Dimension - Y

Dimension - Y
Arc 1 - Fox’s Will



Setelah selesai membersihkan peralatan makan, Miho turun menuju ruang latihan.


“Harunio ...?” Miho memasuki ruangan.


“Huh ...? Miho, ya ...” Harunio meregangkan badannya karena Miho sudah datang.


“Maaf membangunkanmu.” kata Miho.


“Aku tidak tidur, hanya berbaring sebentar. Apa kau lupa jika kau harus latihan?” Kata Harunio.


“B-baiklah ... lalu sekarang apa yang akan kita lakukan?” tanya Miho.


“Yah ... karena kau tidak mungkin berada menempati posisi Ace aku akan melatihmu menjadi Back-Up dan Supporter.” Kata Harunio.


“Ehh ... apa itu?” tanya Miho.


“Back-Up dan Supporter adalah posisi belakang yang biasa digunakan dalam misi gabungan. Tugas Back-Up adalah membantu Ace untuk mengalahkan musuh, tetapi kau juga akan dekat dengan medan pertempuran. Sedangkan Supporter aku yakin kau sudah tahu, posisi yang mendukung posisi lain dan tidak terlalu banyak bertarung. Peraturan umum untuk misi gabungan adalah setiap Emylier harus bisa menjaga diri dan bekerjasama


dengan anggota lain.” Kata Harunio menjelaskan.


“Lalu, biasanya kau berada di posisi apa?” tanya Miho.


“All-Round, aku bisa berada di posisi manapun. Ace, Chrusade, Back-Up, Supporter, Leader, aku pernah menempati semuanya.” Kata Harunio.


“Wahh!! Hebat!” Miho kagum dengan Harunio.


“Sebenarnya, semua Emylier bisa menempati posisi manapun tergantung dari cara mereka menggunakan Skillnya.” Kata Harunio.


“Benarkah?” tanya Miho.


“Ya, menurutku kau juga bisa.” Kata Harunio.


“T-tolong jangan terlalu berharap ... aku tidak sehebat itu ...” wajah Miho menjadi sedikit memerah.


“...! E-ehem ...! Kali ini aku akan menetapkan peraturan selama kau berlatih. Pertama, kau boleh minta maaf jika melakukan kesalahan tetapi tidak boleh menangis! Setetes air mata pun tidak boleh!” kata Harunio.


“B-baik ... aku akan mencobanya ...” kata Miho.


“Kedua, selalu ikuti perintahku. Ketiga, jika kau ingin melakukan improvisasi maka lakukanlah selama itu lebih efektif dan tidak mengganggu kerja tim.” Kata Harunio.


“Meski aku tidak yakin untuk yang ketiga tetapi aku akan berusaha.” Kata Miho.


“[Projection Start! Mode : Luvana]!" ruangan mulai bersinar dan berubah menjadi taman Luvana


"[Aktifkan 10 unit Frame Type-Teo tingkat kesulitan sedang]!” kata Harunio.


“E-ehh ...?! Lebih banyak dan lebih sulit dari yang sebelumnya?!” Miho sedikit terkejut.


“Jika kau ingin menjadi kuat dalam waktu singkat, maka jalan yang kau tempuh tidak akan mudah.” Kata Harunio.


“T-tetapi ... apa ini tidak terlalu berlebihan?” tanya Miho.


“Miho, kita hanya punya waktu kurang dari 3 jam. Dalam waktu sesingkat itu kau harus bisa memahami tugas Back-Up dan Supporter.” Kata Harunio.


“A-apakah bisa sesingkat itu ...?” Miho tidak yakin dengan kemampuannya.


“Entahlah, bisa atau tidak kau sendiri yang menentukannya.” Kata Harunio.


“T-tetapi aku tidak tahu bagaimana caranya ...” kata Miho.


“Dengar, saat ini kita adalah satu tim. Semua Frame itu adalah musuh, aku yang akan menjadi Ace dan kau harus membantuku mengalahkan mereka.” Kata Harunio.


