
****
"Iya sih,apa yang kamu katakan memang benar.Kadang aku merasa minder saat berada di samping dia."
"Daniel begitu menjaga ku dan sangat memperhatikan semua yang aku butuhkan." lanjut ku.
"Ya pantas saja,orang tua kamu juga langsung mengiyakan perjodohan di antara kalian.Daniel memiliki kepribadian yang baik dan lulusan dari salah satu kampus yang terkenal."
"Orang tua mana sih yang nggak mau." lanjut Aeri.
"Kamu bisa saja," balas ku.
"Oh iya,tadi kak Herin sempat ke kelas nyariin kamu."
"Kapan?" tanya ku.
"Tadi,pas selesai kelas pertama.Dia mampir dulu ke kelas."
"Ya mungkin di pikirnya kamu masuk,tapi kan kamu malah bolos." lanjut Aeri.
"Ih Aeri,jangan gitu dong."
"Aku kan jadi malu." lanjut ku.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Setelah obrolan singkat ku dengan Aeri,kami pun langsung menuju ke mini market untuk membeli kopi.
Namun,saat di perjalanan perhatian kami berdua tertuju sama Soyi yang tengah berbicara dengan kak Herin.
Mereka terlihat bersitegang satu sama lain,aku dan Aeri memilih untuk tidak menghampiri kak Herin.
Aku khawatir nantinya malah,ada masalah baru lagi.
"Sebaiknya kita tunggu kak Herin saja di mini market.Nanti dia juga pasti akan menemui kita dan menceritakan apa yang dia obrolkan dengan Soyi." bisik Aeri.
Aku dan Aeri pun memutuskan untuk melanjutkan kembali perjalanan kami berdua,menuju ke mini market.
Sesampainya di sana,aku langsung memesan minuman kopi yang biasa aku pesan begitu pun dengan Aeri.
"Menurut ku wajar aja sih,tadi sikap kak Herin kesal kayak gitu." ucap Aeri setelah kami duduk di dekat jendela.
"Tidak tahulah,aku masih bingung sampai saat ini." balas ku.
"Ya semoga aja masalah nya cepat selesai.Aku merasa kasihan aja sama orang-orang yang berada di sekitar kak Chan."
"Ya termasuk kamu juga," lanjut Aeri.
"Sama sebenarnya aku juga sudah capek,dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini." timpal ku.
Aku dan Aeri pun sama-sama menikmati minuman kami sambil melihat ke arah luar.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Tidak lama kemudian,benar saja kak.Herin pun datang menghampiri kami berdua.
"Ternyata kalian di sini juga." ucapnya sambil duduk.di samping Aeri.
"Kenapa kak?" tanya ku.
"Sulit untuk membuktikan kalau masalah yang terjadi sekarang ini tuh,atas dasar ikut campur nya Soyi." jelas kak Herin.
"Tadi aku sempat menghampiri dia,aku coba untuk memancingnya lebih dulu.Tapi ternyata,dia jauh lebih pintar dari dugaan ku." lanjut kak Herin.
"Susah sih kak,kalau untuk cari kebenaran." timpal Aeri.
"Benar banget,hampir saja aku tadi ingin menampar wajahnya yang sok lugu itu." balas kak Herin.
"Ya pasti bakalan nggak semudah itu lah kak.Dia juga pasti sudah mewaspadainya sebelum hal yang buruk terjadi."
"Ya kita tunggu aja gimana nanti jawaban kak Chan dengan kak Bomi nanti." lanjut Aeri.
"Ya tadinya aku ingin mencari informasi langsung juga.Tapi ya,ternyata susah."
Kami bertiga pun hanya termenung sambil menatap kosong ke arah luar.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Sore harinya setelah pelajaran terakhir selesai,aku langsung menuju gerbang depan untuk menghampiri Daniel yang sudah menunggu ku di depan.
Daniel pun langsung tersenyum membalas seruan ku.
"Maaf yah,sudah menunggu ku lama." ucap ku.
"Tidak juga,aku baru saja sampai di sini beberapa menit yang lalu." balas nya.
"Gisele......!" seruan kak Herin tiba-tiba saja terdengar dari kejauhan.
