
Meski perjalanan mereka sedikit tidak tenang, satu-satunya masalah yang ada hanyalah Harunio yang bersin terus
menerus karena bau dari rempah-rempah.
“Kau baik-baik saja?" tanya Miho.
“Ya ... begitulah. Setidaknya aku terselamatkan oleh jendelanya.” Harunio menghadapkan wajahnya ke luar untuk mencari udara segar.
Miho memindahkan beberapa barang dan duduk di dekat Harunio.
“Miho ...?” Harunio sedikit terkejut.
“Hei, Harunio. Apakah tidak ada Emylier lain yang mau menjalankan misi bersamamu selain Kuronia-san?” tanya Miho.
“Entahlah, aku tidak terlalu memperdulikan hal seperti itu.” Kata Harunio.
“Aku hanya ingin memastikan jika apa yang mereka katakan tentangmu itu salah.” Kata Miho.
“Mereka pasti hanya menceritakan gosip yang sama kepadamu.” Kata Harunio.
“Tolong beritahu aku apa yang sebenarnya terjadi.” Kata Miho.
“Yah, aku rasa sudah saatnya aku menceritakannya.” Kata Harunio.
“Apa itu?” tanya Miho.
“Aku kehilangan sebagian besar ingatan tentang masa laluku, yang tersisa hanyalah ingatan yang samar. Yang aku ketahui adalah Yudai yang telah merawatku sampai sekarang. Meski sekarang dia mengurangi perhatiannya kepadaku, itu karena adalah dia orang terpenting di Conqueron. Aku menganggap Yudai sebagai keluargaku sendiri, lebih tepatnya sebagai kakakku.” Kata Harunio.
“Lalu yang lainnya?” tanya Miho lagi.
“Semua kenangan buruk yang pernah aku alami.” Kata Harunio.
“K-kenangan buruk ...?” Miho sedikit terkejut.
“Meski hanya sekilas bayang-bayang dari mereka yang pernah terhubung denganku, tetapi aku masih bisa merasakan apa yang terjadi. Diriku yang dulu sering ditipu, dipermainkan, ditertawakan, dikucilkan, dimanfaatkan, intimidasi, luka fisik maupun mental, kesedihan, keputusasaan, aku masih bisa mengingatnya dengan jelas.” Kata Harunio.
“Aku minta maaf ...” Miho merasa bersalah.
“Aku selalu berjuang seorang diri, karena itu aku harus mengerahkan seluruh kemampuanku untuk bisa bertahan.” Kata Harunio.
“Seperti saat kau melawan para perampok dan mereka bertiga?” kata Miho.
“Ya, benar. Agar bisa melewatinya aku harus melawan dengan serius tanpa ragu, tetapi jika berlebihan akhirnya akan seperti itu. Aku akan menghancurkan semuanya.” Kata Harunio.
“Aku tidak tahu harus berkata apa setelah membayangkan perjuanganmu seorang diri.” Kata Miho.
“Lalu aku bertemu dengan Kuronia, kami sangat dekat sejak di akademi. Tidak perduli seberapa berat tugas yang
kami kerjakan, selama kami bersama aku merasa bisa melakukan segalanya.” Kata Harunio.
“Kuronia-san adalah Emylier yang hebat, ya ... meski aku hanya mendengar berita tentangnya.” Kata Miho
“Menurutku dia juga sama denganku, dia juga pernah mengalami penderitaan yang sebanding atau mungkin lebih buruk dariku. Salah satu cara termudah menjalin hubungan adalah dengan seseorang yang senasib denganmu. mereka yang pernah mengalami penderitaan yang sama akan mudah untuk memahami satu sama lain. Karena itu hanya dia yang bisa bertahan bersamaku.” Kata Harunio.
“Kau benar-benar berjuang dengan keras, ya ...” Kata Miho.
Hari semakin sore, Harunio menceritakan masa lalunya hingga mereka sampai di titik tujuan mereka yaitu jalan batu di tengah danau Taman Luvana.
“Hei, Harunio. Aku ingin memberitahumu sesuatu.” Kata Miho sambil berjalan menuju ujung jalan di danau.
“Y-ya ... baiklah, apa itu?” tanya Harunio.
“Aku fikir kau adalah Emylier yang hebat, kau bisa bertahan dan melewati masa-masa sulit seperti itu bahkan seorang diri.” Kata Miho.
“Ahaha ...! Tidak seperti itu juga!” Harunio merendah dan sedikit merasa malu.
“Tidak, itu benar. Kau adalah Emylier yang kuat, aku kagum denganmu yang mampu bertahan melewati masa-masa yang sulit itu. Kau bahkan menerima semuanya dan terus melangkah maju, kau benar-benar hebat … tidak sepertiku.” Kata Miho dengan pelan.
“H-hei, Miho. Apa yang baru kau katakan?” tanya Harunio.
“Aku adalah Emylier lemah yang selalu dilindungi karena aku terlahir dengan tubuh ini … Aku ingin berguna untuk Emylier lain, tetapi aku selalu mengacaukan semuanya. Mereka bisa saja menyukai penampilanku, tetapi disaat yang dibutuhkan aku hanya menghambat mereka. Setelah itu kesan mereka kepadaku langsung berubah ...” kata Miho.
