik." tutur Ku.


"Aku kesal,karena dia seolah selalu memberikan harapan kepada Ku.Dan itu yang buat Aku tidak tahan,padahal Aku tahu hubungan kami sudah berakhir dan dia telah memilih yang lain."


"Aku mengerti,bagai mana perasaan kakak.Tapi,alangkah lebih baik untuk di hadapi dari pada kakak terus menghindarinya.Kejadiannya akan tetap sama,dia juga akan terus berusaha untuk menemui kakak." timpal Ku.


"Apa kakak masih mencintai dia?"


"Tidak,Aku sudah tidak lagi mempunyai perasaan terhadap dia.Aku sudah benar-benar mengakhirinya saat dia memutuskan untuk memilih laki-laki lain di hadapan Ku."


"Bukan kah lebih baik kakak menekankan sama dia,apa yang di inginkan oleh kakak.Jangan memendamnya sendirian,itu tidak akan menyelesaikan masalah."


"Selsaikan dengan baik-baik,apa yang kakak inginkan." lanjut Ku.


"Makasih ya,kamu sudah memberi Aku masukan.Aku sangat berterima kasih dan Aku menerima itu."


"Yang terpenting,jangan meluapkan kekecewaan kakak sama wanita yang lain.Meski pun kakak tidak meminta mereka untuk mendekati kakak,tahu kan bagaimana rasanya di permainkan seperti apa? Carilah wanita yang bisa menerima kakak apa adanya dan selalu saling percaya satu sama lain." tutur Ku sambil menepuk pundaknya.