FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD

FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD
Episode 52



*****


Kak Chan pun langsung mengalihkan pandangannya dan menatap ke arah depan dengan tatapan yang kosong.


"Aku tahu betul,ini pasti sulit untuk mengatakannya sama keluarga kamu.Tapi,kalau kita belum pernah mencobanya kita juga nggak akan pernah tahu juga hasilnya." ucap kak Herin.


"Baiklah,aku akan coba untuk bicara dengan keluarga ku.Tapi,aku masih butuh waktu sebentar lagi di sini." balas kak Chan.


"Baiklah,aku mengerti." balas kak Herin.


****


Setelah menyelesaikan urusan ku dengan kak Chan,kami pun langsung berpamitan sama dia.Karena waktu yang sudah sudah menunjukkan pukul 20.00 .


Kak Herin pun menyempatkan waktu untuk mengantarkan ku lebih dulu ke rumah.Dan setelah itu,dia langsung pergi untuk kembali ke rumah singgahnya.Dia berkata,mengkhawatirkan keadaan kak Chan.


Setelah berpamitan,aku pun langsung masuk dan menekan bel.


*Ting tong......*


Tidak lama kemudian,Aeri pun langsung membuka kan pintunya.


"Ya Gisele.....!" serunya saat sudah melihat ku.


"Apaan sih," balas ku.


Aku pun langsung masuk dan duduk di sofa yang ada di ruangan tengah.


"Gimana?" tanya nya sambil duduk di samping ku.


"Ya begitu lah."


"Ternyata dugaan ku benar,di balik masalah yang menimpaku akhir-akhir ini.Ada orang lain yang mengendalikannya." jelas Ku.


"Maksud kamu apa sih? Aku sama sekali tidak mengerti." ucap Aeri.


"Kamu tahu kan sama teman satu kelas kita yang bernama Rachel?"


"Ah dia,siswa pindahan dari Inggris itu kan?" balas Aeri.


"Iya benar sekali."


" Terus,apa hubugannya sama dia?" tanya Aeri kembali.


"Jadi pas aku lagi di mini market,dia tidak sengaja menghampiri ku.Di sana,dia cerita sama aku mengenai kejadian tadi siang itu.Ternyata dia dia juga tidak sengaja melihat aku yang tengah di bawa oleh,geng nya kak Bomi."


"Namun yang buat menarik adalah,kata dia salah satu dari mereka itu ada wanita yang dulunya pernah dekat sama kak Chan,namun hubungan mereka tidak berlanjut." lanjut ku.


"Jadi maksudnya gimana?" tanya Aeri.


"Ada kemungkinan,kak Bomi juga di pengaruhi sama cewek yang bernama Soyi itu."


"Soalnya kata kak Herin,setahu dia baik Bomi atau pun Soyi sebelumnya tidak pernah dekat satu sama lain." lanjut ku.


"Jadi maksud kamu,Soyi sengaja deketin Bomi untuk hancurin hubungannya dengan kak Chan dengan cara memfitnah kamu?" ucap Aeri.


"Betul banget...."


"Wah,hebat sih kalau kenyataannya seperti itu." balas Aeri.


"Dulunya memang kata kak Chan mereka sempat dekat,hanya saja kak Chan tidak menganggap dia lebih dari itu.Bahkan ada suatu waktu Soyi menyatakan perasaannya sama kak Chan,namun kak Chan menolaknya karena pada saat itu dia masih bertunangan dengan kak Sora." jelas ku.


"Ah iya aku ingat,saat dia waktu itu sering ginta ganti cewek." timpal Aeri.


"Iya itu."


"Sekarang,tinggal kak Chan yang harus menanyakan nya sama Bomi.Siapa orang yang buat dia salah paham sama aku dan berani melakukan hal yang semacam itu tadi." lanjutku.


"Ya iyalah harus,kalau kak Chan nggak nanyain langsung.Kita nggak akan pernah tahu jawabanya."


"Ya sudah,kamu mending mandi dulu.Supaya pikiran kamu tenaang,kebetulan aku sudah pesan makanan untuk kita makan malam." lanjut Aeri.