“Apa yang harus aku lakukan ...?” tanya Miho.


“Apa kau masih ingat dengan ketiga peraturan yang aku buat?” tanya Harunio.


“E-eh ... umm ... Pertama, boleh minta maaf tetapi tidak boleh menangis. Setelah itu ... selalu mengikuti perintahmu, dan improvisasi.” Kata Miho.


“Bagus, ingatlah itu selama kita berlatih. Aku sudah mengatur target mereka yaitu diriku sendiri, jadi mereka tidak akan menyerangmu. Karena itu lakukan saja apapun yang bisa membantuku mengalahkan mereka, mengerti?” kata Harunio.


“Apakah ... aku bisa ...?” tanya Miho.


“Berhenti menanyakan itu dan lakukan saja secara alami.” Kata Harunio.


Miho sedikit mengalami tekanan, namun dia tidak ingin menyerah begitu saja.


“Tetaplah fokus dengan musuhmu, lalu percayalah pada dirimu sendiri dan rekanmu." kata Harunio.


“A-apakah -"


“Kita mulai!” Harunio langsung membuat sebuah Feather Sword tanpa menghiraukan Miho.


Para Frame juga langsung menyerang dengan formasi tertentu.


“[Crescent Flame]!” 5 Frame langsung menggunakan Skillnya untuk menciptakan gelombang api ke arah Harunio.


“Hmph! Untuk sebuah program mereka hebat juga! [Cold Slash]!” Harunio melapisi Feather Swordnya dengan Cold Shard dan menebaskannya.


Lima Crescent Flame dapat diatasi dengan sekali tebasan Cold Slash, 2 Frame yang tidak menggunakan Skill langsung menyerang Harunio dari depan dan bersiap menebaskan Feather Sword mereka.


“Hmph ...!” Harunio langsung membuat satu Feather Sword lagi dan menahan serangan mereka.


Tiba-tiba ada 3 Frame lagi yang menyerang dari samping dan dari belakang,


“...! Sial ...!” Harunio mengeluarkan semua Extensinya untuk menahan semua serangan yang dilancarkan oleh kelima Frame.


Lalu Harunio membuat Mark Seal dengan dirinya sebagai pusat dan mengaktifkan Skillnya.


“[Cold Nova]!” Mark Seal itu langsung bercahaya biru dengan terang dan menembakkan cahaya biru.


Kelima Frame langsung membeku, Harunio memanfaatkan kesempatan dan menyerang bongkahan Es yang membekukan mereka hingga hancur.


“Hebat ...! Meski Harunio sedikit kesulitan melawan mereka, tetapi dia tetap bisa menang ...” kata Miho yang melihat pertarungannya.


“Miho! Apa yang kau lakukan di sana?! Apa kau tidak ingat dengan tugasmu?!” tanya Harunio.


“...! I-iya, baiklah!” kata Miho.


“Jumlah mereka sudah berkurang separuh, sekarang tingkat kesulitan mereka akan bertambah! Tunjukkan kemampuanmu!” kata Harunio.


“B-baik!” kata Miho.


Salah satu Frame langsung menyerang dari depan, Harunio menangkis serangannya dan mencoba melawan balik. Tetapi dua Frame lain sudah bersiap dari arah samping untuk menyerang.


“Tch ...!” Harunio langsung menghindar dan menjaga jarak dengan mereka.


“[Crescent Flame]!” salah satu Frame langsung menggunakan Skillnya.


Harunio menghindarinya karena tidak ingin membuang tenaga, tetapi keempat Frame langsung menyerang Harunio secara bergantian.


“Miho! Ingat peraturan yang aku buat!” kata Harunio.


“...! P-peraturan ... peraturan ... Oh, ya. Maaf, Harunio!” kata Miho.


“Jangan hanya minta maaf saja –” para Frame meninggalkan jebakan Feather Knife yang meledak disekitar Harunio.