Aku dan Daniel langsung melihat ke arah kak Herin yang tengah berlari menuju ke arah ku.
"Kenapa kak?" tanya ku.
"Tolong aku,apa kamu bisa antar aku ke rumah sakit yang ada di pertigaan depan sana." ucapnya.
"Tentu saja," timpal Daniel.
"Silahkan masuk." lanjut Daniel.
Aku dan kak Herin pun langsung masuk.Dia terlihat panik,aku juga penasaran sebenarnya siapa yang sakit.Sampai-sampai kak Herin meminta ku untuk mengantarnya ke rumah sakit.
"Sebenarnya ada apa kak? Apa ada yang sakit?" tanya ku penasaran.
"Aku menerima kabar,kalau Chan dan Bomi terlibat kecelakaan." ucap kak Herin.
"Apa? Yang benar kak?"
"Kakak tidak sedang becandakan sekarang." lanjut ku.
"Apa aku terlihat sedang becanda,aku serius dengan apa yang aku katakan barusan."
"Baru saja,aku di telepon sama pihak rumah sakitnya.Karena emang sebelumnya Chan menghubungi ku dan memberi tahu ku,kalau dia akan menjemput ku sekalian memberintahu kebenarannya." lanjut kak Herin.
"Ya sudah,sebaiknya kita lihat dulu kondisi nya Chan seperti apa sekarang.Masalah itu,kita bisa bicarakan nanti.Yang terpenting sekarang itu kondisinya Chan." ucap Daniel.
"Iya benar juga,aku sependapat dengan kamu...." timpal kak Herin.
◇ ◇ ◇ ◇ ◇
Sesampainya di sana,kak Herin lah yang lebih dulu turun duluan.Aku dan Daniel pun langsung mengikutinya dari belakang.
"Gimana kak?" tanya ku.
"Katanya dia di bawa ke ruangan itu." tunjuk kak Herin.
Tanpa menunggu lama,kami pun langsung berlari menuju tempat yang di tunjuk kak Herin.
Sesampai nya di ruangan itu,kami langsung mencari keberadaan kak Chan dan kak Bomi di setiap biliknya.
"Selamat sore,apa ada yang bisa saya bantu." ucap salah satu perawat yang tengah mendorong rak obat.
"Saya mencari korban kecelakaan lalu lintas,yang terjadi sekitar 10 menit yang lalu." jelas kak Herin.
"Oh itu....."
"Korban perempuanya sedang menerima perawatan di bilik nomor 9.Sedangkan yang laki-laki nya langsung di bawa ke ruang IGD,karena memerlukan perawatan lebih lanjut." jelas perawatnya.
"Ya ampun,Chan......" ucap kak Herin lemas.
Aku langsung meraih tubuh kak Herin yang hampir saja tersungkur di lantai.
"Kak sebaiknya kita temui dulu kak Bomi." ajak ku.
"Ya benar,aku ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi." balas nya.
Kami pun langsung menuju bilik no 9 yang di tunjukkan perawat tadi.Dan ternyata benar,saat kami membuka tirainya kak Bomi tengah duduk dengan luka yang cukup serius di bagian tangan dan kakinya.
"Herin.....!" seru kak Bomi dengan nada lemah.
"Ya ampun,seebenarnya apa yang terjadi sama kalian berdua.Padahal,sebelumnya kalian terdengar baik-baik saja." ucap kak Herin.
"Aku juga tidak tahu pasti,namun yang aku ingat saat sebelum kejadian ada mobil pribadi yang seolah menabrak kami dari arah berlawanan." jelas kak Bomi.
"Setelah itu,aku tidak ingat apa-apa.Aku baru tersadar,saat dokter mengobati luka-luka ku ini." lanjutnya.
"Apa kamu lihat,orang yang ada di dalam mobil itu? Atau mungkin sebelumnya kamu pernah melihat mobil itu." ucap Daniel.
"Itu pertama kalinya aku melihatnya dan aku juga tidak bisa melihat wajah orang yang mengendarainya.Karena dia memakai masker dan topi untuk menutup wajahnya." jelas kak Bomi.