Dimension - Y

Dimension - Y
Arc 1 - Test



Hari pertamanya di tempat kerja, Harunio mendapat penjelasan dari Teo tentang pekerjaannya hingga jam kerja selesai di sore hari.


“Akhirnya ... hari pertama selesai.” kata Harunio telah sampai di rumahnya.


“Kau sudah menyerah saat hari pertama?” kata Kuronia melalui De Ordernya.


“Tugasku di sana bergiliran. Setelah mengantar pesanan, besok aku yang harus menerima pesanan ...” kata Harunio.


“Lakukan saja, kau nanti akan terbiasa.” Kata Kuronia.


“Ya, benar juga.” kata Harunio.


“Baiklah ….” lalu terdengar suara ketukan pintu.


Harunio langsung pergi membukakan pintu.


“… Segera selesaikan tesnya.” Kata Kuronia yang telah sampai.


“Heheh, baiklah. Terima kasih karena mau membantu.” Kata Harunio.


“Ya, sama-sama.” Kata Kuronia.


Lalu mereka berdua pergi ke ruang latihan.


“Jadi, seperti apa programnya?” tanya Kuronia.


“Secara teknis hanya seperti Dimension Link, namun tenaga yang digunakan berasal dari penyuplai daya dari ruangan bukan menggunakan Shard.” Kata Harunio menjelaskan.


“Aku sedikit tidak percaya mereka mampu membuat tiruannya ...” kata Kuronia.


“Ya, seperti itulah.” Kata Harunio.


“Lalu apa yang harus kita tes?” tanya Kuronia.


“Pertama, kondisi lingkungan yang diproyeksikan. Kedua, luas maksimal ruang proyeksi. Ketiga, durasi proyeksi.


Jika sempat, aku ingin mencoba fitur musuh.” Kata Harunio.


“Kau ingin melakukan tes hingga pagi?” tanya Kuronia.


“Hahaha, tentu saja tidak. Penggunaan tenaga yang berlebihan akan membuat tagihan listrikku melompat hingga ke langit. Waktu pengujian adalah 3 jam, jika ada yang terlewat bisa dilakukan lain kali.” Kata Harunio.


“Baiklah, mari kita mulai!” kata Kuronia.


“[Projection Start! Mode : Desert]!” Harunio menggunakan perintah suara melalui De Ordernya yang terhubung dengan sistem kendali ruang latihannya.


Ruangan itu langsung bersinar dan berubah menjadi hamparan pasir yang luas.


“Hebat ... benar-benar terasa seperti menginjak pasir! Bahkan temperatur ruangan juga berubah!” kata Kuronia.


“Sebelum dehidrasi, mari lakukan tesnya!” lalu Harunio mengangkat tangannya dan mengepalkan jari kecuali telunjuk dan jempolnya, posisinya seperti menembakkan pistol.


“[Ray Gun]!” Harunio mengumpulkan Shard pada ujung jarinya lalu menembakkan partikel cahaya yang kuat berkecepatan tinggi.


Tembakan tersebut mengenai bukit pasir dalam jarak yang jauh.


“Bagaimana menurutmu?” tanya Harunio.


“Sekitar 400 meter.” Kata Kuronia.


“Luas ruangan telah bertambah ... tes pertama selesai, kita ganti tempat lain. [Mode : Forest]!” kata Harunio.


Ruangan tersebut langsung bersinar dan berganti menjadi sebuah hutan yang lebat.


“Apakah pepohonan ini juga akan langsung menghilang jika kita tebang?” tanya Kuronia.


“Bagaimana kalau kita coba?” tanya Harunio sambil mempersiapkan Feather Swordnya.


“Hmph! Boleh juga!” Kuronia juga mempersiapkan Feather Swordnya.


“Kita lihat siapa yang bisa menebang paling banyak!” Harunio menantang Kuronia.


“Boleh juga! Tetapi dilarang menggunakan Skill.” kata Kuronia.


“Setuju!” kata Harunio.


Lalu mereka berdua mulai bersaing, satu persatu pohon mereka tebang menggunakan Feather Sword mereka selama jangka waktu tertentu. Harunio menebang seluruh pohon di sekitarnya dengan semangat, sementara Kuronia mempertahankan irama serangannya agar tidak cepat lelah.


Beberapa saat kemudian, banyak pepohonan yang telah tumbang seperti penebangan liar.


“Jadi ... bagaimana ...?” tanya Harunio yang bersandar di pohon karena kelelahan.


“Ya ... tentu saja ...! Jauh lebih banyak punyaku ...” Kata Kuronia.


