FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD

FALL IN LOVE WITH MY BODY GUARD
Episode 45



***


"Sudahlah,lagi pula kita tidak ada hak untuk ikut campur." ucap Daniel sambil menyimpan beberapa minuman nya di meja.


"Banyak juga yang kamu,beli."


"Kita kan di sini hanya sehari lagi." lanjut Ku.


"Tidak apa-apa.Buat jaga-jaga saja," balasnya.


"Ya sudah,kamu istirahat aja.Nanti sebentar lagi,Aku juga tidur."


"Ya udah,kalau gitu Aku tidur dulu yah."


Aku pun langsung masuk ke dalam kamar dan bersiap untuk tidur.


***


Setelah liburan usai,Aku pun menjalankan aktivitas seperti biasanya.


Menjelang libur musim panas,jadwal kelas Ku pun tidak begitu banyak setiap minggunya.


"Gisele....." seruan Aeri menyambut Ku di depan gerbang.


"Hai....." balas Ku langsung menghampirinya.


"Bagai mana liburan kamu?"tanya nya.


"Cukup menyenangkan.Daniel mengajak Ku jalan-jalan je sungai Han.Dan kami pun menginap di apartemen Ku yang dulu." jelas Ku.


"Wah,kedengarannya menyenangkan."


"Tentu saja." balas Ku.


"Kamu sendiri,dua hari libur kemana aja?" lanjut Ku.


"Aku,"


"Pacar Ku mengajak ke Busan mengunjungi nenek dan kakeknya di sana." jelasnya.


"Ya udah yuk." ajaknya.


Kami pun berjalan menuju kelas hari ini.Kebetulan hari ini,Aku hanya mengikuti satu mata pelajaran.Tapi,di kampus Ku sedang mengadakan perlombaan dan masing-masing kelas mengirimkan perwakilannya.


"Oh iya,kamu tahu berita terbaru dari kak Chan nggak?" tanya Aeri.


"Berita terbaru? Memangnya ada apa sama dia?" tanya Ku penasaran.


"Aku dengar,dia di jodohkan sama wanita cucu dari pemilik perusahaan kontruksi Yo***n.Kalau nggak salah namanya itu Yoon Bomi." jelas Aeri.


"Benarkah? Aku baru saja tahu beritanya dari kamu." timpal Ku.


"Katanya calon tunangannya itu,kuliah di sini juga.Hanya saja beda jurusan sama kita.Dia juga satu tingkat di atas kita,kalau Aku nggak salah."


"Um begitu....."


"Tapi katanya,kak Chan tidak mau di jodohlan sama dia.Malah katanya,kalau di kampus kak Chan se-olah nggak kenal sama dia." lanjut Aeri.


"Pantas saja,Aku belum pernah melihat dia dengan wanita yang kamu maksud itu."


"Sudah lah,lagi pula meski kita berteman dengan kak Chan,nggak baik juga untuk ikut campur masalah dia.Biarkan saja,nanti yang ada kita dapat masalah lagi." lanjut Ku.


"Iya juga sih."


****


Sesampainya di dalam kelas,Aku pun langsung mengeluarkan laptop milik Ku dari dalam tas.


"Loh,kamu nggak bawa iPad yang biasa kamu bawa." ucap Aeri melihat ke arah Ku.


"Iya,semalam Aku lupa tidak mengcharger nya."


"Umz,seperti itu."


"Hai,pagi......" seru kak Herin yang baru saja masuk dengan kak Chan.


"Hai kak,Aku kira hari ini kita tidak satu kelas." ucap Aeri.


"Pasti kamu nggak cek jadwal yang sudah di tempel di depan kelas." jelas kak Herin.


"Masa sih kak? Iya sih Aku lupa nggak mengecek kembali jadwal minggu ini." balas Herin.


"Hai kak Chan," ucap Aeri.


"Hai......" balas kak Chan terlihat lesu dan hanya fokus melihat ponselnya.


Tidak lama kemudian dosen pun datang dan kami pun bersiap untuk mengikuti kelas hari ini.


***


Kurang lebih,2 jam setengah kami mengikuti pelajaran hari ini.Akhirnya kelas pun telah selesai dengan lancar.


