FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD

FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD
Episode 53



****


Aku pun langsung berlari dan memeluknya.


"Kangen......" ucap ku saat berada di dekapannya.


"Iya aku juga sama,kangen sama kamu." balasnya sambil mengelus rambut ku.


Aku pun langsung melepaskan pelukannya.


"Sebaiknya kita,cari tempat yang nyaman untuk bisa ngobrol dengan tenang."


"Aku tahu,dekat sini ada cafe yang cukup bagus." balas Daniel.


Kami pun langsung masuk ke dalam mobil dan langsung menuju cafe yang di maksud Daniel tadi.


Hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit saja untuk sampai ke cafe itu.Setelah sampai kami berdua pun langsung masuk dan memilih untuk duduk di dekat jendela.


*Drettt..........*


Aku pun langsung meraih HP yang ku simpan di dalam saku.Ternyata itu pesan yang di kirimkan oleh Aeri.


"Gisele,kamu sedang di mana?"


"Sebentar lagi,dosen akan masuk dan memulai pelajaran hari ini."


"Maafkan aku Aeri,sepertinya untuk pelajaran hari ini aku tidak dapat mengikutinya.Masalahnya,aku sedang bersama Daniel sekarang."


"Baiklah."


"Sebaiknya,kamu ceritakan sama dia tentang kejadian yang menimpa kamu kemarin"


"Tentu saja,aku akan menceritakannya."


"Terima kasih sudah mengingatkan dan makasih juga untuk bantuan kamu hari ini."


"Sama-sama..."


"Siapa....?" tanya Daniel.


"Aeri,barusan dia menanyakan keberadaan ku.Soalnya tadi,aku hanya bilang akan menemui kamu di depan saja." jelas ku.


"Aku sampai lupa,hari ini kamu ada kelas,'' balas Daniel.


"Tidak apa-apa,lagi pula aku sudah minta Aeri untuk mengurusnya."


"Sebentar,ini pipi kamu kenapa? Bukan kah,bekas yang waktu itu sudah pudar?" tanya Daniel setelah menyadari kondisi wajah ku.


"Apa selama aku di sana,ada sesuatu yang terjadi dengan kamu?" tanya nya kembali.


"Ya begitulah."


"Ada kesalah pahaman lagi,di antara aku dan kak Bomi." jelas ku.


"Ceritakan pada ku,bagaimana luka ini bisa terjadi." ucap Daniel.


"Jadi begini,di hari kepergian kamu.Siang harinya saat aku tengah mengerjakan tugas di perpustakaan.Saat Aeri tengah pergi ke mini market,tiba-tiba saja kak Bomi dan teman-temannya menghampiri ku dan setelah itu,meraka meminta ku untuk mengikuti mereka." jelas ku.


"Setelah itu,aku pun sampai di tempat yang mereka maksud.Itu berada di belakang gedung yang letaknya jauh kemana-mana.Ya di sana,terjadilah hal seperti ini." lanjut ku.


"Ya ampun,mereka sudah benar-benar kelewatan.Mereka berani melakukan itu dengan mencoba untuk menindas kamu sendirian." ucap Daniel kesal.


"Tapi,ternyata saat aku berada di mini market untuk mengompres lukanya.Aku menemukan fakta yang menarik."


"Apa itu?" tanya nya kembali.


"Ternyata,kak Bomi melakukan itu atas dasar hasutan dari orang lain."


"Maksud kamu? Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu bicarakan."


"Menurut Rachel,teman satu kelas ku.Dia juga melihat saat kejadian aku di bawa sama teman-temannya kak Bomi itu.Ada hal yang buat menarik adalah,ternyata dari salah satu nya itu ada wanita yang pernah dekat dengan kak Chan." jelas ku.


"Dia beranggapan,mungkin saja wanita itu yang mempengarugi kak Bomi untuk melakukan hal itu untuk ke dua kalinya." lanjut ku.


"Tapi,kita juga tidak bisa langsung berasumsi seperti itu.Kita harus punya cukup bukti untuk itu." balas Daniel.


