Couple Absurd

Couple Absurd
Part 81



Brakkkk


"Waawwww... ternyata Dinda sekarang bukan cuma seorang model tapi udah jadi artis sekaligus penulis naskah." ucap Farrel sambil masuk dan bertepuk tangan dengan tatapan sinis.


"Sekaligus sutradara bang, hahahah!!!!" tambah Fandy.


"Fa.....rrrreell." Dinda menganga tak percaya kini sudah tertangkap basah.


"Kenapa? Ga nyangka kalau rencana busuk lu ketauan secepet ini???" tanya Farrel.


"Bukan gitu Rel, denger aku dulu, aku bisa jelasin, semua ga.."


"Apa yang mau lu jelasin hah??" potong Farrel, "Gue rasa ga ada yang harus di jelasin lagi, semua di antara kita juga udah selesai dari tiga tahun lalu kalau lu lupa." tambah Farrel lagi.


"Tapi aku masih sayang kamu Rel." jawab Dinda cepat.


"Lu telat Din, kalau ngomong sekarang. Harusnya lu datang dari dulu, lu udah hancurin hati abang gue dan sekarang saat abang gue udah bahagia lu mau ngusik?????" ucap Fandy yang ikut gemas dengan mantan kekasih kakaknya.


"Maafin aku Rel, aku dulu salah tapi aku kembali karna aku masih sayang kamu. Aku sadar cuma ngerasa bahagia saat sama kamu."


"Hahahahha, lu bukan sayang sama bahagia karna gue. Tapi lu butuh harta gue, cih." sarkas Farrel.


"Kalian bisa bicara baik baik, ga enak ini di rumah sakit takut ganggu pasien yang lain." ucap manager Dinda melerai per debat an.


"Sorry, gue ga ada waktu. Masih banyak urusan yang lebih penting." tolak Farrel.


"Tapi Rel, kamu udah janji mau nemenin perawatan aku."


"Cih, lu kayak gini karena skenario lu sendiri. Jadi itu derita lu sendiri dan gue minta jangan ganggu kehidupan gue lagi." ucap Farrel lalu pergi.


"Kalau lu ganggu lagi siap siap di lempar bokap gue, hahahah." ucap Fandy lalu segera pergi menyusul Farrel.


"Aaarrrrrrrgggghhhhhh." teriak Dinda frustasi karena semua rencana nya gagal.


"Udah lah Din, lupain aja. Saran gue fokus lagi sama karir lu, tapi jangan main kotor lagi." ucap manager Dinda menasihati.


......................


"Woiii bang!!!!!! tungguin gue napa." panggil Fandy.


"Tunggu tunggu" teriak Fandy lagi saat melihat Farrel sudah masuk ke dalam lift.


"Lelet lu." ucap Farrel sambil menahan pintu lift agar tetap terbuka.


"Hehheeh." cengir Fandy saat sudah masuk ke dalam lift sambil menarik nafas karna berjalan cepat menyusul Farrel.


"Gue ga nyangka mantan lu segila itu bang." ucap Fandy.


"Gue juga ga nyangka tuh cewek jadi otak kriminal gitu."


"Hahahah, tapi dulu lu cinta banget sama cewek itu." ledek Fandy.


"Buta kali dulu gue." jawab Farrel.


"Anjrri* jahat lu bang."


"Baik gue, ga laporin dia ke polisi."


"Kenapa ga lu laporin???" tanya Fandy.


"Ga usah nanya lagi lu nyetir." ucap Farrel saat sudah di tempat parkir, "Nih!!!!" melemparkan kunci mobil.


Mereka berdua kini sudah duduk di mobil, Fandy mulai menjalankan mobilnya dan Farrel tenggelam dalam lamunan nya.


"Kenapa ga laporin ke polisi???Karna gue ga setega itu sama dia, gue emang udah ga cinta sama Dinda, tapi gue masih ada rasa iba, dia cuma sebatang kara, gue tau awal awal perjuangan dia niti karir beratnya kaya apa, dia cuma salah jalan saat semua karirnya mulai naik dan tergiur dengan gelapnya dunia modeling, gue udah lupain luka yang dulu dia buat karna gue mau bahagia dengan Safira tanpa bayang bayang masa lalu lagi. Makasih Din, udah ninggalin gue dulu, jadi gue bisa ketemu dan nikah sama Safira." ucap Farrel dalam hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa like and comment😉