“Harunio!!” Miho secara tidak sadar menggunakan Skillnya untuk melindungi Harunio.


Sebuah kubah es melindungi Harunio dari ledakan Feather Knife tersebut.


“A-aku ... menyelamatkannya ...?” kata Miho tidak percaya.


“Whoah!! Bagus, Miho! Tetap lanjutkan seperti itu!” kata Harunio.


“B-baik!” kata Miho.


“[Crescent Flame]!” kali ini tiga Frame menggunakan Skillnya secara bergantian sementara dua Frame lain menyerang Harunio dari dekat.


“Hmph! Formasinya beruba- Ugh!!” Harunio terkurung di dalam kubah es dan menabrak bagian dalamnya.


“Miho!!” teriak Harunio dari dalam kubah.


“M-maaf ...! Tadi kau bilang lanjutkan seperti ini ...!” kata Miho.


“Apa kau lupa dengan peraturan ketiga?!” kata Harunio.


“...! Improvisasi ...” kata Miho.


Lalu Miho menghilangkan kubah tersebut.


“Kurung mereka dalam kubah es atau bekukan saja mereka!” kata Harunio.


“B-baik! Akan aku coba!” kata Miho.


Kedua Frame langsung menyerang dari depan secara bersamaan.


“Baiklah, pertama-tama mereka berdua!” kata Harunio.


“Baik!” kata Miho.


Harunio langsung mengincar kedua Frame yang maju, sementara Miho mempersiapkan Skillnya. Para Frame bersiap menebaskan Feather Sword mereka, Harunio tidak mengubah arah dan tetap berlari mendekati mereka. Kedua Frame menebaskan Feather Swordnya, namun Harunio menghindarinya dengan sliding tackle dan menyerang kaki mereka.


“Sekarang!” kata Harunio.


“[Dome of Ice]!” Miho menggunakan Skillnya.


Kedua Frame tidak sempat menghindar dan terperangkap di dalamnya, Harunio melompat dan terbang ke atas kubah lalu mendarat dengan menancapkan kedua Feather Swordnya ke dalam kubah.


“[Cold Blast]!” Harunio menggunakan Skillnya.


Kubah tersebut memancarkan cahaya biru lalu meledak membekukan apa yang ada di dalam dan disekitar area


“Bagus, Miho! Akhirnya kau mengerti!” kata Harunio.


“Iya!” jawab Miho dengan senang.


Tiba-tiba dua Frame langsung menyerang.


“Harunio, awas!” kata Miho.


Harunio langsung berbalik dan menangkis serangan mereka, namun salah satu Frame berhasil menghancurkan


Feather Swordnya.


“Sial ...!” Harunio menjaga jarak namun ia terpeleset oleh es hasil ledakan Cold Blast.


Kedua Frame langsung memanfaatkan kesempatan dan melompat untuk menyerang Harunio.


“Gawat ...!” kata Harunio dalam fikirannya.


“[Cold Nova]!” Miho menggunakan Skill yang sama dengan Harunio.


Mark Seal klan Shiroku muncul di depannya dan menembakkan cahaya biru ke arah Frame yang menyerang Harunio. Dengan sekejap kedua Frame langsung membeku setelah terkena cahaya tersebut. Harunio sedikit panik untuk sesaat sebelum para Frame membeku.


“Aku terselamatkan ... terima kasih, Miho!” kata Harunio.


“Iya! Sama-sama!” Miho terlihat gembira.


Harunio langsung menebaskan Feather Swordnya ke arah kedua Frame yang membeku dan menyisakan 1 Frame lagi.


“...! Harunio dia berubah seperti Teo-kun!” kata Miho.


Frame terakhir langsung mengeluarkan Extensi sempurnanya.


“Persiapkan dirimu, Miho. Sepertinya sekarang tingkat kesulitannya menjadi sulit!” kata Harunio.


“B-bagaimana bisa?” Miho mulai panik.