“Apa yang kau bicarakan? Aku tidak seperti itu, dulu aku melindungimu karena itu adalah keinginanku sendiri!” kata
Harunio.
“Hmph ... Ya ampun, jangan mengatakannya sambil menangis. Aku jadi merasa bersalah.” Kata Harunio sambil menyeka air mata Miho.
“Maaf, aku hanya benar-benar senang.” Kata Miho dengan senyuman manisnya.
Harunio benar-benar terpsesona dengan senyuman tulus perempuan itu.
“...! E-ehem ...! M-Miho, aku ... j-juga ingin mengatakan sesuatu kepadamu.” Kata Harunio.
“Iya, apa itu?” tanya Miho.
“A-aku ... aku ...” Harunio benar-benar gugup untuk mengatakannya.
“Iya …?” Miho semakin penasaran.
“Sial ...! Ini sensasi Heavently Lock terburuk dalam hidupku!!" kata Harunio dalam fikirannya.
"A-aku ... menyukaimu!” kata Harunio.
Miho hanya diam setelah mendengarnya.
“Aku mohon, jadilah Partnerku!” kata Harunio yang membungkuk sambil mengulurkan tangannya.
Tetapi Miho masih diam.
“M-Miho ...?” kata Harunio.
“M-maaf, aku tidak bisa ...” kata Miho.
“SIAL!!! Kemungkinan terburuknya terjadi!!" kata Harunio dalam fikirannya.
Harunio benar-benar terkejut dengan respon negatif Miho.
"T-tetapi kenapa ...?” Harunio tidak mau menerima jawaban itu.
“K-karena ... kau sudah tahu kan?” lalu Miho mengeluarkan Extensi Nenbinya yaitu 5 buah Ekor dan sepasang Fox Ears di kepalanya.
“Karena ... aku adalah Yumiho, sedangkan kau adalah Yoruhane. Kita adalah Emylier dengan latar belakang yang sudah bermusuhan sejak lama. Kita tidak mungkin bisa bersama ...” Kata Miho.
“Tetapi kau sendiri tahu kan, jika aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Yoruhane, selain itu aku baru tahu jika kau adalah Yumiho.” Kata Harunio.
“Klan Shiroku merupakan keturunan Yumiho, beberapa Emylier Nenbi yang masuk dalam garis keturunan itu berkemungkinan untuk memiliki kekuatan Yumiho. Salah satu cirinya adalah jika seorang Emylier Nenbi memiliki Fox Ears sejak lahir.” Kata Miho.
Harunio diam sesaat mencoba mencari jalan keluar.
“Miho, dengarkan aku. Saat pertama kali aku tahu kau adalah rekan satu timku, aku sama sekali tidak tertarik kepadamu. Namun perasaanku kepadamu mulai tumbuh dengan cepat setelah misi dimulai, aku rasa itu hal yang biasa. Tetapi aku berbeda dengan setiap Emylier yang pernah menjalankan misi bersamamu. Aku akan menerima semua yang kau miliki, tidak peduli apakah itu pesonamu ataupun kelemahanmu, akan aku terima semuanya!” kata Harunio.
“Tetapi ... aku hanya akan membebani Emylier lain ...” Miho terlihat ragu.
“Kau tidak membebaniku sama sekali, kau sama hebatnya dengan Emylier lain." kata Harunio.
“Aku mohon ... jangan membuat keputusan yang akan kau sesali ..." kata Miho yang menahan air matanya.
“Hei, kita baru saja bertukar masa lalu kita. Setelah mengetahuinya aku semakin ingin menjadikanmu Partnerku, aku akan melindungimu dari apapun dengan segenap kemampuanku! Aku akan membuatmu bahagia dengan berada di sisiku! Aku tidak akan membiarkan siapapun menghalangiku untuk memilikimu, tidak peduli apakah itu Yoruhane, Yumiho, bahkan Conqueron sekalipun akan aku lawan mereka semua! Jadi, aku mohon berikan aku kepercayaanmu.” Kata Harunio sambil mengulurkan tangannya.
Air matanya tidak bisa terbendung lagi dan mengalir lebih deras, Miho benar-benar tidak menyangka jika akan ada
Emylier yang mengatakan semua itu kepadanya.
“B-benarkah itu ...?” tanya Miho.
“Ya, serahkan semuanya kepadaku.” Jawab Harunio dengan yakin.
“Kalau begitu ... mulai saat ini, izinkan aku berada di sisimu. Meski pun aku tidak tahu apakah aku bisa menggantikan apa yang telah hilang darimu, tetapi mulai saat ini izinkan aku untuk melengkapimu ... selamanya ...” kata Miho sambil meraih tangan Harunio.
Harunio langsung memeluk Miho dan mengembangkan kedua Sayap hitamnya untuk melingkup mereka berdua.
“Heheh! Aku rasa ini sedikit berlebihan, ini bukan upacara pernikahan.” kata Harunio.
“Uhuhu! Benar juga, ya.” Kata Miho.
Mereka berdua larut dalam suasana hati mereka yang sedang berbunga-bunga disaat matahari mulai terbenam.
“...! A-apa ini ...?” Teo tidak percaya dengan apa yang ia lihat.