
Tanah mulai bergetar setelah Harunio mengaktifkan kekuatannya, sebuah benda dari dalam danau perlahan-lahan naik ke permukaan.
“Apa yang terjadi ...?!” tanya Teo.
“Buka matamu dan sadarilah posisimu, makhluk rendahan pembawa bencana.” Mata dan nada bicara Harunio berubah.
Harunio mengubah gravitasinya dengan mengangkat tangan kanannya dan menghempaskan Teo ke langit.
“...! I-ini tidak ada apa-apanya ...!” Teo merentangkan kedua Sayapnya dan terbang di udara.
“Menyerah atau menyerang? Pilihlah sesukamu.” Kata Harunio.
“Aku tidak butuh belas kasihmu!” Teo langsung menebaskan Feather Swordnya dan membuat Crescent Flame ke arah Harunio.
Harunio hanya diam melihat kobaran api mendatanginya, lalu ia menebaskan Feather Swordnya sehingga Crescent Flame lenyap seketika.
“...! T-tidak mungk –”
“Jadi itu jawabanmu.” Tiba-tiba Harunio sudah terbang di belakang Teo.
“Ap –” sesuatu menghantam Teo dengan keras.
“A-apa itu ...?! Aku tidak melihat apapun datang ...!” kata Teo dalam fikirannya.
Teo mengamati area di sekitarnya namun tidak ada yang mencurigakan, tiba-tiba dia menerima sebuah hantaman lagi.
“Hempaskan dan hancurkan ... [Wind Walker].” Harunio mengaktikan Skillnya lagi.
Teo menerima hantaman beruntun dari angin yang dipadatkan Harunio, karena terbuat dari udara serangannya menjadi tidak terlihat.
“...! Sial ...! Kekuatan macam apa ini ...?!” kata Teo dalam fikirannya.
Teo dihajar sampai babak belur hanya dengan satu Skill.
“Wahai kilauan cahaya suci, terangi jiwa malang ini dengan rasa sakit, [Lightning Judgement]!” Harunio menggunakan Skillnya untuk memanggil petir yang kuat dan menyambar Teo.
Teo berteriak kesakitan saat tersambar petir itu, Harunio langsung terbang mendekati Teo yang sudah tidak berdaya setelah terkena Skillnya.
“...! I-ini tidak mungkin ...!” kata Teo dalam fikirannya.
“Tubuh yang berasal dari bumi, wujudkan kekokohanmu diluar ekspektasi!” Harunio melapisi tangan kanannya dengan Tera Shard untuk memperkuat Skill utama.
Harunio menggunakan metode Skill yang sama dengan Teo.
“Wahai tangan sunyi yang menjelajahi bumi, berikan aku kekuatan untuk mencapai ujung dunia!” Harunio juga
mengumpulkan Wind Shard di tangan kanannya.
“Combine Skill?!” Teo terkejut melihatnya.
“[Heavy-Whirlwind Strike]!” Harunio memukul Teo dengan kuat menggunakan Combine Skillnya.
“Ha-Harunio ...?” Miho baru tahu jika seperti inilah Harunio kalau bertarung dengan serius.
Teo jatuh menghantam tanah dengan keras hingga tidak bisa berdiri lagi, Harunio langsung mendarat di tepi danau.
“Semua menanyakan hal yang sama kepadamu. Sampai kapan kau akan terus menghancurkan? Sampai kapan kau akan terus menyakiti? Saat ini juga, akan aku akhiri peranmu sebagai perusak.” Kata Harunio.
Lalu cahaya terang terpancar dari ujung jalan batu di danau membentuk sebuah pilar cahaya yang menjulang tinggi
ke langit. Tanah berhenti bergetar, beberapa saat kemudian sesosok terang berwarna biru keluar dari dalam cahaya dan menampakkan wujudnya.
“...! N-Naga ...?!” Teo tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
Ukuran Naga tersebut sama dengan Mount seperti Raska, dia terbang dengan pelan dan melayang dibelakang dibelakang Harunio.
“Saatnya membersihkan tempat ini.” Kata Harunio.
Naga tersebut langsung menyemburkan air untuk memadamkan api yang membakar taman, Harunio menggunakan kekuatannya untuk membalikkan tanah dan mengubur sisa-sisa abu pertarungan mereka sementara Teo hanya diam melihat kejadian itu.