"Ya,bukan kah hari ini di lapangan ada perlombaan." ucap kak Herin.


"Bagaimana kalau kita melihatnya.Sudah lama sekali tidak ada seperti itu.Ini juga kan untuk pertama kalinya untuk kalian." lanjut kak Herin.


"Boleh juga,Aku juga ingin tahu seperti apa.Kayaknya seru," timpal Ku.


"Chan,kamu hari ini ikut bertanding bukan?" ucap kak Herin.


"Iya,"


"Wah hebat,kak Chan harus memenangkan nya.Kami akan memberikan semangat sama kak Chan." timpal Aeri.


"Tentu saja.Nanti kalau menang,Aku akan meminta traktir sama kalian." balasnya.


"Oke,benar yah." sahut kak Herin.


Kami pun langsung keluar kelas dan turun melalui tangga.


"Sepertinya Aku mau ke mini market buat beli minuman dulu untuk kita," ucap Ku saat sudah di lantai bawah.


"Setuju.Bagaimana kalau Aku ikut sama kamu.Sekalian kan beli beberapa cemilan juga untuk kita." timpal kak Herin.


"Ya udah kalau gitu,Aku sama kak Chan duluan ke lapangannya."


"Nanti Aku sekalian cari tempat duduk yang pas untuk kita." lanjut Aeri.


Aku dan kak Herin pun berpisah dengan mereka dan langsung menuju mini market yang dekat dengan kantin.


Setelah sampai di sana,kami pun langsung memilih beberap minuman dan cemilan.Setelah di rasa semua yang di perlukan sudah di masukan ke dalam keranjang.Aku dan kak Herin pun langsung menuju kasir untuk membayarnya.


***


Sesampainya di lapangan Aku pun langsung mencari keberadaan Aeri.


"Di sini......!" seru Aeri sambil melambaikan tangan nya.


"Itu dia," tunjuk kak Herin.


Kami berdua pun langsung menghampirinya dan langsung duduk di sampinya.


"Lihat....." tunjuk kak Herin.


"Chan terlihat keren saat udah di lapangan." lanjut kak Herin.


Aku dan Aeri pun bersamaan melihat ke arah yang di tunjuk kak Herin.


"Iya yah,kak Chan saat di kelas sama kalau di lapangan auranya beda banget." timpal Aeri.


Aku pun hanya tersenyum mendengar perkataan Aeri yang terdengar lucu.


Akhirnya plutnya pun di bunyikan tanda permainannya akan segera di mulai.Hari ini perlombaan sepak bola antar kelas kami dan kelas hukum.


"Chan......" seru kak Herin.


"Semangat Chan....." lanjut kak Herin.


"Semangat kak Chan....." teriak Aeri.


Aku sendiri hanya menepuk-nepuk balon yang di sediakan panitia penyelenggara.Kelas kami,terlihat sangat mendomonasi jalannya permainan.


Sampai akhirnya di menit ke-39,kelas kamo pun mencetak gol pertamanya.Dan gol itu,tidak lain di masukan oleh kak Chan.


"Gol......" teriak kak Herin dan Aeri bersamaan langsung berdiri.


"Wah,dia emang sehebat itu." ucap kak Herin bangga.


Sampai pluit tanda istirahat berbunyi,skornya masih sama 1-0.Kak Chan pun langsung menghampiri kami bertiga. Wajahnya terlihat memerah karena panas dan keringat yang membasahi seluruh wajahnya.


Aku pun reflek langsung memberikannya minuman yang sudah Aku beli tadi.


"Makasih yah....." ucap kak Chan langsung meraihnya.


Namun,secara tiba-tiba ada seorang wanita yang menghampiri kami berempat.Wajahnya terlihat marah saat melihat ke arah kami.


"Bomi....." ucap kak Cham melihat kedatangan calon tunangannya.


"Oh ini,yang kata Aeri calon tunangan kak Chan."bisik Ku dalam hati.


* Plak.....*


Tiba-tiba saja,dia langsung mendaratkan tamparan ke wajah Ku.


"Apa yang kamu lakukan?" ucap Ku kaget.


"Bomi." bentak kak Chan.


Sampai-sampai semua penonton yang ada di lapangan,perhatiannya langsung tertuju ke arah kami.