
***
"Tentu saja Aku melihatnya," timpal Ku.
"Dia kan cowok yang kamu bilang siapa tadi namanya?" tanya Daniel.
"Chan-yeol,"
Di berita itu,di ceritakan bahwa pertunangan kak Chan dengan wanita bernama Han Sora kandas,karena isu orang ketiga.
Aku juga langsung kaget dengan apa yang baru Aku lihat.Ternyata kak Chan merupakan salah satu penerus dari grup H**in yang mana perusaha itu cukup terkenal di Korea.
Pantas saja,dia suka berkeliaran di area sekitar apartemen Ku.Ternyata dia juga bukan orang sembarangan.
"Aku sedikit tahu tentang wanita itu," ucap Daniel.
"Maksud kamu?"
"Setahu Ku dia salah satu anak tunggal pemilik saham terbesar di kampus kamu sekarang." jelas Daniel.
"Benar kah?"
"Aku sangat yakin,soalnya waktu mengadakan pertemuan di kampus kamu bersama pak Park Dong-il,Aku pernah berpapasan dengan wanita yang ada di berita itu.Dan pak Park sempat menjelaskan tentanya sedikit."
"Katanya dia juga salah satu mahasiswa di sana," lanjut Daniel.
"Tapi,Aku belum pernah melihatnya selama ini." timpal Ku.
"Ya mungkin karena kalian berada di jurusan yang berbeda." balas Daniel.
"Iya juga sih,bisa saja seperti itu."
"Terus kenapa selama ini,Daniel malah berhubungan dengan banyak wanita di kampus Ku?Padahal dia satu kampus dengan tunangan nya.Apa mungkin penyebab kandasnya hubunga mereka itu,sikap Daniel yang suka gonta-ganti pasangan...." bisik Ku dalam hati.
"Gisele,kamu kenapa? Sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu," ucap Daniel.
"Tidak ada."
"Nah akhirnya makanan nya datang juga," ucap Daniel melihat pelayan yang sedang membawa nampan makanan ke arah meja Ku.
Pelayan itu pun langsung menyiapkan pesanan nya di atas meja.
"Selamat menikmati." tuturnya dan langsung berlalu kembali ke tempatnya.
Aku pun langsung mengambil satu potong ayam yang terlihat sangat menggugah selera.
"Um,enak banget....!" seru Ku setelah memakan suapan pertama.
" Kamu suka?"
"Tentu saja,ini sangat enak dan cocok dengan lidah Ku.Apalagi bumbu yang menyelimutinya semakin menambah kenikmatan nya." jelas Ku.
Aku pun langsung menghabiskan satu potong ayam itu dan langsung mengambil kembali potongan ayam berikutnya.
"Apa kamu ingin mencoba ini?" tanya Daniel yang sedang mengambil sesuatu dari dalam wadah.
"Apa itu?" tanya Ku penasaran.
"Ceker ayam tanpa tulang,rasanya juga enak dan memiliki tekstur yang kenyal." jelasnya.
"Ceker ayam? Aku belum pernah mencobanya,"
"Coba lah,siapa tahu kamu menyukainya." Daniel pun langsung menyuapi Ku.
Awalnya Aku merasa aneh dengan teksturnya,meskipun rasanya memang enak.Tapi,lama kelamaan Aku malah ketagihan dan meminta Daniel untuk menyuapi Ku kembali.
"Kamu suka kan?" tanya nya.
"Suka,ini unik bagi Ku.Oh iya kalau boleh tahu ini bumbu apa? Perasaan Aku pernah memakan bumbu ini saat Aeri mengajak Ku makan di salah satu restoran Korea."
"Gochujang," ucap Daniel.
"Gochujang? Apa itu,terbuat dari apa memangnya.Karena menurut Ku bumbunya memiliki aroma yang khas.
"Gochujang berasal dari kata gochu (cabai) dan jang (bumbu). Gochujang adalah saus merah Korea atau pasta cabai yang sudah ada sejak akhir abad ke-16 dan menjadi campuran makanan Korea sejak akhir Dinasti Joseon." jelas Daniel.
"Gochujang terbuat dari beras ketan, cabai merah, dan pasta kedelai yang difermentasi sebagai bahan utamanya." lanjut nya.
"Ah seperti itu.Panatas saja memiliki aroma yang khas." timpal Ku.
"Ya sudah,ayo kita lanjutkan makannya." ajak Daniel.
Kami berdua pun langsung kembali menyantap makanan yang sempat tertuda.Sampai akhirnya tidak ada satu pun yang tersisa di dalam wadahnya.
