
****
Dua hari kemudian setelah kejadian itu,seperti biasa Daniel mengantarkan Aku ke kampus.Hari ini,sebenarnya dia akan pergi ke Hongkong.Tapi,dia kekeh ingin mengantar Ku terlebih dulu ke kampus.
"Sayang,nanti kalau kamu tidak mau naik angkutan umum.Aku bisa meminta supir untuk menjemput kamu ke kampus." ucap Daniel.
"Tidak perlu,nanti Aku bisa minta tolong Aeri untuk mengantar Ku pulang.Aku sekalian mau ajak dia menginap hari ini." balas Ku.
"Baiklah,Aku di sana kemungkinan hanya menginap satu malam saja.Nanti kalau ada apa-apa hubungi Aku."
"Iya sayang......"
Aku pun langsung turun dan berpamitan dengan Daniel.
Sesampainya di kelas,Aku melihat kursi yang biasa di duduki kak Chan.Selama hampir dua hari ini dia tidak masuk kuliah.Menurut cerita dari kak Herin dia sedang berada di luar kota untuk menenangkan pikirannya.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Kebetulan hari ini,tidak ada dosen yang mengajar.Jadi Aku dan Aeri memutuskan belajar di perpustakaan untuk mengerjakan tugas yang di berikan tadi pagi lewat ketua kelas.
"Gisele,"
"Iya kenapa,Aeri....?"
"Aku kebelet nih,bentar yah Aku ke toilet dulu sebentar."
"Oh ya udah,"
"Eh iya,apa Aku bisa minta tolong sama kamu." lanjut Ku.
"Minta tolong kenapa?"
"Sekalian beliin air minum dong,haus nih."
"Oh iya Aku sampai lupa,kalau kita ke sini nggak beli minum dulu.Ya udah,nanti habis dari toilet Aku mampir ke mini market dulu."
Aeri pun langsung keluar dari perpuatakaannya dan Aku pun kembali melanjutkan baca bukunya.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
"Kamu,yang namanya Gisele bukan?" tiba-tiba saja ada segerombolan wanita yang menghampiri Ku.Aku melihat ada sekitar 5 orang yang tengah berdiri mengelilingi Ku.
"Iya kenapa kak?" tanya Ku sambil memperhatikan wajah mereka.
Aku pun mengenali salah satu dari mereka itu,ternyata tunangannya kak Chan.
"Ikut sama kami dulu," ucap salah satu dari mereka sambil memegang pundak Ku.
"Kita bicara di sini saja,Aku sedang mengerjakan tugas soalnya." jelas Ku.
"Kamu mau kita ajak secara kasar apa gimana," bentak salah seorang dari mereka.
"Baiklah....." Aku pun pasrah dan langsung beranjak dari tempat duduk Ku.
Aku pun hanya bisa mengikuti ke arah mereka membawa Ku.Sampai akhirnya,Aku pun sampai di sebuah ruangan yang begitu pengap dan minim pencahayaan.
Aku pun di minta untuk langsung duduk di kursi yang sepertinya sudah mereka sediakan.
"Kalian bisa pergi sekarang,tunggu Aku di luar." suruh kak Bomi pada teman-teman nya.
"Baiklah,nanti kalau butuh bantuan atau ada apa-apa panggil kami saja." timpal salah satu dari mereka.
Teman nya kak Bomi pun,langung keluar dari ruangan itu dan sekarang di ruangan ini hanya tinggal Aku dan kak Bomi berdua saja.
"Gisele,ada yang ingin Aku tanyakan sama kamu,"
"Masalah apa ya kak?"
"Ini tentang Chan."
"Aku ingin tanya,kamu punya hubungan apa sama dia selama ini?" lanjutnya.
"Tidak mungkin,pasti ada yang kalian sembunyikan dari Aku."
"Katakan apa itu? Aku ingin tahu kebenarannya." lanjutnya.
"Aku benar-benar tidak mengerti dengan maksud kakak apa sekarang.Karena,kenyataan nya Aku hanya berteman saja sama dia."
"Bohong......" bentaknya.
