
Fitting baju selesai, Safira ikut bersama mobil Farrel. Karena mommy Firda mengatakan banyak hal yang harus di urus untuk pernikahan lusa, melarang Safira ikut dengannya. Akhirnya Farrel mengajak Safira berjalan jalan, hitung hitung untuk pendekatan. 🙊😁mana ada orang baru pertama kali langsung mutusin nikah ya kalau di dunia nyata😝
Disinilah Farrel dan Safira berada sekarang, di pusat perbelanjaan. Farrel sengaja mengajak Safira kesini untuk membeli perhiasan untuk dijadikan salah satu mahar di toko langganan mommy nya yang ada di mall ini.
Mereka pun berjalan bersama menulusuri mall, Farrel yang gemas melihat Safira hanya berjalan di dekatnya akhirnya menggenggam tangan Safira.
"Truk aja gandengan Fir, masa kita mau nikah bentar lagi kalah sama truk." Safira memutar bola mata jengah mendengar ucapan Farrel.
"Fir, lu udah ngajuin cuti?" tanya Farrel.
"Udah, dadakan banget cuti nya untung di kasih sama bos nya. Kerjaan gue juga ga ada yang pending untungnya." jawab Safira.
"Berapa hari?" tanyanya lagi.
"Tujuh hari Rel."
"Mmmmm... dua hari sebelum nikah, berarti setelah nikah cuma ada waktu empat hari ya?"
"Iya.. ditambah sabtu minggu dua hari jadi sembilan sih."
"Mau honeymoon kemana?"
"Hah, honeymoon??" ucap Safira kaget.
"Iya, itung itung liburan lah...mau kemana?" tanya Farrel lagi.
"Mmmm, diem aja kali ya Rel ga usah kemana mana." jawab Safira yang enggan pergi honeymoon sejujurnya dia takut terjadi sesuatu yang dia sendiri belum siap.
"Oh gitu ya udah sih gue ga masalah."
Mereka pun sampai di toko perhiasan langganan mommy Firda, Farrel sudah kenal dengan pemilik dan beberapa pegawainya karena beberapa kali mengantar mommy nya kesini.
"Siang mas Farrel, ada yang bisa di bantu?" tanya seorang pramuniaga.
"Siang, gue mau cari cincin nikah.. keluarin koleksi yang paling recomend."
"Boleh, bisa di lihat sebelah sini mas." jawab pramuniaga itu sembari melangkah ke aras yang di maksud.
"Yang ini, ini, ini koleksi kami yang paling bagus dan spesial silahkan di lihat. Kalau kurang suka bisa order nanti buatkan." menunjukkan beberapa cincin paling rekomendasi pada Farrel dan Safira.
"Mmmm yang itu coba lihat deh." tunjuk Safira.
"Boleh, ini mbak." ucap pramuniaga itu menyodorkan sepasang cincin yang simpel namun elegan dengan berlian kecil.
Safira pun mencoba memakai dan di amati tangannya.
"Gimana Rel?" tanya Safira.
"Bagus, jari lu makin indah." ucap Farrel jujur namun bagi Safira seperti menggoda nya.
"Ishh." desis Safira. Pramuniaga itu hanya tersenyum melihat interaksi kedua nya.
Farrel pun mencoba cincin nya dan pas di jari nya.
"Gue ambil ini ya." ucap Farrel pada pramuniaga.
"Boleh mas, mau di ukir nama juga?" tawar pramuniaga itu.
"Gimana Fir?" tanya Farrel balik pada Safira.
"Terserah aja." jawab Safira.
"Pake aja." putus Farrel.
"Boleh mas, di tulis disini ya nama yang mau di ukir nya." ucap Pramuniaga itu.
Farrel pun menuliskan nama yang akan di ukir di cincin tersebut dan melakukan transaksi pembayaran dengan nominal yang fantastis, dia juga membeli satu set perhiasan cantik tanpa sepengetahuan Safira, dia akan menjadikan nya hadiah nanti setelah menikah. Pesanannya besok akan di antarkan oleh pramuniaga nya kepada Farrel, secara mommy Firda kan salah satu member prioritas mereka.
Keluar dari toko perhiasan Farrel dan Safira pun mampir ke restoran jepang di mall tersebut, waktu yang sudah memasuki makan siang membuat cacing di perut Farrel berteriak.
****
maaf gaissss baru up🙏... sibuk banget di dunia nyata dua hari kemarin....
happy fasting everyone, semoga lancar ya puasanya😉