
Harunio sedikit terkejut setelah melihat siapa yang ada di balik pintu.
“Selamat pagi, kawan.” Kata Kuronia.
“Ya, pagi. Katakan jika kau tidak membawa pengawal hanya untuk mengambil mantel.” Kata Harunio.
“Mereka sudah di sini sebelum aku sampai.” Kata Kuronia.
Segerombolan Emylier berdiri di depan rumahnya, dan mereka tidak menunjukkan ekspresi yang ramah.
“Hhh ... sepertinya aku tahu tujuan mereka. Biar aku sendiri yang mengatasinya.” Kata Harunio sambil memberikan
mantel Kuronia.
“Ya, baiklah.” Kata Kuronia.
Harunio berjalan menuju teras rumahnya, dan berhenti tepat di depan gerombolan Emylier itu.
“Jadi, bisa kita selesaikan dengan cepat? Aku sedang buru-buru.” kata Harunio.
Tetapi tidak ada yang menjawab untuk beberapa saat.
“Sial ... sepertinya hanya membuang-buang waktu saja!” kata Harunio dalam fikirannya.
“Pengkhianat!!” kata salah satu Emylier.
“Baiklah, satu ...” kata Harunio dengan pelan.
“Hukum dia dengan berat!” kata Emylier lain.
“Dua ...” kata Harunio.
“Diamlah kalian!” kata seorang Emylier yang terlihat sebagai pemimpin mereka.
“Baiklah, aku akan menunda serangan karena belum sampai hitungan ketiga. Jadi, kalian diam dari tadi
hanya untuk mengatakan itu, Loner 1?” tanya Harunio.
“Lama tidak berjumpa, Harunio, atau tersangka yang merupakan teman dari ikemen yang didambakan para perempuan. Kau telah dikeluarkan sebagai anggota 4 Lone secara resmi, namun kau masih sekutu kami.” Kata Loner 1.
“Aku memang ingin keluar dari perkumpulan kalian, aku tidak ingat pernah menjadi sekutu kalian.” Kata Harunio.
“Karena tindakan yang tidak bisa ditoleransi, kau bukan lagi sekutu kami!” kata Loner 1.
Para Emylier langsung mengeluarkan Extensi mereka dan bersiap untuk bertarung.
“Hei, hei. Apa yang kalian bicarakan?” tanya Harunio.
“Satu tim dengan Miho-sama!”
“Berkencan dengan Miho-sama!”
“Satu rumah dengan Miho-sama!”
“Tidur di kamar yang sama dengan Miho-sama!”
“Hei! Yang terakhir itu tidak benar, dasar penguntit! Selain itu kenapa semuanya melibatkan Miho?!” kata Harunio.
“KAMI IRI!!” jawab mereka secara bersamaan.
“Bisa menghabiskan waktu bersama Miho-sama ...”
“Bisa makan bersama Miho-sama ...”
“Bahkan dibuatkan sarapan oleh Miho-sama ...”
“Astaga ... jika urusan seperti ini kalian selalu kompak ...” kata Harunio.
“Hei, aku mendapat sisa bahan yang digunakan oleh Miho untuk membuat sarapan!” kata seorang Emylier.
“Dari mana kau mendapatkannya?!” tanya Emylier lain.
“Tentu saja dari tempat sampah yang ada di belakang rumah.” Jawab Emylier tersebut.
“Bagi sedikit untukku!”
“Aku juga!”
“Aku juga minta!”
Mereka langsung memperebutkan sampah yang dibuang Miho.
“Hoi! Kebodohan mereka sudah keterlaluan!” teriak Harunio.
“Meski yang terakhir terdapat kesalahan informasi, tetapi itu tidak mengubah fakta jika kau menghabiskan waktu dengan Miho.” kata Loner 1.
“Y-ya, begitulah ...” Harunio sedikit ragu.
“APA?!!” Mereka langsung terkejut mendengarnya.
“Tidak bisa dimaafkan!” kata salah satu Emylier
“Hukuman! Hukuman! Hukuman!” satu persatu anggota 4 Lone bersorak untuk menghukum Harunio.
“Hhh ... Ini sebabnya aku ingin pergi dari perkumpulan kalian ...” kata Harunio.
Seorang Emylier langsung melempar sebuah Feather Knife ke arah Harunio, namun Kuronia langsung menangkisnya dengan Feather Sword yang ia buat dari Metal Shard.
“Aku tidak peduli dengan tujuan kalian, jika target kalian adalah Harunio ... aku tidak akan diam begitu saja!” kata Kuronia.
“Lebih baik kau tidak usah ikut campur.” Kata Harunio.
“Tetapi ...” kata Kuronia.
