FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD

FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD
Episode 28



***


"Sebanatnya apa yang terjadi dengan kamu?" tanya Ku dalam hati.


Selang beberapa saat kak Chan pun melepaskan pelukannya.Matanya terlihat sembab seperti habis menangis.


"Apakah ingin Aku bantu untuk masuk ke dalam? Setelah itu,Aku akan pergi."


"Baik lah."


Aku pun langsung memapah nya ke dalam kamarnya.Aku sangat terkejut dengan isi kamarnya yang sangat berantakan tidak terurus.


Sampah bekas makanan berserakan di mana-mana,peralatan yang mungkin biasa dia gunakan kotor memenuhi wastafel nya.


Tercium bau aroma yang kurang sedap saat Aku memasuki rumahnya,udaranya begitu lembab dan berdebu.


Bagaimana bisa dia hidup seperti ini tiap hari,Aku tidak habis pikir dengan title dia di kampus yang banyak di gemari kaum perempuan tapi kenyataan di rumah nya sangat berbanding terbalik.


"Kak Chan,dimana kamar kamu?"tanya Ku kebingungan.


"Di sana," tunjuk nya pada salah satu kamar yang berada di pojokan.


Aku pun langsung membawanya menuju kamar yang dia tunjukkan.Setelah Aku masuk,Aku lebih kaget lagi karen baju kotor yang betebaran di mana-mana.


"Bagaimana bisa dia hidup sepertu ini," gumam Ku pelan.


Aku pun langsung menidurkan nya di atas kasur dan setelah itu Aku membantunya untuk melepas kan sepatunya.Untung saja,dia langsung terlelap tidur.


Karena Akunpaling tidak menyukai melihat ruangan dalam keadaan berantakan,Aku pun langsung meraih baju-baju yang berserakan di lantai,kemudian memasukan nya ke dalam kotak yang Aku anggap sebagai tempat pakain kotor.


Aku juga merapikan beberapa barang yang berjatuhan dan terlihat tidak rapi.Akunhanya bisa membereskan nya semampu Ku saja.


"Sora-ssi...." guman kak Chan.


Aku pun memikih untuk tidak memperdulikannya dan langsung ke luar dari kamarnya.Melihat ruanf tengah dia yang sangat berantakan,Aku langsung memungut sampah dan memasukannya ke dalam kantong plastik.


Setelah urusan di ruang tengah selesai,Aku langsung menuju dapur untuk mencuci peralatan yang mungkin sudah beberapa hari tidak dia bersihkan sampai mengeluarkan bau tidak sedap.


"Hwek....!" Aku merasa mual mencium aroma yang tidak sedap.


"Ya ampun,jadikan saja Aku pembantu kalau seperti ini." ucap Ku sambil terum membersihkan peralatan nya.


Setelah semuanya beres dan terlihat jauh lebih rapi,Aku langsung keluar dari apartemen nya dan langsung turun menuju kamar Ku.


"Ya ampun,benar-benar yah dia.Coba saja kalau Aku ceritakan sama cewek-cewek di kampus,pasti pamor dia langsung turun.Untung saja Aku tidak sejahat itu,"


Setelah sampai apartemen,Aku langsung menuju dapur untuk mengambil minum karena sudah ke hausan dari tadi.


"Ah segarnya....."


"Akhirnya Aku bisa merasakan juga,apa yangbsering di lakukan oleh bibi.Tapi,Aku tidaknseburuk dia lah,kamar Ku sangat rapi meski bibi tidak membereskan nya."


Setelah itu,Aku langsung berganti pakaian kembali karena bau keringat dan langsung membaringkan tubuh Ku dinatas kasur.


Aku langsung meraih HP yang sedari Aku tinggalkan.Pas Aku membukanya terlihat beberapa pesan dan panggilan dari Daniel dan Aeri yang tidak terjawab.


Aku pun langsung menelepon Daniel,karena takut dia berpikiran yang tidak-tidak.


"Halo,"


"Halo,Daniel.Ini Aku."


"Aku tahu itu kamu,"


"Maksud Ku,maaf karena sudah melewatka telepin dari kamu tadi,"


"Memangnya kamu dari mana? Aku tadi ke apartemen mu untuk mengajak mu makan ramen,"


"Tadi kamu ke sini? Kapan?"


