FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD

FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD
Episode 35



***


Pagi harinya Aku terbangun,karena kegaduhan yang di sebabkan oleh kak Al.


Aku pun langsung beranjak dari tempat tidur Ku dan langsung menghampirinya.


"Kenapa kak? Ini masih pagi loh,kakak udah ribut aja,"


"Gisele,ayo kita sarapan bersama.Mommy dan daddy sudah menunggu di ruang makan." jelas kak Al.


"Aku biasanya mandi dulu,sebelum zarapan kak,"


"Sudahlah,hari ini sarapan dulu baru mandi." timpal kak Al.


"Ya udah nanti Aku nyusul.Aku mau cuci muka dulu."


Aku pun langsung masuk kembali ke dalam kamar untuk merapihkan dulu rambut Ku,sekalian cuci muka supaya lebih segar.


Setelah itu Aku langsung menuju ruang makan untuk bergabung dengan keluarga Ku.


"Pagi mommy,"


"Pagi daddy." ucap Ku sambil duduk di samping kak Al.


"Pagi juga sayang,bagaimana tidurmu nyenyak?" tanya mommy.


"Nyenyak sekali,"


"Ayo kita makan,mommy udah buatkan sarapan kesukaan kamu." lanjut mommy.


"Terima kasih,karena sudah di buatkan sarapan hari ini."


"Sama-sama sayang,"


Kami berempat pun menikmati menu sarapan yang telah di buatkan oleh mommy.Sedangkan bibi,dia seperti biasa selalu memilih untuk menunggu kami di ruang belakang.


"Oh iya,nak." ucap daddy.


"Iya kenapa daddy?"


"Kemarin Daniel,pasti sudah menceritakan nya sama kamu bukan? Tentang rencana daddy yang ingin kamu pindah dari sini.Daddy ingin kamu tinggal di tempat yang dekat dengan kampus." jelas daddy.


"Ah masalah itu,Aku sudah mendengarnya dari Daniel dan kak Al."


"Aku setuju-setuju saja.Itu kan yang terbaik juga buat Gisele," lanjut Ku.


"Terima kasih ya nak,karena kamu sudah memahaminya."


"Semalam daddy sudah bertemu dengan keluarga Daniel.Untuk membicarakan masalah ini,kebetulan di daerah yang dekat dengan kampus kamu ada rumah yang cocok untuk di jadikan tempat tinggal kamu." jelas daddy.


"Semalam daddy sama mommy sudah melihat kondisi rumah nya.Menurut daddy bagus,kamu juga pasti menyukai nya." lanjut daddy.


"Ya sudah,Gisele mempercayakan sepenuhnya sama daddy dan mommy saja.Yang terpenting jangam terlalu besar saja.Kan nanti hanya Gisele saja yang akan tinggal di sana." jelas Ku.


"Tidak,rumahnya hanya memililki 2 kamar tidur dan tempat istirahat untuk pembantu.Rumahnya lebih ke arah design modern minimalis.Daddy sengaja mencari tipe rumah yang seperti itu,hanya yang membuat dia terlihat besar dari luar.Karena bagian tamannya yang luas." jelas daddy.


"Oh,ada taman nya juga? Aku suka banget kalau gitu.Aku kan bisa santai-santai di sana." timpal Ku.


"Ya sudah,nanti pulang dari kampus.Daddy akan minta Daniel untuk mengajak kamu ke sana."


"Baiklah."


"Oh iya,ada yang ingin Gisele sampaikan sama mommy sama daddy dan juga kak Al."


"Apa itu nak?"


"Aeri teman Ku waktu di Swiss itu,dia mengundang kita untuk makan malam di rumah nya.Bagaimana apa mommy sama daddy bisa?"


"Ah tentang itu,bukan masalah mommy sama daddy tidak mau atau pun menolaknya.Hanya saja,pekerjaan daddy kamu sudah menunggu nya di sana.Ada juga beberapa jadwal yang harus segera kami selesaikan.Nanti malam,kami berencana untuk kembali ke swiss." jelas mommy.


"Ya ampun mommy,secepat itu?"


"Ya.Kamu tahu sendiri,beberapa hari ini kami mengisongkan jadwal kami.Tetap saja telepon yang masuk tidak berhenti."


