FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD

FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD
Epiaode 36



***


"Chan-ah....." seruan seseorang yang baru saja datang menabrak Aeri.Perempuan itu langsung menghampiri Chan yang hanya diam saja dari tadi.


Padahal seisi kelas di penuhi dengan ke gaduhan.


"Gisele,sebaiknya kita keluar dulu yuk" ajak Aeri.


"Ya sudah.Mungkin sebaiknya seperti itu," timpal Ku.


Aku dan Aeri pun langsung keluar dari kelas dan menunggu di lorong sambil duduk.


"Sebenarnya apa yang terjadi sama kak Chan yah? Dia sepertinya habis berkelahi,lihat saja.Wajahnya yang ganteng,sekarang di penuhi luka lebam begitu." ucap Aeri.


"Aku juga tidak tahu," timpal Ku.


Sebenarnya Aku juga tidak jaub penasaran nya.Aku ingin tahu,kenapa luka-luka itu bisa ada.Padahal beberapa hari lalu dia masih baik-baik saja.


"Kamu lihag kan,barusan wanita yang di gosipkan tunangan nya datang menghampiri nya."


"Aku tidak melihatnya,masalahnya Aku tidak memperhatikan wanita yang barusan masuk soal nya." timpal Ku.


"Apa ya,yang sebenarnya sudah terjadi?" ucap Aeri.


"Tidak tahu juga," timpal Ku.


"Gisele.....!" seruan kak Herin yang tengah berlari mengalihkan pembicaraan Ku dengan Aeri.


"Itu kak Herin bukan?" bisik Aeri.


"Iya." ucap Ku pelan.


Aku pun langsung berdiri dari duduk Ku dan langsung berjalan untuk menghampiri kak Herin.


"Gisele,syukurlah Aku bertemu dengan kamu di sini." tuturnya.


"Memangnya kenapa kak?" tanya Ku penasaran.


"Hari ini kamu berada di kelas Art kan?"


"Iya," balas Ku.


"Apa kamu melihat Chan,sedari tadi Aku mencarinya.Tapi,Aku tidak dapat menemukannya."


"Ah itu,tadi Aku lihat dia sudah ada di dalam kelas.Tapi....."


Belum sempat Aku menyelesaikan ucapan Ku,kak Herin sudah berlalu dari hadapan Ku.


"Gisele,ada apa?" tanya Aeri.


"Aku juga tidak tahu,dia hanya menanyakan keberadaan kak Chan." balas Ku.


"Sudah lah,sebaiknya kita tunggu di sini aja dulu."


Aku dan Aeri pun duduk kembali,sambil menunggu kondisinya mereda.


****


Selang beberapa menit,terdengar kegaduhan antara kak Herin dan kak Sora.


"Berhenti untuk pura-pura peduli sama dia," ucap kak Herin.


"Aku sedang tidak pura-pura.Aku benar-benar peduli sama dia,makannya Aku langsung ke sini untuk menghampirinya."


"Hah? Chan seperti itu juga gara-gara kamu tahu,kamu tidak cukup puas selama ini udah buat perasaan nya terluka." balas kak Herin.


"Aku harap kamu menjauhi Chan sekarang juga,nggak usah peduliin dia lagi.Sudah cukuo yah berita itu keluar dan di ketahui publik.Harus berapa lama lagi,kamu harus menyakiti Chan,sampai kapan Chan harus terus menutupi semua kekacauan yang di timbulkan oleh kamu." bentak kak Herin.


"Aku minta kamu pergi dari sini,tidak usah pedulikan dia lagi.Urus saja laki-laki yang sekarang jadi pacar kamu itu.Bisa-bisa nya dia memukuli Chan yang tidak tahu apa-apa..." lanjut kak Herin.


Kak Sora pun langsung pergi,setelah menerima kemarahan dari kak Herin.Aku sangat bisa melihat jelas kemarahan kak Herin,wajahnya begitu merah menahan kekesalan nya.


"Ya ampun Gisele,apa yang barusan terjadi? Aku seperti melihat drama korea saja." bisik Aeri.


Tidak lama kemudian kak Chan keluar dengan tubuh yang sempoyongan.Sepertinya dia habis minum.


