
***
Setelah kelasnya berakhit Aku langsung membereskan buku dan memasukannya ke dalam tas.
Aku pun langsung beranjak dari tempat duduj Ku untuk langsung menemui Aeri.
Sambil berjalan Aku meraih HP untuk menelepon Aeri dan menanyakan keberadaan nya.
"Halo,"
"Halo Gisele."
"Kamu di mana? Aku baru saja keluar kelas nih."
"Aku lagi di dekat lapang,"
"Lagi ngapain? Tumben,biasanya kamu nunggu di taman."
"Iya nih,kebetulan hari ini ada pertandingan sepak bola di lapangan.Aku iseng aja mau lihat,kalau mau kamu ke sini aja."
"Oh iya,Aku udah beli makan siang untuk kita.Jadi,kamu nggak perlu ke kantin,"
"Baiklah.Aku sedang di jalan untuk ke sana."
"Aku tunggu."
Aku pun langsung menutup telepon nya dan memasukannya kembali ke dalam saku.
Tidak lama setelah itu,Aku pun sampai di lapangan dan langsung mencari keberadaan Aeri.
"Gisele......!"
"Di sini," ucap Aeri sambil melambaikan tangannya.
Ternyata dia duduk tidak jauh dari tempat Aku berdiri.Aku pun langsung menghampirinya.
"Ya ampun,akhirnya Aku menemukan kamu.Sedari tadi Aku cari-cari kamu," ucap Ku langsung duduk di sampingnya.
"Nih.Tadi Aku sudah makan roti sama susu." ucap Aeri memberikan bungkusan makanan nya pada Ku.
"Makasih ya,udah mau beliin Aku makan siang."
"Sudahlah ini bukan apa-apa.Ayo cepat makan,kamu pasti lapar,"
"Oh iya,bentar yah.Aku mau ke toilet dulu,Aku titip tas Ku yah,"
"Oh ya udah kalau gitu." timpal Ku.
Aeri pun langsung berlari menuju toilet yang jaraknya cukup jauh dari lapang.
"Kasihan baget dia,harus menahannya karena menunggu dulu Aku datang." gumam Ku.
Aku pun langsung membuka bungkusan makanan nya dan langsung menikmatinya.
"Lumayan lah,untuk ganjal perut," ucap Ku setelah melahapnya.
Dari kejauhan Aku melihat kak Chan yang sedang berjalan menuju tengah lapangan untuk bergabung dengan orang-orang yang akan bertanding hari ini.
Sorakan mahasiswa lain langsung terdengar setelah melihat kedatangannya.Aku pun hanya menyeringai melihat keadaan seperti itu.
"Bisa-bisanya cewek-cewek itu masih tergila-gila sama laki-laki yang sudah ketauan gonta-ganti pasangan." ucap Ku sambil melahap makanan nya.
***
Tidak lama kemudain Aeri pun datang dan langsung duduk di samping Ku kembali.
"Maaf yah lama."
"Tidak apa-apa.Santai aja," balas Ku.
"Oh ya ampun,kak Chan sudah datang ternyata," ucap Aeri setelah melihat keberadaan kak Chan.
"Ya ampun,pantas saja banyak cewek yang mengidamkan dia.Kak Chan ganteng banget." lanjut Aeri.
"Kamu tidak ingat yah,kan kamu sudah punya pasangan,"
"Nggak apa-apa kali.Anggap saja,untuk penyemangat Aku untuk berangkat ke kampus." jelasnya.
Aku hanya bisa menggelengkan kepala Ku mendengar ucapannya.
"Aku heran sama kamu.Kak Chan itu ganteng dan terkenal,masa sih kamu nggak tertarik sama dia,"
"Nggak." timpal Ku.
"Yang benar saja.Oh atau jangan-jangan kamu sudah punya pacar lagi?" lanjutnya.
"Oh....." jawab Ku reflek.
"Ya......!" seru Aeri.
"Kamu serius sudah punya pacar? Kenapa kamu tidak cerita sama Aku?" lanjut Aeri.
"Ah itu,bukan Aku nggak mau cerita sama kamu.Hanya saja Aku menunggu waktu yang tepat untuk menceritakannya."
"Ceritakan pada Ku sekarang.Aku ingin tahu siapa laki-laki yang sudah bisa memenangkan hati kamu itu." ucapnya.
"Daniel,"
"Hah.....?"