"Kami janji,nanti kalau pekerjaan daddy dan mommy sedikit.Kami akan langsung meluangkan waktu untuk mengunjungi kamu ke sini.Maaf ya nak,kami hanya bisa mengunjungi kamu tidak lama."


"Mommy tidak perlu minta maaf sama Gisele,yang ada Gisele sangat berterima kasih karena daddy dan mommy sudah meluangkan waktu untuk mengunjungi Gisele di sini.Padahal Gisele tahu,jadawal mommy dan daddy pasti padat."


"Tidak apa-apa,lagian 2 bulanan lagi kuliah Ku akan libur juga.Jadi Gisele,bisa pulang ke Swiss untuk bertemu mommy dan daddy." lanjut Ku langsung menghampiri mereka berdua dan memeluknya.


***


Dan seperti biasa,Aku di antar Daniel untuk pergi ke kampus.Sepanjang perjalanan,Aku menceritakan kejadian tadi pagi sama Daniel.


Daniel bilang,meskipun orang tua Ku berjauhan.Tapi,disini Aku mempunyai orang tua dia.Aku juga punya teman yang selalu peduli dengan Aku.


"Ya sudah,kalau begitu.Nanti pulang kampus seperti biasa Aku akan meunggu kamu di sini" ucap nya setelah sampaindindepan gerbang.


"Baiklah,kebetulan hari ini hanya ada satu kelas yang Aku ikuti.Jadi,Aku bisa pulang lebih awal dari biasa nya." timpal Ku.


"Ya sudah.Semangat ya kuliah nya," ucap nya sambil tersenyum dan langsung mengecup bibir Ku.


Aku pun tersenyum dengan perlakuannya pagi ini.Setelah itu,Aku langsung turun dan berpamitan samma Daniel.


***


"Gisele.....!" seruan Aeri menghentikan langkah Ku.


Aku pun langsung melihat ke arah nya yang baru saja datang.


"hai..."


"Pagi." lanjut Ku.


"Tumben kamu datang lebih dulu,biasanya kamu datang setelah Aku datang lebih awal." ucap Aeri.


"Ah itu,kebetulan pagi ini Aku bangun lebih awal."


"Oh iya,ada yang ingin Aku sampaikan sama kamu,"


"Tentang apa?" tanya nya.


"Tentang ajakan kamu yang mengundang keluarga Ku untuk makan malam di rumah kamu." jelas Ku.


"Ah itu,iya bagaimana jawabannya?" tanya nya kembali.


"Sebelumnya Aku minta maaf yah.Soalnya kedua orang tua Ku,malam ini harus kembali ke Swiss.Banyak pekerjaan yang sudah menunggu mereka di sana."


"Mereka menyampaikan permintaan maaf nya sama kamu." lanjut Ku.


"Ah begitu.Tidak apa-apa Gisele,lagi pula Aku tidak memaksakan itu."


"Ya ampun,cepat sekali mereka kembali.Padahal baru kemarin mereka datang." lanjut Aeri.


"Ya begitulah."


"Ya udah yuk,kita langsung ke kelas saja." ajak Aeri.


"Oh iya ya.Kan hari ini kita satu kelas," timpal Ku.


"Ya ampun,masa kamu lupa sih."


"Haha....." Aku pun tertawa mendengar ucapan Aeri.


***


Aku dan Aeri pun sampai dinkelas dan langsung mencari tempat duduk untuk kami.


"Gisele,lihatlah.Bukannya itu kak Chan?" tunjuk Aeri.


"Apa yang terjadi sama dia? Lihatlah,wajahnya penuh dengan luka lebam seperti itu." lanjut Aeri.


Aku pun langsung melihat ke arah yang di tunjuk Aeri.Dan benar saja,kak Chan tengah duduk dengan kepala yang tertunduk.Ada banyak luka lebam di wajahnya,dia terlihat tidak baik-baik saja hari ini.Meskipun dia berusaha untuk menutupinya dengan menggunakan jaket.


Siswa yang lain di sekelilingnya banyak yang memperhatikan nya.Tapi dia hanya tertunduk lemas sambil memegang ponsel di tangan nya.