Dimension - Y

Dimension - Y
Arc 1 - Night Meeting



“Fwaaah ... sudah selesai? Saatnya tidur ...” kata Blues yang tidak peduli dengan perkenalan Harunio.


“Baiklah, siapa yang ingin bertanya tentang Blues?” kata Harunio.


Beberapa anggota langsung mengangkat tangannya.


“...! A-apa ...?!” Blues terkejut mendengarnya.


“Sudahlah, tidak ada salahnya kan?” kata Finyx.


“Hhh ... merepotkan saja ...! Baiklah, silakan bertanya!” Blues terpaksa menjawab pertanyaan mereka.


“Kau bilang jika tidak terlalu hebat bertarung sebagai Ace, lalu bagaimana caramu lulus seleksi?” tanya Aprilia.


“Soal itu, kami mendaftar melalui seleksi tim. Persyaratannya mudah, hanya kerjasama tim yang baik.” Jawab Blues.


“Ya, mengingat partnermu adalah pewaris Phoenix Feather sedangkan kau sendiri adalah Suppoerter, itu berarti


kau tidak perlu banyak bergerak kan?” Kata Blitz.


“Apa kau tidar dengar? Kerjsama tim yang baik.” kata Blues.


“Baik, baik. Kau melakukannya dengan bagus.” Kata Blitz.


“Dasar ... aku yakin pasti kalian berdua juga sama.” Kata Blues.


“Ya, memang benar.” Kata Blitz.


“Seleksi tim jauh lebih mudah dari seleksi individu.” Kata Falco.


“Itu karena seleksi individu sangatlah ketat, berbagai tes harus dijalani dan hanya beberapa Emylier yang


bisa lolos.” Kata Kuronia.


“Kau ikut seleksi individu, Kuronia?” tanya Aprilia.


“Ya, benar. Harunio juga, saat itu adalah pertama kalinya kami bertemu dan menjadi satu tim.” Kata Kuronia.


“Ternyata kalian sudah bersama dalam waktu yang lama, ya. Bahkan sejak tes seleksi.” Kata Miho.


“Yah ... cukup lama juga.” Kata Harunio.


“Begitu rupanya.” Kata Aprilia.


“Apa kau juga mengikuti seleksi individu?” tanya Kuronia kepada Aprilia.


“Tidak, aku direkomendasikan oleh Agen Conqueron di tempat asalku. Miho-chan juga sama.” Jawab Aprilia.


“Itu benar.” Kata Miho.


“Aku juga begitu, di ... reko ... men ... dasikan oleh Agen Conqueron!” Kata Phinyx.


“Tetapi karena Phinyx ditunjuk sebagai pewaris Phoenix Feather, dia jarang di Conqueron. Terakhir kali kami menjemputnya, kami bertemu dengan Harunio dan Miho di wilayah netral.” Kata Finyx.


“Dasar payah, apa yang kau fikirkan sampai partnermu tertangkap?” kata Blues.


“Apa yang terjadi?” tanya Falco.


“Miho ditangkap oleh segerombolan perampok.” Jawab Blues.


“Tidak seperti biasanya kau lengah seperti itu.” Kata Blitz.


“Perlu aku tegaskan, mereka bukan perampok biasa. Sepertinya mereka sudah sering melawan Emylier.” Kata Harunio.


“Tetapi Harunio-san langsung mengejar para perampok yang menangkap Miho dan mengalahkan mereka dengan cepat!” kata Phinyx.


“A-aku dalam keadaan tidak sadar waktu itu, jadi aku tidak tahu banyak ...” Miho merasa menjadi beban.


“Sudahlah, kau tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri.” Harunio mencoba menghibur partnernya.


“I-iya ...” Miho hanya bisa bertahan dari situasi yang selalu mengganggunya.


“Selain itu, bukan kau saja yang tidak bisa terbang. Kuronia juga sama, karena dia adalah Esper.” Kata Harunio.


“Kuronia ...?!” Blitz tidak percaya.


“Kau seorang Esper?!” Falco juga sama terkejutnya dengan Blitz.


“Ya, benar. Kalian tidak perlu terkejut seperti itu.” Kata Kuronia dengan tenang.


“Aku kira selama ini kau tidak pernah menunjukkan Extensimu karena menahan diri.” Kata Blitz.


“Tidak, aku memang tidak punya.” Kata Kuronia dengan singkat.


“Lalu bagaimana dengan sayap dan senjata yang kau buat?” tanya Falco.


“Itu semua hasil manipulasi Metal Shard dengan metode Projection. Karena Feather Knife atau Feather Sword lebih


praktis digunakan saat bertarung itu adalah teknik yang pertama kali aku pelajari. Meskipun aku bisa membuat sepasang sayap, aku tetap tidak bisa terbang.” Kata Kuronia.