"Herin,antarkan Aku ke ruangan kita saja." ucap kak Chan pelan.


Kak Herin pun langsung membantu memapah kak Chan pergi dari depan kelas kami hari ini.


"Sepertinya kelas hari ini tidak akan berjalan dengan baik,setelah kegaduhan yang terjadi." ucap Aeri.


"Entah lah,"


***


Kelas pun berakhir dalam waktu 2 jam,Aku pun langsung membereskan beberapa barang dan memasukan nya kembali ke dalam tas.


"Gisele,apa kamu ingin pergi ke kantin dulu untuk makan siang? Lumayan kan swbelum kita pulang." ajak Aeri.


"Um gimana yah,"


"Ayo lah,lagi pula ini masih terbilang pagi,lebih baik kita ke kantin dulu." ajak nya kembali.


"Ya sudah kalau begitu."


Aku dan Aeri pun langsung keluar kelas menuju kantin yang letaknya berada di gedung yang berbeda.


Kami harus menuruni tangga dan berjalan sekitar 200 meter untuk sampai ke sana.


Setelah sampai kantin Aku dan Aeri langsung mengantri dengan mahasiswa lainnya untuk mengambil makanan nya.


"Aku ingin sekali makan sup rumput laut," ucap Aeri.


"Ya ampun sesuka itu kamu sama sup rumput laut." timpal Ku.


"Loh emang enak Gisele,segar tahu.Apalgi kalau di tambah potongan cabai supaya rasanya lebih pedas." jelas Aeri.


"Ya semoga saja,hari ini menunya ada itu," timpal Ku.


Aku dan Aeri pun perlahan maju untuk mengambilnya.Untung saja,keinginan Aeri terkabulkan.Ternyata benar,hari ini menunya terdapat sup rumput laut.


"Yey,ini hari keberuntungan Ku....." ucap Aeri sambil menuangkan sup nya.


Setelah itu,kami mencari tempat duduk untuk kami makan siang bersama.


"Hem,segar sekali...." ucap Aeri setelah melahap sup nha.


"Ya sudah habiskan lah.Kalau kurang kamu bisa mengambil bagian Ku,"


"Oke," balas nya sambil tersenyum.


Kami pun melanjutkan kembali makan siang kami hari ini.


***


"Ah benar,Aku belum cerita sama kamu,"


"Cerita apa?" tanya nya penasaran.


"Jadi begini,Aku juga baru mengetahuinya kemarin sore."


"Apa itu?" tanya nya kembali.


"Daddy meminta Aku untuk pindah dari apartemen Ku yang sekarang.Katanya mengingat jarak yang cukup jauh untuk menuju kampus.Jadi danddy menyarankan nya,"


"Di mana? Kemana kamu akan pindah?"


"Aku juga belum tahu pasti,hanya saja setahu Aku daddy bilang di daerah Songbuk-dong.Kalau tidak salah," jelas Ku.


"Tapi tempatnya cukup dekat dari kampus kita ini,Aku juga belum tahu jelas pastinya." lanjut Ku.


"Ah seperti itu,"


"Sepertinya Aku juga akan meminta untuk mencari tempat tinggal di daerah sini." lanjut Aeri.


"Kenapa susah-susah,bagaimana kalau kita tinggal bersama saja.Kebetulan ada dua kamar di rumah Aku yang baru."


"Kamu tahu kan,Aku tidak bisa tinggal sendirian." lanjut Ku.


"Bukannya nanti,ada pembantu juga yanga kan membantu pekerjaan rumah kamu?"


"Iya ada,tapi dia hanya akan datang saat pagi hari dan pulang setelah sore." balas Ku.


"Lalu bagaimana dengan apartemen kamu yang sekarang?" tanya nya.


"Itu akan tetap menjadi apartemen Ku,hanya saja akan di gunakan saat Aku pergi liburan ke daerah Hannam atau saat kakak atau orang tua Ku berkunjung ke sini." jelas Ku.


"Ah seperti itu."


"Kedengaran nya bagus," lanjut Aeri.


"Apa kamu sudah selesai? Ayo kita pulang." ajak Ku.


"Sepertinya sudah," balas Aeri.