"Setelah pulang dari kampus,aku dan kak Herin langsung menanyakan apakah benar kak Chan pernah dekat dengan wanita itu.Dan ternyata jawaban kak Chan,memang membenarkan saat dulu kak Chan masih bertunangan dengan kak Sora.Dia sempat dekat dengan wanita itu.Ya meskipun kak Chan hanya anggap dia teman saja," lanjut ku.


"Oh jadi maksud kamu,wanita itu tidak suka melihat Chan yang sekarang sedang menjalin hubungan dengan Bomi.Dia berusaha untuk memisahkan keduanya,dengan memfitnah kamu." ucap Daniel.


"Ya tepat sekali......" balas ku.


"Ya ampun,kok bisa yah ada orang seperti itu."


"Ini harus secepatnya di selesaikan dan di konfirmasi." lanjut Daniel.


"Ya makannya,pagi tadi katanya kak Chan langsung membawa kak Bomi untuk menanyakan kebenarannya di balik kejadian yang menimpa ku kemarin."


"Syukurlah kalau dia langsung bertidak cepat,kalau tidak kamu hanya akan jadi korban dari hubungan mereka itu." ucap Daniel.


Tidak lama kemudian,makanan yang kami sudah pesan pun datang.Aku dan Daniel pun langsung memakannya dengan lahap.


"Harusnya kemarin itu,kamu langsung memberi tahu ku,tentang apa yang terjadi sama kamu." ucap Daniel.


"Bukannya aku tidak mau,hanya saja aku berpikir kamu kan di sana sedang ada pertemuan penting.Nanti kalau aku malah memberi kabar yang kurang baik,malah biat pikiran kamu kacau dan tidak fokus." balas ku.


"Ya tidak apa-apa....."


"Aku ingin kedepannya,aku menjadi orang yang yang pertama mengetahuinya.Jangan sampai kamu memilih untuk....."


Aku pun langsung mengecup bibirnya,Daniel pun tampak terkejut dengan apa yang aku lakukan.


"Ya,aku sedang berbicara sama kamu,"


"Aku mengerti tentang kekhawatiran kamu itu.Maaf yah,kedepannya aku akan langsung mengabari kamu duluan."


"Harus......" balasnya.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧


Setelah menghabiskan makanannya,aku pun di antarkan kembali oleh Daniel ke kampus.


"Sampai ketemu nanti sore sayang," ucapnya.


"Iya......"


"Kalau gitu,aku masuk dulu yah.Hati-hati di jalan.Kamu pasti lelah,karena baru sampai langsung ke sini menemui aku." lanjut ku.


"Tentu saja,"


"Ya karena aku sudah merindukan kamu." balas Daniel.


Aku pun langsung tersenyum mendengar perkataannya,setelah itu aku langsung keluar dan menunggu Daniel untuk pergi duluan.


Seusai Daniel pergi,aku langsung menuju ke taman untuk menunggu Aeri selesai.Sekitar 15 menitan lagi,kelas hari ini akan berakhir.Sambil menunggu Aeri,aku pun meraih HP untuk menonton drama korea favirit ku.


♧ ♧ ♧ ♧ ♧ ♧


"Gisele......." panggil Aeri yang berdiri tidak jauh dari posisi ku.


"Hei....." ucap ku sambil melambaikan tangan.


Dia pun langsung berjalan ke arah ku dan langsung duduk di samping ku.


"Ya ampun Gisele,kamu hobi banget sih tidak masuk kelas.Aku sampai-sampai harus akting dulu sama dosennya." ucap Aeri.


"Ya maaf,soalnya ya gimana lagi.Aku sudah kangen sama Daniel," balas ku sambil tersenyum.


"Ya ampun,sampai segitunya kamu."


"Dia pasti nanyain dong,masalah luka yang ada di wajah kamu." lanjut Aeri.


"Ya tentu saja,"


"Syukurnya dia tidak marah,hanya pas awal dia lihat kondisi lukanya dia juga sedikit terkejut." jelas ku.


"Pastilah,mana ada laki-laki yang bakal baik-baik saja saat melihat wanita yang di cintainya terluka.Kamu lucu banget," ucap Aeri.


"Kamu sangat beruntung banget,punya pacar seperhatian dia." lanjut Aeri.