
***
Aku pun langsung mengenakan jas tersebut sebelum keluar dari mobil.
"Mr.Park.....!"ucap Ku sambil bersalaman dengan beliau.
"Selamat datang Nona....."
"Perkenalkan saya Park Dong-il,senang bisa bertemu dengan anda..."lanjutnya.
"Saya Giselle,senang juga bisa bertemu dengan anda....."ucap Ku sambil bersalaman.
"Tuan Daniel sudah menjelaskannya semuanya kepada saya.Baik kalau begitu mari ikut dengan saya......"ajaknya.
Aku pun mengikuti arah yang Mr.Park tunjukan.Beliau mengajak Ku bertemu dengan salah seorang yang bekerja di bagian Administrasi.
Sebenarnya Aku hanya tinggal menandatangi beberapa berkas saja.Dan setelah itu Mr.Park mengajak Ku mengitari kampus yang akan menjadi tempat Ku berkuliah.
Beliau pun menjelaskan beberapa peraturan yang ada di kampusku.Setelah itu Aku pun berpamitan sama beliau.
"Biar saya antar....."tuturnya.
"Oh tidak perlu.Tidak apa-apa saya bisa sendiri,lagian saya juga mau lihat-lihat dulu area sini....."jelas Ku.
"Tidak apa-apa Nona,saya harus mengantar anda kembali....."
"Saya tidak nyaman kalau membiarkan Nona sendirian....."lanjutnya.
"Serius tidak apa-apa pak.Saya juga sekalian mau melihat-lihat area sini....."
"Ya sudah kalau begitu.Sampai bertemu kembali di lain waktu....."ucapnya sambil menundukkan kepala.
Beliau pun langsung beranjak pergi dan masuk kembali ke ruangan yang tadi Aku masuki.
Aku pun mulai menyusuri setiap lorong bangunan tempat Aku berkuliah.Aku sangat nyaman dan cocok dengan semuanya.Sambil melihat ada beberapa siswa senior yang tengah belajar.
Dan yang terakhir Aku sampai di dekat sebuah lapangan yang begitu luas.Disana terdapat beberapa Mahasiswa yang tengah bermain basket.
"Wah lapangan ini sangat luas sekali.Bagaimana bisa Aku mengitarinya nanti...."ucap pelan.
**Bruk.....**
Hantaman yang cukup keras menimpa kepalaku.
"Aw......" ringis Ku sambil memegang kepala Ku yang terkena hantaman bola.
"Gwaenchanh-euseyo?"ucap seorang laki-laki yang menghampiri Ku.
"What...?"tanya Ku balik.
"Are you okey...?"tanya nya kembali.
"What's fine. You didn't see a ball hit my head earlier......"sahut Ku.
Dia tampak kebingungan dengan apa yang Aku katakan.
"Bagaimana Aku harus menjelaskannya.Oh Tuhan......"bisik Ku dalam hati.
"I'm sorry. I didn't do it on purpose. You should be more careful, why are you walking near the field...."tuturnya.
"What? Why are you blaming me instead. You should be more careful with the balls you have....."
"Seriously, now you're saying I'm being careless. Are you kidding?"lanjut Ku.
Aku dan laki-laki itu pun saling bertatapan satu sama lain.Aku merasa kesal dengan apa yang dia katakan,harusnya dia minta maaf.Bukan malah menasehati Ku sekarang.
"Are you a new student here? It's okay. I hope you're okay....."ucapnya sambil berlalu meninggalkan Ku.
Aku sangat kesal di buatnya.Belum juga Aku memulai kuliah Ku di sini,Aku sudah bertemu dengan laki-laki yang menyebalkan barusan.
Aku pun langsung beranjak meninggalkan lapangan dengan kepala yang sedikit pusing.Sesampainya di depan gerbang,Aku langsung masuk mobil dengan terus memegangi kepalaku.
"Giselle,apakah kamu baik-baik saja? Apa yang terjadi...?" tanya Daniel tampak khawatir.
"Kepalaku terkena hantaman bola,Seseorang yang tidak Aku kenal melakukannya...."ucap Ku kesal.
"Aku merasa kesal sekarang.Dia yang salah,tapi dia malah memakiku.Dia malah mengatakan,Aku tidak berhati-hati dengan berkeliaran di dekat lapang....."lanjut Ku.
