FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD

FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD
Episode 55



♧ ♧ ♧ ♧ ♧


"Ini pasti bukan kecelakaan biasa saja,sepertinya ada orang lain yang sengaja ingin mencelakai kalian berdua." ucap Daniel.


"Kita harus mencari bukti,untuk membuktikan sangkaan ku ini." lanjutnya.


"Iya aku setuju,pasti ada sesuatu di balik kecelakaan yang menimpa kak Chan dan kak Bomi hari ini." timpal ku.


"Sepertinya polisi juga sedang menyelidikinya.Soalnya,tadi kata perawatnya aku juga ke sini di antarkan oleh mobil polisi." jelas kak Bomi.


"Ya udah,sepertinya aku memang harus segera pergi ke kantor polisi untuk melihat perkembangannya seperti apa." ucap Daniel.


"Apa tidak apa-apa?" tanya ku.


"Tentu saja,aku penasaran dengan perkembangan kasus nya." balas Daniel.


"Ya udah kalau gitu,nanti kalau ada apa-apa tolong beritahu kami di sini." ucap kak Herin.


"Tentu saja......"


Daniel pun langsubg keluar dari biliknya dan sekarang hanya tinggal kami bertiga.


'' Apa kamu sudah menghubungi keluarga kamu?" tanya kak Herin.


"Orang tua ku sedang tidak ada di sini.Mereka sedang menghadiri pertemuan di Jepang." jelas kak Bomi.


"Oh gitu,ya udah kalau gitu biarkan aku saja yang mengurus kamu di sini."


"Sebaiknya kamu istirahat lebih dulu,aku mau melihat kondisinya Chan seperti apa di sana." lanjut kak Herin.


"Ya......"


Aku dan kak Herin pun langsung menuju ke rungan dimana kak Chan menerima perwatan.


Beruntungnya,saat kami berdua tiba di depan ruangannya dokter yang menangani kak Chan baru saja keluar dari ruangan itu.


"Dok,bagaimana keadaan sepupu saya?" tanya kak Herin.


"Dia sudah melewati masa kritisnya,tapi saya menganjurkan untuk jangan dulu ada yang masuk ke ruangannya kecuali petugas yang akan memeriksa kemajuan kondisinya."


"Dia tadi banyak kehilangan darah dan sempat tidak sadarkan diri.Tapi,beruntungnya dia mampu melewati masa-masa kritisnya." lanjut Dokter.


"Syukurlah......"


"Baiklah dok,saya mengerti dengan maksud perkataan dokter barusan." balas kak Herin.


"Saya ingin berbicara dengan kedua orang tuanya,ada hal.yang perlu saya sampaikan sama mereka."


"Oh itu,sepertinya mereka sedang dalam perjalanan menuju ke sini." jelas kak Herin.


"Baiklah kalau begitu....."


Dokter pun langsung meninggalkan kami berdua.Aku dan kak Herin hanya bisa melihat kak Chan dari balik kaca.


Aku tidak menyangka,ternyata kondisinya lebih parah dari pada dugaan ku.Dia terlihat di bantu oleh beberapa alat yang terpasang di tubuhnya.


"Aku akan memberikan perhitungan sama orang yang sudah berusaha mencelakai Chan." ucap kak Herin kesal.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Setelah hampir menunggu sekitar 1 jam,keluarga kak Chan pun mengabari kalau mereka sedang berada di ruangan dokter yang manangani kak Chan tadi.


Kak Herin pun langsung berpamitan sama aku untuk menemui mereka.Aku sendiri memutuskan untuk pulang dulu ke rumah dan meminta Aeri untuk menjemput ku.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Aku pun langsung menuju lobi rumah sakitnya,karena Aeri sudah menunggu ku di sana.Sesampainya di sana,aku langsung masuk ke dalam mobil milik Aeri dan langsung pergi meninggalkan area rumah sakit nya.


"Dia masih belum sadarkan diri,kata dokter tadi dia banyak mengeluarkan darah saat tiba di rumah sakit." jelas ku.


"Kok bisa yah,padahal aku dengar tempat dia kecelakaan itu tidak jauh dari kampus.Apa mungkin,ada orang lain yang ingin menyakiti kak Chan dan sengaja membuat kak Chan kecelakaan." ucap Aeri.