"Daniel? Maksud kamu Daniel pengawal kamu itu?" Aeri sangat terkejut.
" Iya,"
"Gisele,kamu sedang tidak becanda kan? Kamu tidak bohong kan?" tanya nya kembali.
"Tentu saja Aku bicara jujur.Buat apa Aku berbohong sama kamu.Memangnya sekarang Aku terlihat sedang berbohong?"
"Tidak sih,"
"Hanya saja,Aku tidak habis pikir saja.Kamu sekarang sedang pacaran sama Daniel." lanjurnya.
"Ya begitulah,semua nya terjadi begitu saja."
"Tuhan tidak pernah keliru memberikan anugerah cinta kepada hambanya, karena sebuah cinta yang datang itu pasti ada makna dan alasannya."
"Iya sih Aku mengerti,"
"Tapi masalahnya,apakah itu tidak akan menjadi masalah untuk ke depannya?" lanjut Aeri.
"Cinta itu bukanlah berusaha menemukan sosok pasangan sempurna, namun belajar melihat ketidak sempurnaan pasangan kita dengan sempurna.Angelina Jolie pernah mengatakannya."
"Baiklah,kalau itu sudah jadi pilihan kamu.Aku akan mendukung kamu apa pun itu."
"Tapi,masalahnya adalah Aku belum memberitahu orang tua Ku tentang hubungan kami ini,"
"Jadi apa rencana kalian berdua kedepannya?"
"Daniel bilang,dia akan bicara langsung pada orang tua Ku.Dan memberi tahu hubungan kami berdua,"
"Wah hebat,dia laki-laki yang sangat pemberani ternyata." timpal Aeri.
"Iya tapi itu yang buat Aku takut,"
"Aku takut orang tua Ku tidak akan setuju dengan hubungan kami berdua." lanjut Ku.
"Bukan kah,setahu Aku orang tua mu tidak mengekang apa pun sama kamu,termasuk masalah asmara kamu." tutur Aeri.
"Memang sih selama ini mereka tidak pernah mencampuri urusan pribadi Ku.Tapi tetap saja Aku takut untuk menghadapinya." jelas Ku.
"Aku mengerti perasaan kamu sekarang.Tapi kita juga nggak akan pernah tahu jawabannya sebelum kita mencobanya,"
"Kamu beruntung,karena Daniel sosok laki-laki yang bertanggung jawab dan berani menghadapi orang tua kamu.Padahal itu pasti sangat sulit untuk dia." lanjut Aeri.
"Ya benar sekali apa yang kamu katakan,dia mempunyai keberanian yang tidak pernah Aku duga sebelumnya."
"Alasan seperti itulah yang buat Aku jatuh hati sama dia," ucap Ku sambil tersenyum.
"Semangat Gisele." ucap Aeri sambil tersenyum.
"Aku yakin hubungan kalian akan berhasil kedepannya." lanjut Aeri.
"Ya semoga saja."
"Kamu harus semangat dong,supaya Daniel juga semangat." tuturnya.
"Oh lihat,pertandingan nya akan segera di mulai," tunjuk Aeri ke arah lapangan.
"Yey......" sorak Aeri.
Aku dan Aeri pun hanya menonton pertandingannya sekitar setengah jam saja.Karena kami harus kembali untuk mengikuti kelas berikutnya.
"Dah,sampai ketemu kembali nanti," ucap Aeri saat kami harus berpisah di kelas yang berbeda.
"Um......" Aku pun langsung masuk ke dalam kelas dan mengikuti pelajaran terakhir hari ini.
***
"Halo,"
"Aku sudah di depan."
"Baiklah.Aku baru saja keluar kelas." ucap Ku langsung menutup telepon dengan Daniel.
Aku pun langsung keluar dan langsung berjalan menuruni anak tangga menuju lantai dasar.Aku tidak memilih turun naik lift,karena pastinya penuh dengan mahasiswa lainnya yang sama baru saja keluar kelas.
"Ya Chan,sampai kapan akan terus seperti ini?"
Langkah Ku langsung terhenti karna mendengar percakapan kak Chan dengan seseorang yang berada di tangga.
"Entahlah....."
"Aku juga lelah harus seperti ini terus." lanjut kak Chan.
"Kalau kamu lelah,kenapa tidak berhenti saja?"
"Apakah bisa?" tanya kak Chan kembali.