“Pohon yang sudah ditebang tidak langsung menghilang, selain itu getah yang keluar dari batang pohon terlihat sangat jelas. Bahkan bau getahnya juga sama, ini benar-benar nyata untuk sebuah ilusi yang dibuat tanpa Shard.” Kata Kuronia.


“Berterima kasihlah kepada para programmer yang membuatnya sedetail mungkin.” Kata Harunio.


“Berapa lama lagi tesnya?” tanya Kuronia.


“Masih ada waktu kurang dari satu jam, lalu tenaga yang tersisa ... masih 63%. kau ada rencana malam ini?” tanya Harunio.


“Tidak juga, hanya bertanya.” Kata Kuronia.


“Kalau begitu, kita coba fitur musuhnya.” Kata Harunio.


“Baik.” Kata Kuronia.


“Sebentar ...” Harunio memeriksa daftar fitur yang tertera di Vision-screen De Ordernya.


“Ada apa, kawan?” tanya Kuronia.


“Woah ...! Ada banyak pilihannya dari hewan liar, Normus juga ...? Lalu Emylier, bahkan Mount juga ada!” kata Harunio.


“Apa itu tidak terlalu berlebihan?” kata Kuronia.


“Ahh ... ternyata hanya folder kosong, tidak ada data sama sekali.” Kata Harunio.


“Lalu bagaimana cara menambahkannya?” tanya Kuronia.


“Sebentar ... biar aku lihat buku panduannya ...” lalu Harunio membuka file panduan menggunakan program yang tersimpan pada De Ordernya.


“Aku kira kau sudah tahu semuanya ...” kata Kuronia.


“Ah, ini dia. Untuk menambahkan data dalam fitur musuh, kau harus menambahkan sensor gerakan yang bisa direcord melalui video. Serangan musuh hanya sebatas pada data yang direkam. Dalam fitur musuh terdapat tingkat kesulitan yang menunjukkan tingkat kemampuan musuh, misalnya seekor tikus yang diseting dalam tingkat kesulitan tinggi dia mampu memberikan perlawanan yang sulit meski hanya sendiri.” Kata Harunio.


“Mungkin mereka tidak punya cukup waktu untuk menambahkan data tersebut.” Kata Kuronia.


“Ya, benar juga. Peringatan, penggunaan daya akan bertambah sesuai dengan tingkat kesulitan yang dipilih. Ya, ini sepadan dengan apa yang bisa dilakukannya.” Kata Harunio.


“Jadi, bagaimana?” tanya Kuronia.


“Aku rasa lebih baik kita lewati, begini saja sudah cukup bagiku. [Projection Stop]!” Kata Harunio.


Ruangan itu mulai bersinar dan kembali menjadi seperti semula.


“Baguslah jika tesnya berakhir tanpa ada masalah, ayo kita cari makanan.” Kata Kuronia.


“Maaf, aku sudah membawa makanan dari tempat kerjaku. Selain itu aku sedang mengalammi masalah keuangan setelah mengambil berkas ini.” Kata Harunio.


“Leadro-sama menguras habis tabunganmu?” Kata Kuronia.


“Ya, itu harga yang pantas untuk memiliki program sehebat ini.” Kata Harunio.


“Kau benar-benar tidak memiliki uang sepeser pun?” tanya Kuronia.


“Sayangnya itu benar, Yudai meminta manajer di restoranku untuk menyediakan jatah makan 3 kali sehari.” Kata Harunio.


“Menurutku dia hanya memanfaatkan apa yang ada, dia juga harus memperhatikan Conqueron karena itu memang


tugasnya.” kata Kuronia.


“Ya, kurasa begitu. Kau tidak lupa jika pintu asrama akan dikunci beberapa jam lagi kan?” kata Harunio.


“Kalau begitu aku akan kembali ke asrama saja, besok aku juga mendapat misi dari Leadro-sama.” kata Kuronia.


- - -


Harunio mengantar Kuronia hingga ke teras rumah.


“Sekali lagi terima kasih karena telah membantu, kawan.” Harunio mengantar Kuronia hingga ke teras rumah.


“Ya, sama-sama. Jika kau membutuhkan uang, beritahu aku kapan saja.” Kata Kuronia.


“Ya, baiklah.” Kata Harunio.


"Kalau begitu, sampai nanti." kata Kuronia.


"Ya, sampai nanti." kata Harunio.


Kuronia segera kembali ke asrama laki-laki.


“Baiklah, aku harus memberitahukan ini kepadanya.” Harunio berbicara sendiri.


Lalu ia menutup pintu rumahnya.