"Aku juga punya pemikiran ke sana,apalagi tadi setelah mendengar perkataan kak Bomi.Katanya mobil yang menabraknya itu,seolah sengaja menabrakkan diri pada mobil yang mereka tumpangi."


"Terus,kak Bomi pasti sempat melihat nya dong siapa orang yang mengendarai mobil itu?" tanya Aeri.


"Itu dia masalahnya,menurut kak Bomi dia sama sekali tidak bisa melihat wajah dari orang itu,karena dia memakai topi dan menutupi sebagian wajahnya dengan masker." jelas ku.


"Pasti ini kecelakaan yang di sengaja dan sudah di rencanakan." timpal Aeri.


"Ya semoga aja pelakunya segera terungkap.Daniel juga,tadi langsung pergi ke kantor polisi untuk melihat perkembangannya seperti apa." jelas ku.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Sesampainya di rumah,aku dan Aeri langsung naik ke lantai dua.Aku berniat untuk mandi terlebih dulu sebelum makan malam.


"Aku sebaiknya menunggu di bawah saja,takutnya nanti ada Daniel datang." ucap Aeri.


"Oh iya benar," balas ku.


Dia pun langsung kembali turun ke bawah,sedangkan aku langsung masuk ke kamar mandi.


Setelah selesai dan berganti pakaian,aku langsung turun ke bawah untuk menghampiri Aeri.Dan ternyata benar saja,di sana Aeri tengah berbicara dengan Daniel di ruang makan.


"Seperti itu yah....." ucap Aeri.


"Kenapa?" tanya ku penasaran.


"Tadi pas di kantor polisi,aku sempat melihat CCTV yang berada di sekitar tempat kejadian.Ternyata,mobil yang menabrak mobilnya Chan itu memakai nomor plat palsu." jelas Daniel.


"Lah,berarti kalau begitu susah dong untuk mencari siapa pelakunya." balas ku.


"Tidak juga,sekarang polisi sedang melacak keberadaan mobilnya.Karena terpantau dia pergi menuju daerah Ansan."


"Polisi juga langsung berkordinasi dengan polisi yang ada di sana.Lagi pula,dengan keadaan keluarga Chan yang merupakan bukan orang sembarangan pastinya tidak akan sulit untuk menemukan pelakunya." lanjut Daniel.


"Menurut ku,orang ini terbilang berani.Karena sudah berusaha mencelakai kak Chan.Berarti emang dia sudah tahu seluk beluk keluarga kak Chan." ucap Aeri.


"Bisa jadi......" timpal Daniel.


"Ya udahlah,sebaiknya kita serahkan saja semuanya sama pihak kepolisian.Mulai sekarang,kalian juga harus lebih berhati-hati,sepertinya orang ini juga mengincar orang-orang yang dekat dengan Chan." jelas Daniel.


"Untuk berjaga-jaga,malam ini aku akan menginap di sini." lanjutnya.


"Iya benar,sebaiknya sepert itu.Meski pun daerah ini terbilang aman.Namanya juga oenjahat,pasti mencari celah dan kesempatan untuk melukai korban selanjutnya." balas Aeri.


"Kira-kira siapa yah pelakunya,aku sama sekali tidak ada gambaran tentang masalah ini." ucap ku.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Malam harinya,aku terbangun karena mendengar suara yang begitu keras dari latai bawah.Aku pun langsung turun dari kasur ku untuk mengeceknya.


Ternyata,sesampainya di bawah terlihat Daniel juga tengah berdiri di dekat kaca yang sudah pecah.


"Apa ini?" tanya ku kaget melihat kondisi kaca depan rumah ku yang pecah.


"Sepertinya,seseorang sedang berusaha meneror kamu juga.Tadi,saat aku hendak mengambil air minum tiba-tiba saja ada suara benturan yang begitu keras."


"Belum sempat aku mengeceknya,kacanya sudah pecah.Sepertinya,ada seseorang yang sengaja melemparkan batu ini ke rumah kamu." lanjut Daniel sambil menunjukan batu yang ukurannya cukup besar.


"Siapa sih dia,sampai-sampai dia nekat melakukan hal seperti ini sama aku juga." ucap ku pelan.