
Setelah pertarungan melawan Dragrest, Harunio dan anggota lain berkumpul di sekitar api unggun sambil beristirahat dan menyantap makanan mereka.
“Kuronia memang tahu apa yang aku pikirkan!” kata Harunio sambil memakan vege-rationnya.
“Jangan makan sambil berbicara, Harunio.” Kata Miho.
“Hanya sedikit.” Kata Harunio sambil menambah suapannya.
“Tetapi itu tidak baik, bagaiman jika kau tersedak.” Kata Miho.
“Aku baru pertama kali melihat makanan seperti itu ...” Blues tidak pernah melihat jenis ration yang Harunio makan.
“Harunio memang tidak suka daging, tetapi bukan vegetarian.” Kata Blitz lalu menambah suapannya.
“Kami sudah biasa melihatnya.” Kata Falco.
Vege-ration adalah makanan kaleng yang terbuat dari bahan nabati. Pada umumnya ration terdapat potongan daging kering untuk asupan protein, tetapi pada vege-ration diganti dengan kacang-kacangan atau biji-bijian.
“Ngomong-ngomong, bagaimana dengan Aprilia?” tanya Finyx.
“Dia baik-baik saja, tetapi aku sarankan agar dia tidak ikut bertarung terlebih dahulu sampai kondisinya benar-benar pulih.” Kata Blues.
"Begitu, ya." kata Finyx.
Beberapa saat kemudian Kuronia datang bersama Aprilia.
“Hati-hati, Aprilia.” Kata Kuronia yang membantu Aprilia duduk.
“I-iya ...” kata Aprilia.
“Oh, sudah sadar, ya!” kata Harunio.
“Harunio ...!” kata Miho dengan pelan.
“Tidak apa-apa, Miho-chan. Sepertinya kali ini aku yang merepotkan anggota tim.” Kata Aprilia.
“I-itu tidak benar, Aprilia-chan ...!” kata Miho.
“Kau tidak merepotkan siapapun, kau sudah berjuang dengan seluruh kemampuanmu.” Kata Kuronia.
“Kuronia … Benar juga, ya.” Kata Aprilia.
“Ini, kau harus makan untuk memulihkan kondisimu.” Kata Kuronia sambil memberikan rationnya.
“Terima kasih, selamat makan.” Kata Aprilia.
“Sama-sama.” Kata Kuronia.
“Semuanya, tolong dengarkan. Aku tahu jika tim ini terbentuk secara mendadak, alangkah baiknya jika kita memulai lagi dari perkenalan. Hanya duduk dan makan pasti terasa membosankan, bukan?” Kata Harunio.
“Tidak perlu, aku sudah mengetahuinya.” Kata Blues.
“Apa?! Sejak kapan?” tanya Harunio.
“Sebelum kau memasuki ruangan Leadro-sama.” Jawab Blues.
“...! Dasar, Yudai ...! Dia selalu saja mendahuluiku ...!” Harunio bergumam sendiri.
“A-aku rasa ada baiknya jika kita mulai lagi dengan memperkenalkan diri, sejujurnya banyak yang belum aku kenali. Tehehe ...” kata Miho.
“Miho ...” Harunio merasa tertolong.
“Ya, dia ada benarnya juga. Biar aku mulai terlebih dahulu.” Lalu Blitz berdiri.
“Namaku Blitz. Aku terbiasa menjadi Ace bahkan bertarung seorang diri, aku harap kita bisa bekerjasama sampai misi selesai.” Kata Blitz lalu duduk kembali di samping Falco.
Mereka memberikan tepuk tangan untuk Blitz.
“First-role memang hebat.” Kata Harunio sambil memberikan tepuk tangan.
“A-aku tidak melakukan ini untuknya, jika tidak mengenal anggota tim sendiri itu hanya akan mempersulit keadaan ...” Kata Blitz.