Aku sangat menikmatinya dan merasa perut Ku sekarang sangat penuh.
"Bagaimana tidak,lihatlah.Berapa potong ayam yang sudah kamu habiskan? Belum lagi ceker ayam sama telur dadarnya." timpal Daniel melihat Aku yang tengah kekenyangan sambil mengelus perut Ku.
***
Setelah itu,Aku pun langsung pulang ke apartemen.Dan seperti biasa Daniel hanya mengantarkan Aku sampai di lantai dasar apartemen Ku saja.Setelah itu dia langsung berpamitan untuk langsung pulang ke apartemennya sendiri.
Aku pun langsung naik dan masuk ke dalam kamar untuk siap-siap mandi.Setelah selesai,Aku langsung ke ruang tengah untuk melakukan olahraga selama 30 menitan.
Karena tadi Aku sudah makan banyak,Aku takut besok perut Ku akan membuncit karena nya.
*Ting tong,
Suara bel aparteman Ku berbunyi,Aku pun langsung menghentikan aktivitas Ku untuk melihat siapa yang berkunjung ke apartemen Ku malam ini.
"Mungkin kah itu Daniel? Tapi,dia bilang tadi akan melanjutkan pekerjaan nya.Lalu siapa itu?" ucap Ku pelan.
Aku pun perlahan berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang dari lubang pintu.
"Hah? Kak Chan? Kenapa dia bisa tahu nomor apartemen Ku?" ucap Ku kaget melihat kehadiran nya.
"Perasaan Aku belum pernah menceritakan pada siapa pun,kecuali sama Aeri." lanjut Ku.
"Buka nggak yah? Aduh bingung,bagaimana ini,"
Bunyi bel pun terus-terusan berbunyi tanpa henti.Dengan mengumpulkan semua keberanian Aku langsung membukanya.
"Gisele," ucap kak Chan sambil tersenyum pada Ku.
"Apa ini? Apa yang sedang dia lakukan pada Ku? Apakah dia sedang mabuk sekarang," bisik Ku dalan hati.
"Kak Chan....!" seru Ku.
"Kamu mabuk yah?" lanjut Ku.
"Aku hanya sedikit meminumnya," timpalnya dengan mata yang memerah.
"Apa yang sebenarnya terjadi sama kamu sih? " tanya Ku.
"Kamu lihat kan hari ini,akhirnya berita itu pun keluar.Aku sudah tidak mampu untuk mencegahnya." tuturnya.
"Maksud kamu? Berita,"
"Ya,kamu melihaynya bukan?"tanya nya kembali.
Dia pun langsung roboh seketika dan tersungkur.Aku pun langsung membantunya untuk berdiri kembali.
"Apa yang sebenarnya terjadi sama kamu? Kenapa kamu bisa sampai seperti ini,"
"Kak Chan,apa kamu bisa mendengarkan Aku?"
"Oh." balasnya.
"Sekarang Aku akan mengantarkan kamu pulang.Jadi katakan pada Ku dimana nomor apartemen kamu?"
" 1195." jawab nya.
"Ah itu berarti ada di lantai atas......" timpal Ku.
Aku pun langsung memapahnya untuk berjalan menaiki lift yang letaknya tidak jauh dari kamar Ku.
Sebenarnya Aku cukup kesusahan memapahnya karena tubuhnya yang jauh lebih tinggi dan besar dari pada Aku.
Setelah sampai di lantai atas,Aku langsung mencari nomor yang di katakan kak Chan tadi.Setelah berjalan cukup lama,akhirnya Aku pun menemukan nomor apartemen milik kak Chan.
"Kak Chan,sekarang kita sudah ada di depan kamar kamu.Apa kamu bisa mendengar Ku?" ucap Ku menyadarkan kak Chan yang terlihat lemah.
"Buka lah," ucapnya pelan.
"Bagaimana Aku bisa membukanya,Aku kan tidak tahu nomor pin nya." timpal Ku.
"53653," ucapnya pelan.
Aku pun langsung membantu untuk memasukan nomor yang di katakan kak Chan barusan dan ternyata berhasil.Pintu apartemen nya langsung terbuka.
"Ya sudah kalau begitu Aku langsung pulang.Sebaiknya kamu langsung istirahat saja," ucap Ku sambil memegangi kak Chan yang tengah bersandar di ambang pintu.
Setelah itu Aku langsung beranjak untuk kembali ke kamar Ku.Namun tiba-tiba saja,kak Chan menarik lengan Ku dan langsung memeluk Ku erat.
"Apa yang kamu lakukan? Lepaskan Aku,"
"Sebentar saja...." ucapnya pelan.