“Sudah aku bilang jika aku yang akan mengatasinya sendiri kan.” Kata Harunio.
“Sial! Bahkan Miho saja tidak cukup, sekarang Kuronia juga!” kata seorang Emylier.
“Hoi! Jaga mulutmu itu!” Harunio mengancamnya karena tersinggung.
“Aku iri!!” kata Emylier tersebut.
“Nah! Dia sudah melakukan pelanggaran-pelanggaran berat!” kata Harunio.
“Hmm ... benar juga. Amankan dia!” kata Loner 1.
“Sial! Kenapa aku mengatakannya!!” Emylier itu langsung diikat dan dibawa pergi.
“Baiklah, sampai di mana tadi ... Oh, ya. Semuanya! Bersiap untuk menyerang! Target : bekas sekutu, Harunio Ell Roshido!” kata Loner 1.
“Hmph! Kebetulan sekali, aku butuh pemanasan sekarang!” Harunio mulai bersemangat.
“Team Nenbi, formasi 1!” kata Loner 1.
“Mereka benar-benar serius ingin bertarung.” Kata Kuronia lalu bersiap menyerang.
“Mundur, Kuronia. Akan aku habisi mereka ...! Mengakses sistem kesada –”
Tiba-tiba Darkos langsung muncul dan memukul Harunio dengan kuat hingga ia terlempar beberapa meter dari tempatnya berdiri.
“Dasar bodoh! Memangnya apa yang akan kau lakukan?!” kata Darkos.
“Kugh ...! Tentu saja ... melawan mereka ...!” kata Harunio yang langsung bangkit.
“Kawan, siapa dia?” tanya Kuronia.
“Dia adalah Darkos, Agen Conqueron dari Darko Tera.” Kata Harunio.
“...! Darko Tera?!” para Emylier 4 Lone terkejut mendengarnya.
“Jadi, dia juga Yoruhane seperti Leadro-sama ...” kata Kuronia.
“Ya, ya, terserah kalian. Ini masih pagi dan kalian sudah membuat keributan ...! Aku kehilangan waktu sarapan hanya untuk mengurusi sekumpulan Emylier bodoh seperti kalian!” kata Darkos.
“Mereka yang mulai!” kata Harunio.
“Kami melakukan ini atas hukum yang berlaku di perkumpulan kami!” kata Loner 1.
“Aku tidak peduli, lupakan masalah konyol kalian dan segera pergi!” kata Darkos.
“Kami tidak akan pergi sampai kami bisa menghukumnya!” kata Loner 1.
“Dasar ... Emylier sekarang benar-benar keras kepala ...!” kata Darkos yang mulai kehabisan kesabaran.
Lalu Miho membuka pintu rumah Harunio karena penasaran dengan apa yang terjadi.
“Harunio ...? Ada apa ini? K-kenapa ada keramaian di sini? Apa yang terjadi?!” Miho mulai khawatir.
“Woooh!!”
“Sangat cantik!”
“Sangat imut!!”
“Aku beruntung bisa melihatnya secara langsung!”
Para 4 Lone langsung bersorak.
“Hhh ... ya ampun ... Oh, tunggu dulu ...” Melihat hal itu Harunio mendapat ide.
“E-eh?! A-ada ini, Harunio ...?” Miho benar-benar bingung.
“Hei, kalian semua! Aku ingin memberitahu kalian sesuatu!” kata Harunio.
“Apa?” tanya salah satu Emylier.
“Ya ... kalian sendiri sudah tahu kan, jika aku su~udah menghabiskan waktu bersama Miho belakangan ini.” Kata Harunio sambil berjalan menuju Miho.
“Tch ...! Tch ...!”
“Mati saja ...!”
Para 4 Lone menunjukkan respon negatif kepada Harunio.
“Itu sudah wajar kan? Karena Miho bersedia menjadi Partnerku, benarkan Miho?” kata Harunio.
Para 4 Lone langsung terkejut.
“...! I-itu memang benar ... tetapi, kenapa aku masih merasa malu, ya ...” kata Miho sambil menutup wajahnya.
“A-apa ...?”
“T-tidak mungkin ...”
“Seseorang ... tolong bangunkan aku dari mimpi buruk ini ...”
Para 4 Lone langsung putus asa.
“Jadi, Miho. Aku ingin kau mengatakan pada mereka untuk pulang, bisa kan? Mereka susah sekali diajak bicara.” kata Harunio.
“Y-ya, baiklah.” Lalu Miho maju beberapa langkah.
“U-umm ... semuanya, tolong pulanglah sekarang ...!” kata Miho sambil membungkukkan badan.
“Yang benar saja!”
“Kami tidak akan mundur!”