"Ini Aku baru saja turun sedang menuju mobil untuk pulang."


Aku pun langsung meraih sweter dan langsung berlari untuk menyusul Daniel.


Setelah sampai di lantai bawah,Aku langsung mencari keberadaan mobilnya.Sampai akhirnya Aku melihat mobilnya terparkir di urutan paling ujung.Aku pun langsung berlari untuk menghampiri Daniel.


Aku sangat beruntung,karena Daniel masih menunggu Ku di dalam mobilnya.


"Daniel...!" seru Ku langsung memeluknya.


"Kamu kenapa? Datang-datang langsung memeluk Ku seperti ini."


"Aku ingin minta maaf sama kamu.Aku udah buat kesalahan sama kamu,"


"Ya ampun,kamu sampai segitunya.Aku jelas-jelas tidak apa-apa." ucap nya sambil tersenyum.


"Bukan itu maksud Aku,"


Aku merasa bersalah sama Daniel,karena kejadian barusan sewaktu Aku menolong kak Chan.


"Terus apa,sayang?"


"Aku ingin main ke rumah mu.Sekali ini saja," ucap Ku memohon.


"Tapi,Gisele....." Daniel terlihat bingung.


"Sekali ini saja oke,Aku mohon.Setelah sampai di sana Aku akan menceritakan nya sama kamu.Apa yang Aku alami barusan," jelas Ku.


"Baiklah." Daniel pun langsung melajukan mobil miliknya menuju rumah nya.


Sekitar 10 menit perjalanan,akhirnya Aku dan Daniel sampai di rumahnya.Ini pertama kalinya Aku mengunjungi rumahnya selama Aku tinggal di Korea dan selama Aku menjalani hubungan dengan dia.


Aku tidak menyangka dengam penampilan rumahnya yang terlihat minimalis modern.


"Ayo masuk,"ajak nya.


Aku pun langsung mengikutinya dari belakang.Aku sangat di buat takjub melihat isi rumah dia yang tertata rapi dan di ruangan tengah terdapat lemari khusu untuk menyimpan buku-buku.


Selama ini yang ada di dalam bayangan Ku,di tinggal di tempat yang sempit dan hanya ada satu kamar.Namun,kenyataan nya sangat jauh dari bayangan Ku.Rumahnya tidak jauh berbeda dengan apartemen milik Ku.


"Kenapa kamu malah berdiri di situ saja? Ayo sini." ajaknya kembali.


Aku pun langsung duduk di kursi yang dekat dengan dapur.Daniel pun langsung mengambil tempat untuk memasak ramen nya.


"Aku lapar.Jadi kita makan dulu oke," ucapnya sambil menyalakan kompornya.


Dia terlihat telaten saat memasak mie nya dan tidak lupa menambahkan beberapa bahan tambahan lainnya.


Aku pun perlahan mendekati Daniel yang tengah memasak mie nya dan memeluknya dari belakang.Dia pun langsung mengelus punggung tangan Ku dengan lembut.


"Wanginya sangat enak,Aku tidak sabar untuk segera memakannnya."


"Sebentar lagi,ini matang.Kamu tunggu saja di meja makan." pinta nya.


"Baiklah.Oh iya,apa kamu punya kimchi? Aku ingin memaknnya dengan kimchi,"


"Tentu saja,Aku meletakkan nya di dalam kulkas.Kamu bisa bantu Aku untuk mengambilnya."


Aku pun langsung membuka kulkasnya dan Aku pun terpesona kembali dengan penataan di dalam kulkasnya yang begitu tertata dan rapi.


"Apa kamu menemukan nya sayang? Kenapa kamu malah diam saja?" tanya nya.


"Aku hanya takjub melihat cara kamu menata isi kulkas kamu.Semuanya sangat tertata dan rapi sekali," tutur Ku.


"Ya kan supaya Aku gampang untuk mengambilnya...." timpal nya.


Aku pun langsung mengambil kimchinya yang sudah di letak kan di dalam kotak kecil.


"Kenapa,kamu menyimpan nya di dalam kotak kecil seperti ini?" tanya Ku penasaran.