"Aku seruis kak,"
"Nggak mungkin Chan, selalu menyebut nama kamu saat dia mabuk atau tertidur.Kalau emang di antara kalian berdua tidak ada apa-apa.Jawab yang sebenarnya sekarang,"
"Aku sudah mengtakan apa adanya.Tidak ada yang Aku sembunyikan.Kakak bisa tanya sama teman Ku atau pun kak Herin." balas Ku.
"Heh......"
"Mereka juga sama,pasti berpihak sama kamu.Mereka juga pasti menyembunyikan hubungan antara kamu dan Chan.Aku tidak suka saat ada seseorang yang berusaha untuk mengganggu hubungan Ku dengan Chan sekarang." ucapnya.
"Tapi emang kenyataannya,Aku hanya berteman dengan dia.Tidak lebih,"
Tiba-tiba saja,kak Bomi langsung mendaratkan pukulan di wajah Ku begitu keras.Aku bisa merasakan saat ada darah yang mengalir di salah satu sudut bibir Ku.
"Ini tidak apa-apanya di bandingkan perasaan Ku sekarang."
"Asalkan kamu tahu yah,sekarang Chan malah menghindari Ku dan malah pergi entah kemana.Setelah dia berusaha untuk menggagalkan pertunangan kami.Menurut kamu,kenapa dia sekeras itu untuk mengakhirinya? Ini pasti atas dasar permintaan dari kamu bukan?" lanjutnya.
Aku hanya bisa terdiam mendengar perkataannya barusan.Mau Aku menjelaskan apa pun sekarang sama kak Bomi,dia tidak akan pernah mempercayai perkataan Ku.
"Jawab......" bentaknya.
"Jawab Gisele,kenapa kamu malah diam saja." lanjutnya.
"Untuk apa Aku menjawabnya."
"Toh,apa pun jawaban yang Aku katakan tidak akan membuat kakak percaya juga sama perkataan Ku." lanjut Ku.
"Sial....." ucapnya.
Dia pun langsung membelakangi Ku.
"Aku peringatkan sama kamu,jangan dekat-dekat lagi dengan Chan.Kalau sekali saja Aku lihat kamu mencoba mendekati dia lagi.Kamu akan berurusan dengan Ku lagi."
Kak Bomi pun langsung keluar dari ruangan itu dan membanting pintunya dengan sangat keras.
Aku hanya bisa terdiam dan menahan tangis Ku.
Aku ingin sekali langsung menelpon Daniel,tapi Aku ingat perkataan dia tadi pagi.Kalau hari ini dia akan pergi ke Hongkong untuk menghadiri pertemuan di sana.
Aku tidak mungkin mengganggunya,yang ada nanti malah buat di khawatir sama Aku.Aku merasa kesal dengan kejadian ini,kenapa dia bisa salah paham sama Aku saja.
Padahal setahu Ku,jauh sebelum kak Chan belum dekat dengan Ku. Dia banyak mainin cewek-cewek dan berganti pasangan.Tapi,kenapa hanya sama Aku dia salah paham.
♧ ♧ ♧ ♧ ♧
Setelah menenagkan pikiran,Aku pun langsung keluar dari ruangan itu.Aku tidak langsung kembali ke perpustakaan,tapi Aku memilih untuk pergi ke klinik untuk mengobati luka Ku terlebih dulu.
Aku sangat beruntung,karena pas Aku masuk tidak ada siapa-siapa di sana.Jadi,Aku bisa dengan leluasa mengobati lukanya.Aku hanya berpikir,kalau ada orang lain yang melihatnya nanti malah akan menyebar ke seantero kampus dan malah menambah masalah lagi kedepannya.
Aku pun lebih dulu menyeka darah yang sudah agak mengering dengan menggunakan kapas dan air.
"Ah......" ringis Ku.
Aku merasakan perih yang teramat sangat saat menyekanya.
"Ya ampun Gisele,apa yang kamu impikan semalam.Sampai-sampai hari ini,terjadi kejadian seperti ini." ucap Ku pelan sambil menangis.
Aku merasa,hubungan Ku dengan kak Chan memang sudah tidak baik,sejak kami pertama kali bertemu.Tapi,Aku juga tidak bisa menyalahkan ini semua padanya.Dia juga pasti sedang kesulitan sekarang.