“Berikutnya aku, namaku adalah Falco. Aku biasanya menjalankan misi dalam sebuah tim, seperti saat pertarungan
tadi aku biasa menjadi Chrusade dan kadang-kadang ikut menyerang bersama Ace. Umm ... Blitz adalah partnerku, jika kau ingin tahu lebih banyak tentangnya kau bisa bertanya kepadaku.” Kata Falco.
“...! J-jangan seenaknya bicara ...!” Blitz sedikit malu.
“Hehehe ...!” Falco hanya tertawa melihat reaksi Blitz.
“Kalau begitu, sekarang giliranku. Namaku adalah Finyx, kakak dari saudari kembarku Phinyx.” Kata Finyx.
“Namaku Phinyx!” kata Phinyx dengan gembira.
“Kami adalah pewaris Phoenix Feather, meski Phinyx lebih cocok memilikinya dari pada aku.” Kata Finyx.
“Kenapa?” tanya Harunio.
“Karena hanya Phinyx yang memiliki Flame Shard.” Kata Finyx.
“Jika dilihat dari legendanya, Phoenix adalah burung abadi yang memiliki element api.” Kata Kuronia.
“Ya, seperti itulah. Dalam sejarah, semua pewaris Phoenix Feather juga memiliki Flame Shard, namun kali ini lahirlah anak kembar yang mewarisi Phoenix Feather dan hanya satu yang memiliki Flame Shard.” Kata Finyx.
“Luar biasa ... ini berarti sejarah baru telah terukir.” Kata Blitz.
“Namun semuanya memperlakukanku lebih baik dari pada Nee-san, seharusnya Nee-san diperlakukan sama dengaku ...!” Phinyx sedikit kecewa.
“Phinyx, kau tidak boleh seperti itu. Aku sudah bilang berulang kali kan? Kau memiliki peran yang lebih penting. Tidak peduli bagaimanapun Emylier lain memperlakukanku, aku akan selalu mendukungmu.” Kata Finyx.
“Iya, terima kasih!” kata Phinyx dengan senang.
“Hmph ... Sosok kakak yang hebat, ya ...” kata Blitz dengan pelan.
“Ya, kau benar ...” kata Falco.
“Baiklah, baiklah ... Namaku Blues, aku tidak terlalu bagus di garis depan. Karena itu aku lebih baik sebagai Supporter, serahkan urusan medis kepadaku.” Kata Blues dengan malas.
Semua hanya diam setelah mendengar perkenalan singkat dari Blues.
“Apa dia selalu tidak kompeten seperti ini ...?” tanya Blitz.
Blues langsung tersinggung begitu mendengarnya.
“E-ehh ... Blues adalah partnerku, meski kelakuannya seperti ini tetapi saat dia serius dia bisa lebih baik.” Finyx mencoba menutupi kekurangan dari partnernya.
“Ya, benar juga ... Saat bertarung melawan Dragrest kalian berdua sempat menyegelnya.” Kata Blitz.
“Namun tidak lama kemudian segelnya lepas.” Kata Falco.
“Dulu cara itu berhasil menyegelnya, tetapi aku tidak tahu kenapa kali ini hanya bertahan sebentar ...” kata Blues yang kecewa dengan kegagalan itu.
“Ya, aku fikir itu wajar saja. Kalian berdua menyegelnya dengan sisa Shard kalian, mungkin hasilnya akan berbeda jika dalam kekuatan penuh.” Kata Harunio.
“T-tentu saja akan berbeda ...!” kata Blues.
“Berikutnya, kau Kuronia.” Kata Harunio.
“Baiklah.” Lalu Kuronia berdiri.
“Namaku Kuronia Stowyne. Seperti yang kalian ketahui, aku adalah Emylier peringkat pertama yang lulus tahun ini. Tetapi aku sama sekali tidak bangga dengan hal itu, kadang aku sedikit bingung kenapa Emylier lain sangat membanggakannya. Aku sangat menjunjung tinggi kedisiplinan, tolong ikuti peraturan dan perintah yang diberikan karena kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Aku harap kita bisa menyelesaikan misi dengan hasil yang sempurna.” Kuronia mengakhiri perkenalannya dan kembali duduk di samping Aprilia.
