
****
Keesokan harinya seperti biasa berangkat kuliahnya di antar oleh Daniel.
"Ingat yah,jangan memperpanjang masalah yang kemarin.Nanti yang ada,akan memperburuk keadaan kamu di sini." pesan Daniel.
"Iya sayang,Aku mengerti."
"Makasih ya udah selalu ingetin Aku." lanjug Ku.
Daniel pun langsung memberikan kecupan mesra di bibir Ku.
"Ya sudah,kalau gitu."
Aku pun langsung turun,Aku tidak langsung masuk,melainkan menunggu Aeri di depan.Tadi pagi dia sempat mengirimi Aku pesan untuk menunggunya dulu.
Setelah menunggu hampir 10 menitan,akhirnya Aeri pun datang dan langsung menghampiri Ku.
"Maaf yah Aku gak telat...." tuturnya.
"Tidak apa-apa.Lagi pula,Aku juga baru aja sampai di sini." balas Ku.
"Ya udah yuk......" ajaknya.
Kami pun langsung masuk dan berjalan menuju kelas kami hari ini.
"Oh iya,kenapa kamu minta Aku untuk menunggu kamu di depan?" tanya Ku.
"Tidak ada apa-apa.Aku hanya takut aja kamu berjalan sendirian ke kelas.Apalagi setelah ada insiden kemarin" jelasnya.
"Ya ampun,Aku kira kenapa.Kamu sampai segitunya."
Setelah sampai di kelas,Aku langsung mempersiapkan semua yang di perlukan hari ini.
"Siang nanti,bagaimana kalau kita makan toppoki sama ceker ayam."
"Ayo kita pergi ke kedai yang ada di depan kampus kita," ajak Aeri.
"Um......Gimana kamu aja." balas Ku.
Tidak lama kemudian,dosen pun masuk dan pelajaran hari ini pun langsung di mulai.
***
Setelah pelajaran pertama berakhir,Aku dan Aeri langsung menuju kedai yang di maksud Aeri tadi pagi.
Kami pun langsung memesan beberapa menu dan menunggu di bangku yang letaknya dekat dengan jendela.
"Oh iya,gimana kemarin Daniel terkejut nggak lihat keadaan kamu?" tanya nya.
"Ya begitu lah,awalnya dia terkejut.Tapi,setelah Aku ceritakan semuanya dia memahaminya."
"Pasti dia khawatir banget yah,pulang-pulang keadaan pacaranya udah kayak gitu."
"Ya begitu lah,untungnya dia semalam menjaga Ku dengan baik.Ini bekas tamparan kemarin tidak terlalu kelihatan."
"Bukan masalah sakitnya sih,malunya itu loh di lihatin oleh banyak pasang mata melihat ke arah Ku." lanjut Ku.
"Pastilah,Aku saja sempat terdiam beberapa saat kejadian itu terjadi." timpal Aeri.
"Untung saja,hari ini kita tidak satu kelas dengan kak Chan." lanjutnya.
"Iya benar juga,kayaknya ada baiknya untuk sementara waktu Aku jaga jarak sama dia deh.Kalau nggak nanti tunangannya akan salah paham lagi sama Aku." jelas Ku.
"Pastilah,namanya juga cewek yang di bakar api cemburu.Mau kita ngejelasin apa pun sama dia,tetap nggak akan di dengarnya." timpal Aeri.
Akhirnya,makanan yang kami pesan pun datang dan langsung di sajikan dinatas meja.
"Makanalah," suruh Aeri.
Aku pun mengambil nya dan langsung memakannya.
"Bagaimana? Enak nggak?" tanyanya.
"Enak sih,tapi pedas." balas Ku.
"Nggak apa-apa.Anggap saja itu obat untuk mengurangi pusing di kepala.Karena pelajaran hari ini,cukup buat otak Ku panas." jelas Aeri.
"Ada-ada aja kamu." timpal Ku.
****
Sepulang dari kedai,kami pun langsung menuju kelas kembali untuk mengikuti pelajaran terakhir hari ini.
"Gisele.....!" seru kak Herin.
"Kenapa kak?" lanjut Ku.
"Chan,ingin bicara sama kamu." tuturnya.
"Kak Chan? Di mana?" tanya Ku kembali.