“Entahlah ... meskipun hanya data bertarung, kemampuannya mungkin sama dengan Teo.” Jawab Harunio


“E-eehh ...?! K-kita harus bagaimana ...?” kata Miho.


“Tenanglah, dulu aku bisa mengalahkannya karena mengatifkan Perfect Core. Tetapi aku yakin jika kita bekerjasama, kita pasti bisa mengalahkannya!” kata Harunio.


“B-baiklah ...” kata Miho.


“[Crescent Flame]!” Frame Type-Teo langsung menebasakan Feather Swordnya sehingga menciptakan gelombang api yang lebih kuat.


“[Cold Slash]!” Harunio mencoba mengimbanginya dengan gelombang es yang ia buat.


Kedua Skill bertabrakan dan membuat kabut yang mengambang di udara, Harunio mencoba mengamati area disekitarnya, tiba-tiba Frame Type-Teo langsung menyerang dari depan. Harunio terkejut dan mencoba menahan serangannya menggunakan Feather Sword, namun ia tetap terlempar meski berhasil menahannya. Harunio sudah meninggalkan perangkap sehingga kaki Frame Type-Teo membeku dengan tanah.


“...! Dia benar-benar kuat ...!” kata Harunio dalam fikirannya.


“Harunio, kau tidak apa-apa?” tanya Miho melalui De Ordernya.


“Ya, aku baik-baik saja! Tidak salah lagi, kemampuannya sama dengan Teo!” jawab Harunio.


“Lalu, apa yang harus kita lakukan?” tanya Miho.


“Setidaknya kita tahu informasi musuh jika kemampuannya hanya sebatas kemampuan Teo saat kami bertarung di


taman, seharusnya Infernal Strike menjadi serangan terkuatnya.” Kata Harunio melalui De Ordernya.


“Pasti Dome of Ice yang aku buat tidak akan bisa menahannya.” Kata Miho.


“Sepertinya kau sudah mengerti bagaimana caranya bertarung, kita bisa mengakhiri latihan hari ini.” Kata Harunio.


“Jangan ...! A-aku ingin mengakhiri pertarungan ini dengan kemenangan kita ...!” kata Miho.


“Hmph ...! Kalau begitu, bisakah kau membuat improvisasi kali ini?” tanya Harunio.


“Improvisasi ...?” kata Miho.


“Aku ingin kau menghentikan gerakannya, bukan mengurungnya.” Kata Harunio.


“T-tetapi ... apa yang harus aku lakukan ...?” tanya Miho.


“Membekukan tangan, kaki, tubuh, apapun itu terserah kepadamu selama bisa menghentikan gerakannya. Jika kau berhasil, akan aku habisi dia dengan satu serangan!” kata Harunio.


“B-baiklah ... akan aku coba ...!” kata Miho.


Perangkap es Harunio mulai retak karena perlawanan Frame Type-Teo.


“Aku serahkan kepadamu!” kata Harunio melalui De Ordernya.


“Baik!” lalu Miho berkonsentrasi untuk mengumpulkan Shardnya.


Harunio langsung memulai serangan, namun Frame Type-Teo dapat menahannya dengan mudah. Harunio menjaga jarak dengannya lalu mengaktifkannya Extensi sempurna, ia mengumpulkan Shard pada kedua sayapnya.


“Black Blizard!” Harunio mengepakkan sayapnya dan menciptakan badai salju berwarna hitam.


Pergerakan Frame Type-Teo menjadi terganggu karena Skill itu, Harunio memanfaatkan kesempatan ini dan menyerangnya dari balik badai yang menyembunyikan langkahnya.


“Harunio sudah memperjuangkan segalanya untukku ... kali ini jangan ragu ...! Selama aku bersama Harunio, semua akan baik-baik saja ...! Dia bukanlah Teo-kun, yang ada di depanku adalah musuh yang harus dikalahkan ...! Pasti bisa ... kita pasti bisa ...! Kita akan memenangkannya bersama!” Miho menciptakan Mark Sealnya dengan diameter kurang lebih 50 meter.