"Ya udah,kalau gitu aku mandi dulu yah." aku pun langsung berdiri dan berjalan menuju lantai atas.


Pagi harinya,saat aku sudah siap untuk berangkat ke kampus,ternyata Aeri tengah menyiapkan sarapan di dapur.


"Aeri,apa yang sedang kamu lakukan? Aku merasa tidak enak,malah kamu tamunya yang nyediain sarapan buat aku." ucap ku saat sudah di dapur.


"Tidak apa-apa,sekali-kali kamu harus coba masakan aku juga." balas nya.


"Silahkan duduk,ini aku buatkan omelet sama nasi goreng." lanjutnya sambil menaruh satu piring nasi goreng dan omelet telor di atasnya.


"Kelihatannya ini enak,aku tidak sabar ingin segera memakannya." ucap ku.


"Makanlah," balas Aeri.


Aku pun langsung mengambil sesuap dan langsung melahapnya.


"Wah ini enak banget,sepertinya aku harus belajar banyak sama kamu." ucap ku.


"Baiklah....."


Setelah kami selesai sarapan,kami pun langsung bersiap-siap untuk berangkat ke kampus.Untungnya,Aeri membawa mobil miliknya hari ini.


"Mobil kamu bagus juga," ucap ku saat hendak menaikinya.


"Ah ini,hadiah dari ayahku saat aku berhasil masuk ke universitas." balasnya.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Sesampainya di kampus,aku dan Aeri memutuskan untuk mampir ke mini market untuk membeli kopi dan cemilan.Kami pun duduk sambil melihat pemandangan yang ada di luar sana.


"Wah,ternyata kalian tengah asik di sini..." ucap kak Herin yang tiba-tiba saja menghampiri kami berdua.


"Iya nih kak,nggak tahu kenapa pagi ini aku merasa mengatuk." balas Aeri.


"Ya nggak ngantuk gimana,semalam kita kan malah begadang nonton Net***x." timpal ku.


"Oh iya kak,gimana kabar kak Chan?" lanjut ku.


"Pagi ini,dia pergi ke kampus bersama ku.Hanya saja dia langsung pergi dengan membawa Bomi bersamanya."


"Semoga,hari ini dia bisa menyelesaikan semua urusannya dengan Bomi.Aku sudah merasa kasihan saat melihat keadaannya sekarang,di tampak pucat dan tidak bersemangat." lanjut kak Herin.


"Iya,kemarin saat aku ke sana dia terlihat lebih kurus tidak seperti terakhir aku bertemu dengan dia." timpal ku.


"Pastilah,ini akan terasa berat buat dia." sambung Aeri.


"Eh lihat,itu kan cewek yang kamu maksud itu?" tunjuk kak Herin pada seorang wanita yang tengah berdiri sendirian di dekat pohon.


"Iya itu kak,aku melihatnya kemarin saat kak Bomi membawa ku ke ruangan itu." balas ku.


"Awas aja,kalau memang terbukti dia di balik semua masalah ini.Aku tidak akan tinggal diam saja,aku pasti akan langsung memberinya pelajaran yang sepadan dengan apa yang dia lakukan."


"Bukan hanya kamu yang di lukai,tapi secara tidak langsung dia juga sudah menyakiti Chan juga." lanjut kak Herin.


"Benar yah,cinta bisa membutakan segalanya." ucap Aeri.


*Dret......*


Tiba-tiba saja,ponsel ku bergetar.Aku pun langsung meraihnya dari dalam saku.Ternyata itu pesan yang telah di kirimkan oleh Daniel.


Aku pun langsung tersenyum,saat membaca isi pesan yang telah dia kirimkan.


"Maaf yah,aku duluan....." aku pun langsung beranjak dari tempat duduk ku.


"Kamu mau kemana?" tanya Aeri.


"Daniel sedang menunggu ku di depan." balas ku langsung keluar dari mini marketnya.


Aku pun langsung berlari menuju ke depan gerbang.Aku merasa sudah merindukannya dan ingin segera melihatnya.


"Sayang.......!" seru ku saat melihat dia tengah berdiri di samping mobilnya.


Dia pun langsung melambaikan tangannya dan tersenyum lebar melihat ke arah ku.