Para anggota dibuat terkejut karena peringkat pertama akademi Conqueron adalah seroang Esper. Dalam dunia medis, Emylier tidak pernah lahir dalam keadaan cacat. Itu karena sel khusus yang membentuk Extensi akan langsung memperbaiki sel yang rusak saat dalam kandungan. Emylier yang cacat adalah Emylier yang lahir tanpa memiliki Extensi,  mereka biasa disebut Esper. Secara fisik sama seperti Normus namun memiliki kemampuan Emylier. Pada umumnya kemampuan Esper dibawah kemampuan Emylier, namun dengan latihan khusus para Esper bisa memiliki kemampuan yang lebih hebat dari Emylier.


“Ya, begitulah. Terima kasih karena sudah memanggil Mountmu, Phinyx.” Kata Harunio.


“Kita beruntung karena Phinyx-chan seorang Summoner.” Kata Miho dengan senang.


“...! T-tidak masalah ...! Ehehe ...” Phinyx merendah.


“Kau hebat sekali bisa menjadikan seekor naga menjadi Mountmu.” Kata Blitz.


“Itu karena Phinyx adalah Dragon Slayer.” Kata Blues.


Untuk sesaat mereka diam setelah mendengarnya.


“D-Dragon Slayer ...?!” Falco terkejut.


“Jadi kau pernah bertarung melawannya dan menang?!” kata Blitz.


“Y-ya ... seperti itulah …” Phinyx tidak ingin terlalu menyombongkan gelar itu.


“Kalau diingat lagi, kenapa Dragrest menyerang kita?” tanya Kuronia.


Semua mata langsung melirik ke arah Phinyx.


“...! U-umm ... i-itu ... m-mungkin ...” Phinyx tidak tahu harus bilang apa.


“Mungkin karena Dragrest ingin menguji seberapa jauh kemampuan kita.” Kata Harunio.


“B-benar ...! K-kalian ingat kan jika tim ini terbentuk secara mendadak? Pasti Dragrest ingin mengajarkan kita cara bekerjasama ...!” karena dukungan dari Harunio Phinyx bisa memberikan alasan yang logis.


“Tetapi apa itu tidak terlalu berlebihan? Kita semua bertarung mati-matian.” Kata Falco.


“Para naga memiliki sudut pandang mereka sendiri, apa yang kita sebut pertarungan tadi hanyalah latihan baginya.” Kata Harunio.


“Ya ampun ... merepotkan sekali ...!” kata Falco.


“Itu bukan hal yang pantas dikeluhkan oleh Chrusade cadangan ...” kata Blitz.


“Kejam sekali ... aku sudah menjalankan tugasku sebaik mungkin.” Kata Falco.


“Tetapi Harunio mengerjakan semua peranmu.” Kata Blitz.


“...! Benar juga ...” Falco tidak bisa membantahnya.


“Namun pertarungan tetap pertarungan, apa kalian tidak bangga bisa menang melawan seekor naga?” kata Harunio.


“Whoah! Benar juga!” Falco langsung merasa senang.


“Hari ini kau lebih berisik dari biasanya ...” kata Blitz.


“Baiklah, lebih baik kalian segera tidur. Kita akan bergerak sebelum matahari terbit.” Kata Harunio.


“Kenapa tidak bilang dari tadi ...” Blues langsung pergi ke tenda laki-laki.


“Aku juga.” Kata Falco lalu menyusul Blues.


“Miho, aku ingin kau satu tenda dengan Aprilia untuk mengawasinya.” Kata Harunio.


“Oh, baiklah.” Kata Miho.


“Jika Blues yang melakukannya, jumlah korban akan bertambah.” Kata Harunio.


“Baguslah jika kau mengerti!” kata Blues dari dalam tenda.


“Finyx-san pasti tidak akan memaafkannya, ya!” kata Miho sambil sedikit tertawa.


“Finyx tidak akan memaafkanku karena memberikan perintah itu.” Kata Harunio.


“Meski itu yang kau perintahkan, Blues juga tidak akan mau melakukannya.” Kata Finyx dengan pelan.


“Baiklah, serahkan Aprilia-chan kepadaku!” kata Miho dengan percaya diri.


“Ayo, Aprilia.” Kuronia membantu Aprilia berdiri.


“Iya.” Lalu mereka bertiga pergi ke tenda milik Kuronia.


“Blitz, rapat strategi.” Kata Harunio.


“Kalian berdua istirahatlah terlebih dahulu, aku akan segera menyusul nanti.” Kata Blitz.


“Baiklah, jangan terlalu lama membahasnya. Ini sudah malam.” Kata Finyx.


“Selamat malam, semuanya!” kata Phinyx.


“Ya, selamat malam.” Kata Blitz.


“Baiklah, kita bisa mulai sekarang.” Kata Kuronia yang baru sampai.


Mereka bertiga merencanakan strategi untuk menangkap para perampok hingga larut malam.