“Whoahaha ... hebat!” kata Harunio.


“Harunio! Kita harus menang apapun caranya!” kata Miho.


“...! Ya!! Itu baru semangat!” kata Harunio.


Black Blizard telah berhenti, Frame Type-Teo bisa menyerang Harunio dengan bebas.


“Tidak akan aku biarkan!” kata Miho.


Sebuah dinding es muncul tepat di depan Frame Type-Teo yang hendak menebaskan Feather Swordnya.


“Ternyata dia bisa menggunakan Skill seperti ini ...! Aku tahu kau jika kau adalah Emylier yang hebat, Miho!” kata Harunio dalam fikirannya.


Frame Type-Teo melanjutkan serangan dari sudut yang lain, namun Miho tetap menghalanginya.


“[Cold Slash]!” Harunio menebaskan Feather Swordnya dan menciptakan gelombang dingin untuk menyerang.


Frame Type-Teo langsung menghindar dan menjaga jarak dengan Harunio.


“Apa yang dia lakukan ...?” kata Harunio.


Frame Type-Teo menganalisa keadaan dan mengetahui jika dia dihalangi oleh objek yang muncul di dalam jangkauan Mark Seal Miho.


“...! Miho! Dia mengubah targetnya padamu!” kata Harunio.


Frame Type-Teo langsung bergerak menuju Miho dengan cepat.


“[Infernal ...” Frame Type-Teo mempersiapkan Skillnya.


“Dia akan menyerang!” kata Harunio.


“... Strike]!” Frame Type-Teo mengumpulkan Shard di tangan kanannya dan melancarkan pukulan membara yang


kuat.


Miho hanya diam dan tidak bergerak sedikitpun.


“Gawat ...!” Harunio langsung bertindak.


Miho mengangkat kedua tangannya dan membuat Mark Seal di depannya.


Infernal Strike mulai bertubrukan dengan Mark Seal tersebut menimbulkan sebuah ledakan kuat, namun Miho masih bertahan.


“Aku ...! Tidak akan kalah ...!” Miho langsung menggunakan Cold Nova dan membalas Infernal Flame.


Serangan Frame Type-Teo mulai melemah, bahkan tangannya mulai membeku karena terpapar Cold Nova. Frame


Type-Teo langsung mengakhiri Skillnya dan menjauh dari Miho.


“Percuma saja!” kata Miho.


Miho langsung membekukan kedua kaki Frame Type-Teo sehingga ia tidak bisa menghindar lagi, namun Frame Type-Teo masih memberontak dengan memukul es yang membekukan kakinya menggunakan gagang Feather Swordnya.


“Miho! Tahan dia sedikit lebih lama!” kata Harunio.


“B-baik ...!” kata Miho.


Es yang membekukan kakinya mulai retak, tetapi sebuah es tajam seperti stalagmite menusuk salah satu tangannya lalu diikuti oleh tangan satunya juga tertusuk oleh sebuah stalagmite.


"Menyerahlah ...!" Miho membuat sebuah pilar es disamping Frame Type-Teo.


Stalagmite yang menusuk tangannya langsung menempel pada pilar seperti magnet, sekarang Frame Type-Teo sudah tidak bisa melawan lagi.


“Harunio! Sekarang!” kata Miho.


“Serahkan kepadaku!” Harunio mengumpulkan Shard pada Feather Swordnya dan menggunakan Sword’s Spirit.


Harunio juga menambah kecepatannya dan bersiap melancarkan serangan terakhir.


“Hyaaaa!!!” Frame Type-Teo berbalik karena mendengar suaranya dan melihat Harunio yang datang untuk menyelesaikan pertarungan.


Tiba-tiba ruangan langsung menjadi gelap, Harunio terkejut dan tidak bisa menghentikan dirinya sehingga menabrak pilar es karena tidak bisa melihat apa yang ada di depannya.