"Ya udah,mungkin sebaiknya kamu samperin kak Chan dulu.Masalah pelajaran,biar nanti Aku yang akan menjelaskannya sama dosen." ucap Aeri.
"Hem......" Aku pun berpikir sebentar untuk mengambil keputusan yang tepat.
"Baiklah....."
"Ya udah yuk,ikut Aku." ajak kak Herin.
Aku pun langsung mengikuti kak Herin dari belakang.Dia membawa Ku ke lantai paling atas,meskipun Aku sempat kebingungan di buatnya.
"Nanti di atas Chan sudah menunggu kamu.Aku akan mengantar kamu sampai di sini saja." ucapnya setelah kami keluar dari lift.
"Oh ya udah kak."
Aku pun perlahan menaiki tangga menuju lantai paling atas.Aku sempat ragu,dengan keputusan yang Aku ambil.
Sampai akhirnya Aku pun sampai di lantai paling atas dan ternyata benar,di sana udah ada kak Chan yang sedang duduk di atas kursi.
Kak Chan pun langsung melihat ke arah Ku dan menyunggingkan senyumannya.
"Makasih ya,kamu udah mau menemui Aku..." tuturnya.
Aku pun langsung duduk di sampingnya dan memulai pembicaraan kami berdua.
"Kalau boleh tahu,kenapa ya kak?" tanya Ku.
"Aku ingin minta maaf,masalah yang kemarin terjadi sama kamu." ucapnya.
"Ah masalah itu,Aku sudah melupakannya.Lagi pula itu hanya kesalah pahaman saja.Aku juga tidak ingin memperpanjang masalah ini." jelas Ku.
"Tetap saja,Aku merasa tidak enak sama kamu."
"Aku juga tidak pernah mengira,kalau dia akan melakukan hal sejauh itu sama kamu." lanjutnya.
"Kakak juga pasti terkejut bukan,"
"Tentu saja...." timpalnya.
"Aku mengerti,harusnya Aku lebih berhati-hati lagi saat berada di dekat kakak.Kalau tidak,kejadian seperti kemarin mungkin akan terulang kembali."
"Apa yang Aku lakukan kemarin,pasti buatbsalah paham tunangan kakak.Mau bagaimana pun Aku menjelaskan keadaannya dia mungkin saja tidak akan mempercayainya." lanjut Ku.
"Aku sangat kesal kemarin,makannya Aku belum sempat minta maaf sama kamu.Jadi,hari ini Aku meminta bantuan sama Herin untuk mempertemukan Aku sama kamu di sini." jelasnya.
"Aku mengerti posisi kakak sekarang seperti apa."
"Jadi,jangan terlalu menyalahkan diri kakak sendiri.Yang ada nanti malah akan buat kakak kesulitan." balas Ku.
"Makasih ya,karena kamu udah ngertiin Aku."
"Sama-sama."
****
Setelah pertemuan Ku dengan kak Chan berakhir,Aku pun langsung turun ke bawah untuk masuk kelas.Meskipun Aku tahu,ininsudah agak terlambat.Bisa saja,Aku malah akan mendapat hukuman dari dosen.
Perlahan Aku pun melangkahkan kaki Ku,menuju kelas.
Aeri pun langsung melihat keberadaan Ku yang tengah berdiri di depan pintu.Dia pun langsung memberi Ku kode untuk Aku tidak masuk.Dan menyuruh Ku untuk segera pergi.
Aku pun kemudian mengurungkan niat Ku dan langsung turun ke lantai bawah untuk menunggu kelasnya selesai.
***
Setelah hampir satu jam Aku menunggu,akhirnya Aeri pun datang menghampiri Ku.
"Kamu tadi becanda yah,mau main masuk aja."
"Asal kamu tahu,tadi Aku buat alasan kalau kamu itu lagi sakit dan sedang beristirahat di klinik." lanjutnya.
"Ya maaf,kan Aku tidak tahu." balas Ku.
"Bagaimana? Tadi kamu bicarain apa sama kak Chan?" tanyanya.
"Tidak banyak,intinya dia meminta maaf masalah yang terjadi kemarin."
"Sejujurnya Aku merasa kasihan sama kak Chan,dia terlihat tidak baik-baik saja akhir-akhir ini." lanjut Ku.