
LIKE DULU SEBELUM MEMBACA PLEASE!!!!!Mereka pun pergi ke salah satu club malam yang terkenal di Bali. Ini memang bukan pertama kalinya Safira menginjakkan kaki di tempat seperti ini, dia pernah beberapa kali menghadiri pesta ulangtahun temannya yang diadakan di club tapi catat hanya datang sebentar untuk menghargai lalu pergi dia tak pernah minum alkohol. Waktu yang belum terlalu malam membuat club itu belum terlalu ramai.
Mereka bertiga duduk di salah satu meja yang kosong. Farrel dan Hendra duduk di satu sofa yang sama, sedangkan Safira duduk di sofa yang berbeda, ada tiga sofa yang muat untuk ditempati dua orang mengelilingi meja itu. Hendra memesan minuman alkohol, sedangkan Farrel memesan orange juice untuk dirinya dan Safira.
"Lu ga minum Rel??" tanya Hendra sambil menghidupkan rokoknya.
"Ngga ini aja." jawab Farrel sambil mengacungkan gelasnya di liriknya Safira sudah semakin menatap tajam.
Tiba tiba ada dua orang perempuan berpakaian sangat mini dengan bagian depan yang menonjol, menghampiri meja mereka dan duduk di sofa sebrang Safira yang kosong.
"Eh Farrel kan??" tanya salah satu perempuan yang datang ke meja mereka.
"Iya." jawab Farrel sebiasa mungkin, jika dulu sebelum menikah dia mungkin akan langsung menunjukan taringnya senang bila ada perempuan cantik nan seksi menghampiri tapi jika sekarang dia justru merasa sial kedatangan dua orang perempuan itu terlebih sepertinya salah satu dari mereka mengenalnya, dia mencoba mengingat ingat namun nihil tetap tak ingat.
"Gue Stella, masih inget ga?? Kita pernah ketemu setengah tahun yang lalu di pesta nya Willy di Jakarta." ucap perempuan itu.
Berpikir sejenak dan sialnya dia ingat pesta itu pesta ulang tahun rekan bisnisnya, Willy tak berbeda jauh dari dia umurnya sama sama pembisnis muda. Lebih sialnya lagi sepertinya perempuan ini yang waktu itu akan menghabiskan malam dengannya usai pesta namun tak jadi karena dia mendapat telepon mendadak dari sekretaris nya yang memberitahu ada masalah urgent di perusahaan. Jika itu benar matilah dia, di sampingnya kini ada istrinya.
"Tau sih pesta willy nya tapi sorry gue ga inget sama lu." ucap Farrel yang memang tak ingat namun dia berharap semoga apa yang dia pikirkan salah semoga bukan perempuan ini.
"Wuuiihhh seseksi dan secantik ini lu lupa Rel, payah." ucap Hendra.
"Kita kenalan di pesta Willy, kita sempet mau check ini cuma waktu itu ga jadi lu ada urusan urgent." terang perempuang itu.
Melirik takut ke arah istrinya, Safira pura pura tak peduli dia meminum jus nya sambil mengedarkan pandangannya.
"Kenalin gue Hendra temennya Farrel." ucap Hendra.
"Iya gue Stella ini temen gue Milly." memperkenalkan perempuan yang bersamanya. Mereka berkenalan Safira pun ikut mengenalkan namanya. Hendra asik berbincang dia seolah menemukan mangsa nya malam ini, Farrel hanya menjawab sekena nya sungguh dia merasa was was melihat sikap Safira yang tenang.
"Gue ke toilet dulu." ucap Safira berdiri.
"Gue anter." ucap Farrel berdiri juga.
"Ga usah sendiri aja, tenang aja ga akan nyasar udah gede." tolak Safira lalu pergi.
Farrel pun mau tak mau membiarkan Safira pergi namun dia masih memperhatikan langkah Safira berbelok ke arah toilet atau tidak. Sepuluh menit berlalu Safira masih belum kembali juga, Farrel baru akan berdiri menyusulnya namun dia bisa menangkap siluet Safira dari kejauhan sedang melangkah kembali, dia terus memperhatikan.
Tapi.... tunggu....dia melihat Safira...................
******
Liat apa ayo ada yang bisa nebak?????
Happy fasting everyone😉