
“B-berakhir ...?!” seluruh anggota tim dibuat terkejut oleh Harunio.
“Berakhir katamu?! Jangan bercanda!” Blues langsung memanas.
“Kemampuanku saat ini masih belum cukup untuk mengalahkannya, jika kita semua melawannya dan tetap gagal berarti sudah berakhir.” Kata Harunio dengan santai.
“...! T-tetapi ... apa kita bisa melakukannya?” kata Falco.
“Aku tidak tahu, karena itu ... kerahkan seluruh kemampuan kalian!” kata Harunio.
“Yang bisa kita lakukan hanya bekerjasama untuk mengalahkan kadal bersayap itu! Maaf, Phinyx.” Kata Harunio.
“T-tidak apa-apa, hehe ...” kata Phinyx.
“Itu benar! Jika kita bekerjasama kita pasti bisa!” kata Miho.
“Kau punya rencana?” tanya Blitz.
“Kita coba dulu seperti tadi, atau bagaimana jika –”
“S-semuanya ...! A-aku minta maaf atas semua kekacauan ini ...!” kata Phinyx sambil membungkukkan badannya.
“Sudah ... sudah.” Finyx mencoba menenangkan adiknya.
“Angkat kepalamu, Phinyx. Aku percaya jika kau akan bertanggung jawab atas kekacauan ini sebagai Summoner Dragrest.” Kata Harunio.
“Harunio-san ...” kata Phinyx.
“Semua pola serangan ikuti perintahku, mari satukan kekuatan kita!” kata Harunio.
“Ya! Tentu saja!” Kuronia langsung menyetujuinya.
“Iya! Baiklah!” tentu Miho juga.
“Dengar itu, Falco.” Kata Blitz yang secara tidak langsung menyetujuinya.
“Baik, baik ... Saatnya babak ke 2!” kata Falco sambil mengadu tinju dengan telapak tangannya.
“Aku akan berusaha!” kata Phinyx.
“Baik, baik. Jangan memaksakan diri, kita harus bekerjasama!” kata Finyx.
“Iya!” kata Phinyx.
“Hei, kau juga Blues.” Kata Harunio.
“B-baiklah kalau begitu ...! Sepertinya tidak ada pilihan lain ...!” kata Blues.
“Sudah aku duga jika aku tidak perlu mengkhawatirkamu!” kata Harunio.
“Berisik ...! Cepat selesaikan pertarungan ini ...!” kata Blues.
“Hmph ...! Dasar tidak sabaran ... Baiklah, Ace masih seperti tadi. Jika kalian tidak sanggup katakan sekarang.” Kata Harunio.
“Hmph, memangnya kau sudah menemukan Emylier yang bisa menggantikanku?” kata Blitz.
“Tidak, terima kasih.” Kata Aprilia.
“Aku tidak akan pindah ke manapun!” kata Phinyx.
“Aku juga!” kata Finyx.
“Baguslah, Kuronia dan Falco juga tetap menjadi Chrusade.” Kata Harunio.
“Baik.” Kata Kuronia.
“Baiklah.” Kata Falco.
“Blues, kau juga tetap menjadi Supporter.” Kata Harunio.
“Baik ...” Kata Blues dengan malas.
“B-bagaimana denganku, Harunio?” tanya Miho.
“Benar juga ... Miho akan menjadi Second-role.” Kata Harunio.
“Second-role ...?” Miho benar-benar tidak tahu dengan apa yang Harunio katakan.
“Dia mulai menambahkan julukan yang aneh lagi ...” kata Blitz.
“Dasar tidak sopan, bagaimanapun juga Miho memiliki potensi!” kata Harunio.
“Tetapi ... apa itu Second-role?” tanya Miho.
“Itu adalah nama yang aku berikan pada anggota yang bisa atau memiliki potensi All-round.” Jawab Harunio.
“Tetapi kenapa yang kedua?” tanya Miho lagi.
“Karena aku sudah lama menetapkan Blitz sebagai First-role.” Jawab Harunio dengan singkat.
“Jangan melibatkan aku juga ...! Kau sendiri yang seenaknya memberikan nama!” kata Blitz.
“Ayolah, jika tidak seperti itu kalian tidak ada bedanya dengan yang lain.” Kata Harunio.
“A-aku tidak peduli ...!” Kata Blitz sabil memalingkan wajahnya.
“Miho, kau masih ketiga perintahku saat berlatih?” tanya Harunio.
“I-itu ... iya, aku masih mengingatnya.” Jawab Miho.
“Baguslah, selama kau mengikutinya kau bebas bertarung dengan seluruh kemampuanmu.” Kata Harunio.
“Baik!” kata Miho.
“Memangnya apa itu?” tanya Aprilia.
“Nanti akan aku beritahu.” Kata Miho.
