FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD

FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD
Episode 40



***


Ternyata benar saja, Daniel tengah mengobrol dengan bibi dan para petugas yang sedang bekerja untuk Ku.


"Kamu sudah kembali ternyata," ucap Daniel setelah melihat kedatangan Ku.


"Semuanya sudah selesai di packing. Tinggal menunggu pengirimannya saja. " jelas Daniel.


''Baguslah kalau begitu," timpal kak Al.


***


Ke esok kan harinya, setelah berpamitan dengan bibi.Aku dan kak Al berangkat menuju rumah baru Ku,karena Daniel sudah menunggu di sana.


"Kapan jadwal keberangkatan kakak?"


"Besok pagi,kenapa? Kamu ingin segera kakak mu ini kembali lagi ke US." timpal kak Al.


"Mana ada,Aku bilang kayak gitu.Aku hanya ingin tahu aja."


"Kirain,nanti kakak usahain pas kamu pulang ke Swiss,kakak juga akan pulang.Sudah lama kakak tidak berkumpul bersama di rumah kita." jelas nya


"Benar yah kak,janji yah.Nanti Aku pulang kakak juga ikut pulang.'' timpal Ku.


"Iya kakak janji." balasnya.


***


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh,akhirnya kami pun sampai di rumah baru Ku,ternyata Daniel sudah menyambut Ku di depan rumah dengan ibunya.


"Ya ampun,kak.Aku malu banget,kalau ada ibunya Daniel." ucap Ku pelan.


"Kamu gimana sih,dia kan calon mertua kamu nantinya."


"Bersikap biasa aja,jangan di buat-buat.'' lanjut kak Al.


Aku pun langsung turun dari mobil dan langsung memberi salam sama ibunya Daniel.


"Halo tante Livia,senang bisa bertemu dengan tante lagi." ucap Ku sambil tersenyum.


'' Tante juga senang,hari ini tante sengaja ke sini supaya bisa bantu-bantu Gisele di sini."


"Terima kasih sebelumnya.Aku jadi tidak enak,malah buat tante repot." balas Ku.


"Tidak perlu sungkan,lagi pula tante senang.Dari pada di rumah sendirian karen tidak ada aktivitas.'' jelas nya.


Aku dan Daniel bertugas untuk menyusun barang yang ada di kamar Ku.Sedangkan tante Livia dia memilih untuk menata barang-barang yang ada di dapur.Beda dengan kak Al yang malah sibuk dengan kegiatan cocok tanamnya di halaman belakang.


"Makasih ya,udah bantuin Aku hari ini." ucap Ku sambil menata baju ke dalam lemari.


"Tidak apa-apa.Lagi pula Aku tidak ada kerjaan hari ini." balas nya


"Aku merasa sungkan sama tante Livia,karena sudah buat dia ikut membantu Ku."


"Itu kan keinginan ibu Ku.Lagi pula Aku juga tadi tidak mengajaknya untuk ke sini.Malah ibu sendiri yang menawarkan diri dan memaksa ikut ke sini.'' jelas Daniel.


"Aku seperti memiliki ibu ke dua,setelah mommy."


"Bagus dong,kan kedepannya dia akan menjadi ibu kamu juga. Bagaimana sih," ucap Daniel sambil tersenyum.


"Ih Daniel,apaan sih buat Aku malu tahu...." ucap Ku sambil menepuk tangannya.


"Oh iya,semalam Aku dan keluarga Ku sudah membuat kesepakatan."


"Kesepakatan? Maksudnya?" tanya Ku penasaran.


"Aku ingin kita bertunangan saat kamu pulang ke Swiss.Kita akan melangsungkan acaranya di sana. Dan hanya di hadiri sama orang-orang terdekat kita saja." jelas Daniel.


"Sejujurnya Aku masih merasa ini seperti mimpi.Aku tidak menyangka pertemuan kita yang seperti itu,malah membuat hubungan kita bisa melangkah ke arah yang lebih serius." balas Ku.


"Karena dari awal,Aku berniat untuk serius saam kamu.Aku tidak ingin terlalu mengulur waktu." timpal Daniel.


"Aku sudah mengatakannya bukan,Aku sudah menyukai kamu sejak awal pertemuan kita." lanjut Daniel.


"Kalau di pikir-pikir lucu juga yah.Kamu awalnya sampai bersedia untuk menjadi body guard untuk mengenal Ku."


"Karena kamu,memiliki hal yang spesial dari pada yang lainnya."


"Dari awal Aku sudah yakin,suatu saat kamu akan mencintai Aku apa adanya. Dan menerima perasaan Ku." lanjutnya.


"Bukan nya yang lebih dulu,menyatakan perasaan itu Aku yah.Kalau di pikir- pikir,Aku seagresif itu sama kamu."


"Itu lah kamu.Aku menyukai kamu apa adanya,kita pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan.Aku berusaha untuk menerima itu," jelas Daniel.


"Dunia itu sempit yah,Aku tidak pernah mengira bahwa orang tua kita juga,sudah saling mengenal lebih dulu." timpal Ku


"Bukan kah itu yang di namakan takdir?"


"Aku setuju." balas Ku sambil tersenyum.