
***
Aku dan Daniel pun kembali menghampiri kedua orang tua kami yang masih asik mengobrol di ruang tamu.
Aku pun langsung duduk di samping kak Al.
"Kamu pasti terkejut yah?" ucap daddy.
"Tentu saja,"
"Jadi begini,ibunya Daniel itu teman dekat daddy.Kami berdua bertemu saat kuliah di Inggris." jelas ayah.
"Oh jadi gitu," balas Ku.
"Dia sangat berjasa terhadap karir daddy sekarang.Karena banyak membantu daddy saat awal daddy merintis perusahaan milik keluarga daddy.Beliau juga,yang mengenalkan ayah sama mommy." jelas daddy kembali.
Aku pun sempat terdiam beberapa saat setelah mendengar penjelasan daddy.
"Kebetulan waktu itu,tante dan ibu kamu sama-sama siswa pendatang di kampus kami.Jadi kami banyak membantu satu sama lain,sampai akhirnya kami pun dekat sampai sekarang." jelas ibunya Daniel.
"Oh iya,tante sampai lupa belum memperkenalkan nama tante,panggil saja tante Livia dan ini suami tante namanya Kim soon man.Panggil sama om Kim," jelas tante Livia.
"Sudahlah,nanti kita bahas ini saat kita sudah sampai di apartemen kamu." timpal mommy.
Kami pun akhirnya di ajak untuk makan siang di rumahnya Daniel.Ternyata tante Livia,sudah menyiapkan jamuan makanan untuk menyambut kedatangan kami ke rumahnya.
Aku tidak menyangka,ternyata memang benara pribahasa yang mengatakan 'Dunia itu sempit'.Dan nyata memang benar adanya,Aku tidak pernah memikirkan kejadian nya akan seperti ini,Aku merasa ini masih seperti mimpi.
Kami sekeluarga sangat menikmati jamuan makan siang hari ini.Sambutan hangat dari tante Livia dan om Kim membuat Aku yang pertama kali bertemu dengan mereka merasa nyaman.
Mereka pun menceritakan silsilah keluarga mereka pada Ku dan kak Al.Ternyata ibunya Daniel,merupakan salah satu Designer terkenal di Korea.Sedangkan ayahnya sendiri,merupakan CEO di perusahaan IT yang terkenal juga.
Pantas saja,mereka memiliki hunian di daerah elit.Rumah nya sendiri memiliki halaman yang sangat luas.Dengan pemandangan bukit yang cantik untuk di lihat.
***
Setelah acara perjamuan makan siang selesai,orang tua Ku langsung berpamitan untuk pulang ke apartemen Ku.
Kami pun langsung mengucapkan terima kasih atas sambutan yang di berikan tante Livia dan om Kim yang begitu hangat.Kami pulang di antarkan oleh sopir pribadi keluarga Daniel.
Sedangkan Daniel,dia tidak ikut bersama Aku dan keluarga Ku ke apartemen.Karena ada yang harus dia lakukan terlebih dahulu.Tapi,dia sempat mengatakan akan mengunjungi Ku saat urusan nya sudah selsai.
***
Sesampainya di apartemen milik Ku,mommybdan daddy langsung duduk di sofa sambil melihat pemandangan sungai Han dari jendela di ruang tamu.
Sedangkan kak Al,dia langsung masuk ke kamar untuk mandi terlebih dulu.Pantas saja,tadi pagi Aku mempunyai firasat kalau akan ada orang lain yang akan menempati kamar yang satunya lagi.
Untung saja,tadi Aku meminta bibi untuk membersihkan nya juga.
"Bagaimana,apa kamu senang tinggal di sini?" tanya ayah.
"Tentu saja,setiap hari Aku bisa melihat pemandangan yang bagus dari dalam apartemen.Ya meskinpun menurut Ku ini terlalu besar untuk Aku tinggali sendirian.
"Ah itu," ucap daddy.
"Jadi begini,daddy dan tante Livia sepakat untuk menjodohkan kamu dengan Daniel sejak dulu.Tapi karena daddy tahu,kamu pasti tidak akan menyukai perjodohan ini.Jadi daddy waktu iti meminta pendapat sama Daniel,bagaimana cara kami bisa mempersatukan kalian berdua." jelas Daddy.