“Baiklah! Blitz, Kuronia! Alihkan perhatiannya!” Harunio memberi perintah.
“Baik!” jawab mereka berdua.
“Kecepeatan surga diaktifkan! [Over-Boost]!” tubuh Blitz langsung mengeluarkan percikan listrik yang kuat.
“Sudah dimulai, ya ...” Dragrest membuka mulut dan membuat Mark Seal di depannya.
“[Comet Rain]!” Dragrest mengeluarkan hembusan api yang kuat pada Mark Seal itu sehinga menciptakan purwarupa meteor yang jatuh.
“Tidak perlu khawatir, serahkan yang satu ini padaku!” kata Kuronia.
“Baiklah kalau begitu!” Blitz langsung bergerak dengan kecepatan tinggi.
“...! Cepat sekali ...!” kata Finyx.
“Finyx, bersiaplah untuk mendaratkannya. Phinyx, bantu kakakmu. Tunggu aba-aba dariku.” Kata Harunio.
“Baik!” jawab mereka berdua.
Kuronia menciptakan beberapa Feather Knife yang melayang di sekitarnya dan membidik semua meteor yang dibuat Dragrest.
“[Metal Sting]!” Kuronia mengaktifkan Skillnya.
Satu persatu Feather Knife itu langsung melesat menuju semua meteor dan menghancurkannya.
“Dia hebat juga ...” kata Dragrest.
“Terima kasih banyak.” tiba-tiba Blitz sudah sampai di depan Dragrest.
“...! Sejak kapan ...?!” Dragrest terkejut dengan kecepatan Blitz yang luar biasa.
“[Feather Glare]!” Blitz mengembangkan kedua sayapnya dan memberikan Light Shard sehingga sayapnya mengeluarkan cahaya yang sangat terang.
Pandangan Dragrest terganggu karena skill itu, Blitz langsung menjauh dari Dragrest.
“[Reverse Gravity]!” Finyx membuat Mark Seal di bawah Dragrest dan menariknya dengan memperkuat gravitasi di dalam jangkauan Skillnya.
“[Crimson Chain]!” Phinyx juga membuat beberapa Mark Seal di sekitar area Reverse Gravity dan mengeluarkan rantai merah yang mengikat Dragrest yang menariknya ke bawah.
“Sial ...!” Dragrest masih mencoba melepaskan diri.
“...! Tahan dia sekuat tenaga ...!” kata Finyx yang mempertahankan gravitasi Dragrest.
“...! I-ini membuatku teringat dengan saat pertama kali kami bertarung ...!” kata Phinyx yang menahan Dragrest dengan susah payah.
Dragrest kesulitan melepaskan diri dari jeratan saudari kembar itu.
“Hebat ...!” Miho kagum dengan kerjasama mereka.
“Miho, hujani dia dengan stalagmite.” Kata Harunio.
“Baik!” jawab Miho.
Miho membuat Mark Seal di atas Dragrest dengan diameter kurang lebih 15 meter.
“[Cold Sting]!” Miho membuat puluhan stalagmite di dalam area Mark Sealnya.
“Cold Sting ...? Jangan bilang jika nama itu meniru Metal Sting milik Kuronia ...” Harunio sebenarnya bosan mendengarnya.
“Aku mulai!” lalu Miho melepaskan stalagmite itu sehingga menghujani Dragrest.
Dragrest yang tidak bisa pergi ke mana pun hanya bisa bertahan.
“Falco, kau bersiaplah jika dia menyerang.” Kata Harunio.
“Baiklah!” Jawab Falco.
“Aprilia, persiapkan Skill jarak jauhmu. Tunggu aba-aba dariku sebelum melepaskannya.” Kata Harunio.
“Baik!” jawab Aprilia.
Harunio mengacungkan Feather Swordnya ke arah Dragrest dan membuat Mark Seal di ujung pedang itu. Harunio mengambil nafas sejenak dan menghembuskannya.
“[Combine Skill : Inferno Shooter]!” Harunio mengumpulkan Dark Shard dan Flame Shard pada Mark Seal itu sehingga berubah warna menjadi merah pekat.
“Serang dan hanguskan semua yang menghalangiku! [Burning Spear]!” Aprilia memberikan Shard pada Feather Swordnya sehingga berubah menyerupai tombak yang terbakar.
“Hoooh ...? Bagus juga.” Kata Harunio.
“Hehe! Terima kasih banyak!” kata Aprilia.
“Sudah siap?” tanya Harunio.
“Kapan pun itu!” jawab Aprilia.
“Tembak!” Shard yang berkumpul pada Mark Seal Harunio berubah menjadi ledakan energy yang kuat dan mengarah pada Dragrest.
“Terima ini!” Aprilia melemparkan Burning Spearnya dan langsung melesat ke arah Dragrest.