“Selalu berlebihan seperti biasanya ...” kata Harunio dengan pelan.
“Aku berikutnya.” Aprilia berusaha berdiri meski sedikit sulit.
“Tidak perlu memaksakan diri dulu, Aprilia.” Kata Kuronia.
“Tidak apa-apa ... E-ehem ...! Namaku adalah Aprilia. Meski kemampuanku masih dibawah rata-rata, tetapi aku harap aku bisa mengimbangi dan bekerjasama dengan baik bersama anggota tim lainnya.” Aprilia mengakhiri perkenalannya dan duduk di samping Kuronia.
“Bagus, Aprilia-chan!” kata Miho dengan pelan.
Aprilia hanya mengedipkan sebelah matanya.
“Miho, giliranmu.” Kata Harunio.
“Oh, baik.” Lalu Miho berdiri.
“E-ehem ...! S-salam kenal, n-namaku Miho Shiroku. U-umm ... umm ...” Miho sedikit gugup karena bingung apa yang harus ia katakan.
“Miho Shiroku! Moe!! Kawaii!!” teriak Falco.
“E-ehh ...?!” Miho langsung merasa malu.
“A-apa yang kau katakan ...?!” Blitz langsung naik darah dan menarik kerah Falco dengan penuh amarah.
“A-ahahaha ... M-maaf, aku benar-benar tidak tahan mengingat penggemarnya bersorak seperti itu ...” Falco menyerang dirinya sendiri.
“Tenanglah, Blitz. Biar akusaja yang mengeksekusinya ...” kata Harunio dengan serius.
“E-eh!?” Falco langsung merinding.
“Tidak, tidak bisa. Ini urusan pribadi, izinkan aku untuk ikut!” kata Blitz.
“Eeh ... tunggu sebentar, Blitz ... K-kau tidak serius kan ...?” Falco semakin takut.
“Baiklah, aku izinkan.” Kata Harunio.
“Eeeeh?!” Falco tidak bisa menghindar.
“Dasar berisik ... bisakah kalian diam? Biarkan dia menyelesaikan perkenalannya ...” Kata Blues.
Situasi langsung tenang.
“Tidak aku sangka kau bisa berbicara seperti itu ...” kata Finyx.
“D-dasar tidak sopan ...!” Blues langsung tersinggung.
“Aku juga terkejut ...” kata Phinyx.
“Kau juga!” kata Blues.
“Hhh ... baiklah ... Miho, lanjutkan.” Kata Harunio.
“B-baik ...” kata Miho.
Blitz langsung melepaskan Falco.
“Aku fikir akan berakhir di sini ...” kata Falco dengan pelan.
“B-berisik ... diamlah!” kata Blitz.
“U-umm ... sepertinya hanya aku satu-satunya Emylier yang tidak bisa terbang karena memiliki Extensi Nenbi. A-aku juga tidak memiliki banyak pengalaman bertarung ... S-semuanya, mohon kerjasamanya!” Miho mengerahkan seluruh keberaniannya untuk perkenalan ini.
Aprilia langsung memberikan tepuk tangan diikuti anggota lain, Miho merasa senang karena bisa memperkenalkan
dirinya dengan baik meski sedikit kesulitan.
“Bagus, Miho-chan.” Kata Aprilia.
“Tehehe ~ Terima kasih, Aprilia-chan.” Kata Miho.
“Baiklah, aku yang terakhir.” Lalu Harunio berdiri.
“Namaku Harunio Ell Roshido. Seperti yang kalian ketahui, pemimpin tim ini, Emylier yang selalu satu tim dengan peringkat pertama yaitu Kuronia, dan mampu di posisi apapun atau All-Round. Semuanya, terima kasih atas kerjasama kalian yang hebat dalam pertarungan tadi. Aku harap kita bisa menyelesaikan misi ini dengan hasil yang terbaik.” Harunio mengakhiri perkenalannya.
Kuronia langsung memberikan tepuk tangannya diikuti Miho lalu anggota lainnya.