FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD

FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD
Episode 50



***


Setelah selesai mengobati lukanya,aku pun langsung ke mini market untuk membeli air dingin untuk mengompres bekas tamparan di pipi ku.


Rasanya begitu nikmat,ini kedua kalinya bagi Aku untuk merasakan kembali sakitnya.


Sambil duduk melihat ke arah luar,Aku hanya bisa menghela nafas ku dalam-dalam.Aku merasa kesal tapi tidak bisa berbuat apa-apa.


"Hai....." tiba-tiba saja seseorang menyapaku dari belakang.


Aku pun langsung membalikan badan ku untuk melihat siapa orang yang berada di belakang ku saat ini.


Ternyata itu,Rachel dia merupakan teman sekelasku.


"Eh......"


"Aku kira siapa,sini duduk." ajak ku.


"Kamu sedang apa? Kok botol minumnya malah di tempelin di pipi kamu sih?" tanyanya.


"Ah ini,aku merasa kepanasan aja." balas ku.


"Oh iya,tadi pas aku ke perpustakaan.Sepertinya Aeri sedang mencari-cari kamu deh."


"Oh begitu yah,tadi aku lupa tidak memberitahu dia kalau aku pergi ke sini." jelas ku.


"Sebenarnya,aku melihat kamu saat di tarik oleh segerombolan wanita itu.Tapi,aku tidak berani untuk mengikuti kamu sampai jauh.Karena aku tahu,mereka salah satu geng yang agak di takuti di kampus kita ini." jelas Rachel.


"Ya begitulah,aku juga tidak mengerti kenapa kak Bomi bisa salah paham seperti itu sama aku."


"Tadi,aku sempat menjelaskan semuanya.Tapi,percuma saja dia tetap menganggap ku salah." lanjut ku.


"Tapi,kalau di ingat-ingat nih ya.Salah satu dari mereka itu,merupakan cewek yang pernah dekat dengan kak Chan." balas Rachel.


"Yang mana?" tanya ku.


"Yang pakai bandana warna biru,tadi kan ada salah satu dari mereka yang pakai bandana."


"Seingat ku,mereka pernah dekat saat kak Chan dulu bertunangan dengan kak Sora.Aku tahu itu,saat aku pernah satu kelas dengan wanita itu.Dia sempat cerita,kalau dia tengah dekat dengan kak Chan pada temannya.Dan aku tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka." jelas Rachel.


"Jadi,maksud kamu.....?"


"Mungkin nggak sih,kalau dia yang malah mengadu domba kamu sama tunagannya kak Chan? Bisa saja kan dia sakit hati dan menjadikan kamu sebagai korbannya.Karena semua tahu kamu sama kak Chan dekat."


"Ini hanya pendapatku aja.Ini bisa saja salah bisa saja benar.Kalau pun benar,berarti kalian bertiga sama-sama di permainkan oleh dia." lanjut Rachel.


"Aku harus mengetahui masalah ini dari kak Cgan langsung.Pasti ada alasan lain,kenapa cewek itu berusaha untuk buat kami bertiga ribut."


"Ya apalagi kalau bukan karena dia masih menyukai kak Chan." timpal Rachel.


"Apa kamu tahu nama wanita itu?"


"Kalau tidak salah,namanya itu Nam Soyi." balas Rachel.


"Rachel,makasih ya.Karena kamu sudah memberi tahu aku masalah ini.Coba saja,kalau tidak ada kamu."


"Sama-sama,tapi aku tidak bisa membantu kamu lebih jauh lagi.Aku tidak mau berurusan dengan geng itu."


"Hanya sebatas ini saja aku bisa bantu kamu.Aku merasa,kamu berhak untuk mengetahuinya.Karena bagaimana pun,Aku sama seperti kamu.Kita sama-sama pendatang di sini,Aku bisa merasakan bagaimana kalau aku yang ada di posisi kamu sekarang." lanjutnya.


"Tidak apa-apa,ini lebih dari cukup." balas ku.


"Aku harap,masalah ini cepat selesai.Supaya kamu tidak di tekan lagi sama mereka."