Kedua skill bergabung dan memperkuat Burning Spear Aprilia.
“Tidak ada pilihan lain ...!” Dragrest langsung meledakkan dirinya sehingga Crimson Chain dan Reverse Gravity
langsung lenyap bersama Burning Spear yang mengarah padanya.
“Burning Spirit sudah digunakan, seharusnya dia tidak akan bisa menggunakannya lagi untuk beberapa saat.
Baiklah! Celah kemenangan semakin besar ...!” kata Harunio.
“Bukankah dia akan pulih kembali?” tanya Aprilia.
“Mungkin seperti itu, tetapi pada dasarnya kau tidak bisa memulihkan diri dengan Flame Shard.” Kata Harunio.
“Itu berarti ...!” kata Aprilia.
“Ya, itu juga akan berdampak buruk baginya!” kata Harunio.
Kobaran api Burning Spirit kembali berkumpul menjadikan tubuh Dragrest pulih seperti semula, namun Dragrest tetap merasakan luka bakar dari Burning Spirit. Lama kelamaan Dragrest mulai kehabisan tenaga, Harunio tidak tinggal diam dan memanfaatkan kesempatan ini.
“[Dark Gravity]!” Harunio membuat Mark Seal besar di bawah Dragrest dan menariknya ke tanah dengan tekanan Gravitasi.
“...! Kugh ...! Jadi ini yang dia rencanakan ...?!” Dragrest tidak bisa melawan tekanan gravitasi yang dibuat Harunio dan perlahan-lahan mendarat.
“Kuronia, bantu aku!” kata Harunio melalui De Ordernya.
“Baik! Finyx, kau bisa menggunakan Wind of Refuse?” tanya Kuronia.
“Ya, aku bisa!” jawab Finyx melalui De Ordernya.
“Buatlah Wind of Refuse ke atas Dragrest!” kata Kuronia.
“Ke atas? Bukan ke arahnya?” tanya Finyx.
“Jangan ke arahnya, terbangkan aku ke atasnya!” kata Kuronia.
“...! T-terbangkan ...?!” Finyx sedikit terkejut.
“Sudahlah, lakukan saja!” kata Kuronia melalui De Ordernya.
“B-baiklah!” Lalu Finyx mengeluarkan kedua sayapnya dan berkonsentrasi.
“Hembuskan jiwa hingga ke ujung dunia, melewati nirwana, dan dipudarkan oleh ketenangan abadi!” perlahan-lahan kedua sayap Finyx mengeluarkan aura berwarna hijau.
“Itu ... Wind of Refuse?” kata Dragrest dalam fikirannya
“Aku mulai, Kuronia!” kata Finyx melalui De Ordernya.
“Ya! Lakukan!” Kuronia langsung membuat beberapa pijakan dari besi dan melompatinya satu persatu.
“[Wind of Refuse]!” Finyx mengepakkan kedua sayapnya dan menciptakan hembusan angin yang sangat kuat.
“[Metal Wing]!” Kuronia membuat sepasang sayap dari logam yang ringan di punggungnya.
Hembusan Wind of Refuse meniup Kuronia dengan cepat ke atas Dragrest.
“Kali ini apa yang akan dia lakukan?” Dragrest semakin penasaran.
Saat Kuronia memasuki jangkauan Dark Gravity, dia langsung tertarik ke bawah dengan cepat.
“Meleset? Tidak, tidak akan seperti itu ... Apakah?!” kata Dragrest dalam fikirannya.
Kuronia menggunakan kedua sayap logamnya untuk bermanuver di udara, lalu ia membuat sebuah Feather Sword
dan menghunuskannya ke atas kepala Dragrest.
“[Heavy Press]!” Kuronia menggunakan Skillnya untuk menambah beban jatuh saat mendarat dan menancapkan pedangnya.
Feather Sword itu langsung retak dan membuat Dragrest jatuh, serangan mereka telah berhasil menumbangkan Dragrest.
“Berhasil ...?!” kata Miho.
“Baiklah, semuanya dengarkan! Kita akan menyerang setelah dia mendarat!” kata Harunio melalui De Ordernya.
“Baik!” jawab semua anggota.
“Mengatasi kekuaranganmu dengan menggunakan Wind of Refuse untuk terbang, lalu meningkatkan efisiensi gaya
tarik Dark Gravity dengan Heavy Press. Karena itu, sejak dulu kami mempercayakan harapan kepada kalian.” Kata Dragrest dalam fikirannya.
Dragrest jatuh ke tanah hingga membuat tanah bergetar.
“Sekarang!” Kuronia langsung menjauh dari Dragrest.
“Serang!” kata Harunio.
Semua anggota tim fokus menyerang pada satu titik yaitu Dragrest.