“Hentikan!” kata Loner 1.
“...! Loner 1 ...?” kata seorang Emylier.
“Tujuan perkumpulan ini sudah jelas, kalian juga tahu kan?!” kata Loner 1.
“T-tetapi ...”
“Kita pergi dari sini.” Kata Loner 1.
“A-apakah –”
“Ini adalah perintah!” kata Loner 1.
Tidak ada anggota 4 Lone yang berani membantah perintahnya.
“Harunio ...” kata Loner 1.
“Hmm? Ada apa?” tanya Harunio dengan santai.
“Kami serahkan kepadamu!” kata Loner 1 sambil tersenyum dan mengacungkan ibu jarinya.
Harunio juga membalas dengan mengacungkan ibu jarinya.
“Ya, serahkan saja kepadaku!” kata Harunio dengan percaya diri.
“Ayo!” Lalu Loner 1 pergi.
Anggota 4 Lone pergi dengan perasaan hampa.
“Ehh … aku masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi ...” kata Miho.
“Tidak perlu difikirkan, mereka hanya sekumpulan Emylier yang suka mencari masalah.” Kata Harunio dengan santai.
“Tch ...! Hanya butuh gadis itu untuk mengusir mereka.” Kata Darkos lalu pergi.
“Kawan, tadi kau bilang jika kalian berdua bersedia menjadi Partner ...?” Kuronia sedikit tidak percaya.
“Ya, itu benar.” Jawab Harunio.
“Mereka juga menyebutkan beberapa hal ... memangnya apa saja yang sudah kalian lakukan?” kata Kuronia.
Harunio dan Miho langsung terkjut.
“...! H-hmph ...! J-jangan percaya dengan kata-katanya ... mereka hanya iri karena kami pernah bersama.” Harunio
sedikit malu mengatakannya.
“I-itu benar, Kuronia-san ...” Miho juga sama.
“Kalian masih belum resmi menjadi Partner, selain itu terlalu cepat untuk mengajukan permohonan Couple Ring.”
Kata Kuronia.
“A-aku tahu itu, lagipula aku tidak melakukan hal yang aneh ...” kata Harunio.
“Bukankah mereka bilang jika kalian tidur bersama?” kata Kuronia.
“Gaaahh!! Itu informasi yang tidak benar!! 100% salah! Jangan mempercayainya!” kata Harunio dengan spontan.
“Tetapi mereka terlihat yakin.” Kata Kuronia.
“Miho memang tidur di rumahku tadi malam karena gerbang asrama telah ditutup, tetapi kami tidak tidur di ruangan yang sama!” kata Harunio.
“Jadi, karena ini kau menolaknya, ya.” Kata Miho dengan pelan.
“Miho! Ssstt!” Harunio meminta Miho untuk tidak membicarakannya.
“Begitu rupanya ... aku sangat menghargai usahamu, kawan.” Kata Kuronia dengan senang.
“...! Apa ini ...?! Kau juga mengincar Miho?! Maaf saja, aku tidak akan menyerahkan Miho meski kau yang menjadi
lawanku!” kata Harunio.
“Apa yang kau bicarakan? Aku tidak akan menggangu hubungan kalian, justru aku yang mendapat informasi yang penting. Terima kasih, kawan.” Kata Kuronia.
“Aku benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi padamu saat tiba-tiba mendapat informasi ...” kata Harunio.
“Tidak perlu difikirkan, aku tidak bermaksud apapun.” Kata Kuronia.
“Baiklah kalau begitu ...” kata Harunio.
“Sampai nanti, kawan.” Lalu Kuronia memakai mantelnya dan pergi.
“Yah ... kau ingin mencoba ruang latihannya sekarang?” tanya Harunio kepada Miho.
“Iya!” jawab Miho dengan semangat.
“Bersiaplah untuk terkejut!” kata Harunio sambil membuka pintu rumahnya.
“Uhuhu! Apa sehebat itu?” Miho berjalan ke dalam rumah.
Sementara itu.
“Leadro-sama, ini Kuronia Stowyne.” Kuronia menghubungi Yudai melalui De Ordernya.
“Ya, ada apa?” tanya Yudai.
“Aku akan ikut.” Kata Kuronia.
“Ohh ... apa kau bisa memenuhi persyaratannya?” tanya Yudai lagi.
“Akan aku selesaikan hari ini.” Kata Kuronia.
“Baiklah, datanglah ke ruanganku nanti sore setelah selesai.” Kata Yudai.
“Baik.” Kuronia mengakhiri panggilannya.
Kuronia belum memberitahu Harunio tentang rencananya dengan Yudai, jarang sekali Kuronia menyembunyikan sesuatu dari Harunio.