Kami berdua pun akhirnya berpisah,karena aku berniat untuk langsung menemuai kak Herin.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Setelah mengetahui keberadaan kak Herin,aku pun langsung menghampirinya yang tengah berada di taman belakang dengan teman-temannya.


"Kak......" panggil ku.


"Eh,Gisele....." balasnya setelah melihat ke arah ku.


"Apa kita bisa bicara sebentar,ada yang ingin aku tanyakan sama kakak."


Kak Herin pun langsung beranjak dari duduknya dan langsung mengajak ku untuk duduk di kursi yang letaknya tidak jauh dari dia tadi duduk.


"Kenapa?" tanyanya.


"Eh sebentar,ini wajah kamu kenapa? Kok bisa bengakak kayak gini,"


"Gisele,apa ada seseorang yang mencari masalah lagi dengan kamu?" lanjutnya.


"Nanti aku akan ceritakan,"


"Aku mau tanya,tentang keberadaan kak chan sekarang.Kalau boleh tahu,sebenarnya dia sedang ada di mana?" lanjut ku.


"Sekarang Chan sedang berada di rumah singgah milik kekuarga ku."


"Kenapa? Apa kamu ingin menemui dia?" tanya nya.


"Ya,ada yang ingin aku sampaikan sama dia.Ini penting," lanjut ku.


"Baiklah,aku akan mengantar kamu ke sana."


"Sepulang sekolah,apa kakak bisa?"


"Tentu,kamu bisa menunggu ku di parkiran sekolah.Kamu tahu kan,mobil yang biasa aku gunakan.Kamu bisa menunggu aku di sana." jelasnya.


"Baiklah kak,"


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Setelah aku dan kak Herin membuat kesepakatan,aku pun langsung kembali ke perpustakaan untuk menghampiri Aeri.


Sesampainya di perpustakaan,ternyata Aeri tengah sibuk dengan laptopnya.


"Aeri......" panggil ku.


"Ya,kamu dari mana saja?" ucapnya langsung terkejut."


"Pelankan dulu suaramu.Nanti,kita malah di usir lagi dari sini." balas ku.


"Sebentar,ini wajah kamu kenapa? Kok bisa kayak gini." ucapnya sambil melihat ku.


"Tadi sedikit ada keributan kecil,"


"Siapa yang melakukan ini semua sama kamu? Pantas saja,kamu tiba-tiba menghilang dari sini." tuturnya.


"Tadi,kak Bomi tiba-tiba saja datang ke sini.Dan dia langsung membawaku ke ruangan yang letaknya agak jauh dari sini." jelas ku.


"Ya,jadinya seperti ini lah hasilnya." lanjut ku.


"Ya ampun Gisele,aku tidak habis pikir kenapa dia masih mencari-cari kamu sampai saat ini."


"Aku yakin,sekarang ini ada kesalah pahaman diantara kami bertiga.Kemungkinan,ada orang lain yang ingin menjebak ku." jelas ku.


"Maksud kamu siapa? Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan sekarang.Siapa yang ingin menjebak kamu?" tanyanya.


"Aku juga belum yakin,tapi aku yakin secepatnya aku akan mendapatkan jawabannya." balas ku.


"Ya udah,sekarang mending kamu tenangkan diri kamu di sini.Kamu pasti terkejut dengan kejadian tadi,"


"Tentu saja,"


"Apa kamu sudah memberi tahu Daniel,tentang masalah ini?"


"Belum,aku tidak ingin buat dia khawatir.Karena sekarang dia tengah di Hongkong.Aku tidak bisa memberitahu dia sekarang,nanti yang ada aku malah mengganggu pikiran dia."


"Aku akan menceritakan nya,saat dia sudah kembali ke sini." lanjut ku.


"Ya sudah,aku mengerti."


"Nih minum dulu,tadi kamu meminta ku untuk membeli minuman untuk kamu bukan." ucap Aeri sambil memberikan botol minuman nya padaku.


Aku pun memilih untuk,beristirahat di salah satu pojokan yang ada di perpustakaan.Sedangkan Aeri,menjaga ku sambil mengerjakan tugasnya.


Sampai akhirnya aku pun langsung tertidur dengan kepala menyender pada rak buku.