"Yang benar saja.Sebenarnya Aku yang salah atau dia yang gila......"bentak Ku sambil melihat ke arah luar.
"Sebaiknya kita ke rumah sakit dulu.Saya khawatir terjadi apa-apa....."ucap Daniel.
"Belikan saja Aku obat pereda rasa sakit..."lanjut Ku.
"Baik lah......"
Daniel pun langsung melajukan kendaraan nya dan tidak jauh dari kampus Ku terdapat toko obat.Dia langsung turun dan tidak lama kemudian keluar dengan sebungkus kertas di tangannya.
"Sini Aku lihat dulu....."ucapnya sambil memegangi bagian kepala yang sedari tadi Aku pegangin.
"Ini sedikit memar.Aku akan mengompresnya terlebih dahulu....."lanjutnya sambil mengeluarkan bungkusan dari dala jaketnya berisikan bungkusan es.
"Aw sakit......"ringis Ku.
"Daniel,apakah kamu bisa pelan-pelan menekannya.Itu terasa sakit.
Daniel hanya terdiam mendengarkan rengekan Ku dan tetap melanjutkan aktivitasnya.
"Tahan saja.Kalau sakit kamu bisa memegang Ku....."timpalnya.
Kemudian setelah itu Daniel mengoleskan krim di bagian kepala yang terkena hantaman tadi.
"Kamu kalau lagi ngambek lucu....."tuturnya sambil tersenyum.
"Bagaimana Aku tidak marah sekarang,seseorang......"
Tiba-tiba Daniel langsung mencium Ku cukup lama.Aku pun terkejut dengan apa yang dia lakukan padaku.
"Apakah sekarang jauh lebih baik...."tanyanya sesudah menyudahinya.
"Sedikit....."timpal Ku malu.
"Minumlah ini,nanti juga rasa sakitnya akan perlahan hilang...."ucap Daniel sambil memberikan bungkusan obat dan satu boto minum.
Aku langsung meraihnya dan meminumnya.
"Ini pahit sekali....."
"Ini tidak enak untuk Ku...."lanjut Ku.
"Itu namanya obat Gisele......."ucap Daniel sambil tersenyum.
Dia pun membuka lebar-lebar tangannya dan Aku langsung memeluknya.
"Tidurlah sebentar,sampai kamu merasa lebih baik...."ucapnya sambil mengelus rambut Ku.
"Nyaman sekali......"ucap Ku pelan dari dalam pelukannya.
***
Setelah kejadian tadi,Daniel pun langsung mengajak Ku ke sebuah tempat yang menjual banyak makanan.
Dia tahu saja,kalau perempuan sedang dalam keadaan kesal pasti yang di inginkan langsung memakan sesuatu yang buat mood kita balik lagi.
Daniel pun membelikan Aku es krim coklat kesukaan Ku.
"Semoga kamu menyukainya......"ucapnya sambil memberikan satu cup es krim.
"Tentu saja....."timpal Ku sambil meraihnya.
Akhirnya kami pun duduk di bangku yang sudah tersedia di depan toko es krim tersebut.
"Kamu pasti kaget dengan kejadian tadi....."
"Aku sangat memahaminya.Kamu baru saja datang sudah mendapatkan hal semacam itu di sini.Kamu juga pasti kesulitan dengan bahasanya,jadi susah buat kamu untuk memahaminya......"lanjut Daniel.
"Iya benar apa yang kamu katakan.Salah satunya itu tadi......."timpal Ku.
"Ada sebagian orang yang sangat mudah untuk berkata 'Saya minta maaf',ada juga sebagian orang yang sulit untuk mengatakannya......" jelas Daniel.
"Sebagian orang beranggapan,meminta maaf itu tidak semudah itu......"
"Ya....."
"Aku memahami itu,Aku juga tidak mengharapkan permintaan maaf darinya.Hanya saja cara dia memperlakukan Aku tadi yang tidak Aku sukai......"lanjut Ku.
"Jangan terlalu membencinya,itu tidak baik.Biarkan saja......."ucap Daniel sambil mengelus rambut Ku.
Aku sangat beruntung mempunyai Daniel di samping Ku.Dia bukan hanya menjagaku,melainkan mengingatkan dan menasehati Ku dengan hal-hal yang baik.