“Aku sudah memperingatkanmu, kenapa kau tidak mendengarnya?” kata Harunio tepat didepan Teo yang tidak berdaya.
Namun Teo tidak bisa mengatakan sepatah kata saat didepan Harunio.
“Kau baru saja diberkati dengan kekuatan, namun kau langsung menggunakannya untuk menghancurkan kehidupan. Aku benar-benar kecewa.” Harunio mengangkat Feather Swordnya dan bersiap menyerang Teo.
“Bersyukurlah, kau tidak perlu hidup dalam rasa malu setelah nyawamu membayarnya.” Harunio menebaskan Feather Swordnya.
“Hentikan!” Miho menggenggam bilah Feather Sword Harunio dengan tangannya yang telah dilapisi es.
“...! Miho ...? Kenapa …?” Teo tidak menyangka jika akan diselamatkan olehnya.
“Jangan menghalangiku.” Harunio tetap melanjutkan serangan.
Miho tetap menahannya meski es yang dia buat terus terkikis.
“Jangan melibatkan dirimu! Apa kau tidak mengkhawatirkan keselamatanmu sendiri?!” kata Teo.
“Maaf, Teo-kun. Ini juga masalahku ...!” Miho tetap menahan serangan Harunio.
“Sudah cukup!! Ini memang salahku! Cepat pergi dari sini!! Biarkan aku sendiri menerima serangannya!” kata Teo.
“Hei, Harunio. Kau bilang jika kau selalu berjuang sendirian selama ini kan ...? Tetapi itu semua sudah berlalu ...! Sekarang kau telah memiliki kehidupan baru bersama Leadro-sama di Conqueron ... bersama Teo-kun di tempat kerjamu ... bersama Emylier lain seperti Kuronia-san dan aku ...! Itu yang aku fik–! Sakit ...!” Feather Sword Harunio telah menembus pertahanan Miho dan melukainya.
“...! M-Miho ...? A-apa yang ...?” Harunio kembali menjadi dirinya.
“Kau telah memiliki kehidupan baru bersama kami, kau sudah tahu itu kan ...?” kata Miho sambil meneteskan air matanya.
“Miho … Lagi-lagi, aku lepas kendali dan melukai siapapun disekitarku ...!” Harunio mulai bersedih.
“Tidak apa-apa ...! Luka ini tidak sebanding dengan penderitaan yang kau alami, kan?” kata Miho sambil tersenyum meski air matanya mengalir.
“Miho ...” Harunio tidak bisa mengatakan sepatah kata saat melihat wajah gadis itu yang bersedih.
Tiba-tiba Miho langsung pingsan.
“...! Miho!!” Harunio segera memeriksa kondisi Miho.
Ternyata Miho pingsan karena terkena peluru bius.
“Sial ...! Teo, waspadalah!” kata Harunio sambil memeriksa berbagai arah.
Tetapi Teo juga sudah pingsan karena terkena peluru bius yang sama.
“Sial ...! Keluar kalian! Tidak perduli siapapun kalian ...! Akan aku habisi kalian semua!!” kata Harunio dengan kesal.
Naga tersebut juga bersiap menyerang kemanapun arah yang Harunio tunjuk, lalu peluru bius ditembakkan lagi dan mengenai Harunio. Peluru itu tidak mempan karena Harunio telah terlindungi oleh Perfect Core Skin setelah mengaktifkan Perfect Core.
“Dari sana!” Harunio memerintahkan Naga tersebut untuk menyerang.
Namun tidak ada siapapun.
“[Dark Chain]!” seorang Emylier menggunakan Skillnya untuk menciptakan rantai hitam dan mengikat Harunio.
“...! Sial ...!” kata Harunio dengan kesal.
“[Dark Lightning]!” lalu Emylier lain menggunakan Skillnya untuk menciptakan petir hitam dan menyambar Harunio.
Harunio langsung tidak berdaya setelah terkena serangannya. Seseorang mendatangi Harunio dan meletakkan tangannya di kepala Harunio.
“Beristirahatlah di bawah langit malam yang gelap, [Dark Space].” Emylier kedua menggunakan Skillnya.
“A-apa yang ...?” pandangan Harunio menjadi gelap dan ia mulai kehilangan kesadaran.
Skill Dark Space membuat kesadarannya melemah dan membuatnya tertidur seperti Teo dan Miho yang terbius.