"Karena kami tahu,kamu tidak akan menyukai saat ada laki-laki yang tahu status sosial kamu.Dan akhirnya,dia mengusulkan untuk mendekati kamu dengan melamar untuk di jadikan bodyguard untuk kamu saat itu." lanjut daddy.
"Kebetulan juga saat itu,Daniel tengah berada di US.Dia sedang melanjutkan studynya di sana." timpal mommy.
"Terus,bagaimana dia bisa mengenal kak Al?"
"Karena sebelumnya kami pernah bertemu dengan keluarganya Daniel sedang berkunjung ke Inggris.Dan saat itu mereka masih kecil,kamu juga belum lahir waktu itu." jelas mommy kembali.
"Dan setelah besar,kakak sama Daniel sering bertemu juga saat kakak kuliah di London.Waktu itu,Daniel sedang berlibur di rumah neneknya di sana." ucap kak Al yang baru saja datang.
"Ceritanya panjang,kalau kamu ingin mengetahuinya secara detail." lanjut kak Al.
"Dan sekarang,karena kami mempunyai waktu luang.Jadi,kami memutuskan untuk berkunjung ke sini sambil bertemu dengan keluarga Daniel." timpal daddy.
"Mommy dengar,kalian juga sudah meresmikan hubungan kalian juga bukan?"
"Iya sih.Tapi kan,awalnya memang Aku mengira Daniel itu hanya orang biasa.Makannya dia mau melamar kerja sebagai bodyguard Ku." timpal Ku.
"Karena dia sama seperti kamu.Sejak dia kecil dia tidak suka di perlakukan istimewa.Dia anak yang mandiri,bahakan saat kuliahnya dia rela bekerja di perusahaan orang lain.Padahal keluarganya sendiri bukan orang biasa-biasa.Tapi,ya itu lah Daniel.Dia sangat sederhana,makanya mommy dan daddy sangat setuju saat kalian mau di jodohkan." jelas mommy.
"Mommy dan daddy sudah menjelaskan nya,sekarang keputusan nya ada di tangan kamu.Kalau kamu merasa kami telah membohongi kamu tidak apa-apa,kamu sudah besar dan dewasa sekarang.Putuskan saja,mau seperti apa hubungan kamu sama Daniel ke depan nya." ucap mommy.
"Ya," sahut daddy.
"Baiklah,"
"Gisele,akan memikirkan nya terlebih dahulu." lanjut Ku.
"Ya sudah kalau begitu,mommy mau istirahat dulu." timpal mommy.
Mommy dan daddy pun langsung masuk ke kamar tamu bersamaan.
"Karena kakak udah di sini,sebaiknya kakak pergi jalan-jalan dulu.Siapa tahu,kakak bertemu jodoh kakak di sini," ucapnya sambil tersenyum.
"Ih apaan sih,nggak gampang tahu."
"Kata siapa? Kan kakak belum mencobanya." timpal kak Al.
"Gisele,percaya deh sama kakak.Daniel itu,laki-laki yang baik dan bertanggung jawab.Saat dia serius dalam satu hubungan,dia akan setia dan sangat menjaga pasangan nya.Terkecuali pasangan nya itu yang menyakitinya lebih dulu." jelas kak Al.
"Dia selalu berperinsip saat melakukan hubungan dengan seseoran 'Kadang kamu harus melepaskan, bukan karena tak cinta, tapi karena kamu lebih mencintai dirimu yang terus terluka.' Dia kan selalu memegang perinsip itu." lanjut kak Al.
"Aku tahu kok,cerita dia di masa lalu dengan wanita yang pernah dekat dengan dia sebelumnya." timpal Ku.
"Ya seperti itu lah dia," balas kak Al.
"Udah ah,kakak mau pergi jalan-jalan dulu ke luar.Kata Daniel,banyak orang-orang penting yang tinggal di apartemen ini." ucap kak Al langsung beranjak dari duduknya.